Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 21 - Tiga Pria


__ADS_3

[ Mampir juga di karya ku yang judul nya


"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan "IF LOVE " Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir ya. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


"Rai, hari ini aku akan mulai proses pemotretan bersama produk iklan kosmetik yang baru aku tandatangani kemarin." Ucap Axnes dengan niat meminta ijin.


Mereka kini sedang sarapan bersama.


Sudah dua malam ini Raiyan menginap di apartemen kekasihnya.


"Baik sayang. Jika nanti ada sesuatu yang kau butuhkan segera hubungi aku." Ucap Raiyan mengingatkan.


"Baiklah sayang." Ucap Axnes tersenyum manis.


Raiyan menghentikan kegiatan makan nya, ia kemudian menatap tajam pada Axnes.


Wajahnya sangat serius.


Axnes yang tidak tahu letak kesalahan nya hanya sedikit menunduk.


Raiyan meraih dagu Axnes yang duduk di depannya itu hingga wajah Axnes sedikit mendongak.


"Katakan sekali lagi?" Pinta Raiyan.


"Baiklah sayang." Axnes menjawab bingung.


"Kata terakhir nya saja." Titah Raiyan.


"Sayang." Ucap Axnes menurut.


Raiyan tersenyum dan bangkit dari duduk nya lalu mengecup singkat kening Axnes.


"Tapi sayang, Stev mengatakan pada ku bahwa aku sepertinya akan dipasangkan dengan model pria." Ucap Axnes ragu.


"Aku tidak masalah. Itu memang pekerjaan mu, jadi kau harus profesional. Aku akan meminta Stev untuk terus menjaga mu." Ucap Raiyan kembali menikmati sarapan nya.


Raiyan juga sudah menempatkan pengawal di setiap tempat yang pasti akan Axnes kunjungi, dan pastinya pengawalnya akan menyamar agar Axnes tidak curiga.


Raiyan tidak ingin, kepercayaan nya pada Axnes malah akan membahayakan Axnes seperti apa yang sudah terjadi pada Ibu nya dulu.


Karena Ayahnya terlalu percaya pada Ibu nya hingga lupa untuk mengantisipasi keadaan dan menyebabkan Ibu nya dijebak oleh pria itu.


"Kau memang yang terbaik Rai." Ucap Axnes riang.


Raiyan tersenyum.


"Sayang, berjanjilah tidak peduli apapun yang kau dengar tentang ku, kau harus mendapat kebenaran itu sendiri dari mulut ku. Jangan percaya pada orang lain sebelum kau mendengarnya sendiri dari mulut ku." Ucap Raiyan mengingatkan kekasih nya.


Axnes mengangguk menurut.


Bagaimana pun Raiyan khawatir Axnes akan meninggalkan nya jika suatu saat tahu tentang masa lalu nya dan Emily, bagaimana ia memaksa Emily mengakhiri hidupnya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita berangkat." Ajak Raiyan yang diangguki Axnes.


Raiyan menggenggam tangan Axnes selalu.


Mereka pun keluar dari apartemen Axnes menuju ke tempat parkir.


Setelah didalam mobil, Raiyan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju RV2 Agency untuk mengantarkan Axnes dulu.


Sepanjang perjalanan Axnes selalu menatap kekasihnya penuh cinta.


"Terima kasih karena sudah mencintai ku Rai." Ucap Axnes spontan.


Raiyan tersenyum.


"Harusnya aku yang berterima kasih pada mu karena sudah mau menerima ku." Ucap Raiyan.


"Aku mencintaimu Rai." Ucap Axnes menyatakan cinta nya.


"Aku lebih lagi mencintai mu sayang." Ucap Raiyan mengelus pipi Axnes.


Tak lama mereka pun sampai di RV2 Agency. Tidak bertele tele Raiyan segera mengijinkan Axnes turun dari mobil dan masuk kedalam gedung perusahaan itu karena Raiyan juga harus mengikuti rapat penting hari ini.


Setelah Axnes masuk, Raiyan pun segera pergi.


"Hei Nona bersinar." Stev menyapa Axnes sambil merentangkan tangan nya.


Stev sangat menyayangi Axnes seperti Axnes adalah adik nya sendiri.


"Hai Tuan cantik." Ucap Axnes masuk kedalam pelukan Stev.


Mereka berpelukan singkat.


"Kau sudah siap untuk pekerjaan baru hari ini?" Tanya Stev setelah melepas pelukan nya. Ia merapikan rambut Axnes yang sedikit berantakan dan mentoel hidung Axnes.


"Haha. Aku selalu siap Stev. Semoga saja aku bisa melakukannya dengan baik." Ucap Axnes merangkul pundak pria gemulai itu.


"Ya sudah, ayo kita berangkat. Lokasinya sedikit jauh dari sini. Aku heran." Ucap Stev lalu menggerutu.


"Baiklah." Ucap Axnes lalu menggandeng lengan Stev dan mereka pun berlalu menuju ke dalam mobil.


Mobil fasilitas dari perusahaan untuk Axnes.


Sejujurnya hanya Axnes yang mendapatkan fasilitas seperti itu.


Setelah mereka masuk ke mobil, sopir yang sebenarnya adalah anak buah Raiyan pun melajukan mobilnya menuju lokasi yang sudah diberitahukan Stev.


Cukup jauh.


