
Rajendra mengajak Arjuna ke apartemen Thara tapi ditolak oleh hot Daddy itu sebab dia tidak mau tanpa Sekar disisinya. Meskipun istrinya itu bukan tipe pencemburu buta tapi Arjuna tetap menghormati Sekar.
"Pa, kenapa tidak mau ke tempat Tante Thara?" tanya Rajendra bingung.
"Jendra, Papa cuma berdua sama kamu, tidak ada mama sama kita itu tidak pantas" ucap Arjuna mencoba memberikan pengertian. "Kita kesana kalau sama mama. Oke?"
Rajendra pun manggut-manggut berlagak paham.
"Tadi Jendra ngapain saja di restauran Oom Aidan?"
"Ngupas bawang putih, bantu Oom Xander cincang daun parsley, kupas wortel. Oh sama numbuk kentang."
"Jari aman kan boy?" tanya Arjuna sambil melirik ke arah putranya yang duduk di depan bersama dirinya dalam mobil Range Rover nya.
"Aman Pa" cengir Rajendra sambil memamerkan kesepuluh jarinya yang tidak terluka.
"Sip! Dah mulai pinter anak Papa!" Arjuna mengacak-acak rambut Rajendra.
"Siapa dulu. Rajendra!" ucap bocah itu dengan gaya songong yang mirip dengan Arjuna membuat pria itu terbahak melihat Rajendra semakin hari semakin mirip dengannya.
***
Aidan menimbang-nimbang antara menarik Thara masuk ke dalam jajaran chef nya atau tidak. Sebenarnya dia memang membutuhkan chef pastry yang kreatif karena chef pastry yang sekarang hendak berhenti ikut pindah bersama suaminya yang seorang tentara.
"Xander, bisa ke ruanganku?" pinta Aidan melalui panggilan telpon mumpung restauran belum ramai.
Xander melihat ke arah kantor Aidan yang melihat pria itu berdiri di dekat jendela dan mengangguk. Setelah menitipkan dapur di chef de parties, Xander pun naik ke ruang Aidan.
"Ada apa Ai?" tanya Xander setelah duduk di hadapan Aidan.
"Bagaimana menurutmu jika Thara aku tarik kemari?"
Xander menatap pria bermata biru itu. "No problemo kalau aku sih. Bukannya lebih aman jika dia disini? Lagipula dia kan di dapur dan anak-anak juga bisa mengawasi dia."
"Are you sure?"
"Ai, jika dia di apartemen memang aman ada pengawal tapi bukannya lebih aman jika Thara disembunyikan di zona nyaman kita? Lagipula disini dia tidak kemana-mana dan dapur pastry juga tidak tampak dari tempat makan."
Xander sendiri jago menembak dan bela diri karate dan beberapa chef yang direkrut Aidan beberapa juga bisa beladiri.
"Lagipula, Rajendra tampaknya suka dengan Tante Tharanya padahal kita tahu, anak itu tidak gampang dekat dengan orang asing. Jika Jendra suka dan bisa dekat, berarti dia memang orang baik. Anak kecil instingnya lebih kuat siapa yang baik dan siapa yang tidak."
Aidan teringat akan kejadian lima bulan lalu saat dia menerima seorang chef muda untuk magang dan Rajendra entah kenapa tidak suka dengan chef itu. Ternyata chef itu seorang mata-mata dari restauran rivalnya dan Aidan segera memecatnya sebelum menghajarnya terlebih dahulu.
"You're right, Xander. Jendra itu seperti punya Indra keenam soal mengenal seseorang."
__ADS_1
"Lagipula, kita butuh chef pastry yang kreatif kan?" senyum Xander.
***
Aidan meluncur ke apartemen PRC group tempat Thara tinggal disana dan jarak dari restauran menuju apartemen itu hanya sepuluh menit.
Sesampainya di sana, ada dua pengawal yang berjaga disana tapi Aidan tidak melihat Johnny.
"Malam Mr Blair" sapa salah seorang pengawal.
"Malam. Kalian cuma berdua?" tanya Aidan setelah turun dari Audi R8 miliknya.
