Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Pria Misterius


__ADS_3

"Jangan lagi Tuhan" ucap Louise mencengkeram erat setir mobil nya masih terus berusaha mengejar mobil yang membawa paksa Vivian tadi.


"Aku mohon jangan Tuhan, jangan sampai dia terluka" ucap Raymond yang juga sedang mengejar dari belakang mobil Louise. Raymond tidak jadi menjemput Vivian bersama Jiro karena ada urusan yang harus diselesaikan di perusahaan nya sehingga ia mengutus Jiro untuk menyelesaikan nya. Louise tidak tahu kalau Raymond juga menyusul nya dari belakang. Baru semalam terasa begitu nyata ia dapat memeluk erat Vivian, namun entah cobaan apa lagi yang akan ia dapatkan kali ini.


Mobil yang membawa Vivian melaju dengan sangat cepat, pengemudi nya seperti sudah sangat lihai mengemudikan mobil nya.


"Sial" ucap Louise memukul kuat setir mobil nya saat tiba-tiba ia harus mengerem mobilnya karena ada truk yang memotong jalan nya didepan. Raymond dari belakang mobil Louise tentu saja ikut mengerem. Louise kehilangan jejak begitupun Raymond. Louise memutuskan turun dari mobil untuk melakukan panggilan. Raymond yang melihat ternyata yang ada di depan nya itu adalah Louise seketika langsung emosi. Ia turun dan berjalan mendekati Louise dengan amarah, namun langkahnya terhenti saat mendengar pembicaraan Louise ditelpon.


"James segera lacak keberadaan Vivian dengan ponsel dan kerahkan orang-orang mu ke lokasi tempat ia berada, aku akan menyusul. Ingat jika sampai aku menemukan nya dengan kondisi tidak baik maka bersiaplah kalian juga akan menerima konsekuensi nya" ucap Louise memberi perintah dan mengancam James bersamaan. Raymond ternyata awalnya mengira Louise yang menculik Vivian dan berusaha mengecoh dirinya.


"Louise" panggil Raymond kepada Louise yang membuat Louise berbalik untuk melihatnya.


"Raymond Lu, bagaimana kau bisa disini?" tanya Louise bingung. Ia belum tahu jika Vivian adalah kekasih Raymond.


"Mengejar mu saat aku melihat kau mengikuti mobil yang membawa paksa kekasihku" ujar Raymond dingin dengan tatapan membunuh.


"Kekasih?" Louise menghentikan perkataannya dan akhirnya ia mengerti bahwa Raymond adalah kekasih Vivian.


"Apa kau berpikir aku yang menculik Vivian?" tanya Louise pada Raymond namun tidak menjawab.


"Aku tidak peduli apa yang kau pikirkan, yang terpenting sekarang adalah keselamatan Vivian. Jika kau ingin membantu aku sangat berterima kasih tapi jika kau ingin bertarung maka nanti saja setelah aku berhasil membawa Vivian pulang dengan selamat" ucap Louise lalu kembali masuk ke mobil nya dan mulai melaju pergi. Raymond mengepalkan tangannya namun ia segera masuk ke dalam mobilnya san menyusul Louise.


Mereka harus membuang jauh ego mereka dulu untuk saat ini. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan gadis yang sama-sama mereka cintai. Raymond telah mengerahkan Sion untuk melacak keberadaan Vivian dan membawa sejumlah orang menuju lokasi jika sudah berhasil dilacak.


Disisi lain terlihat Vivian sedang dibawa paksa masuk ke sebuah rumah yang cukup besar. Tangan Vivian diikat dan matanya ditutup dengan kain hitam. Lalu ia dibawa masuk kedalam sebuah kamar lalu kemudian ia dikunci dari luar. Vivian sangat ketakutan.


"Ray aku mohon selamatkan aku. Aku merindukan mu" gumam Vivian seolah sedang berbicara pada Raymond. Ia menangis dan meringkuk ketakutan. Padahal ia sudah sangat bahagia tadi karena akan bertemu kekasihnya dan melepas rindu nya, namun takdir berkata lain. Ia malah dibawa paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal.

__ADS_1


"Max" ia tiba-tiba mengingat Max. Orang yang selalu melindungi dan menjaga nya dulu. Vivian mulai terisak merasakan dingin kamar tempat ia berada sekarang. Lalu ia mendengar seseorang membuka pintu dan melangkah masuk kedalam kamar tempat ia berada.


"Selamat datang nona manis" ucap seorang pria lalu berjalan mendekati nya dan membuka penutup matanya. Mata pria itu kemudian tanpa sengaja bertemu dengan mata indah Vivian yang mulai sembab.


"Siapa kau?" tanya Vivian sedikit meninggikan suara nya.


"Aku?" ucap pria itu sambil menunjuk dirinya. Pria itu kelihatan masih muda, berusia hampir kepala tiga mungkin.


"Aku adalah orang yang akan membawa mu ke Surga" ucap pria itu sambil mengelus pipi mulus Vivian.


"Kau akan tinggal di sini bersama ku dan aku akan memberi mu kebahagiaan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya hahaha" ucap pria itu sambil tertawa.


