Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Aku masih hidup.


__ADS_3

"Tidak ada pilihan, aku harus menggunakan cara ini." Ucap Rex. Ia kemudian mencoba menghubungi Raymond. Ia masih ditempat tadi dengan wajahnya yang memar. Panggilan nya tersambung.


"Hallo Tuan Raymond ... " belum sempat ia berbicara, ponsel nya ditendang dari belakang oleh seseorang.


"Kakak?" Rex terkejut saat melihat pelaku nya adalah Max, kakak nya sendiri.


"Sudah aku bilang Rex, jangan ikut campur urusan ku." Ucap Max geram. Ia kemudian mencengkeram kerah baju Rex lalu menarik dan memojokkan Rex di dinding.


"Kakak sadarlah, semakin kau menekan Vivian dia akan semakin membenci mu kak." Ucap Rex sedikit menahan sesak karena leher nya ditahan oleh tangan Max yang mencengkeram kerah baju nya.


"Tidak perlu mengajari ku. Aku tahu apa yang aku lakukan dan apa yang aku inginkan." Ucap Max seketika ia menonjok perut adik nya dan melempar tubuh Rex hingga membuatnya tersungkur.


"Jangan seperti ini kak. Aku tidak masalah jika kau ingin menghabisi ku. Tapi aku mohon jangan seperti itu pada Vivian. Dia tidak bersalah. Mencintai bukan berarti kau harus memiliki nya." Ucap Rex. Namun Max tidak peduli.


Dengan kuat ia menendang perut adik nya hingga membuat Rex terbatuk karena sakit. Tidak sekali, ia lakukan itu berkali kali hingga adiknya tergeletak lemas.


"Jangan sakiti Vivian kak." Pinta Rex dengan suara lemah. Namun Max malah langsung pergi dengan mobilnya, meninggalkan dirinya yang sekarat.


Di mansion Raymond terlihat Raymond yang mengangkat panggilan diponsel nya dengan sedikit bingung karena tiba tiba terputus.


"Jiro lacak lokasi pemanggil ini." Ucap Raymond memberikan ponsel nya pada Jiro. Raymond sudah membeli ponsel baru untuk menggantikan ponselnya yang rusak waktu itu.


Jiro sedang konsentrasi melakukan tugas nya. Sedangkan Sion masih berusaha mencari lokasi Vivian.


"Gotcha." Ucap Jiro saat berhasil mendapatkan lokasi pemanggil diponsel Raymond.


"Tuan lokasi nya berada di apartemen ... " Ujar Jiro sambil mengucapkan nama apartemen itu.


"Apartemen itu hanya ditempati orang orang elit. Siapa orang yang ku kenal yang tinggal disana?" Gumam Raymond mencoba berpikir.


"Sial." Ucap nya saat baru menyadari sesuatu.


Ia kemudian meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Ayahnya. Panggilan pertama tidak dijawab. Ia mencoba mengulangi nya lagi namun hasilnya sama. Ia tidak menyerah dan terus mengulangi nya hingga panggilan ke sepuluh baru Ayahnya mengangkat panggilan nya.


"Ayah aku ingin bertanya pada mu tentang tempat tinggal Louise." Ucap Raymond tanpa basa basi.

__ADS_1


"Ia tinggal di apartemen ... " Jawab Harley dari seberang sana.


"Sudah ku duga." Gumam Raymond.


"Unit berapa?" Raymond kembali bertanya pada Ayahnya.


"Unit ... " Jawab Harley.


"Ada apa nak?" tanya Harley. Namun tanpa menjawab pertanyaan Ayahnya ia langsung mematikan panggilan nya.


"Sion kau siapkan anak anak mu untuk mengepung apartemen ... " Ucap Raymond memberi perintah.


"Baik Tuan." Sion lalu berdiri dan hendak melaksanakan perintah Raymond namun langkahnya terhenti.


"Siapkan bantuan cadangan juga. Aku yakin ia pasti akan menjaga tempat itu dengan ketat." Ucap Raymond dan disanggupi oleh Sion.


"Aku akan menghabisi mu Louise." Ucap Raymond menyeringai. Ia kemudian menuju ruang khusus penyimpanan senjata nya. Terlihat berbagai senjata baik itu senjata tajam atau senjata api ada disitu. Ia mencari senjata yang akan ia bawa. Pilihan nya jatuh pada sebuah pistol berukuran kecil namun cukup mematikan. Ia segera bersiap menyerang kediaman Max.


Di apartemen Max, terlihat Max baru saja kembali. Ia sudah tidak melihat tubuh adik nya lagi tapi ia tidak peduli. Ia segera menuju ke unit tempat tinggal nya. Segera ia memasuki kamar Vivian.


Ternyata benar, Vivian tertidur dan masih ada bunyi isakan yang terdengar. Max tersenyum melihat wajah cantik Vivian.


"Kau tahu sayang, bagaimana aku sangat mencintai mu. Kau yang berjanji tidak akan pergi dari ku saat itu. Maka kau harus menepatinya. Aku berjanji untuk kembali menjemput mu, maka sekarang aku menepatinya." Ucap nya sambil mengusap lembut kepala Vivian. Ia kini duduk di samping Vivian.


Memperhatikan wajah cantik Vivian yang sedang terlelap.


