
"Empat bulan lalu saat aku sedang dalam perjalanan menuju bandara tanpa sengaja aku melihat mu berada didasar jurang" ucap Harley memulai cerita nya.
Flashback On
"Ryan, berhenti" ucap Harley memerintahkan pada supirnya untuk menghentikan laju kendaraan nya.
"Ada apa Tuan?" tanya Ryan setelah ia menghentikan mobilnya.
"Apa kau lihat apa yang ku lihat?" tanya Harley sambil menunjuk ke dasar jurang untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat.
"Sepertinya itu seorang pria yang terluka Tuan?" jawab Ryan membenarkan apa yang ditunjuk Tuannya.
"Segera hubungi pihak rumah sakit dan beberapa bawahan mu. Suruh mereka untuk segera mengevakuasi pria itu" titah Harley.
"Baik tuan, lalu bagaimana dengan penerbangan tuan?" tanya Ryan
"Batalkan saja untuk sekarang dan atur kembali di lain waktu."
"Baik tuan" Ryan lalu segera melakukan apa yang diperintahkan tuan nya.
Setelah menunggu hampir satu jam beberapa orang suruhan Ryan pun sampai di lokasi mereka berada disusul ambulance dan beberapa dokter yang dipanggil Ryan tadi. Orang-orang suruhan Ryan segera turun dan membawa pria yang tidak berdaya itu keatas menggunakan beberapa peralatan yang sudah mereka bawa tadi. Saat sudah berhasil, Raymond terkejut melihat begitu banyak luka dibadan pria itu. Luka memar, luka sayatan pisau bahkan terdapat satu luka bekas tembakan dilengan nya. Dan yang cukup parah adalah luka sayatan pisau diwajahnya. Raymond segera memerintahkan para dokter untuk memeriksa pria tersebut.
"Tuan, pria ini masih hidup. Namun detak jantungnya sudah sangat lemah dan dia juga kehilangan banyak darah" salah satu dokter menjelaskan kepada Harley tentang kondisi pria itu.
"Segera tangani dia. Beri perawatan terbaik" titah Harley. Harley memang mempunyai hati yang besar untuk menolong orang lain.
Mereka segera membawa Pria tersebut ke rumah sakit dan memberi perawatan terbaik untuk nya. Setiap dokter melakukan tugas masing-masing dan para perawat membersihkan luka-luka ditubuhnya. Harley yang juga berada di rumah sakit pun menunggu dengan perasaan khawatir. Ia sangat berharap pria itu bisa selamat walau kemungkinan nya kecil. Raymond sangat tidak suka melihat seseorang meninggal didepan mata nya. Setelah melakukan perawatan panjang akhirnya pada dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana?" tanya Harley khawatir.
"Pasien dapat diselamatkan tuan. Namun karena benturan yang sangat keras dikepalanya membuat ia mengalami koma" salah satu dokter menjelaskan kepada Harley.
"Apa ada kemungkinan dia bisa sadar?" tanya Harley lagi.
__ADS_1
"Itu tergantung dari tekad nya untuk sembuh tuan" jawab dokter tadi.
"Baiklah. Berikan dia perawatan terbaik. Aku akan membiayai semuanya" titah Harley kepada para dokter itu.
Flashback Off
"Hem..aku harus pulang sekarang untuk menemui putraku" ucap Harley bangkit dari tempat duduknya. Saat hendak melangkah ia lalu berhenti ketik mendengar ucapan Louise.
"Terima kasih tuan kau telah menyelamatkan ku. Aku berjanji akan membalas kebaikan anda" ucap Louise menatap dalam mata Harley.
"Haha jangan pikirkan tentang itu anak muda. Fokuslah pada penyembuhan mu dulu" ucap Harley tertawa kecil sambil menepuk pundak Louise.
Dimansion Raymond terlihat Raymond sedang berdiri diruang kerjanya menghadap jendela menunggu kehadiran seseorang.
"Tok tok tok" terdengar pintu ruang kerjanya diketok.
"Masuklah" ujar Raymond.
"Tuan, Tuan besar Harley ingin bertemu anda dirumah besar" ucap Jiro memberitahu tuannya.
Saat sudah di mobil, Jiro segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah besar. Sepanjang perjalanan Raymond mengingat kembali beberapa kenangan masa kecil nya mulai dari yang indah sampai yang menyakitkan. Yang menyakitkan adalah Ibunya memilih pergi bersama pria lain saat Ayahnya jatuh bangkrut dan tidak ada yang mau memberi bantuan kepada Ayahnya. Itu terjadi saat ia berusia enam belas tahun, dan hal itulah yang membuat ia akhirnya terjun kedunia gelap hingga akhirnya sekarang ia menjadi Ketua Mafia se-Asia.