Sepanjang perjalanan Axnes memeriksa apa saja yang harus ia ketahui tentang produk kosmetik yang akan ia jadikan bahan pemotretan itu.


"Apa ini juga bisa digunakan pria hingga mereka juga menggunakan model pria?" Tanya Axnes bingung pada Stev.


"Aku juga bingung. Tapi yang mereka katakan pada ku memang seperti itu." Ucap Stev.


Sang sopir pastinya setia menguping untuk bisa melaporkan pada Raiyan jika ada sesuatu yang mencurigakan.


"Tuan Stev, kita sudah sampai." Ucap Sopir itu.


"Kau yakin ini tempatnya Dev?" Tanya Stev sanksi.


"Benar. Sudah sesuai dengan alamat yang kau berikan padaku." Ucap Dev.


"Ya sudah." Ucap Stev.


Yang mereka datangi bukanlah gedung mewah atau mungkin hotel bintang lima, melainkan bangunan tua yang tampak menyeramkan.

__ADS_1


Stev dan Axnes turun dari mobil dengan penuh keraguan. Stev bukan takut karena dia walaupun gemulai, tapi ia jago dalam hal bela diri dan bertarung.


Ia hanya khawatir bila Axnes yang malah mendapat masalah dan harus berurusan dengan Raiyan, tidak bisa dibayangkan bagaimana nasib nya nanti.


"Kenapa gedung nya aneh sekali?" Tanya Axnes bingung.


"Entahlah. Tapi ini sudah sama dengan yang mereka berikan alamat nya." Ucap Stev.


"Oh hai.." Terlihat tiga orang pria menyapa mereka tepat berdiri di depan mereka.


Tiga pria itu berjalan mendekati mereka.


"Hai aku Ren fotografer kalian dan ini Jeff, lalu ini Ken." Ucap Ren memperkenalkan dua teman nya secara bergantian.


"Axnes." Axnes menyalami mereka secara bergantian.


"Mari, kita ke tempat pemotretan yang sebenarnya. Maaf membuat kalian merasa bingung dengan tempat ini." Ucap Ren tersenyum manis lalu berbalik dan mengarahkan mereka menuju tempat pemotretan.


"Ren, apa kau yakin kalian bukan penipu yang memalsukan kontrak dengan memakai nama produk terkenal itu?" Tanya Stev dengan berani.


"Haha kau ada ada saja. Kau bisa periksa biodata ku pada blog khusus di website produk itu. Aku sudah terdaftar sebagai staf tetap di perusahaan mereka." Ucap Ren penuh keyakinan.


"Tapi kenapa kau dan teman teman mu tampak aneh? Lalu kenapa kalian memilih tempat ini?" Tanya Stev lagi.


"Sebenarnya aku juga ragu memilih tempat ini berhubung ini pertama kali kami merekrut Axnes dan takut jika kalian akan takut pada kami. Tapi mau bagaimana lagi, tema yang mereka minta adalah alam natural." Ren kembali menjelaskan.


"Dan kita sampai." Ucap Ren semangat saat mereka sudah sampai di tempat pemotretan yang sebenarnya.


Keempat orang itu terpana dengan pemandangan di depan mereka. Sangat indah dan berbanding terbalik dengan gedung tua yang mereka masuki pertama kali tadi.


"Kalian tahu, aku dengan susah payah dan dengan segala keputus asaan ku baru menemukan tempat ini." Ucap Ren bangga.


"Ini indah sekali." Ucap Axnes girang.


Ketiga pria tampan didepan nya berbalik menatap nya dengan tatapan berbeda.


Ada yang kagum karena kecantikan nya, ada yang membencinya, dan ada yang berminat untuk memiliki nya sesaat.


"Axnes, kau bisa mengganti pakaian mu disana." Ucap Ren menunjuk kearah tempat yang sudah dijadikan ruangan khusus.


Axnes dan Stev pun berjalan ke tempat itu.


Setelah selesai mengganti pakaian, Axnes pun keluar dan menghampiri tiga pria tampan itu.


"Wow, kau cantik sekali. Bisa kita mulai?" Tanya Ren.


Axnes mengangguk, dan sesi pemotretan pun dimulai. Ren mengarahkan ketiga model nya berpose dengan baik sambil memperagakan produk kecantikan perusahaan nya.


Axnes sebenarnya tidak terlalu nyaman bekerja dengan para pria karena ini pertama kalinya, tapi ia berusaha untuk profesional karena sudah menandatangani kontrak.


"Okay. Aku rasa untuk hari ini cukup sampai di sini." Ucap Ren mengakhiri sesi pemotretan karena memang hari pun sudah sore menjelang malam.


Masing masing dari mereka pun sibuk dengan kegiatan masing masing hingga akhirnya satu persatu dari mereka meninggalkan tempat itu.


Axnes juga kini bersama Stev sedang didalam mobil, mereka tidak sadar ada sebuah mobil hitam yang mengawasi mereka.


"Kita lihat saja Axnes, berapa lama kau bisa tersenyum indah seperti itu?" Ucap pria itu.


Pria itu baru melajukan mobilnya pergi setelah mobil Axnes pergi dari tempat itu.


...~ To Be Continue ~...


******


Semoga Axnes tidak apa apa yah.

__ADS_1


Like dan komentar jangan lupa.


Makasih.


__ADS_2