Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 5 - Perbuatan Emily


__ADS_3

NOTE : 21+


...Harap Bijak Memilih Bacaan!!!...


.


.


.


.


.


"Kau harus minta maaf padaku Rai." Ucap Emily sambil menenggak minuman keras.


Ia sedang berada di sebuah Club malam, dengan pakaian yang sangat terbuka


"Kau harus minta maaf padaku." Ucap nya lagi menekan setiap kata nya sambil menunjuk kearah pria yang duduk tidak jauh dari meja nya.


Pria yang merasa ditunjuk akhirnya memutuskan untuk mendekati Emily.


"Hai, kau sedang sendiri?" Pria itu bertanya pada Emily.


"Aku tentu saja sendiri." Ucap Emily lalu naik keatas pangkuan pria itu.


Emily yang mabuk langsung melancarkan aksinya mencumbu pria asing itu, pria itu tentu saja tidak menolak dan membiarkan Emily berbuat sesuka hati padanya.


"Vyn, bukankah itu Emily?" Vion dan Vynshen yang baru saja sampai di Club itu tidak sengaja melihat kegiatan panas Emily.


"Hem." Vynshen menjawab singkat mengiyakan penglihatan Vion.


Vynshen tidak berminat sedikitpun tentang perempuan, apalagi jika itu Emily. Sangat memuakkan bagi nya.


"Apa sebaiknya kita beritahu Raiyan?" Vion bertanya menimang apa yang akan ia lakukan.


Vynshen hanya mengangkat bahu nya acuh, pertanda terserah.


"Baiklah." Vion kemudian meraih ponselnya dan merekam setiap aksi yang dilancarkan oleh Emily.


Dia kemudian memutuskan untuk mengirimkan hasil rekaman nya pada Raiyan.


"Kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya." Ucap Vion. Saat ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke samping nya, Vynshen sudah tidak di tempat.

__ADS_1


Ia celingukan mencari keberadaan Vynshen hingga akhirnya menangkap punggung nya sedang berjalan ke salah satu tempat kosong tak jauh dari tempat duduk Emily.


"Hei, tunggu aku." Vion berteriak pada Vynshen dan tentu saja tidak dihiraukan walau Vynshen masih mendengarnya samar samar.


Vion segera mengejar langkah Vynshen dengan susah payah karena keadaan Club yang sangat ramai.


"Hei, menurut mu apa yang akan dilakukan Raiyan setelah melihat video Emily?" Vion bertanya antusias sambil menenggak minuman yang sudah Vynshen pesan sebelumnya.


"Hanya ada dua kemungkinan. Pertama dia tidak peduli dan yang kedua Emily akan mendapatkan hukuman cukup berat setelah ini." Vynshen berbicara menggunakan akal sehat nya.


"Maksud mu hukuman yang akan membuat Emily berteriak keenakan?" Vion menaik turunkan kedua alisnya.


"Otak mu tidak ada yang bersih. Coba sekali saja kau berpikir dari sudut pandang orang waras. Jangan selalu gila." Vynshen menyindir sahabat nya.


Bukan Vion namanya jika akan tersindir dengan mudah.


"Maka dari itu kau harus mencoba sesekali agar kau tahu rasanya Vyn." Vion menghasut Vynshen, dan bukan Vynshen namanya jika bisa terhasut semudah itu.


"Aku tidak akan mengorbankan harga diri ku untuk hal yang tidak bermanfaat. Tidak sampai aku menemukan perempuan yang aku cintai dan aku menikah." Ucap Vynshen membentengi diri nya dengan komitmen yang kuat.


"Terserah kau saja. Tapi jangan sampai kau mati duluan sebelum mencoba yang nikmat itu." Vion terus menghasut sahabatnya.


"Tidak menyesal." Vynshen berucap santai.


#####


"Waw, sepertinya tidak perlu berlatih lagi juga tidak masalah Rai." Sion memuji kehebatan Raiyan dalam melempar pisau.


