Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
EP 4 - Pendekatan


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tidak terasa sudah berlalu seminggu sejak hari pernikahan Jiro dan Dream.


Shen dan Sion terus gencar mendekati Vio dan Ivy.


"Ivy, apakah malam ini kau ada waktu?" Tanya Shen melalui sambungan telepon. Ia mendapat nomor ponsel Ivy karena beberapa hari lalu Ivy menelpon dan mengajak bertemu, khusus untuk mengembalikan sepatu miliknya.


"Um, aku lihat dulu jadwal ku." Ucap Ivy ragu. Ivy adalah manager keuangan di salah satu perusahaan penyedia layanan jasa.


"Aku harap kau tidak menolak. Aku hanya ingin makan malam bersama. Dan jika boleh aku ingin sekali bisa mengenal mu lebih dekat." Ucap Shen tanpa basa basi.


Ivy diam, tidak langsung menjawab.


"Ivy?" Shen memanggil nama nya dengan suara bertanya.


"Em, baiklah. Jika berkenan nanti malam kau bisa menjemput ku." Ucap Ivy mengiyakan dan meminta dengan sopan.


"Tentu. Aku pasti akan menjemput mu. Berikan saja alamat mu." Ucap Shen senang, sambil menaik turunkan tangannya keudara.


"Nanti akan aku kirimkan lewat pesan." Ivy berkata seadanya.


"Baiklah. Sampai ketemu nanti." Panggilan pun berakhir.


"Brengsek. Kau enak enak disini ya." Sion mengomeli Shen yang tersenyum bahagia setelah menelpon. Entah sejak kapan ia sudah berdiri didepan pintu ruang kerja Shen.


"Ada apa kau ini? Baru datang sudah marah pada ku." Ucap Shen tersenyum manis. Ia tahu pasti Sion mendapatkan penolakan dari Vio.


Sudah seminggu ini Sion terus mendatangi Vio dan berusaha mendekati nya dengan berbagai cara tapi tetap saja selalu ditolak dengan kasar.


"Aku ditolak lagi. Padahal kau tahu, aku sudah membeli parfum termahal yang edisi nya terbatas untuk nya. Tapi dengan mudah ia melempar parfum itu hingga pecah tak berbentuk." Ucap Sion menjambak kasar rambutnya.


"Waw, ternyata dia sungguh galak." Ucap Shen mengejek Sion.


"Kau punya usulan?" Sion meminta ide dari Shen.


"Sepertinya dia bukanlah perempuan yang suka dengan hal hal mewah, ia seorang model terkenal tentu saja sangat mampu membeli semua itu. Dia juga bukan perempuan yang berhati hello kitty." Ucapan Shen terhenti sejenak untuk berpikir.


"Sepertinya kau harus mengubah cara mu untuk mendapatkan dirinya. Tidak bisa dengan cara lembut." Ucap Shen.


"Lalu bagaimana caranya?" Sion bertanya penasaran.


"Sini ku beritahu pada mu." Shen melambai pada Sion agar mendekat lalu membisikkan sesuatu pada Sion.


........


"Kau yakin?" Tanya Sion meragukan.


"Coba saja. Jika gagal maka lepaskan dia dan cari yang lain. Itu artinya kalian tidak berjodoh." Shen berucap sebenarnya mengejek.

__ADS_1


"Jika aku gagal, maka aku akan menghancurkan rumah sakit mu. Aku tidak ingin yang lain, aku hanya ingin dia." Ucap Sion lantang.


"Lebih baik kau bunuh saja aku daripada menghancurkan rumah sakit ku." Shen menolak keras perkataan Sion. Sion mengernyit bingung seolah bertanya kenapa.


"Banyak nyawa orang dipertaruhkan disini, mereka mengharapkan kesembuhan tanpa tahu apa mereka bisa benar benar sembuh atau tidak. Jika kau menghancurkan rumah sakit ku, itu sama saja kau menghancurkan mimpi ratusan orang yang terbaring lemah disini dan anggota keluarga mereka." Shen menjawab serius. Kali ini tidak ada raut bercanda sedikit dari wajahnya.


"Baiklah baiklah. Aku minta maaf. Aku tidak akan menghancurkan rumah sakit mu. Sebagai ganti nya aku akan merebut kekasih mu." Sion mengubab ancaman nya.


"Sebelum itu kau lakukan dulu cara yang sudah ku berikan pada mu. Tidak bisa langsung berhasil, butuh waktu. Tapi aku yakin pasti akan berhasil." Shen berucap percaya diri.


"Baiklah. Aku akan mencoba. Jika aku bisa berhasil, maka kita akan menikah bersamaan." Sion memberi syarat kemenangan.


