
[ Jangan lupa mampir di "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) " dan juga "IF LOVE ".
Tinggalkan jejak setelah hadir. ]
...~ Happy Reading ~...
.
.
.
.
Malam ini banyak manusia berkumpul di sebuah gedung mewah yang juga merupakan agensi baru yang didirikan oleh ketiga pria muda nan tampan.
RV2 Agency malam ini akan diresmikan malam ini. Empat pria tampan tampak gagah dalam balutan pakaian formal. Mereka kini tengah berbincang dengan beberapa kolega yang mereka kenal.
Acara peresmian dan gunting pita tadi berjalan lancar. Kini hanya acara yang lebih santai.
"Aku tidak menyangka, kita bisa sesukses ini." Ucap Vion percaya diri.
"Ini baru permulaan bung." Vynshen menangkis perkataan Vion.
"Haha aku tahu. Hanya saja aku tidak menyangka kalau kita bisa berada di tahap ini." Ucap Vion bangga.
"Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita mau mencoba dan berusaha." Timpal Dero sambil mengunyah kue pesta di mulut nya.
"Sebenarnya semua ini karena Rai." Ucap Vynshen.
Phu...
Raiyan menyemburkan minuman nya.
"Jangan bicara seperti itu. Aku tidak sehebat itu." Raiyan merendah.
Raiyan bukan Vion atau Dero yang kadang kadang terlalu percaya diri.
"Haha." Dero menertawakan Raiyan.
"Aku ke kamar mandi sebentar." Pamit Raiyan karena pakaian nya terkena minuman nya.
"Hei, kau tidak mengundang Axnes?" Tanya Vion pada Vynshen.
"Aku mengundang nya, ia juga bilang kalau Raiyan juga mengundang nya." Terang Vynshen sesuai kenyataan.
"Tapi dari awal acara sampai sekarang, dia tidak kelihatan datang." Ucap Dero menimpali.
"Entahlah." Vynshen menjawab singkat.
Mereka pun kembali menikmati suasana pesta sambil sesekali melihat keadaan sekitar.
"Panjang umur. Yang baru disebut sudah datang." Ucap Dero menunjuk kearah Axnes yang dengan anggun berjalan mendekati mereka.
"Selamat Vyn." Ucap Axnes pada Vynshen sambil memberikan sebuah kado kecil.
"Terima kasih." Vynshen tersenyum menerima kado tersebut.
Axnes celingukan seperti mencari sesuatu.
"Ada apa nes?" Tanya Vynshen penasaran.
"Dimana Rai?" Tanya Axnes penasaran.
"Apa mereka sudah sedekat itu?" Batin Vynshen dalam hati saat mendengar Axnes menyebut nama pendek Raiyan.
"Tadi dia ke kamar mandi." Ucap Vynshen lesu.
"Baiklah." Axnes berbalik dan pergi mencari Raiyan.
__ADS_1
Raiyan yang baru saja selesai mengganti pakaian nya pun segera keluar dari kamar mandi.
"Raiyan." Raiyan mendengar seorang perempuan memanggilnya.
Raiyan berbalik dan langsung tersenyum manis.
"Axnes." Raiyan menyapa Axnes.
"Selamat Rai." Axnes memberikan pelukan singkat pada Raiyan.
"Terima kasih." Ucap Raiyan tak berhenti tersenyum.
Mereka hening sekejab.
"Mana kado untuk ku?" Tanya Raiyan asal.
"Hei, memang nya kau anak kecil yang selalu menagih kado." Axnes meninju pelan dada Raiyan.
"Haha aku hanya bercanda." Raiyan menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
" Rai, maaf aku datang sedikit terlambat. Tadi aku baru selesai merundingkan sesuatu yang penting dengan manajer ku dan juga Papa Mama ku." Ucap Axnes tersenyum merona.
"Kau akan menikah?" Tanya Raiyan menggoda Axnes.
"Hei, memang nya aku sangat tidak laku sampai harus menikah tergesa gesa?" Tanya Axnes pura pura kesal.
"Jika tidak ada yang menginginkan mu, aku bersedia menampung mu." Raiyan kembali menggoda Axnes.
"Terima kasih niat baik mu." Ucap Axnes.
"Ini kado untuk mu." Ucap Axnes menyerahkan sebuah gulungan yang diikat rapi menggunakan pita.
"Apa ini?" Tanya Raiyan sedikit bingung.
"Buka saja." Titah Axnes.
"Kau yakin?" Tanya Raiyan sedikit kaget melihat kontrak yang sudah ditandatangani oleh Axnes.
Axnes mengangguk tersenyum.
"Terima kasih Axnes." Raiyan spontan memeluk Axnes yang juga spontan dibalas oleh Axnes.
