Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 25 - Kau terlalu berharga.


__ADS_3

[ Mampirlah juga di karya ku yang berjudul "IF LOVE "


dan "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) " Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir ya. Makasih.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


"Sayang, bangunlah." Ucap Ren menepuk pelan pipi Axnes.


"Engh.." Axnes melenguh pelan dan perlahan membuka matanya.


"Kau.." Ucap Axnes terkejut dan bangun dari tidurnya langsung meringkuk di tepi ranjang.


"Ada apa? Kenapa takut?" Tanya Ren santai dan tersenyum.


"Ke kenapa kau dikamar ku?" Tanya Axnes takut dan memeluk erat selimut nya.


Axnes lupa bahwa dialah yang berada di tempat Ren saat ini.


"Oh ayolah sayang, coba lihat baik baik. Apa ini benar kamar mu?" Tanya Ren lalu naik ke atas ranjang dan duduk di samping Axnes.


Axnes menelisik isi ruangan itu bersamaan dengan ingatannya yang kembali mengingat kejadian kemarin.


"Dasar bodoh." Batin Axnes merutuki dirinya sendiri.


Axnes tersenyum manis dan mulai kembali berakting.


"Maafkan aku Ren, aku tadi mimpi sedikit buruk jadi aku lupa kalau kau sekarang adalah kekasih ku." Ucap Axnes berbohong.


Ren kembali tersenyum.


"Tidak apa apa sayang. Aku mengerti, kau pasti masih belum terbiasa." Ucap Ren.


"Ayo, sekarang bangunlah dan bersihkan dirimu." Ucap Ren lembut menarik tangan Axnes agar keluar dari selimut nya.


"Baiklah baik." Ucap Axnes pasrah.


Ia kemudian turun dari ranjang nya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ren selalu tersenyum setiap kali melihat tingkah laku Axnes.


Selesai Axnes membersihkan dirinya, ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, karena memang tadi ia lupa mengambil pakaian ganti.


Ia tidak sadar kalau Ren masih duduk di ranjang nya dan memperhatikan setiap pergerakan nya.


Ren bersiul saat Axnes hendak membuka handuk nya.


Axnes terkejut dan langsung berbalik.


"Apa kau akan memberikannya pada ku saat ini?" Tanya Ren dengan tatapan gairah.


Axnes kesal, ia tidak menjawab dan meraih pakaian nya lalu langsung berlari masuk kedalam kamar mandi lagi.


"Pria sinting. Seenaknya mau ambil kesempatan atas ku." Gerutu Axnes memaki Ren saat ia dikamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai dan dirasa siap barulah ia keluar dari kamar mandi, dan benar saja Ren masih tetap setia menunggu nya.


"Ayo, kita sarapan bersama." Ucap Ren lembut sambil turun dari ranjang.


Axnes mengikuti dari belakang.


Mereka turun menuju ke ruang makan yang bersatu dengan dapur.


"Apa dia wanita yang kau cintai itu?" Tanya Axnes asal saat melihat foto cantik Emily terpasang diruang keluarga.


"Dulu. Sekarang tidak lagi. Aku mencintaimu." Ucap Ren lembut sambil menarik salah satu kursi meja makan nya dan menyuruh Axnes duduk.


Kemudian ia juga duduk di depan Axnes.


"Ren, apa aku boleh tahu kenapa dia memilih meninggalkan mu?" Tanya Axnes lembut.


Axnes merasa sepertinya harus mendekati Ren dengan cara lain.


"Andai saja Papa dan Mama mengijinkan ku belajar bertarung, pasti aku tidak akan kesusahan seperti ini." Batin Axnes menggerutu.


"Karena aku terlalu mencintai nya dan selalu melindungi nya." Ucap Ren pilu.


Axnes terkejut.


"Mana ada wanita yang lebih memilih meninggalkan pria yang sangat mencintai dan melindungi nya?" Ucap Axnes sembarangan.


"Tapi dia melakukan itu." Ujar Ren sedikit membentak.


"Tapi kenapa?" Tanya Axnes bingung.


Ren hening sejenak dan menatap dalam Axnes.


Axnes membulatkan mata nya tak percaya.


"Kenapa perempuan itu bodoh sekali?" Gumam Axnes pelan namun masih dapat didengar oleh Ren.


"Karena diusia nya yang baru menginjak lima belas tahun, dia sudah melepaskan mahkota nya untuk salah satu anak buah Ayahnya yang mengaku mencintai nya. Hingga perlahan pria itu selalu meniduri nya dan membuatnya kecanduan akan hal itu. Maka dari itu karena aku selalu menolak nya akhirnya dia pergi dari sisi ku." Ren bercerita tentang masa lalu nya dan Emily.