"Terserah saja. Yang terpenting aku bisa menikah." Ucap Shen pasrah pada syarat Sion.


#####


"Sayang, kau yakin kita akan menikah dua bulan lagi?" Vanessa bertanya ragu pada Max.


Mereka sedang berada di sebuah butik untuk fitting pakaian pengantin mereka.


"Aku yakin. Aku tidak akan mengubah keputusan ku." Max menjawab lantang dan penuh keyakinan.


"Baiklah. Apa kau akan mengundang Vivian dan Raymond?" Vanessa kembali bertanya penuh harap. Sejak pertemuan nya denga Vivian, ia menjadi berteman cukup akrab dengan Vivian.


"Aku berencana untuk mengadakan pesta pernikahan di Shanghai juga khusu untuk keluarga Ayah Lu dan para anak buah Raymond." Ucap Max.


"Tidak masalah. Jika dia melahirkan bukankah itu lebih baik. Jadi kita bisa menggendong bayi nya, agar kita juga cepat tertular." Ucap Max lalu mengecup pipi Vanessa.


"Aku tidak ingin punya anak dari mu. Apalagi jika itu anak laki laki. Pasti akan separah kelakuan mu nanti nya." Ucap Vanessa pura pura.


"Haha tapi aku yakin, Ibunya tidak akan membiarkan dia menjadi seburuk masa lalu Ayahnya." Ucap Max merangkul mesra pundak Vanessa.


"Kau benar. Ayahnya saja selalu bisa dikalahkan oleh Ibunya." Vanessa berkata dengan semangat sambil mengangguk kepalanya.


#####


"Sayang, tidak terasa sebentar lagi kau akan melahirkan Ray junior." Ucap Raymond mengelus perut buncit istrinya.


"Kau benar. Aku sangat gugup menghadapi hari itu." Ucap Vivian.


"Tidak perlu gugup. Aku akan menemani mu. Kau mau melahirkan normal atau operasi saja?" Tanya Raymond memberi pilihan pada istrinya.


"Aku tidak masalah. Tergantung nanti kondisi ku bagaimana dan apa saran dokter." Ucap Vivian.


"Baiklah. Aku juga akan ikut keputusan mu." Ujar Raymond.


"Jadi namanya nanti benar benar kita kasih Raiyan?" Raymond menimpali perkataannya dengan bertanya pada Vivian.

__ADS_1


"Yah. Singkatan nama kita." Ucap Vivian mengangguk semangat.


"Nama yang bagus. Raiyan Lu. Semoga saja dia mempunyai karakter yang baik seperti mu." Ucap Raymond. Biar bagaimanapun, ia pasti berharap anak anak nya akan hidup lebih baik dari nya.


#####


"Selesai. Aku tidak menyangka, aku bisa setampan ini." Ucap Shen tersenyum didepan cermin. Ia sedang bersiap untuk kencan pertama dengan Ivy.


"Baiklah, Mari kita berangkat." Ia kembali berkata sambil keluar dari kamar nya.


Melangkah dengan pasti menuju ke mobilnya, setelah itu melajukan mobilnya menuju ke rumah Ivy untuk menjemput nya.


Jika Shen sedang berbahagia maka lain hal nya dengan Sion yang sedari tadi menunggu kemunculan Vio.


Ia sedang berada di depan kantor agensi Vio. Kepalanya celingukan mencari keberadaan Vio.


"Itu dia." Ucap nya saat melihat Vio melenggang keluar dari kantor agensi nya sendirian.


"Vio." Sion memanggil Vio dengan sedikit berteriak.


Vio menoleh kearah nya, lalu memutuskan untuk mendekati nya.


"Kau? Ada apa kesini?" Tanya Vio ketus.


"Aku ingin mengajak mu makan malam." Sion basa basi.


"Menolak saja lagi, maka aku tidak akan mengampuni mu." Batin Sion.


"Tidak. Aku sudah bilang pada mu, jangan datang mengganggu ku lagi. Kau ini tidak paham bahasa manusia." Ucap Vio dengan kasar. Vio benar benar satu satunya perempuan yang berani menolak pesona Sion.


"Jangan menyesal Vio." Ucap Sion. Nada bicara nya kali ini mengintimidasi.


"Aku tidak akan menyesal." Ucap Vio lantang.


Tiba tiba


"Lepaskan aku ... "


******


Hadeh Vio, didekatin cowo cakep malah nolak.


Tinggalkan komentar, like sebagai bentuk dukungan kalian yah.


Jangan lupa favorit dan share ke teman teman kalian baik secara offline maupun online.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi readers muslim yang menjalankan.

__ADS_1


Semoga puasanya lancar.


__ADS_2