
"Rai, apa kau serius?" Tanya Axnes membalikkan badannya menghadap Raiyan.
"Aku serius sayang." Ucap Raiyan menatap dalam mata kekasihnya itu.
"Tapi kita baru saja menjalin hubungan selama tiga bulan." Ucap Axnes
"Tidak masalah bagiku sayang. Membangun hubungan yang serius tidak selalu membutuhkan waktu yang lama kan?" Tanya Raiyan berusaha meyakinkan kekasihnya.
Axnes terdiam.
"Axnes, aku sungguh sungguh mencintai mu dan ingin hidup selamanya dengan mu." Ucap Raiyan.
Axnes masih diam.
"Axnes, menikah lah dengan ku!" Pinta Raiyan serius sambil mengeluarkan cincin yang ia bawa dari kotak nya dan memegang nya di depan Axnes.
Axnes mengangguk dan tersenyum malu malu.
"Benarkah?" Tanya Raiyan meyakinkan.
"Aku mau Ray." Axnes menjawab dengan yakin sambil mengulurkan tangannya untuk Raiyan.
Raiyan segera memasang cincin yang ia bawa ke jari manis Axnes.
"Terima kasih sayang." Ucap Raiyan memeluk erat kekasihnya.
"Aku tidak bisa bernafas sayang." Ucap Axnes menggoda kekasihnya.
Raiyan melonggarkan pelukan nya, ditatap nya wajah cantik yang sangat dekat dengan nya itu.
Spontan Raiyan mendekatkan wajahnya dan langsung menyambar bibir kekasihnya dengan lembut.
Axnes membalas nya.
"Aku mencintaimu Axnes." Ucap Raiyan setelah melepas tautan bibir mereka.
"Aku juga Rai. Sangat mencintai mu." Balas Axnes.
"Maukah besok bertemu dengan orang tua ku?" Tanya Raiyan lembut sambil menyibak anak rambut yang menghalangi wajah cantik Axnes karena terpaan angin.
"Apa tidak terlalu cepat Rai? Aku gugup." Ucap Axnes memelas namun itu tampak menggemaskan dimata Raiyan.
"Tidak sayang. Aku tidak ingin menunda hari baik kita. Bukankah lebih cepat akan lebih baik?" Tanya Raiyan tersenyum mesum.
"Kau ini. Apa kalian para pria tidak ada pikiran lain selain masalah ranjang?" Tanya Axnes menggerutu kesal.
Raiyan tertawa kecil.
"Karena kau belum pernah merasakannya sayang. Setelah kau tahu rasanya, aku yakin kau akan lebih mesum dariku. Haha." Ucap Raiyan tertawa kecil sambil menyentil gemas hidung kekasihnya.
Axnes memasang wajah kesal.
"Jadi, apa kau siap bertemu dengan keluarga ku?" Tanya Raiyan serius.
"Apa mereka akan menerima ku?" Tanya Axnes ragu.
"Tentu saja sayang. Mereka adalah keluarga ku, dan keluarga ku saling menghormati satu dan yang lainnya. Kau adalah gadis pilihan ku, jadi mereka pasti akan menerima mu." Ucap Raiyan penuh keyakinan.
Axnes diam, tampak sedang berpikir.
"Kau adalah gadis terbaik yang layak untuk masuk kedalam keluarga besar Lu dan menjadi Nyonya muda pertama dikeluarga kami." Ucap Raiyan tersenyum lebar.
__ADS_1
Axnes tersipu malu.
"Baiklah. Aku mau. Semoga saja keluarga mu bisa menerima ku." Ucap Axnes membalas senyuman Raiyan.
"Mereka pasti akan menerima mu." Ucap Raiyan yakin seyakin yakinnya.
Axnes tersenyum.
Mereka dari tadi tidak berhenti saling memeluk.
"Apa mau makan malam? Atau mau makan sesuatu yang manis?" Tanya Raiyan.
Axnes menggeleng.
"Apa malam ini kau akan pulang ke rumah mu? Atau ke apartemen kita?" Tanya Axnes berharap.
Bukan berharap yang lain, Axnes hanya berharap kekasihnya menemaninya karena saat ini ia benar benar merasa sangat gugup.
