
Satu Minggu Kemudian.
"Rai, kau harus datang ke acara nanti malam. Aku dengar banyak model model cantik disana." Vion berucap semangat.
Raiyan malas untuk menjawab.
"Vynshen juga akan ada disana dan berpartisipasi menjadi model." Vion masih terus membujuk Raiyan.
Raiyan masih tidak merespon.
"Kau tahu Rai, aku dengar Vynshen akan berpasangan dengan model perwakilan dari agensi Jepang." Ucap Vion lagi.
"Kau yakin?" Raiyan langsung merespon.
"Tentu. Hanya saja aku tidak tahu siapa orang nya. Yang jelas pasti perempuan." Ucap Vion.
Raiyan kembali diam dan bermain dengan pikiran nya.
"Ayolah Rai. Kehadiran mu akan sangat berpengaruh terhadap perusahaan kita yang akan diresmikan tiga hari lagi." Vion tidak menyerah membujuk Raiyan.
"Hei, aku ketinggalan apa?" Tanya Dero yang baru saja bergabung.
"Kau darimana?" Tanya Raiyan melihat penampilan Dero yang sedikit berantakan.
"Hah, kau tidak tahu. Aku dipaksa Papa untuk membantunya di perusahaan. Melelahkan." Keluh Dero.
"Nikmati saja bung." Vion terkekeh.
"Rai, Papa Mama mu mencari mu." Ucap Dero membuat wajah Raiyan berubah menjadi sendu.
"Dero, nanti malam kai mau ikut ke acara ini?" Vion mengalihkan pembicaraan sambil menunjukkan sebuah undangan pada Dero.
"Acara apa?" Dero bertanya singkat sambil mengambil undangan yang ditunjukkan Vion.
"Aku juga kurang tahu. Tapi itu dari Vynshen. Katanya acara yang diselenggarakan oleh salah satu teman Mama nya." Ucap Vion.
"Aku ikut saja. Hitung hitung untuk menyengarkan pikiran ku." Ucap Dero.
Jika sudah menyangkut pesta, mana mungkin Dero melewatkan kesempatan.
"Ayolah Rai, kau juga ikut." Vion kembali membujuk Raiyan.
Raiyan akhirnya mengangguk malas.
#####
Di tempat Acara, disalah satu agensi milik teman Mamanya Vynshen.
"Bibi, sebenarnya acara ini acara untuk apa?" Vynshen bertanya pada teman Mamanya.
"Ini adalah acara launching busana pengantin terbaru yang bekerja sama dengan salah satu butik ternama di kota ini dan juga bekerja sama dengan salah satu agensi besar di Jepang." Jawab wanita berusia empat puluh dua tahun itu.
"Oh ya Vyn, sini bibi kenalkan pada mu model yang akan menjadi partner mu nanti." Wanita itu menarik tangan Vynshen mendekat ke salah satu model perempuan yang tampak sedang di rias oleh tata rias.
"Axnes kenalkan ini Vynshen. Vynshen ini Axnes." Wanita itu memperkenalkan mereka secara bergantian.
Axnes bangkit dari duduknya dan tatapan mereka langsung bertemu.
"Cantik." Batin Vynshen.
__ADS_1
"Aku Axnes. Senang bisa bekerja sama dengan mu." Ucap Axnes sopan memperkenalkan diri nya.
"Aku Vynshen. Sebenarnya aku baru pertama kali menjadi model. Diminta tolong oleh bibi." Ucap Vynshen sedikit salah tingkah.
Mereka saling berjabat tangan.
Ada perasaan hangat yang dirasakan Vynshen saat menatap mata Axnes.
"Kau tahu Vyn, aku sebenarnya sangat gugup. Ini pertama kalinya aku bekerja jauh dari tempat asal ku." Ucap Axnes seolah sudah mengenal lama dengan Vynshen.
"Memang nya kau berasal dari mana?" Vynshen bertanya.
"Aku dari Jepang. Sebenarnya Papa ku asalnya dari Shanghai juga, tapi sudah lama menetap di Jepang." Ujar Axnes.
"Oh. Baiklah. Karena ini adalah pertama bagiku, aku harap kau tidak keberatan membantu ku dan mengarahkan ku jika aku salah." Ucap Vynshen tersenyum ramah.
Untuk pertama kalinya Vynshen ramah pada perempuan asing.
"Ya sudah, kau lanjutkan saja. Aku kesana dulu." Ucap Vynshen mempersilahkan Axnes untuk menyelesaikan riasan nya. Axnes hanya mengangguk dan tersenyum.