"Siapa kau?" tanya Vivian dengan suara tegas nya. Ingat Vivian bukan gadis yang mudah tunduk dan menunjukkan ketakutan nya pada orang lain walau saat ini ia memang sedang ketakutan.


"Aku?" ucap pria itu lagi dan lagi-lagi sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Belum saatnya kau tahu nona" ucap pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan Vivian didalam kamar itu dengan tangan yang masih terikat. Saat diluar terlihat pria tadi mengepalkan tangan nya seolah menahan sakit. Entah apa tujuan nya menculik Vivian namun saat memandangi mata Vivian ia seperti merasakan sesuatu dalam dirinya bergejolak.


"Aku sudah menemukan lokasi terakhir ponsel nona Vivian" ujar Sion pada Raymond.


"Tapi lokasi ini tidak terdapat perumahan atau semacam gedung. Ini hanya hutan belantara" ucap Sion melanjutkan perkataannya.


"Sial" ucap Raymond menjambak kasar rambutnya. Ia benar-benar diliputi kemarahan. Louise yang melihat itu dibuat terdiam. Ia benar-benar tidak menyangka Raymond yang terkenal dingin dan kejam bisa segila itu saat jatuh cinta. Raymond benar-benar dibuat tak tentu arah sekarang. Ia bahkan mulai memecahkan beberapa Vas antik yang ada di markas nya itu untuk meluapkan emosi nya.


"Bertahanlah Honey, aku pasti akan membawa mu kembali dan menjadi Nyonya Lu ku" ucap Raymond dengan mata memerah antar amarah dan kesedihan.


"Tenang lah. Kita tidak akan bisa menemukan nya jika kau emosi seperti ini" ucap Louise berat mencoba menenangkan Raymond.

__ADS_1


Drrrttt Drrttt


Ponsel Louise bergetar tanda ada pesan masuk, ia kemudian meraih ponselnya dari saku dan membuka isi pesan. Mata nya terbelalak saat melihat isi pesan itu ternyata adalah rekaman CCTV yang menampilkan Vivian sedang berada didalam sebuah kamar dengan tangan terikat. Vivian juga terlihat sangat ketakutan.


"Vi" ucap Louise mengepalkan tangannya. Ia tidak memperlihatkan isi pesan nya pada Raymond. Ia kini sadar penyebab Vivian diculik adalah dirinya karena yang mendapat pesan itu hanya dirinya.


Dirumah dimana Vivian disekap terlihat pria tadi berjalan membawa nampan berisi makanan menuju kamar Vivian. Setelah ia masuk ia bisa melihat Vivian terduduk meringkuk di ranjang nya sambil menahan kantuk. Pria itu tersenyum melihat tingkah lucu Vivian.


"Makanlah" ucap pria itu menyodorkan sesendok makanan kehadapan Vivian. Tanpa berpikir panjang Vivian langsung melahap makanan itu karena memang ia sudah sangat lapar. Ia bahkan sudah tidak peduli jika makanan itu beracun. Vivian sanggup menahan sakit tapi tidak dengan rasa lapar. Suap demi suap di terima oleh Vivian. Pria itu menatap lekat wajah cantik Vivian, perasaan nya seperti menghangat. Setelah selesai makan, ia memberi minum kepada Vivian melalui gelas yang sudah diberi sedotan.


"Uhuk uhuk" Vivian tersedak oleh minuman nya.


"Pelan-pelan kau bisa cepat mati sebelum aku menikmati mu" ucap pria itu menepuk pelan punggung Vivian. Vivian terkejut mendengar itu, namun tidak bergeming. Pria itu sadar bahwa ucapannya bisa membuat Vivian takut. Ia kemudian memutuskan untuk membuka tali ikatan ditangan Vivian.


"Bersihkan dirimu. Aku ingin kau terlihat indah saat aku kembali nanti" ucap pria itu. Kalimat terakhir hanya untuk mengerjai Vivian. Setelah itu Vivian melakukan apa yang diperintahkan, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia pun mencoba mencari pakaian dilemari kamar nya itu. Ia kaget saat melihat banyak pakaian wanita tertata rapi dan semuanya adalah ukuran badan nya. Ia kemudian menjatuhkan pilihan nya pada sehelai kemeja Oversize dan celana hotpans tanpa berpikir bahwa pakaian nya bisa saja menjadi bumerang bagi nya.


Setelah selesai ia kemudian kembali duduk di ranjang. Ia tidak tahu harus melakukan apa, lalu ia memutuskan untuk membaringkan dirinya dan tanpa sadar ia pun terlelap. Pria yang menyekap nya itu hanya tersenyum manis saat melihat tingkah dan kepolosan nya.


"Maaf aku menjadikan mu umpan" gumam pria itu seolah sedang berbicara pada Vivian.


*************


...Siapa pria yang menculik Vivian dan apa motif nya?...


Makanya ikutin terus Mr. Mafia or Mr. Psychopath?


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya setiap selesai membaca satu part. Serta tekan favorit agar kalian bisa mendapatkan pemberitahuan update episode selanjutnya.

__ADS_1


^^^Follow IG @zml1104_^^^


^^^Semangat^^^


__ADS_2