
Hari demi hari telah berlalu. Tidak terasa pernikahan Raymond dan Vivian sebentar lagi. Tepatnya H-1 dari hari pernikahan nya. Vivian dan Raymond masing masing masih bekerja karena apa yang ingin mereka siapkan sudah selesai sepenuhnya. Dengan bantuan dan dukungan dari orang orang terdekat mereka pastinya.
Raymond tampak sedang meeting dengan beberapa rekan bisnis nya dan juga diikuti oleh beberapa karyawannya. Terlihat ia sangat serius sampai tidak menyadari ada panggilan dari Vivian.
"Kenapa tidak diangkat?" gerutu Vivian yang kini sedang berada di sebuah cafe. Ia baru saja menyelesaikan meeting nya dengan kliennya.
"Sebaiknya aku coba lagi." Ucap nya lalu ia mencoba menghubungi ponsel Raymond kembali. Namun selalu tidak ada jawaban.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidak kembali menghubungi lagi.
"Nona Vivian." Panggil seseorang dari belakang nya membuat ia menoleh.
"James?" tanya Vivian sedikit ragu.
"Iya aku James. Kau masih ingat rupanya." Ucap James yang mengulurkan tangan nya dan dibalas uluran tangan Vivian.
"Apa kabar nona Vivian?" tanya James setelah melepas tautan tangan mereka.
"Aku baik. Bagaimana dengan mu?" tanya Vivian kembali.
"Duduk lah." Ucap Vivian mempersilahkan James untuk duduk sebelum James menjawab pertanyaan nya.
"Aku baik. Aku dengar kau akan segera menikah ya?" tanya James basa basi.
"Iya itu benar. Oh ya kau datang ya ke acara pernikahan ku. Ini undangan untuk mu." Ucap Vivian mengundang James dan menyerahkan sebuah kartu undangan untuk nya.
"Aku akan dengan senang hati menghadiri acara pernikahan mu." Ucap James menerima kartu undangan itu
"Bagaimana kabar Louise dan Rex?" tanya Vivian sedikit penasaran.
"Mereka baik baik saja. Oh ya mereka sudah kembali ke kota ini. Apa kau belum tahu?" Jawab James lalu berbalik bertanya pada Vivian.
"Aku tidak tahu. Kapan mereka kembali?" tanya Vivian sedikit antusias.
"Beberapa bulan yang lalu." Ucap James.
"O. Bagaimana dengan Joyce? Apa dia juga ikut bersama Louise waktu itu?" tanya Vivian yang memang ingin tahu tentang Joyce. Bagaimana pun Joyce adalah orang yang pernah bersahabat dekat dengannya dulu.
"Iya. Waktu itu dia memaksa ingin ikut dengan Tuan Louise jadi dengan terpaksa Tuan membawanya serta. Padahal Tuan tidak ingin sampai mengorbankan pendidikan Nona Joyce." James berbohong pada Vivian.
"Oo." Ucap Vivian singkat.
"Kau sedang apa disini?" tanya James pada Vivian.
"Aku baru selesai bertemu klien ku. Aku ingin meminta Raymond menjemput ku tapi seperti nya dia masih sibuk sehingga tidak mengangkat panggilan ku." Vivian menjelaskan.
__ADS_1
"Lalu kau sendiri?" Vivian bertanya kembali pada James.
"Aku akan bertemu salah satu kliennya Tuan Louise." Ucap James.
"Itu dia. Aku kesana dulu Nona Vivian." James menunjuk seseorang yang baru saja masuk kedalam cafe itu. Vivian hanya mengangguk dan James pun berlalu menghampiri orang itu.
Vivian mencoba menghubungi ponsel Raymond kembali. Namun tetap tidak diangkat.
"Ah ya ampun orang ini sedang apa? Kalau aku diculik saat ini dia tidak akan bisa menolong ku." Ucap Vivian kesal.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Jiro tapi sama saja tetap tidak ada jawaban dari mereka berdua. Ia pun memutuskan untuk menunggu sebentar lagi.
"Nona Vivian masih disini?" tanya James yang sudah selesai bertemu dengan klien nya.
"Hem. Mereka belum ada jawaban. Daerah ini juga sulit mendapatkan taxi." Ucap Vivian.
"Bagaimana jika aku mengantar mu saja?" Usul James.
"Tidak. Tidak baik merepotkan mu." Ucap Vivian menolak.
Sebelum James berbicara lagi, tiba tiba ponsel Vivian berbunyi tanda pesan masuk. Ia mengira itu mungkin dari Raymond atau Jiro. Namun saat dibuka ia terbelalak tak percaya melihat isi pesan itu.
"Vi, dataglah ke mansion. Aku sudah kembali. Max." Isi pesan yang ia dapat kan dari nomor asing.
"James apa kau bisa mengantar ku ke mansion ku?" tanya Vivian terburu-buru.
"Aku akan memberitahu alamat nya kepada mu saat dijalan." Ucap Vivian yang dibalas anggukan dari James. Mereka pun berlalu dari sana.
Sepanjang perjalanan hati Vivian tidak tenang. Perasaan nya campur aduk. Pria yang ia tunggu kabar nya selama bertahun tahun akhirnya menghubungi nya. Bukan karena ia mencintai Max lagi. Tapi ia kini merindukan Max sebagai seorang kakak.
Kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai di mansion tempat tinggalnya dulu. Berbagai kenangan manis dan pahit mulai berputar di otaknya. Perlahan tapi pasti ia melangkahkan kakinya memasuki pintu besar mansion itu.
Saat masuk ia begitu takjub melihat sebuah layar besar yang menayangkan video dan kumpulan foto foto kebersamaan nya dengan Jordan, Max, Sarah dan juga orang orang yang dulu bersamanya di mansion itu. Namun ia sedikit bingung melihat ada tanda tanda panah dilantai.
"Max dimana kau?" tanya Vivian dengan suara sedikit tinggi.
Namun tidak ada jawaban dari siapapun. Ia pun memutuskan untuk melangkah sesuai tanda yang ada dilantai. Tanda tanda itu berhenti di depan pintu kamar nya. Ia pun memutuskan untuk membuka pintu kamar nya. Namun sebelum membukanya ia mendengar ada suara aneh di dalam kamar nya.
"Akh sakit Louise pelan pelan." Terdengar suara seorang perempuan sedang mendesah.
"Kau menyukai yang cepat." Suara seorang laki laki tersebgar. Lalu suara desahan perempuan itu semakin kuat. Hingga akhirnya diam kembali. Ia pun memutuskan untuk membuka pintu itu.
Dan saat ia buka ia terbelalak kaget melihat Joyce tanpa busana dengan kaki dan tangan terikat ditiang tiang ranjang. Ya Joyce baru menyelesaikan aksi panas nya dengan seorang pria yang belum diketahui siapa oleh Vivian. Karena saat Vivian masuk ia tidak melihat keberadaan pria itu.
Tap tap tap
__ADS_1
Suara langkah kaki terdengar dari kamar mandi sedang berjalan keluar. Terlihat seorang pria tanpa baju hanya mengenakan celana panjang berjalan keluar dari kamar mandi. Wajah nya ditutupi topeng dari mata sampai hidung nya sehingga Vivian tidak bisa melihat siapa pria itu.
Pria itu berjalan mendekati Joyce tanpa mempedulikan Vivian.
"Kau ingin lagi?" tanya pria itu pada Joyce. Joyce mengangguk tersenyum pada pria itu.
Dan pria itu pun melanjutkan aksi bejat nya, ia menelusuri tubuh telanjang Joyce dengan bibir nya hingga pada bagian inti milik Joyce. Ia memainkan lidahnya didalam dan menggigit kasar milik Joyce.
"Akh sakit sayang." Ucap Joyce bergairah.
Pria itu tidak mempedulikan nya dan terus melanjutkan aksi nya membuat Joyce mendesah hebat. Vivian yang melihat itu pun dibuat tidak nyaman dan ingin beranjak pergi.
"Jangan pergi Vi. Jangan tinggalkan aku." Ucap pria itu dengan suara sendu dan menghentikan kegiatan panasnya dengan Joyce.
Lalu tiba-tiba video peristiwa penyerangan yang terjadi di mansion nya itu diputar. Dan bagian Max menyelamatkan nya serta berjanji akan kembali menjemput nya diperbesar.
"Max." Ucap Vivian lirih.
Pria bertopeng tadi pun menghampiri Vivian dan memeluk nya.
"Aku merindukan mu Vi. Sangat merindukan mu." Ucap pria itu namun dengan segera Vivian mendorong tubuh kekar itu menjauh dari nya. Pria itu tidak kembali mendekati nya. Ia lalu menekan sebuah tombol ditangan nya dan seketika layar tadi berubah tampilan.
Menampilkan Joyce yang sedang bercumbu mesra dengan seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah kandung nya sendiri. Joyce duduk di atas pangkuan pria itu, merangkul mesra leher nya. Sedangkan Pria itu tampak meraba raba sesuatu milik Joyce dibalik rok mini yang dikenakannya.
Joyce kaget melihat Video itu. Lalu Video berubah tampilan yang menampilkan aksi ranjang antar ia dan pria paruh baya itu. Joyce mulai menetes kan air mata. Ia tidak menyangka hal yang paling ia sembunyikan akhirnya terbongkar.
Pria bertopeng itu kemudian mendekat dan melepaskan topeng nya di hadapan Vivian.
"Louise kau?" Vivian tak percaya dengan apa yang ia lihat.
*********
Sekian dulu yah.
Maaf kalo bikin kesel.
Makasih banyak yang udah selalu setia memberikan dukungan kalian buat aku. Kalian yang terbaik.
Terus berikan dukungan kalian dengan cara meninggalkan komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya yah.
Favorit, Vote, dan rate bintang 5, 4, 3 untuk "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"
Jika berkenan mampir juga di cerita ku satu nya lagi yang berjudul "If Love" itu adalah cerita yang awal nya berjudul "Secret Admirer" namun aku ubah alur, tokoh, dan isi cerita nya karena aku sulit mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan "Secret Admirer".
Atau langsung telusuri bio aku aja biar gak bingung.
__ADS_1
^^^Salam Semangat dan selalu jaga kesehatan.^^^