"Tentu saja ke apartemen kita sayang." Ucap Raiyan semangat.
Axnes mengangguk.
"Baiklah, ayo kita pulang." Ucap Raiyan melepas pelukan nya dan menggenggam erat tangan Axnes.
Mereka pun meninggalkan taman itu, pulang ke apartemen Axnes.
Sampai di apartemen, mereka segera mengganti pakaian dan langsung beristirahat.
#####
Keesokan harinya..
Axnes sudah terbangun duluan. Ia memutuskan untuk membuat sarapan untuk nya dan Raiyan.
"Sayang, bangun lah." Ucap Axnes menepuk pelan pipi Raiyan.
Raiyan menggeliat sejenak lalu perlahan membuka matanya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Raiyan bingung.
"Em. Aku bahkan sudah membuat sarapan untuk kita." Ucap Axnes tersenyum.
Raiyan mengangguk dan bangkit dari posisinya menjadi duduk.
"Segeralah bersihkan dirimu dan aku menunggu mu diruang makan." Ucap Axnes lalu mengecup singkat pipi Raiyan dan melangkah keluar dari kamar nya.
Raiyan tersenyum.
Segera ia pun turun dari ranjang dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tidak terlalu lama, Raiyan pun selesai.
Segera ia mengenakan pakaian yang rapi agar nanti tidak susah mengganti nya lagi.
Setelah selesai, ia pun segera berjalan ke ruang makan menyusul Axnes.
"Kau sudah siap?" Tanya Raiyan.
Axnes mengangguk.
"Siap atau tidak aku tetap harus siap." Ucap Axnes sedikit pesimis.
__ADS_1
Sungguh, ia kini sangat gugup. Bahkan lebih gugup dari tadi malam.
Selesai sarapan, Axnes pun segera mengganti pakaian nya dan merias wajah nya.
Setelah selesai, mereka pun segera menuju ke tempat parkir dimana mobil Raiyan terparkir rapi.
Mereka segera masuk kedalam mobil.
Setelah itu, Raiyan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Rai, sungguh aku gugup sekali." Ucap Axnes memainkan jari tangan nya yang saling bertaut.
"Tenanglah sayang. Tidak perlu segugup itu." Ucap Raiyan mengelus rambut Axnes.
"Bersyukur sekali Papa ku sudah tidak punya orang tua saat ia menikah dengan Mama. Jika tidak, Mama pasti juga merasakan hal yang sama." Ucap Axnes menggerutu.
Raiyan hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya pelan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah keluarga besar Lu.
Dari luar tampak sepi, hanya beberapa pengawal yang menjaga.
"Rumah mu besar sekali?" Tanya Axnes kagum.
"Rumah orang tua ku sayang." Ucap Raiyan meraih tangan Axnes kedalam genggaman nya
Mereka pun berjalan masuk kedalam rumah megah itu.
Semakin dekat, Raiyan dan Axnes bisa mendengar suara gaduh dari dalam rumah.
Dan benar saja, ketiga sahabatnya juga berada di sana dan sedang bersenda gurau dengan Ayvin.
Sekedar informasi, keluarga besar Dero tidak lagi tinggal bersama mereka.
Jiro memilih tinggal di samping rumah mereka.
"Pa, Ma." Sapa Raiyan tersenyum lebar.
Semua orang spontan memandang ke arah nya.
"Rai, ayo bawa kekasih mu duduk di sini." Ucap Vivian melambaikan tangannya pada Raiyan
Raiyan menurut.
"Sayang, duduklah." Titah Raiyan menepuk tempat kosong di samping nya saat melihat Axnes masih berdiri.
"Eh, iya." Ucap Axnes sedikit tersentak lalu duduk.
"Siapa nama mu?" Tanya Vivian lembut.
"Axnes. Axnes Jiang."
...~ **To Be Continue ~...
*******
Sekian dulu ya.
Mata ku udah nggak sanggup bertahan melek.
Sibuk seharian dan masih mencoba mengetik kelanjutan cerita ini.
__ADS_1
Like dan komentar jangan lupa**.