
"Lepaskan aku." Vio meronta saat Sion menarik paksa tangannya dan menghimpit nya dimobil.
"Menikah lah dengan ku." Bisik Sion lembut ditelinga Vio.
Jantung Vio seketika hilang keseimbangan, seolah akan jatuh dari tempat nya.
"Haha pria aneh. Kau pikir aku akan tergoda rayuan mu yang tidak berharga ini." Vio menolak tapi hati nya tersentuh. Baru kali ini ada pria yang dengan lantang ingin menikahi nya.
"Aku serius Vio." Ucap Sion geram mengepalkan tangannya kuat dan ditumpukan dimobil menghalangi kedua belah pundak Vio. Matanya menatap tajam kedalam mata Vio, tidak ada keraguan atau pun candaan.
Vio tambah dibuat tidak tenang dan jantung nya benar benar terasa akan keluar dari tubuh nya.
"Tapi kenapa? Aku tidak mengenal mu. Lagipula untuk apa kau mengejar ku. Kau tampan, pasti diluar sana banyak wanita yang menginginkan mu." Ucap Vio dengan nada yang lebih lembut.
Sion tidak langsung menjawab. Ia terus menatap dalam mata Vio.
"Karena kau satu satunya yang menolak ku. Karena aku mencintai mu saat kau dengan lantang menolak ku." Ucap Sion menyatukan kening nya dengan kening Vio dan nafas nya memburu.
"Bukankah pria paling tidak suka penolakan?" Vio bertanya ragu.
"Karena itu aku menginginkan mu dan ingin memiliki mu selamanya." Ucap Sion tegas.
"Tapi aku tidak bisa. Aku tidak pantas bersama mu atau pria manapun." Ucap Vio sendu. Mata nya mulai berkaca kaca dan ia menundukkan kepalanya.
"Kenapa? Beri aku satu alasan kenapa kau tidak pantas untuk ku cintai?" Tanya Sion kini ia memegang pundak Vio dan satu tangannya memegang lembut dagu Vio agar Vio mendongak dan dia bisa menatap tepat pada mata Vio.
"Karena ... " Vio takut untuk menjawab.
"Katakan Vio, katakan. Jika kau hanya membuat buat alasan agar aku menjauh, itu tidak akan berhasil." Ucap Sion.
"Karena aku tidak suci lagi. Aku sudah tidak punya sesuatu yang bisa aku banggakan seperti perempuan lain. Aku ... " Vio terisak tidak dapat melanjutkan perkataannya.
Sion terkejut mendengar perkataan Vio. Ia melepaskan tangannya dari pundak Vio, berbalik membelakangi Vio tanpa kata.
"Sekarang kau sudah mengerti kan? Jadi tolong lepaskan aku. Aku tidak pantas dan tidak akan mencintai siapapun." Ucap Vio lalu melangkah pergi, namun dengan cepat Sion menarik tangan nya dan membawa nya kedalam pelukan.
"Aku tidak peduli dengan semua itu sayang. Aku hanya peduli pada mu, pada hati mu. Bahkan jika kau sudah pernah menikah atau punya anak sekalipun aku tidak masalah asalkan kau mencintai ku dan status mu tidak mempunyai pasangan." Ucap Sion tulus sambil mengelus rambut Vio.
Vio merasa nyaman.
"Tapi setiap pria sangat peduli akan hal itu." Ucap Vio menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Sion.
"Tidak dengan ku sayang. Itu semua tidak penting untukku. Yang aku inginkan hati dan cinta mu. Hal lain hanya pelengkap untuk mempererat cinta kita." Ucap Sion lagi.
Sion kali ini benar benar tidak main main. Ia benar benar melabuhkan hatinya pada Vio.
"Tapi kau ... " Vio tidak melanjutkan perkataannya dan Sion mengerti apa yang ingin Vio katakan.
"Aku terlebih tidak suci sayang. Aku melakukan dengan banyak wanita yang ku kencani. Tapi sejak bertemu dengan mu malam itu, kau mengubah ku. Hanya kau yang aku inginkan sekarang dan seumur hidupku." Ucap Sion tulus dan semakin memeluk erat tubuh Vio.
"Tapi ... " Vio lagi lagi tidak melanjutkan perkataannya. Kali ini Sion tidak mengerti apa yang ingin Vio katakan tapi dia tidak peduli.
"Kau ingin tahu seberapa besar keseriusan ku? Baiklah. Aku akan menunjukkan pada mu. Beri aku waktu dua hari. Dua hari dan aku akan membuktikan keseriusan ku." Sion berucap penuh keyakinan.
