
Pagi ini dunia maya dihebohkan oleh kemunculan Video asusila yang pemainnya tak lain adalah Joyce. Dan hebatnya video itu hanya tersebar di kalangan mahasiswa mahasiswi di Universitas itu termasuk Vivian.
"Phuuu" bunyi semburan air dari mulut Vivian saat ia sedang asyik memainkan ponsel nya lalu dikejutkan oleh kemunculan Video asusila Joyce. Semburan air nya tidak sengaja mengenai Raymond membuat Raymond menahan kesal.
"Hei, ada apa kau ini? Kenapa jorok sekali?" tanya Raymond kesal, Vivian tidak merespon. Lalu ia mendengar bunyi desahan yang berasal dari ponsel Vivian, kemudian ia tersenyum licik.
"Hei nyonya Lu, kau sudah mulai nakal yah" ucap Raymond menaik turunkan alisnya mengira Vivian menonton Video biru. Raymond bahkan sekarang mengklaim Vivian dengan nama keluarga nya.
"Apaan kau ini? Ini tidak seperti yang kau kira" ucap Vivian gelagapan sambil mematikan ponsel nya saat ia menyadari kecerobohan nya.
"Ayolah nyonya Lu, jangan malu malu. Kau sudah tertangkap basah oleh ku" ujar Raymond masih dengan ekspresi jahilnya.
"Daripada kau menonton milik orang lain lebih baik kita mempraktekkan nya dan merekam nya sendiri" lanjut Raymond kali ini dengan kalimat yang lebih ekstrim membuat Vivian melemparinya dengan beberapa potong buah apel yang ada diatas meja. Yang dilempari hanya bisa tertawa melihat ekspresi gadis kesayangannya itu.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Ray. Video tadi milik Joyce teman kuliah ku dan dia juga pernah berteman dekat dengan ku" ucap Vivian serius. Namun berbeda dengan Raymond yang malah meminta untuk menonton isi Video itu.
"Untuk apa aku berikan padamu, bisa bisa itu menjadi malapetaka untuk ku" ucap Vivian polos namun tegas, takut setelah Raymond melihat video itu malah ia yang menjadi korban kebuasan nya.
"Haha apa aku selemah itu?" tanya Raymond iseng sambil tertawa.
"Kau tidak lemah, bahkan kau terlalu kuat. Terlalu kuat sampai sampai kau mudah tergoda" ucap Vivian kesal karena Raymond sedari tadi mempermainkan diri nya. Raymond lalu bangkit dari duduknya membuat Vivian mulai was was. Raymond lalu berdiri dibelakang nya dan memeluk posesif pundaknya.
"Apa kah kau sudah pernah merasakan nya hingga kau tahu aku sangat kuat?" tanya Raymond berbisik dengan suara sensual ditelinga Vivian membuat Vivian seketika merinding. Ia lalu mencubit kuat lengan Raymond yang merangkul pundaknya, hal itu sukses membuat Raymond merasa kesakitan dan melepaskan rangkulannya. Vivian menggunakan kesempatan itu untuk lari.
__ADS_1
"Dasar mesum" teriak Vivian sambil berlari. Para pelayan dan pengawal yang melihat mereka hanya bisa tersenyum. Tuan mereka dan Vivian terlihat seperti sepasang pengantin baru.
Saat dikampus banyak mahasiswa mahasiswi yang menatap nyalang melihat kehadiran Joyce. Joyce masih tidak tahu apa yang terjadi. Mereka yang melihatnya saling berbisik.
"Lihat jalang itu, masih berani ia datang ke kampus ini."
"Lihat saja dia bukan kah dia seharusnya malu karena sudah menampar Vivian kemarin seolah Vivian akan merebut Louise dari nya."
"Kasihan Louise sudah menjatuhkan hatinya pada wanita jalang seperti itu."
Dan masih banyak bisikan bisikan lainnya. Namun Joyce tidak mempedulikan itu semua. Ia terus melangkah melewati semua tatapan mereka. Hingga ia bertemu dengan Louise yang sudah menunggu nya diujung lorong kampus.
"Louise" sapa Joyce tersenyum ceria dan menghambur memeluk Louise. Louise membalas tak kalah antusias. Tentu saja ia harus melanjutkan akting nya sampai tujuan nya tercapai.
