Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Vanessa


__ADS_3

"Dokter Vanessa, kau sudah datang?" tanya James yang melihat seorang perempuan turun dari mobil didepan rumah Max.


"Hem." Jawab Vanessa singkat.


Silahkan masuk." Ucap James mempersilahkan. Vanessa tidak menjawab dan langsung masuk kedalam rumah itu.


Vanessa datang bukan untuk mengobati Max, tetapi untuk Rex. Vanessa dokter cantik berumur dua puluh lima tahun. Tampang yang sedikit tidak ramah membuat pria pria berpikir dua kali untuk mendekati nya. Ia adalah teman Rex saat dulu Rex masih tinggal di Jepang. Dan beberapa hari ini ia dipanggil James untuk datang dan mengobati Rex, saat Max sedang pergi.


"Vanes, kau datang?" tanya Rex dengan suara lemah.


"Hem." Ucap Vanessa singkat. Vanessa juga terbilang cuek walau dengan orang atau teman dekatnya. Rex tersenyum kecil melihat sifat cuek teman nya itu.


Vanessa segera memeriksa keadaan Rex. Setelah selesai, ia menghela nafas kasar dan menggeleng.


"Rex, kenapa kau tidak berhenti saja?" tanya Vanessa kasihan melihat keadaan teman nya.


"Aku tidak bisa. Aku tidak ingin kakak ku terjerumus lebih jauh karena obsesi yang ia buat sendiri." Ucap Rex lemah.


"Tapi ini bisa membahayakan nyawa mu Rex. Kakak mu itu gila." Ketus Vanessa. Alih alih menyebut Max psikopat, dia lebih suka menggunakan kata gila pada Max.


"Tidak Vanes, aku yakin kakak ku akan sadar nanti." Ucap Rex berusaha kukuh dengan pendirian nya.


"Bodoh." Ketus Vanessa. Sedikit banyak Vanessa sudah mengetahui apa yang sudah dialami oleh Rex.


Lalu segera ia pun keluar dari kamar Rex. Saat didepan pintu, ia terkejut melihat keberadaan Max dengan tampang yang menakutkan.


Tapi itu tidak membuat Vanessa takut. Vanessa sangat pemberani bahkan ketika ia berhadapan dengan pembunuh sekalipun. Kehebatan nya dalam hal bertarung dan bela diri tidak perlu di ragukan. Bahkan Rex adalah Junior nya, saat mereka belajar ilmu bela diri dulu. Satu hal lagi yang jarang diketahui orang tentang nya adalah ia sangat peka secara fisik. Jika ada orang yang mencoba menyentuh nya tiba tiba maka siap siap saja, paling ringan tangan orang itu akan dipelintir olehnya.


Vanessa berlalu meninggalkan Max tanpa menyapa atau sekedar tersenyum padanya. Max yang merasa diabaikan dengan segera mencekal pergelangan tangan Vanessa, dan dengan respon cepat Vanessa memelintir tangan nya hingga posisinya kini membelakangi Vanessa.


"Obsesi yang terlalu besar hanya akan membuat mu menderita Tuan Max." Ucap Vanessa. Ia kemudian melepaskan tangannya dari tangan Max dan melangkah pergi dengan santai.

__ADS_1


"VANESSA." Teriak Max dengan suara menggelegar. Ia tidak terima dirinya harus kalah pada seorang perempuan. Vanessa yang masih mendengar teriakan itu terus berjalan tidak menanggapi.


Max mengenal Vanessa, karena ia pernah bertemu beberapa kali dengannya saat mereka tinggal di Jepang waktu lalu. Selama mengenal nya, ia tidak suka sedikitpun dengan sifat Vanessa yang menurut nya arogan dan sok jual mahal. Ia selalu menyamakan setiap perempuan itu rendah.


"Kau kira kau hebat? Aku akan membuat mu tunduk dan memohon di bawah ku Vanessa." Ucap Max dengan nada menakutkan. Segera ia pun pergi lagi dari rumah nya untuk mencari kesenangan diluar.


"Max Jiang." Batin Vanessa menyeringai ketika ia didalam mobil. Ia belum beranjak dari rumah Max, bahkan seringai nya semakin lebar saat melihat mobil Max pergi dari rumah nya.


Setelah kepergian Max, Vanessa pun segera meninggalkan rumah itu. Ia kembali ke rumah sakit tempat ia bekerja saat ini.


"Dokter Vanessa, kau sudah kembali?" tanya seorang dokter pria yang berjalan mendekati nya. Dokter pria itu tak lain adalah Shen. Vanessa kini bekerja di rumah sakit milik Shen, setelah ia resign dari rumah sakit di Jepang dengan alasan tertentu.


