Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Selamat datang ke neraka mu.


__ADS_3

Note : Chapter ini mengandung konten horor yang akan membuat kalian merinding. Jadi harap hati hati dan bijak dalam membaca.


Sepanjang pelajaran berlangsung Vivian tidak dapat menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh Dosen. Bahkan beberapa kali ia sempat kebingungan saat dosen melempari nya dengan pertanyaan. Pikiran masih terus memikirkan apa yang tadi Louise lakukan kepadanya dan mengapa ia tidak bisa menolak juga tidak membalas. Ia ingin sekali wakti cepat berlalu. Akhirnya keinginan nya pun terkabul, dosen sudah mengakhiri materi yang ia sampaikan dan sudah berlalu meninggalkan kelas.


Vivian segera berlalu untuk meninggalkan kelas, namun pergelangan tangan nya dicekal oleh Joyce. Saat ia ingin berbalik tiba tiba


"PLAKK" satu tamparan mendarat di pipi mulusnya.


"Jauhi Louise atau aku akan berbuat yang lebih gila terhadap mu" ucap Joyce masih mencekal pergelangan tangannya setelah menamparnya. Mereka tidak tahu kalau Louise memperhatikan mereka dari luar kelas, dan posisi Louise memang tidak mudah untuk bisa terlihat oleh mereka.


"Perempuan aneh" hanya itu jawaban Vivian, lalu ia menghentak kasar tangan nya membuat Joyce melepaskan cekalan tangannya dan ia pun berlalu.


Setelah ia melangkah cukup jauh Louise memutuskan untuk mengejarnya. Setelah berhasil mengejarnya ia langsung menarik tangan Vivian hingga Vivian tiba tiba berbalik dan menabrak dada bidang nya. Ia menatapi Vivian dengan intens begitupun Vivian. Tiba tiba telapak tangan Vivian bergerak menyentuh bekas luka diwajahnya. Entah apa yang ada dalam pikiran nya sehingga membuat nya meneteskan air mata. Lalu Louise mengusap air mata Vivian dengan telapak tangan nya dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Jangan menangis. Maafkan kelakuan Joyce" ucap Louise sambil mengusap lembut rambut Vivian. Mendengar nama Joyce seketika membuat Vivian kesal, ia lalu meronta dan berhasil lepas dari pelukan Louise. Ia lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Louise yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangan nya kuat.


"Joyce" gumam Louise geram.


"Baby, aku mencari mu kemana mana, kau disini rupanya" ucap Joyce memeluk Louise dari belakang. Seringai tipis dan menyeramkan seketika muncul di wajah Louise. Ia mengubah ekspresi nya lalu berbalik membalas pelukan Joyce membuat Joyce tersenyum senang.


"Apa kau ingin makan sesuatu baby, aku lapar?" tanya Joyce manja.

__ADS_1


"Yah, aku ingin memakan mu" ucap Louise dengan ekspresi menggoda sambil tersenyum manis.


"Baby jangan membuat ku malu" ucap Joyce menunduk malu. Louise hanya tertawa. Lalu ia menarik tangan Joyce untuk ikut bersamanya. Mereka pergi dengan Louise mengendarai mobilnya. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah hotel mewah.


"Baby ada apa kita kesini?" tanya Joyce heran.


"Kita akan makan dan melakukan sesuatu yang menyenangkan" ucap Louise menatap lekat wajah Joyce. Joyce yang tidak mengerti maksud Louise pun hanya diam dan mengikuti langkah lebarnya.


"Honey kau sudah pulang?" tanya Raymond yang saat itu sedang berada di ruang utama ketika melihat kehadiran Vivian dan hanya dibalas deheman dari Vivian. Raymond lalu menghentikan langkah Vivian dengan menghadang nya dari depan.


"Apa yang terjadi padamu pipi mu?" tanya Raymond geram melihat bekas merah pada pipi Vivian.


"Tentu aku akan menyeretnya ke hadapan mu dan menyuruh mu membalas nya sepuluh kali lipat" jawab Raymond serius. Raymond memang tidak pernah main main apalagi jika menyangkut soal Vivian.


"Hem..sudahlah nanti saja aku cerita kan" ucap Vivian tak semangat lalu beranjak meninggalkan nya. Raymond hanya menatap punggung Vivian dengan perasaan heran dan marah. Marah karena sudah ada yang berani menampar gadisnya. Ia akan menunggu hingga Vivian menceritakan apa yang terjadi kepada nya.


"Baby ayo makanlah makanan mu. Kau akan membutuhkan banyak tenaga nanti" ucap Louise kepada Joyce dengan tatapan menggoda. Joyce hanya menunduk malu seolah mengerti apa yang akan terjadi setelah ini. Ia pun segera melahap makanan nya. Setelah selesai makan Louise pun lantas membawa Joyce ke kamar hotel yang sudah ia pesan untuk melancarkan aksinya.