"Yes Mr Blair. Johnny dan Dion shift pagi."
Aidan mengangguk. "Aku ke lantai dua dulu. Kalian berjaga seperti biasanya."
"Yes sir."
Aidan pun naik ke lantai dua dengan tangga. Apartemen ini memang ada lift, tapi sudah disetting akan off pada malam hari mulai jam sepuluh hingga jam lima pagi. Dan kini Aidan tiba di apartemen pukul sebelas malam.
Pria itu memencet bel unit apartemen Thara dan berharap gadis itu belum tidur. Tak lama Thara pun membukakan pintu apartemennya dengan wajah sedikit bingung.
"Mr Blair. Ada apa malam-malam kemari?" tanya Thara tanpa mempersilahkan Aidan masuk ke dalam apartemennya.
***
Kedua pria itu merasa puas dengan semua buatan Thara apalagi rasanya pas, tidak terlalu manis hingga terkadang membuat eneg.
"Pantas Sekar suka, karena rasanya pas. Dia tidak suka makanan yang terlalu manis soalnya" ucap Aidan ketika mencicipi lokum.
Lokum
"Mr Blair apanya mbak Sekar?" tanya Thara yang membuat Aidan menaikkan sebelah alisnya.
"Mbak Sekar?"
"Iya, saya biasa memanggilnya begitu." Thara menatap bingung ke arah Aidan dan Xander.
"Saya sepupu iparnya Sekar." Aidan menatap mata hijau Thara yang terkadang berubah menjadi abu-abu kehijauan.
Thara melongo. Oh pantas Rajendra antusias soal makanan sebab Oomnya adalah Aidan.
***
__ADS_1
Hari Selasa ini menjadi hari pertama Thara mulai bekerja sebagai chef pastry yang memang dibutuhkan RR's Meal untuk variatif hidangan penutup.
Ditemani Johnny yang setia mengawalnya, Thara tiba di restauran milik Aidan. Mobil Hyundai Creta yang disopiri Johnny tiba di halaman belakang restauran karena para chef masuk dari pintu belakang. Kamera CCTV memang banyak terpasang disana karena Aidan tidak mau ada laporan mobil atau motor bahkan sepeda hilang.
Ketika Thara masuk, Xander sudah ada disana dan langsung meminta gadis itu ke area dapur pastry. Johnny Peters pun tetap mengawal gadis itu dengan wajah kakunya.
"Thara, ini semua bahan untuk membuat pastry hari ini. Terserah kamu mau membuat apa yang penting cantik dan enak. Aidan dan aku membebaskan kamu berkreativitas."
Thara menatap semua bahan kue dan makanan terbaik dengan mata berbinar-binar.
"Whoah! Chef, this is so awesome!" seru Thara.
Xander tersenyum. "Have fun and make something delicious!"
***
Rajendra celingukan mencari Tante Tharanya yang tidak ada di taman sekolah. Kemana tanteku satu itu?
"Jendra!" panggil Sekar.
"Mama" seru Rajendra sambil memeluk Sekar dan mencium perut mamanya. Usia kehamilan Sekar sudah masuk usia tujuh bulan dan semakin besar perutnya bahkan saat Rajendra mencium, adiknya seperti merespon dan memberikan tendangan disana.
"Kamu cari Tante Thara?" tanya Sekar sambil menggandeng putranya menuju ke mobil.
"Iya. Tante katanya mau buat kue mochi isi kacang tapi kok gak ada?" ucapnya sambil menoleh ke belakang arah kursi taman.
"Lho, apa Jendra tidak tahu?" ucap Sekar.
"Jendra tahu apa ma?"
"Tante Thara kan sudah bekerja sama Oom Aidan. Hari ini adalah hari pertama dia kerja."
Rajendra menatap mamanya yang cantik dengan tatapan tidak percaya. "Benarkah ma?"
"Hu um. Kata Daddy, kamu kan yang meminta Tante Thara bekerja di restauran Oom Ai."
Rajendra tersenyum lebar. Misi pertama dimulai.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️