"Hem." Ucap Vanessa singkat. Begitulah diri nya yang sebenarnya.


"Bagaimana keadaan Rex?" tanya Shen penasaran. Shen tahu kalau Vanessa selalu pergi mengobati dan mengontrol keadaan Rex. Tapi ia tidak tahu apa yang dialami Rex adalah akibat ulah kejam dari Max. Ia mengira Rex sedang sakit parah.


"Seperti biasa." Ucap Vanessa santai lalu meraih satu permen karet dari saku nya dan mengunyah nya dimulut nya.


"Apa tidak ada cara untuk dia sembuh?" tanya Shen. Ia benar benar mengira bahwa Rex sakit keras.


"Maksud mu?" tanya Shen bingung.


"Otak mu itu ... . Dia sakit karena mendapat siksaan dari kakaknya. Kakak nya sangat terobsesi dengan satu perempuan dan ia berusaha melindungi perempuan itu. Sejak ia mencoba membawa perempuan itu kabur dari tahanan kakaknya, setelah itu ia selalu disiksa oleh kakaknya." Ucap Vanessa menceritakan yang ia tahu.


"Vivian." Batin Shen mengingat kejadian dimana Vivian diculik oleh Max waktu lalu. Segera ia pun meninggalkan Vanessa tanpa berkata apapun lagi.


"Payah." Gerutu Vanessa melihat kepergian Shen. Ia pun melanjutkan pekerjaannya.


Tidak terasa waktu sudah berlalu. Hari telah berganti malam. Vanessa pun sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia segera mengganti pakaian nya menjadi dress hitam ketat yang cukup sexy.


Setelah itu ia berjalan santai keluar dari ruang kerjanya menelusuri lorong rumah sakit untuk menuju ke mobilnya. Orang orang menatap kagum melihat penampilan nya. Sangat berbeda dengan ketika ia bekerja.

__ADS_1


Setelah di mobilnya, ia pun segera pergi mengendarai mobil nya menuju ke sebuah Club malam. Vanessa suka kehidupan yang bebas, tapi bukan berarti ia adalah wanita murahan seperti yang Max ucapkan. Vanessa hanya suka bersenang senang.


Setelah sampai, ia langsung memasuki Club malam itu dengan berjalan sangat feminim dan menggoda. Vanessa sebagai dokter benar benar berbeda dengan Vanessa yang sekarang. Tapi bukan hanya itu saja tujuan ia datang ke Club kali ini, bukan hanya untuk bersenang senang. Ia punya tujuan yang lebih besar malam ini.


Ia kemudian duduk di sofa VIP yang sudah ia pesan. Hanya sendiri, ia tidak membutuhkan teman untuk bersenang senang. Ia hanya duduk sendiri dengan pose sexy dan menikmati minuman nya. Sesekali ia mengalunkan tangannya mengikuti hentakan musik.


Dari jauh seorang pria memperhatikan nya, menyeringai tipis. Pria itu kemudian memutuskan untuk mendekati nya. Setelah mendekat ia pun langsung duduk sangat dekat disamping Vanessa. Tangan nya mulai merangkul pundak Vanessa.


Vanessa tidak melawan karena tujuannya adalah pria itu. Max adalah tujuan Vanessa datang ke Club ini malam ini. Vanessa merasakan pergerakan tangan Max yang mulai liar di badan nya. Ia tidak menolak dan mendekati Max agar Max lebih leluasa melancarkan tangan nya di badan mulus nya.


"Pelan pelan saja jika kau menginginkan ku Tuan." Bisik Vanessa dengan suara sensual ditelinga Max dan menggigit kecil telinga nya.


Max menyeringai. Tidak menyangka kalau mangsa nya kali ini mudah juga untuk dijinakkan.


Tapi bukan, bukan itu yang ada dipikiran Vanessa. Vanessa punya tujuan lebih besar terhadap Max. Dan keberhasilan tujuan nya tergantung dari performa nya untuk mendekati Max.


Dengan segera Max menaikkan tubuh Vanessa untuk duduk di atas paha nya. Vanessa tentu saja tidak menolak, ia malah merangkul mesra leher Max dan mulai mencium bibir Max.


***********


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Apa tujuan Vanessa mendekati Max?


Apakah Vanessa akan berhasil meraih tujuan nya??


Tungguin terus kelanjutan nya yah. Hari ini pengantin baru lagi cuti jadi jangan diganggu.


Makasih buat kalian kalian yang selalu mendukung dan masih setia menunggu update nya. Jangan bosan bosan yah.


Tinggalkan jejak kalian berupa komentar, ike, Vote dan favorit cerita ku.

__ADS_1


Berikan rate bintang 5, 4, 3 juga yah.


Sayang kalian semua.


__ADS_2