Vynshen berjalan perlahan meninggalkan Axnes, tapi pandangan nya tertuju pada bayangan Axnes di cermin.
"Semoga kita bisa berteman." Batin Vynshen.
#####
Tidak terasa hari sudah malam, jam telah menunjukkan pukul tujuh.
Tampak ketiga pemuda tampan tengah sibuk dengan urusan masing masing.
Dero dan Vion tengah kalut bersiap, sedangkan Raiyan masih bermalas malasan.
"Kau ambil saja yang lain." Ucap Dero memerintah.
Dero dan Vion memang selalu berebut barang dan selalu menginginkan milik yang lain nya.
"Awas saja kau. Nanti aku akan menghancurkan mobil baru mu itu, agar paman Jiro menguliti mu hidup hidup." Ucap Vion mengancam.
"Coba saja. Lagi pula aku tidak membawa mobil baru ku kesini." Ucap Dero tak mau kalah.
Mereka benar benar tampak seperti anak kecil yang sedang berebut mainan.
"Berisik." Ucap Raiyan geram mendengar keributan kedua sahabatnya.
"Rai, ya ampun kenapa kau belum bersiap?" Ucap Dero menghampiri Raiyan.
"Ayo segera bersiap." Dero menarik tangan Raiyan agar segera bersiap.
"Cepat Rai." Kini Vion yang memberi perintah.
Raiyan mau tidak mau pun mengikuti arahan kedua sahabatnya karena sudah berjanji akan ikut serta.
Cukup lama mereka bersiap hingga waktu pun sudah menunjukkan pukul delapan.
"Ayo ayo kita segera berangkat." Ajak Vion terburu buru.
"Aku akan memakai mobil ku sendiri dan mengikuti kalian dari belakang." Titah Raiyan lalu berjalan kearah mobilnya.
"Baiklah Tuan muda." Ucap Vion.
__ADS_1
Vion dan Dero memutuskan untuk satu mobil. Mereka pun berangkat.
Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai di tempat acara.
"Hah, apa kita akan terlambat?" Rengek Dero saat baru saja sampai di lokasi acara.
"Tidak. Tenang saja, acara utama mulai jam sepuluh jadi kau tidak akan kehilangan kesempatan untuk melihat para model cantik." Vion meledek Dero dan menyikut lengan Dero.
"Sudah jangan banyak bicara. Ayo masuk." Dero menarik tangan Vion dan Raiyan.
Raiyan menepis tangan Dero dan memilih berjalan dibelakang mereka.
"Kita temui Vynshen dulu." Ajak Vion.
Mereka berjalan menyusuri lorong gedung tersebut untuk mencari keberadaan Vynshen.
Saat sedang berjalan, Raiyan berpapasan dengan Axnes, namun ia tidak mempedulikan nya karena memang ia tidak pernah melihat rupa Axnes dan belum mencari tahu tentang rupa atau foto nya.
Raiyan sempat menatap Axnes dan sedikit merasakan sesuatu bergejolak dalam diri nya.
"Vynshen." Ucap Dero lebay lalu berlari memeluk Vynshen.
Vynshen mendorong Dero untuk melepaskannya.
"Kau tampan sekali." Ucap Vion memuji Vynshen.
Vynshen hanya tersenyum singkat.
"Rai, kau juga datang?" Tanya Vynshen saat melihat Raiyan.
"Hem." Raiyan berdehem singkat.
"Vynshen acara akan segera dimulai." Panggil wanita yang merupakan teman Mama Vynshen tadi.
"Aku tinggal." Vynshen berpamitan dengan teman teman nya.
Tiga pria tampan itu pun masuk kedalam ruangan tempat acara diselenggarakan.
Undangan mereka adalah VVIP jadi mereka bisa mendapatkan tempat duduk paling depan.
Sepanjang acara mereka mengikuti dengan bahagia, tidak tidak, hanya Vion dan Dero, Raiyan bersikap sangat dingin.
Hingga pada penampilan utama acara tersebut yaitu Vynshen dan Axnes.
"Baiklah mari kita sambut model utama yang akan memperagakan busana utama malam ini, Vynshen dan ... " Mikrofon pembawa acara tiba tiba mati saat ia menyebutkan nama Axnes.
Vynshen dan Axnes tetap profesional, namun wajah Axnes tampak sedikit pucat.
Mereka tampak serasi berjalan diatas panggung catwalk sambil sesekali melambaikan tangan mereka.
Bukkk
...~ **To Be Continue ~...
*******
Like dan komentar jangan lupa.
Makasih.
__ADS_1
Happy weekend**.