"Mungkin karena kau hari ini terlihat lebih cantik baby. Aura mu sangat berbeda, sangat Sexy" ucap Louise berbisik sensual ditelinga Joyce membuat Joyce tersipu malu.
"Ya sudah aku akan mengantar mu ke kelas" ucap Louise melanjutkan perkataannya. Lalu mereka pun beranjak menuju kelas, Louise menggandeng mesra tangan Joyce membuat mahasiswa mahasiswi yang lain mengira Louise belum mengetahui apa yang sedang terjadi. Padahal Louise adalah otak dibalik semua ini.
Setelah sampai di depan pintu kelas ternyata sudah ada Vivian yang duduk didalam nya sambil menatap pintu dengan tatapan kosong. Melihat itu Joyce tidak mau melewatkan kesempatan, ia lalu mengecup bibir Louise cukup lama. Vivian yang melihat itu hanya memutar malas bola matanya tidak tertarik sedikit pun dengan aksinya itu. Lalu Joyce pun melangkah masuk kedalam kelas. Saat hendak beranjak pergi pandangan Louise tak sengaja bertemu dengan Vivian membuat nya baru mengerti mengapa Joyce mengecup nya tadi. Ia menelan ludahnya kasar seperti seorang yang baru ketahuan berselingkuh namun berbeda dengan Vivian yang sama sekali tidak tertarik dengan aksi mereka.
"Kau tahu, aku tadi malam sangat bahagia. Louise sangat perkasa dan membuat ku berteriak kenikmatan" bisik Joyce ditelinga Vivian.
"Dasar tidak tahu malu. Sudah punya Louise saja tapi masih melakukan nya dengan laki laki lain" ujar Vivian tanpa memandang Joyce. Joyce seketika dibuat geram dan hendak menjambak rambut Vivian. Namun aksinya dihentikan oleh beberapa mahasiswi yang sudah memasuki kelas.
__ADS_1
"Hentikan itu Joyce, kau tidak pantas berbuat seperti itu pada Vivian jika kau saja lebih jalang dari yang kau tuduhkan padanya" ucap salah satu mahasiswi itu.
"A apa maksud mu? aku tidak mengerti" ujar Joyce gelagapan, pasalnya selama ini ia selalu memasang tampang suci didepan teman teman nya.
"Kau lihat saja karya terbaru mu ini" ucap salah satu mahasiswa yang baru memasuki ruangan kelas sambil menyerahkan ponselnya yang berisi Video Joyce.
"Kau terlihat sangat panas Joyce. Aku jadi ingin merasakan nya juga" ucap mahasiswa tadi sambil meremas bokong Joyce, Joyce tidak marah karena ia sudah terbiasa. Rahasianya selama ini yang tidak diketahui oleh orang adalah ia bekerja sebagai wanita penghibur disalah satu Club ternama dikota itu. Dan hal yang paling menakutkan adalah bahwa ia sudah sering melakukan dengan ayah kandungnya sendiri bahkan sampai sekarang.
"Aku juga."
"Aku juga" beberapa mahasiswa lain yang baru masuk ikut berbicara lalu mereka semua tertawa terbahak bahak seakan itu adalah hal yang lucu. Namun tidak dengan Vivian, ia hanya menatap iba pada mantan sahabat nya itu. Joyce lalu berlari meninggalkan mereka yang ada di ruangan itu, mereka semua tertawa senang melihat Joyce seperti itu. Ternyata Video yang tersebar bukanlah Videonya dengan Louise tetapi Video nya dengan laki laki lain yang berhasil Louise dapatkan berkat James.
"Hiks hiks" Joyce terisak didekat gudang kampus. Louise yang melihatnya dari jauh hanya menyeringai tipis.
"Ini belum seberapa Joyce. Aku punya sesuatu yang lebih menakutkan untukmu yang akan membuat satu dunia membencimu bahkan membuat mu merasa hidup tidak ada gunanya" ucap Louise dengan nada yang terdengar seram.
^^^_Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan cerita ku_^^^
..._Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran yang membangun yah. Juga jangan lupa like nya setiap kali selesai membaca_...
_Serta jangan lupa juga untuk menekan favorit agar kalian bisa mendapatkan pemberitahuan update nya._
Follow IG @zml1104_ untuk berdiskusi tentang Visual atau jalan ceritanya dan spoiler2 episode selanjutnya.
__ADS_1