Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 43 - Kewalahan


__ADS_3

Huek huek


Axnes terus saja memuntahkan isi perutnya.


Kemarin setelah pulang dari rumah sakit, Raiyan merasa bahagia karena istrinya sangat berselera makan.


Axnes mampu menghabiskan setia makanan yang ia buat.


Tapi pagi tadi hingga siang ini, Axnes selalu saja mengeluarkan semua makanan yang masuk kedalam perutnya.


"Minumlah ini dulu." Ucap Raiyan menyodorkan segelas air putih hangat untuk istrinya.


Axnes meneguk air tersebut hingga tersisa setengah.


"Sayang, lebih baik kita periksakan lagi ke rumah sakit." Ucap Raiyan cemas.


Axnes menggeleng.


"Kau bau tanah Rai." Ucap Axnes tiba tiba dan menutup hidung nya.


Raiyan terkejut mendengar perkataan Axnes.


"Apa maksud mu? Kau menyumpahi ku?" Tanya Raiyan sedikit meninggikan suara nya.


Axnes menggeleng.


"Tapi aku memang mencium badan mu bau tanah." Ucap Axnes lagi sambil sedikit mendorong Raiyan menjauh dari nya.


Raiyan ingin marah, tapi istrinya sedang hamil seperti ini tidak memungkinkan untuk ia marah.


Ia akhirnya memilih bersabar dan melangkah pergi, keluar dari kamar mandi.


Hiks hiks


Belum sempat Raiyan meraih gagang pintu, suara isakan Axnes terdengar.


Raiyan segera menghampiri istrinya untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Ada apa sayang?" Tanya Raiyan khawatir.


"Kau jahat. Kau pasti ingin mencari wanita lain di luar." Tuduh Axnes asal pada suaminya.


Raiyan mengelus dada nya menahan kesal.


"Bukankah kau bilang aku bau? Maka dari itu aku memilih pergi untuk membersihkan diri ku." Ucap Raiyan berjongkok dan menangkup wajah cantik istrinya.


"Kau tidak boleh pergi. Cukup menjaga jarak sejauh satu meter saja." Rengek Axnes manja.


Raiyan menghela nafas kasar.


"Baiklah. Jadi apa aku perlu mandi?" Tanya Raiyan meminta persetujuan dari istri nya.


Lebih baik Raiyan menunggu perintah dari istrinya saja.


Axnes menggeleng dan tersenyum manis.


"Bantu aku keluar dari sini." Titah Axnes manja mengulurkan tangannya.


Raiyan hendak memapah nya, namun Axnes melarang.

__ADS_1


"Tidak Rai, kau cukup menarik tangan ku saja. Ingat jarak satu meter." Ucap Axnes tersenyum jahil.


Raiyan hanya memutar malas matanya dan menuruti keinginan istrinya.


Setelah berhasil membantu istrinya keluar dari kamar mandi, ia pun segera hendak keluar dari kamar untuk menyiapkan makanan agar perut istrinya tidak kosong.


"Kau mau kemana?" Tanya Axnes dengan nada galak dan melotot tajam pada Raiyan.


"Aku..aku ingin memasak untuk mu sayang." Ucap Raiyan gelagapan melihat ekspresi seram Axnes.


"Kau tidak boleh pergi kemana pun." Titah Axnes galak.


Urat kesabaran Raiyan rasanya akan putus sebentar lagi jika yang ia hadapi bukan wanita tercintanya yang sedang mengandung benih nya.


"Baiklah baik. Apa saja yang kau katakan aku akan menurut ratu ku." Ucap Raiyan pasrah.


Raiyan akhirnya kembali dan duduk di sofa ujung ranjang nya.


"Rai, aku ingin makan buah." Ucap Axnes tiba tiba dengan nada yang terdengar sangat manis.


Tanpa berkata, Raiyan bangkit dari duduk nya dan melangkah keluar dari kamar nya lalu menuju dapur dan membawakan beberapa jenis buah pada istrinya.


"Ini." Ucap Raiyan menyerahkan buah buah yang sudah tertata rapi di atas piring berukuran agak besar.


Axnes tersenyum dan menerima piring berisi buah itu.


Axnes memilih memakan dua biji buah anggur.


"Sudah. Sisanya habiskan." Titah Axnes.


"Aku tidak mau. Aku bukan babi." Ucap Raiyan menolak permintaan Axnes.


"Tidak mau. Aku akan menyimpannya kembali ke dalam kulkas." Ucap Raiyan meraih piring buah itu lalu hendak keluar.