"Jangan menangis lagi sayang. Aku akan menjaga mu seperti dulu." Kembali ia berbicara seolah Vivian mendengar nya. Dan memang Vivian mendengar nya karena Vivian hanya pura pura tertidur.


"Kenapa kau lakukan ini Max? Bukankah kau bilang kau rela melihat ku bahagia bersama Ray?" Vivian bertanya dengan suara lemah.


"Aku tidak akan pernah rela sayang. Kebahagiaan mu hanya milik ku. Hanya aku yang berhak memberi mu kebahagiaan." Ucap Max dengan nada terdengar menakutkan. Ia dengan setia mengusap lembut kepala Vivian seolah memberikan kasih sayang pada nya. Vivian tidak kembali bersuara.


"Awal nya aku memang sudah rela melihat mu dengan orang lain. Aku menempatkan James untuk menjaga dan memantau keadaan mu. Sesekali James akan mengirimkan foto foto mu untuk ku agar aku bisa memastikan kau baik baik saja. Tapi semakin hari hati ku semakin sakit melihat kau tertawa begitu bahagia bersama laki laki sialan itu dan kau mulai melupakan kehadiran Max dalam hati mu. Maka dari itu aku memutuskan untuk mengirimi mu pesan pesan itu. Tapi siapa sangka kau bahkan tidak terusik sama sekali." Ucap Max panjang lebar, namun ada luka dibalik suaranya yang dingin.


"Max aku tidak pernah melupakan mu, sungguh." Ucap Vivian. Ia kemudian bangun dari posisi tidur nya dan duduk berhadapan dengan Max. Max adalah tipe pria yang keras dan harus mendapatkan apa yang dia inginkan, Vivian tahu itu.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau harus memilih nya?" tanya Max sendu.


"Aku ... " Vivian tidak melanjutkan perkataannya. Seketika ia merasa ragu dengan perasaan nya apalagi saat menatap mata Max yang tampak sangat terluka.


"Aku minta maaf Max. Aku tidak bisa berpura pura menunggu mu disaat aku bahkan tidak tahu kau masih hidup atau sudah tiada." Lanjutnya. Ia berusaha menepis keraguan dalam dirinya.


"Aku masih hidup sayang. Aku bahkan sudah kembali di sisi mu." Ujar Max.


"Tapi itu Louise. Louise yang tampak sangat mencintai Joyce. Sehingga membuat ku membuang jauh semua kerinduan ku terhadap mu dan perlahan membuka hati ku untuk Ray." Ucap Vivian mulai terisak.


Max berusaha menahan marah nya mendengar Vivian terus menyebut nama Raymond.


"Aku berjanji untuk tidak akan pernah menyakiti mu sayang. Hiduplah dengan ku." Ucap Max kemudian membawa Vivian kedalam pelukan nya. Vivian membalas pelukan nya, pelukan yang ia rindukan bertahun tahun.


"Aku tidak bisa Max. Aku sudah mengambil keputusan. Raymond mencintai ku." Ucap Vivian mengingat nasehat Jordan padanya. Max tidak dapat menahan amarah nya lagi.


Ia dengan refleks membalikkan tubuh Vivian hingga Vivian berada di bawah nya. Ia dengan sigap membuka kemeja yang ia kenakan dan membuang nya ke sembarang tempat.


Kemudian ia langsung ******* bibir Vivian. Vivian berusaha menutup rapat bibirnya namun Max mencengkeram dagu nya memaksa ia membuka mulutnya. Vivian tidak berdaya hingga lidah Max berhasil menerobos kedalam mulutnya. Max memainkan lidah nya didalam mulut Vivian tanpa peduli Vivian membalas nya atau tidak. Ia pun tidak peduli Vivian yang kini mulai menangis.


Ia mengunci tubuh Vivian dengan tubuhnya agar Vivian tidak dapat bergerak. Ciuman nya kini mulai turun menjelajahi leher putih Vivian. Yang ada dalam pikiran nya adalah jika ia tidak bisa memiliki Vivian dengan cara lembut maka satu satunya cara adalah memaksa nya untuk bersamanya. Disela sela ciuman nya dileher Vivian, ia menarik paksa pakaian Vivian hingga yang tersisa hanya pakaian dalam yang menutupi tubuh mulusnya.


Vivian semakin terisak, ia benar benar tidak bisa bergerak sedikit pun. Tangan Max mulai menjelajahi tubuh Vivian bahkan kini ia sedang meremas dada Vivian. Vivian memejamkam matanya ketakutan. Max mulai menciumi bahkan menjilati belahan dadanya. Kemudian ciuman itu mulai turun keperut Vivian, kemudian paha nya bahkan hingga ke ujung jari kaki Vivian.


"BRAKKK"


*************


Jangan bosan nungguin update nya yah readers sayang.


Terima kasih untuk setiap komentar, kritik, saran, dan like yang kalian tinggalkan buat aku. Jangan bosan bosan untuk terus berikan semua itu buat aku.


Favorit, Vote, dan rate bintang 5, 4, 3 jangan lupa.


Mampir juga di karya ku yang judul nya "If Love", langsung klik bio aku aja yah biar gak bingung.

__ADS_1


Salam sayang buat readers semua nya.


__ADS_2