"Tapi ... " Kali ini Sion yang tidak mengijinkan Vio bicara.
"Ijinkan aku mengantar mu pulang. Ini sudah malam." Sion berkata lalu menuntun Vio masuk ke mobilnya.
Sion pun mengantarkan Vio pulang dengan senang hati. Satu tangannya yang bebas terus menggenggam tangan Vio, Vio tidak menolak bahkan ia merasa nyaman dalam genggaman Sion.
#####
"Ekhem..Ivy, kau suka tempat ini?" Tanya Shen sedikit gugup.
__ADS_1
"Aku suka." Ivy menjawab singkat.
"Ivy, em..apa kau sudah mempunyai kekasih?" Lagi lagi Shen bertanya dengan gugup.
"Tidak." Ivy lagi lagi menjawab singkat.
Ivy memang tipe perempuan yang tidak banyak bicara.
"Menikah lah dengan ku." Pinta Shen lantang.
Uhuk uhuk
Ivy tersedak minuman nya saat mendengar perkataan Shen.
"Haha..jangan bercanda Shen. Kita baru kenal satu minggu dan kau mengajak ku menikah? Ini tidak lucu." Ucap Ivy menolak Shen.
"Ivy, dengarkan aku. Mungkin aku memang tipe pria yang tidak selalu serius jika sedang bebicara. Aku juga bukan tipe pria yang terlalu romantis, aku lebih sering bercanda. Tapi untuk yang satu ini aku tidak main main. Ini menyangkut masa depan ku dan seumur hidupku. Jadi aku tidak pernah main main dalam hal ini. Menikah lah dengan ku." Shen benar benar serius mengutarakan keinginan dan isi hatinya.
"Kau serius?" Tanya Ivy meragukan. Ia menatap dalam pada mata Shen mencari tanda tanda kebohongan namun justru membuatnya terpesona pada Shen.
"Aku serius Ivy." Shen meraih tangan Ivy kedalam genggaman nya.
"Beri aku waktu untuk berpikir." Pinta Ivy.
"Baiklah. Tiga menit dari sekarang." Shen terkekeh melihat kedua bola mata Ivy membulat sempurna karena perkataannya.
"Tiga....dua..."
"Itu curang." Ivy dengan cepat menghentikan hitungan Shen.
"Baiklah aku ulangi. Seratus delapan puluh detik dari sekarang." Ucap Shen.
"Seratus tujuh puluh sembilan, seratus tujuh puluh delapan, seratus tujuh puluh tujuh ... " Shen terus menghitung mundur tanpa melepaskan pandangan nya dari Ivy. Jantung Ivy benar benar tidak kuat lagi bertahan dalam tubuhnya.
.........
"Aku setuju." Ivy menjawab dengan penuh keyakinan tanpa menunggu Shen menyelesaikan hitungan nya.
"Kau yakin? Tidak tidak, kau tidak boleh berubah pikiran." Pinta Shen tersenyum penuh kemenangan.
Ivy mengangguk yakin.
"Baiklah. Kita akan menikah bersamaan dengan sahabat ku. Semoga saja dia sukses melamar wanita nya. Kau tidak keberatan kan?" Shen bertanya untuk meyakinkan.
Ivy menggeleng kepalanya pertanda ia tidak keberatan.
######
Dua hari kemudian.
"Wah, kau lihat pria ini. Dia sangat romantis melamar kekasihnya." Terdengar bisik bisik tetangga di sekitar kantor agensi yang menaungi Vio sebagai model.
"Tapi siapa Vio yang dimaksud? Apa Vio kita?" Timpal mereka lagi.
Video yang mereka tonton adalah video Sion yang sedang duduk dengan gagah didepan kamera dan mengucapkan kalimat romantis untuk melamar Vio.
"Vio, apa apaan ini?" Manajer Vio bertanya dengan membentak sambil melempar ponselnya yang sedang menampilkan siaran video yang dibuat oleh Sion.
"Sion." Batin Vio terharu.
"Kau berani sekali dekat dengan pria asing. Sedangkan banyak sekali pria kaya raya yang menginginkan mu. Jangan jual mahal Vio. Kau tidak ada harganya sama sekali." Ucap manajer Vio sambil mencengkeram kuat dagu nya membuat Vio meringis.
"Hubungan pribadi ku aku berhak menentukan nya sendiri." Ucap Vio dengan lantang.