"Aku mau pisah saja." Ucap Axnes tiba tiba dengan nada penuh ancaman.


Raiyan terkejut mendengar perkataan istrinya.


"Baiklah sayang, aku akan memakan nya. Bahkan piring nya juga akan ku makan." Ucap Raiyan mengeratkan gigi nya menahan emosi.


Ia kembali melangkah duduk di depan istrinya dan perlahan memakan satu persatu buah yang ada di dalam piring tersebut.


"Sayang, aku tidak sanggup lagi." Ucap Raiyan dengan mulut masih penuh buah.


"Itu belum habis Rai." Rengek Axnes.


Raiyan ingin menghela nafas kasar, namun mulutnya penuh dengan buah.


Ia akhirnya melanjutkan untuk menghabiskan buah buah yang ada di dalam piring itu dengan susah payah.


Baru kali ini seorang Raiyan merasakan kenyang karena buah.


OOAKK


Raiyan bersendawa cukup besar setelah ia berhasil menelan semua buah yang ada didalam mulut nya.


"Hahaha. Jorok sekali." Axnes malah menertawakan suaminya.


Ada rasa bahagia melihat istrinya tertawa seperti itu walau ia cukup kewalahan menghadapai tingkah istrinya yang sedang hamil muda.

__ADS_1


"Apa aku harus jorok seperti ini agar kau tertawa terus?" Tanya Raiyan geli.


Axnes tidak menjawab dan hanya terkekeh.


"Rai, sebaiknya kita pulang saja kerumah orang tua mu untuk sementara waktu. Aku tidak ingin kau terlalu keletihan menghadapi ku, karena fase ini mungkin akan berlanjut hingga beberapa bulan kedepan." Ucap Axnes membujuk suaminya.


Ia hanya khawatir Raiyan tidak dapat menahan semuanya lebih lama.


Tidak mudah untuk seorang pria seperti Raiyan menghadapai fase ngidam seperti Axnes.


Raiyan tampak berpikir.


"Tidak mau. Aku tidak mau pulang. Jika aku benar benar tidak sanggup, aku akan meminta Mama kesini. Kita tidak perlu pulang." Ucap Raiyan bersikukuh dengan pemikiran nya.


Axnes menghela nafas kasar.


"Rai, semua orang pernah bersalah. Kau juga, tapi aku sudah memaafkan mu. Lalu kenapa kau tidak maafkan saja Papa mu. Dia begitu juga karena ketidaktahuan nya." Ucap Axnes lagi.


Raiyan sebenarnya sangat merindukan keluarga nya, hanya saja ia sangat gengsi untuk pulang saat ini.


Mungkin ia akan pulang jika Ayahnya yang meminta pada nya.


"Nanti saja kita pikirkan hal ini. Sekarang kau istirahat saja." Ucap Raiyan lembut pada istrinya.


Axnes hanya bisa menurut jika suaminya sudah bertitah seperti itu.


"Jangan pergi." Ucap Axnes saat melihat Raiyan hendak keluar dari kamar nya.


Ia saat ini sudah tidak mencium bau tanah dibadan Raiyan, maka dari itu ia ingin dekat dengan suaminya.


"Kita istirahat bersama." Ucap Axnes menepuk tempat kosong di samping nya.


Raiyan pasrah dan menurut.


Ia naik keatas ranjang dan bergabung dengan istrinya.


"Akhh.." Raiyan mengerang kesakitan saat tiba tiba Axnes menjambak rambutnya kuat.


"Aku ingin tidur sambil menjambak rambut mu." Pinta Axnes dengan ekspresi polos tanpa rasa bersalah.


Raiyan mendengus kesal.


Ingin menolak tapi ia tidak ingin membuat istri nya bersedih.


"Baiklah." Ucap Raiyan pasrah.


Axnes dengan semangat mencengkeram kuat rambut nya, dan perlahan ia pun terlelap.


"Nak, apa salah Papa pada mu hingga kau menyiksa Papa seperti ini melalui Mama mu?" Tanya Raiyan pelan sambil mengelus perut rata istrinya.


Ia sedikit tersenyum geli membayangkan dirinya akan menggendong seorang bayi beberapa bulan kedepan.


"Apa saat Mama mengandungku, Papa juga merasakan hal yang sama?" Tanya Raiyan lagi pada dirinya sendiri dan tangannya setia mengelus perut rata istrinya.


...~ To Be Continue ~...


#####


Maaf baru up.

__ADS_1


__ADS_2