Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Dia masih hidup?


__ADS_3

"Akhirnya aku bisa kembali kuliah" gumam Vivian semangat dan masih bisa terdengar oleh Raymond yang berada di sampingnya mengemudikan mobil nya.


"Dasar bocah" ucap Raymond mengacak pelan rambut Vivian dengan satu tangannya.


"Hei, hentikan. Kau bisa membuat ku jadi terlihat buruk" ucap Vivian kesal sambil memperbaiki rambutnya. Raymond hanya tersenyum kecil dan terus fokus menyetir.


"Aku masuk dulu Tuan. Terima kasih sudah mengantar ku" ucap Vivian saat mereka sudah sampai di depan Universitas dan sudah keluar dari mobil Raymond.


"Honey" ucap Raymond mencekal pergelangan tangan Vivian membuat langkahnya terhenti.


"Cup" Raymond tiba tiba menciumi sekilas bibir Vivian membuat Vivian terbelalak tak percaya.


"Kau ini kenapa berbuat hal yang sembarangan seperti itu ditempat umum" Vivian mengomeli Raymond sambil memukul lengannya membuat Raymond hanya tertawa sambil berusaha menghindar.


"Masuklah atau kau akan terlambat" ucap Raymond masih berusaha menangkis pukulan Vivian. Lalu Vivian bergegas meninggalkan Raymond yang masih tertawa kecil, banyak mahasiswi yang lewat dibuat terpesona oleh dirinya. Saat Raymond sudah masuk kedalam mobilnya ia lalu melihat sebuah mobil hitam memasuki area parkir Universitas yang masih dapat terlihat jelas dari posisi ia saat ini. Mata nya terbelalak saat melihat seorang pria turun dari mobil itu, matanya memerah karena amarah. Namun seketika berubah datar saat ia melihat ada seorang perempuan yang juga turun dari mobil itu dan menggandeng mesra lengan laki laki itu.


"Max, jadi dia benar benar masih hidup?" gumam nya tak percaya melihat keberadaan laki laki yang mirip dengan Max. Lalu ia pun berlalu dengan perasaan yang tidak menentu, ketakutan mulai menghampiri nya.


"Vivian, kau sudah datang?" tanya Joyce dengan suara yang dibuat semanis mungkin. Vivian hanya berdehem singkat membalas pertanyaan nya. Ia masih kesal karena Joyce meninggalkan nya di cafe waktu itu yang berujung ia disiksa oleh Raymond.


"Kau darimana saja? Seminggu lebih kau tidak masuk kuliah" tanya Joyce penasaran.


"Aku tidak sehat" jawab Vivian singkat dan Cuek. Ia lebih memilih fokus dengan gambar yang sedang ia buat.


"Apa kau tahu kalau aku dan Louise sudah menjalin hubungan sekarang?" tanya Joyce berniat memamerkan hubungan asmara nya dengan Louise.

__ADS_1


"Oh, selamat" Jawab Vivian singkat.


"Ada apa dengan nya?" batin Joyce merasa heran. Sedangkan Vivian masih terus sibuk dengan gambarnya tanpa menatap Joyce sekalipun.


"Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini. Hari ini aku akan menyampaikan cara menghitung data teori dan data lapangan" ucap Louise saat sudah memasuki kelas tempat Vivian berada. Matanya langsung tertuju pada Vivian yang tengah mengemasi gambarnya tadi. Ia menatap Vivian penuh makna membuat Joyce yang sedang menatapnya menahan kesal. Saat sudah selesai mengemasi barang barang nya, Vivian pun bersiap dengan pelajaran yang akan disampaikan ia duduk tegak memandang kedepan tapi matanya malah bertemu dengan mata tajam Louise.


Namun ia segera membuang muka. Ia masih kesal dengan Louise juga tentunya. Jika bukan karena ia membawa nya ke apartemen mungkin ia tidak akan mendapatkan siksaan dari Raymond. Louise pun akhirnya melanjutkan penyampaian materinya sesekali memandang kearah Vivian namun Vivian hanya cuek. Setelah kelas selesai Vivian pun beranjak meninggalkan kelas, beberapa mahasiswa tersenyum dan bahkan menyapa nya. Ia hanya membalas dengan senyuman. Ia lalu mengeluarkan ponsel nya dan mengetik sebuah pesan kepada Raymond.


"Ray, aku lapar. Apa aku boleh ke perusahaan mu?" begitulah isi pesan yang ia kirimkan kepada Raymond. Sambil menunggu balasan ia melanjutkan langkahnya, namun pergelangan tangan nya dicekal oleh seseorang membuat ia terhenti. Saat ia berbalik dan melihat ternyata itu adalah Louise.