"Hei pak tua" sapa Raymond saat ia melangkah masuk kedalam rumah besar dan memeluk erat Ayahnya. Ya, Harley Lu adalah Ayahnya Raymond Lu.
"Dasar anak nakal" ucap Harley membalas pelukan anaknya erat.
"Apa kabar Ayah?" tanya Raymond saat sudah melepaskan pelukan nya.
"Baik. Bagaimana dengan mu?" tanya Harley kembali.
"Aku baik-baik saja Ayah, Ayah bisa lihat itu" ucap Raymond sambil menonjok pelan dada Ayahnya. Jika sedang bersama Ayahnya ia akan memperlakukan Ayahnya seperti sahabat tanpa mengurangi rasa hormat pada Ayahnya.
"Ayah dengar kau menyembunyikan seorang gadis kecil di mansion mu?" tanya Harley penasaran, pasalnya jangankan menyembunyikan dekat dengan seorang gadis saja ia belum pernah melihat putranya melakukan itu.
__ADS_1
"Hoh tidak ayah. Aku bukan menyembunyikan tetapi menyelamatkan. Ayah tahu apa itu menyelamatkan? Yah seperti yang selalu ayah lakukan pada orang-orang susah yang Ayah temui di luar sana" celoteh Raymond panjang.
"Jangan sampai kau melakukan kesalahan Ray, jangan menyakiti seorang gadis karena mereka adalah untuk kita para pria lindungi" Harley mengingatkan putranya sambil berjalan dan duduk disofa disusuli Raymond.
"Ayah tenang saja. Tapi kau akan segera menjadi kakek" ucap Raymond mengerjai Ayahnya sambil menahan tawanya. Harley yang mendengar itu sukses membuat matanya terbelalak tak percaya.
"Kau menyuruh Ayah tenang dan sekarang kau bilang ayah akan segera menjadi kakek? Sudah ku bilang dunia hitam mu itu memberi pengaruh buruk padamu. Menghamili seorang gadis tanpa ikatan pernikahan, kau gila Ray kau gila" panjang kali lebar Harley mengomeli putranya, sedang yang diomeli hanya bisa menahan tawa sekuat tenaga.
"Maaf ayah tapi saat itu aku sedang mabuk dan tidak bisa mengontrol jiwa keperkasaan ku sebagai pria" ujar Raymond masih setia mengerjai Ayahnya.
"Kau harus bertanggung jawab Ray jika kau merasa dirimu adalah laki-laki sejati" ucap Harley
"Maaf Ayah aku tidak mau. Aku tidak bisa menikahi wanita yang tidak ku kenal" Ucap Raymond. Ia sudah merasa susah bernafas karena menahan tawanya, tapi mengerjai Ayahnya sangat menyenangkan baginya.
"Kau tidak waras. Kau tidak mengenal nya tapi kau menabur benih mu kepadanya. Kau benar-benar gila" Harley mulai meninggikan suaranya dan seketika tawa yang ditahan Raymond pun meledak membuat seisi rumah dipenuhi suara tawanya.
"Anak kurang ajar. Kau mengerjai Ayah mu" ucap Harley melempar bantal sofa kearah Raymond dan berhasil ditangkap oleh nya.
"Ayah Ayah. Apa aku segila itu melakukan hal yang tidak seharusnya dengan wanita asing. Bahkan untuk menyentuh perempuan yang ku cintai saja aku menahan diri mati-matian" ucap Raymond menjelaskan lalu pikirannya langsung tertuju kepada Vivian.
"Kau sudah punya gadis yang kau cintai?" tanya Harley antusias
"Ekhm..tidak Ayah" jawab Raymond gugup.
"Hah sudahlah kau memang payah. Ini tolong kau urus" ucap Harley menyerahkan tagihan rumah sakit kepada Raymond. Harley memang sengaja membebankan tagihan itu pada Raymond agar setidaknya dari situ Raymond bisa berbagi. Karena ia tahu putranya sangat benci berbagi atau memberi kecuali untuk orang-orang terdekat nya. Sakit masa lalu yang membuat nya seperti itu.
"Ya ampun Ayah. Sebanyak ini? memang sudah berapa lama orang ini dirawat?" tanya Raymond dengan nada tidak percaya. Pasalnya baru kali ini ia diberi tagihan sebanyak itu oleh Ayahnya, bukan tidak mampu hanya saja ia terkejut.
"Empat bulan dan mungkin akan lebih" jawab Harley dan sukses membuat mata Raymond terbelalak mendengarnya.
^^^~Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan juga like nya yah.^^^
^^^Jangan lupa juga untuk menekan tombol favorit jika readers menyukai cerita ku~^^^
__ADS_1
...*Terima Kasih*...