"Maaf maaf, aku hanya terlalu senang." Ucap Raiyan melepaskan pelukan nya, gugup.
Axnes mengangguk dan tersenyum kaku.
"Ayo, kita duduk di sana." Ajak Raiyan pada Axnes sambil menunjuk kearah tempat duduk yang ditempati ketiga sahabatnya.
Raiyan dan Axnes pun perlahan berjalan menghampiri mereka.
Raiyan duduk paling luar, Axnes disamping nya sedangkan Vynshen disamping Axnes.
"Hei Vyn, apa kau akan menjadi model untuk agensi mu juga?" Tanya Axnes iseng.
"Tidak. Aku sebenarnya tidak berminat menjadi model." Vynshen menjawab halus.
Axnes mengangguk mengerti.
Mereka meneruskan perbincangan mereka sesekali bercanda kecil.
Raiyan hanya diam, memperhatikan setiap gerak gerik Axnes, ada rasa nyaman saat melihat Axnes tertawa lepas. Bahkan sesekali tangan Raiyan mengelus rambut panjang Axnes, seperti perlakuan seorang pria pada kekasihnya.
"Hah. Mungkin mereka benar. Aku harus melupakan semua masa lalu itu. Jika aku meneruskannya, mungkin bukan hanya Axnes yang aku sakiti, tapi Mama dan Papa pasti sangat kecewa pada ku." Batin Raiyan dalam hati.
Raiyan bangkit dari duduk nya, hendak meninggalkan tempat itu.
"Rai, kau mau kemana?" Tanya Axnes penasaran.
"Um, aku ingin pulang. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan." Ucap Raiyan. Ia kemudian kembali mendekat pada Axnes, membungkuk kemudian mengecup sayang puncak kepala Axnes.
__ADS_1
"Terima kasih untuk kado yang sangat special itu." Ucap Raiyan tulus.
Segera Raiyan pun pergi meninggalkan tempat itu, tujuan nya adalah kembali ke rumah, bertemu dengan kedua orang tua nya.
Raiyan melajukan mobilnya dengan kecepatan hampir penuh. Hati nya telah memilih, memilih untuk mencintai Axnes walau tidak tahu apakah Axnes juga mencintai ny?
Hatinya memilih untuk melepaskan kebencian pada Max, dan memilih memaafkan nya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya ia pun sampai di rumah nya.
Raiyan melangkah dengan yakin, setelah masuk ke rumah nya ia dapat melihat Papa, Mama, dan Ayvin sedang menonton sambil bercanda kecil.
"Pa, Ma." Raiyan menyapa kedua orang tua nya dengan ragu.
Yang di sap langsung menoleh.
"Rai." Ucap Vivian dan segera berlari memeluk putra nya.
"Kenapa baru pulang nak?" Tanya Vivian khawatir saat sudah melepas pelukan nya.
Tidak menjawab, Raiyan malah balik bertanya.
"Kenapa Mama jadi kurus?" Tanya Raiyan khawatir melihat Mama nya yang tampak kurus.
"Anak nakal. Jika bukan karena memikirkan mu, mana mungkin Mama jadi kurus.
"Maafkan Rai Ma. Raiyan janji Raiyan tidak akan mengecewakan Mama lagi. Raiyan janji tidak akan nakal lagi." Ucap Raiyan, kini ia yang memeluk Ibu nya.
"Kau janji?" Vivian menuntut keseriusan putranya.
"Raiyan janji Ma. Raiyan akan berubah. Tidak akan nakal lagi." Raiyan mengumbar janji yang semoga saja benar benar bisa ia tepati hingga akhir.
"Ya sudah. Mama memaafkan mu." Ucap Vivian.
Raiyan kemudian melepaskan pelukan nya.
"Terima kasih Ma." Ucap Raiyan kemudian mengecup pipi Ibunya.
"Kau sudah makan?" Tanya Vivian khawatir.
"Mama lupa hari ini peresmian RV2 Agency?" Tanya Raiyan
"Ya ampun, Mama lupa." Ucap Vivian menepuk kening nya.
"Hah, sudahlah. Aku kan memang anak tidak dianggap. Aku tidak sehebat Ayvin." Raiyan pura pura mendengus kesal.
"Kau ini." Vivian mencubit perut putra nya.
Mereka pun akhirnya kembali menjadi keluarga yang utuh, seperti dulu.
Entah Raiyan akan bertahan berapa lama memegang teguh janji yang sudah ia ucapkan pada Ibunya.
...~ To Be Continue ~...
** Berasa diajak tawuran gak?
** Tidak lupa ini Ayvin
********
Slow dulu yaaaa
Like dan komentar jangan lupa.
Makasih.
__ADS_1