"Hei, kau menghilang seminggu lebih. Apa kau baik baik saja?" tanya Louise dengan suara khawatir nya. Vivian hanya berdehem. Saat ia hendak melangkah kembali ia merasa tangannya masih dicekal membuat ia berbalik dan menghadap Louise.


"Lep" belum sempat ia berbicara, ada seseorang yang sudah memotongnya dengan memanggil mesra Louise siapa lagi kalau bukan Joyce. Membuat Louise segera melepaskan cekalan tangan nya.


"Baby kau disini rupanya, aku mencari mu kemana mana" ucap Joyce dengan nada manja sambil menempel menggandeng lengan Louise membuat Vivian memutar malas kedua bola matanya.


Drrttt..drrttt


Terdengar ponsel Vivian berbunyi tanda ada pesan masuk. Saat dilihat ternyata balasan pesan dari Raymond.


"Jiro sedang menjemput mu" isi balasan dari Raymond membuat Vivian tersenyum. Ia pun berlalu meninggalkan dua sejoli yang menurut nya menyebalkan itu.Saat ia sudah di depan gerbang ternyata Jiro sudah berdiri menunggu nya didekat mobil.


"Maaf membuat mu menunggu" ucap Vivian sambil membungkuk saat ia sudah berdiri dihadapan Jiro.


"Tidak apa nona, aku juga baru sampai" ucap Jiro tidak nyaman sambil menyilang nyilangkan tangan nya didada.

__ADS_1


"Mari kita berangkat nona, Tuan Ray sudah menunggu" ucap Jiro melanjutkan perkataannya sambil membukakan pintu mobil untuk Vivian.


"Terima kasih" ucap Vivian lalu memasuki mobil. Setelah menutup pintu mobil dan duduk dikursi kemudi Jiro langsung melajukan mobilnya menuju peeusahaan Raymond. Saat sudah sampai Jiro menuntun Vivian menuju ruangan Raymond. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka menatap heran sekaligus kagum akan kecantikan Vivian. Mereka heran karena baru kali ini ada seorang perempuan yang datang ke perusahaan Raymond, bahkan Jiro sendiri yang menjemput nya.


Jiro membukakan pintu kepada Vivian untuk masuk keruangan Raymond sedangkan dia tidak ikut masuk. Saat sudah didalam Vivian melihat Raymond berdiri dengan gagah menghadap jendela yang memperlihatkan hiruk pikuk jalanan kota. Satu tangannya ia masuk kan kedalam saki celana nya, lengan kemeja nya ia gulung hingga setengah membuat ia terlihat sangat sangat gagah.


"Ray" ucap Vivian lembut lalu memeluk Raymond dari belakang. Entah kenapa ia merasa seperti merindukan Raymond. Raymond tersenyum merasakan pelukan Vivian, ia lalu berbalik membalas pelukan Vivian.


"Apa Honey ku sudah melakukan kesalahan sehingga sekarang begitu manis memperlakukan ku?" tanya Raymond menyelidiki.


"Tidak" ucap Vivian sambil menggeleng kepalanya dan malah mengeratkan pelukan nya.


"Aku lapar" lanjutnya.


"Hahaha kau ini apa lapar bisa membuat mu menjadi semanis ini?" tanya Raymond sambil tertawa saat mendengar penuturan Vivian. Ia lalu melepas pelukan nya begitupun Vivian, lalu ia membawa Vivian menuju meja yang ada diruangan nya, meja makan yang dipisahkan oleh dinding kayu jati.


"Duduklah dan makanlah. Aku sudah menyiapkan untuk mu" ucap Raymond mendudukan Vivian disalah satu kursi didepan meja makannya. Lalu ia pun ikut duduk. Vivian berbinar melihat aneka makanan yang tertata rapi di depan matanya. Tanpa menunggu aba aba ia pun mulai melahap satu persatu makanan itu. Raymond tersenyum melihat tingkah gadis nya itu, ia pun ikut makan walau tak sebanyak yang Vivian makan.


"Honey, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Raymond di sela sela kegiatan makan nya.


"Tanya saja" ucap Vivian mengijinkan sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.


..._Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan cerita ku._...


^^^_Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar, kritik dan saran nya yah. Jangan lupa like juga._^^^

__ADS_1


..._Dan tekan favorit untuk mendapatkan pemberitahuan update_...


__ADS_2