__ADS_1
"Hahaha kau pikir kau siapa? Kau tidak lebih dari seorang p****ur yang sudah ditiduri berkali kali oleh direktur kita agar kau bisa terkenal." Manajer nya menghina dirinya habis habisan.
Vio mengepalkan tangannya kuat, ia menunduk dan mata nya mulai berkaca kaca. Apa yang diucapkan manajer nya memang benar adanya. Menjadi model adalah mimpinya. Di awal karir nya semua berjalan lancar, dirinya mampu terkenal karena bakat dan kecantikan nya. Hingga satu hari direktur agensi nya mengancam akan menghancurkan karir nya jika ia tidak menuruti dan melayani nafsu bejat nya.
Demi mimpinya, terpaksa Vio menyerahkan kesucian nya direnggut oleh pria tua hidung belang yang berkedok direktur nya.
Sudah cukup, Vio tidak ingin lagi hidup dibawah tekanan para iblis itu dan menjadi budak nafsu pria tua itu lagi. Jika ia harus kehilangan karir nya demi pria yang serius mencintai nya, maka ia rela.
"Hah, baiklah jika itu mau mu. Aku keluar dari agensi ini. Aku muak dengan iblis seperti kalian." Ucap Vio dengan suara menggelegar. Ia tidak peduli lagi jika sedang menjadi pusat perhatian.
"Haha kau ingin keluar? Tidak segampang itu. Kau harus membayar kompensasi pada perusahaan ini karena sudah memutuskan kontrak secara sepihak." Ucap manajer nya dengan nada sombong mengancam Vio.
"Sebutkan nominal nya dan aku yang akan melunasi nya." Ucap Sion berjalan mendekati mereka.
"Ini Eden pengacara ku. Sebutkan saja jumlah nya pada Eden dan dia akan mengurus nya untuk kalian." Ucap Sion lantang sambil memperkenalkan pengacara nya.
"Ayo sayang." Ajak Sion menarik lembut tangan Vio untuk pergi dari tempat laknat itu.
Vio mengikuti setiap langkah lebar Sion dengan perasaan terharu. Ia baru kali ini menemukan pria yang begitu serius dan tulus serta mau berkorban untuk nya.
"Jadi kau benar benar siap meninggalkan dunia modelling mu?" Sion bertanya serius pada Vio dan Vio mengangguk.
"Tidak menyesal?" Tanya nya lagi dan Vio menggeleng.
"Menikah lah dengan ku." Ucap Sion berjongkok dengan satu lutut dilantai semen diluar agensi laknat itu sambil menyerahkan sebuah cincin pada Vio.
"Sion ini ... aku bersedia." Vio mengangguk menerima lamaran Sion.
"Yes." Sion melompat bahagia lalu memeluk Vio dan mengalunkan badan mereka kekiri dan kekanan.
"Terima kasih sayang." Ucap Sion melepaskan pelukan nya, mangecup kening Vio lalu menyematkan cincin pada jari manis kiri Vio.
"Aku yang terima kasih pada mu sayang." Ucap Vio malu malu.
"Apa?" Sion bertanya sambil berjalan mundur memancing Vio mengulangi ucapan nya.
"Terima kasih sayang." Ucap Vio dengan suara sedikit keras.
"Aku tidak mendengar nya." Ujar Sion kemudian berlari.
"Aku mencintai mu Sion." Ucap Vio dengan yakin dan suara yang lantang lalu ia mengejar Sion.
Sion berhenti berlari diikuti Vio. Mereka berdiri berhadapan.
"Aku juga sangat mencintai mu Vio." Sion membawa Vio kedalam pelukan nya.
"Sayang, kau tidak keberatan kan jika pernikahan kita diadakan bersamaan dengan pernikahan sahabat ku?" Sion bertanya memastikan, tidak ingin jika Vio merasa keberatan.
"Tidak. Tidak akan asalkan aku menikah dengan mu." Vio menjawab dengan penuh keyakinan.
"Terima kasih sayang." Sion berucap tulus.
*******
Yeyyy duo babang S udah dapat jodoh.
Udah aku kabulkan yah, so please kalian juga berikan dukungan kalian untuk ku dengan cara tinggalkan komentar kalian bersifat permanen terserah deh kalian mau komen apa, mau promoin karya kalian juga terserah lah yang penting komen aja.
Terus like nya juga setiap kali kalian selesai membaca satu part.
Favoritkan juga cerita nya.
Semua itu sangat berpengaruh untuk semangat ku agar aku bisa lebih rajin up.
__ADS_1
Btw, ini adalah chapter terpanjang dari chapter satu sampe sekarang.
Selamat berbuka puasa.