Ia mendudukan Joyce disofa yang terdapat di ujung ranjang kamar itu. Kemudian ia berjalan dan menuang dua gelas anggur merah dan salah satu nya sudah ia beri obat perangsang. Ia lalu memberikan anggur yang mengandung obat itu untuk Joyce kemudian ia duduk disamping Joyce. Ia meminum seteguk anggur merah nya, begitupun dengan Joyce yang meminumnya tanpa rasa curiga. Setelah Joyce meminum anggur itu, Louise kemudian duduk mendekat pada Joyce dan mendekap nya. Ia kemudian menggigit kecil telinga Joyce dan menciumi lehernya.


Reaksi obat yang Louise berikan kepada Joyce bekerja bertepatan dengan rangsangan yang ia berikan pada Joyce. Joyce sedikit menggeliat sambil menahan sesuatu dalam dirinya yang bergejolak saat Louise masih menggigit telinga dan juga lehernya nya. Saat dirasa sudah tidak mampu menahan diri ia pun dengan sigap langsung ******* bibir Louise dengan kasar. Louise hanya tersenyum tanpa membalas, ia ingin membuat keadaan seolah olah Joyce yang menginginkan itu karena tanpa Joyce sadari ia sudah memasang kamera tersembunyi di beberapa sudut dikamar itu. Namun kamera itu hanya akan menyorot dan merekam Joyce dan seorang laki laki tanpa menunjukkan wajah laki laki tersebut.

__ADS_1


"Baby balas aku" ucap Joyce bergairah disela sela ciuman nya. Louise yang mendengar itu pun langsung membalas dengan panas ciuman Joyce dan menekan tengkuk lehernya untuk memperdalam ciuman nya. Joyce merasa tidak cukup ia kemudian bergerak aktif meraba tubuh Louise lalu membuka kancing kemeja Louise. Setelah berhasil membuka kemeja Louise iapun melempar nya kesembarang tempat. Ia mulai menjajaki tubuh Louise dengan ciuman panas dan meninggalkan beberapa bekas merah disana. Louise hanya diam dan tersenyum sinis karena memang ini yang ia inginkan.


Saat dirasa gairah nya semakin memuncak ia pun membuka pakaiannya dan berusaha menarik Louise ke ranjang dengan posisi ia ditindih oleh Louise.


"Baby jamah aku. Jangan hanya diam" pinta Joyce yang benar benar sudah terbakar gairah. Louise pun langsung melancarkan aksinya. Ia mulai menciumi leher Joyce sesekali menggigit kecil dan meninggalkan bekas merah yang cukup besar. Lalu ia turun ke dua gundukan milik Joyce yang terpampang indah. Ia tidak menyia nyiakan itu, ia meremas dan menghisapnya dengan kuat. Membuat Joyce mendesah nikmat.


"Baby, sekarang aku sudah tidak tahan" pinta Joyce dengan suara serak dan tubuh yang menggeliat merasakan setiap sentuhan Louise. Louise yang mendengar itu dengan segera menyatukan miliknya pada Joyce dan menghentak nya dengan sangat kuat.


"Ahh" desahan kuat lolos dari bibie Joyce. Posisi lalu berubah dengan Joyce yang memimpin. Joyce ternyata sudah mahir dalam hal ini bahkan ia sudah tidak tersegel. Tapi Louise sangat menikmati setiap sensasi yang Joyce berikan. Mereka sudah merasakan pelepasan untuk kesekian kalinya tetapi masih saja pertarungan panas itu dilanjutkan. Hingga pelepasan terakhir akhirnya mereka tumbang.


Louise terbaring lelah disamping Joyce begitu pun Joyce. Joyce kemudian menyamping dan memeluk tubuh telanjang Louise sambil menciumnya beberapa kali.


"Kau sangat menggigit baby" bisik Louise ditelinga Joyce membuat Joyce tersipu malu. Lalu Joyce pun terlelap dengan memeluk Louise.


"Selamat datang ke neraka mu Jalang" bisik Louise di telinga nya. Louise lalu melepaskan pelukan Joyce dan beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia kemudian memakai pakaian nya kembali dan meninggalkan Joyce dikamar hotel sendirian setelah mengambil kamera tersembunyi yang sudah ia pasang.


..._Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan cerita ku_...


^^^_Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran nya yah, juga jangan lupa untuk meninggalkan likenya setiap kali selesai membaca_^^^


..._Serta jangan lupa untuk menekan favorit agar kalian bisa mendapatkan pemberitahuan update nya_...

__ADS_1


__ADS_2