"Lalu pria jahat itu?" Tanya Axnes penasaran.


"Saat Ayahnya mengetahui kebenaran kalau putrinya dijadikan budak nafsu oleh anak buah nya, Ayahnya menghabisi pria itu dengan kejam." Ucap Ren.


Axnes bergidik ngeri.


Kedua nya hening sejenak.


"Apa kau sungguh pria baik?" Gumam Axnes pelan namun tetap saja Ren dapat mendengar nya.


"Aku tidak mengatakan diriku baik. Tapi aku selalu berusaha untuk melindungi dan menjaga seseorang yang aku cintai." Ucap Ren mengunyah makanan nya.


"Makanlah. Setelah ini aku akan mengantar mu pulang " Ucap Ren serius.


Axnes kembali membulatkan mata nya.


Ren kembali tersenyum melihat ekspresi Axnes.


"Maafkan aku sudah membuat mu takut. Aku sadar aku salah mencintai wanita yang hati nya tidak untuk ku. Maafkan aku Axnes. Aku saat ini mencintai mu. Tapi aku tidak ingin memaksa mu apalagi menyakiti mu. Aku tahu kau hanya berakting agar bisa mendapatkan kepercayaan dari ku." Ucap Ren tetap tersenyum pada Axnes.


Deg


Jantung Axnes berdegup kencang karena takut.

__ADS_1


"Kau tidak perlu takut. Setelah ini aku tidak akan mengganggu mu. Aku janji. Tapi aku akan tetap menjaga mu dari jauh. Dan satu lagi, pastikan pria sialan itu tidak akan pernah menyakiti mu atau aku akan benar benar kembali dan merebut mu dari nya serta memaksa mu hidup bersama ku." Ucap Ren santai namun nada nya terdengar mengancam.


"Terserah kau saja." Ucap Axnes asal.


Mereka pun makan bersama.


"Axnes, apa aku bisa menjadi teman mu? Tidak berharap lebih, hanya berteman saja." Pinta Ren tulus.


Axnes tampak berpikir.


"Terserah kau saja." Ucap Axnes seasalnya.


Ia juga bingung harus menjawab apa.


Ren hanya mengangguk.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka.


Setelah selesai, Ren segera menuntun Axnes menuju mobil nya dan setelah ia juga masuk, ia pun melajukan mobilnya untuk mengantarkan Axnes kembali ke apartemen nya.


Walau memilih merelakan dendam nya dan juga Axnes, tapi sepanjang perjalanan ia menggenggam erat tangan Axnes.


Cukup lama hingga akhirnya mereka sampai di apartemen Axnes.


"Axnes. Maafkan aku. Maaf sudah membuat mu takut dan hampir menyakiti mu." Ucap Ren tulus.


Axnes menatapnya iba. Ingin untuk tidak memaafkan, namun Axnes bukanlah pendendam.


"Aku memaafkan mu Ren. Sudah kau tidak perlu seperti itu. Aku memaafkan mu dengan tulus." Ucap Axnes tulus.


Ren tersenyum.


"Ini tas, ponsel, dan barang barang mu. Dan untuk perhiasan mu aku akan segera mengirimkan ganti nya untuk mu." Ucap Ren sambil menyerahkan tas milik Axnes.


"Untuk perhiasan tidak usah. Aku tidak ingin nanti Rai malah salah paham." Ucap Axnes jujur.


"Baiklah. Dan ingat jika sampai aku tahu dia menyakiti mu, aku pasti akan merebut mu secara paksa darinya." Ucap Ren sambil mengelus pipi Axnes.


"Itu tidak akan terjadi." Ujar Axnes ketus.


Ren kembali tersenyum sekali lagi.


Sigap ia mengecup sayang kening Axnes.


"Masuk lah. Aku akan menjaga mu dari jauh." Ucap Ren membukakan pintu mobil nya dari dalam untuk Axnes.


Axnes segera turun dari mobil Ren dan segera berlari masuk kedalam apartemen nya tanpa berkata apapun lagi.


"Aku tidak akan pernah menyakiti mu Axnes. Kau terlalu berharga untuk ku sakiti." Batin Ren setelah bayangan Axnes tak tampak lagi.


Ia pun melajukan mobilnya dan pergi dari tempat itu.


...~ To Be Continue ~...


******


Surprise....


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih buat kalian yang selalu mendukung aku yang tidak ada apa apanya ini.


Loph yiu oll.

__ADS_1


__ADS_2