Raiyan baru saja menyelesaikan latihannya hari ini di markas latihan dibimbing oleh Sion. Sion kini menjadi guru privat untuk Raiyan, Vion, dan kedua sahabat mereka dalam hal bertarung, menembak, melempar pisau, dan yang lainnya.


Sion juga membentuk kelompok mafia baru yang tugasnya untuk mendukung kelompok atasannya, Raymond. Raymond selalu menghargai apa yang para bawahan nya lakukan untuk nya meski tidak seberapa, karena Raymond tahu, ia tidak bisa berdiri kokoh sampai saat ini jika tanpa mereka.


"Tidak bisa begitu paman. Latihan tetap harus dilakukan agar keahlian ku tidak berkurang." Raiyan tidak pernah puas apalagi sombong dengan yang ia punya.


"Haha kau benar. Jika cepat berpuas hati, maka kau bisa ketinggalan dibelakang musuh mu nanti." Sion menyemangati murid sekaligus Tuan muda nya.


Drrtt drrtt


Ponsel Raiyan bergetar di atas meja.


Raiyan meraih ponselnya dan membuka isi pesan dari Vion.


" Cih.." Raiyan berdecih dan tersenyum sinis melihat isi pesan Vion.

__ADS_1


Ia tidak marah apalagi cemburu. Ia kehilangan minat pada Emily setelah apa yang dilakukan Emily pada adiknya.


Ia dengan santai pergi membersihkan dirinya, berganti pakaian, lalu menuju ke mobilnya. Dengan santai ia melajukan mobilnya menuju ke Club tempat kedua sahabat nya berada.


Hampir satu jam akhirnya ia sampai. Sambil memainkan kunci mobil nya dijari nya, ia masuk kedalam Club, namun pemandangan pertama yang ia dapat adalah Emily yang sudah berada di bawah pria asing itu dan setengah telanjang.


Raiyan tidak peduli, ia malah meraih ponselnya dan merekam serta mengambil beberapa foto panas Emily.


"Tunggu saja jalang. Kau yang bermain main dengan ku." Ucap Raiyan sambil menyeringai.


Kemudian ia menemukan keberadaan kedua sahabatnya yang juga sedang menyaksikan kegiatan Emily.


Ia berjalan mendekati Vynshen dan Vion disusul beberapa pria dari arah berlawanan yang menghampiri Emily dan pria asing itu.


Ternyata para pria itu adalah teman dari si pria asing yang sedang menikmati tubuh Emily, mereka diajak serta untuk ikut menikmati Emily.


"Rai, kau tidak ingin menolong Emily?" Vion bertanya penasaran melihat sahabat nya yang sangat santai dan malah kembali merekam perbuatan Emily dengan pata pria asing itu.


"Dia menikmati nya bung. Kau tidak lihat?" Raiyan berkata acuh.


Emily memang menikmati dan sangat menikmati.


"Biarkan saja. Selama ini dia bersama ku pun memang hanya itu yang ia inginkan." Raiyan kembali berucap sambil menenggak minuman didepan nya.


"Apa setelah ini kau akan meninggalkan nya?" Kini Vynshen yang bersuara.


"Kita lihat nanti. Untuk meninggalkan nya sangat mudah untuk ku lakukan, tapi tidak akan ku biarkan dia pergi begitu saja. Dia harus menerima akibat dari perbuatan nya." Raiyan menyeringai sambil menggeser layar ponselnya ke kanan dan kiri untuk melihat hasil rekaman dan foto nya.


"Kau terlalu kejam bung." Vion meninju pelan lengan Raiyan.


"Aku tidak akan kejam selama orang itu tidak mengganggu ku duluan. Tapi dia yang memulai nya, maka dia harus merasakan akibatnya." Raiyan berucap dengan ekspresi dan suara sama menakutkan.


Raiyan benar benar tidak peduli melihat Emily disetubuhi secara bergantian oleh pria pria asing itu, karena sesuai perkataan Raiyan, Emily menikmati nya.


~ Vynshen



*****


Bersambung yah.


Makasih buat kalian yang selalu dan masih setia dan terus memberikan dukungan kalian tanpa kenal bosan.

__ADS_1


Kalian yang terbaik.


__ADS_2