My Cold Chef

My Cold Chef
Abian dan Bryan Smith


__ADS_3

Pagi ini Thara berangkat menuju RR's Meal seperti biasa bersama dengan Johnny dan seorang sopir. Jarak antara apartemen dan restauran Aidan yang tidak terlalu jauh menjadi perjalanan mereka hanya sekitar sepuluh menit menggunakan mobil. Jika berjalan kaki pun bisa ditempuh sekitar 20 - 25 menit.


Mobil Range Rover milik Aidan itu masuk ke area belakang restauran dan parkir di tempat biasa. Thara pun turun dikawal oleh Johnny di belakangnya dan wajah gadis itu ditutup dengan masker. Rambut coklat tebal Thara hanya disanggul asal ke atas dengan style Bun.


Gadis itu pun masuk ke dalam belakang restauran dan segera menuju ke dapur pastry setelah menyapa ramah ke semua chef disana yang membalas sapaannya.


"Nona Thara, apa saya harus disini lagi sembari membantu nona?" tanya Johnny bingung sebab sebelum Aidan pergi ke Indonesia, pengawal berwajah dingin itu menjadi asistennya Thara namun sering membuat kacau dapur.


"Tidak usah Johnny" kekeh Thara melihat wajah horor pria yang tidak pernah membuat pastry itu. "Kamu diluar saja seperti biasa, aku bisa sendiri. Lagipula ruang pastry tidak ada pintu atau jendela yang tampak dari luar."



Johnny pun mengangguk dan keluar dari dapur pastry meninggalkan Thara disana yang sudah bersiap dengan apron dan topi penutup rambutnya. Hari ini dia ingin membuat camilan dari Jepang.


"Nona Thara, aku datang membantu" sapa seorang demi chef di ruang pastry.


"Oke Stacy. Kita hari ini membuat wagashi. Kamu familiar kan?" tanya Thara.


Wajah gadis belia itu langsung sumringah. "Akhirnya ada yang mau buat itu! Tentu saja aku familiar nona Thara!" seru Stacy antusias yang merupakan siswi magang spesialis pastry.


"Yuk buat. Bahan-bahannya sudah aku minta tolong chef Xander siapkan." Thara sedikit berbisik. "Aku sedikit memohon."


Stacy terbahak. "Let's go nona!"


Kedua gadis itu mulai mempersiapkan bahan dari dasar termasuk isiannya.


Sekilas tentang wagashi

__ADS_1


Wagashi dan manisan Wagashi sehari-hari jenis manisan ini berbahan dasar dari tepung beras yang dipadukan dengan topping, seperti senbei dan daifuku, pasta kacang merah dan pasta kacang azuki warna putih yang dicampur dengan gula sehingga memperoleh rasa manis serta bahan-bahan pelengkap lainya


Biasanya disajikan saat acara minum teh dan memiliki bentuk lucu-lucu disesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung di Jepang.


***


Aidan datang ke sebuah klub yang buka pada tengah hari untuk bertemu dengan seseorang disana. Pria tampan itu menanti dua orang yang membantunya selama ini dan keduanya sengaja meminta bertemu di bar yang tidak mencolok.



Akhirnya dua orang yang ditunggu pun datang dan menghampiri Aidan sambil tersenyum.


"Seriously Ai! Kamu, Juna dan Rhett memang perokok deh! Yang nggak cuma Levi dan Fuji" kekeh pria paruh baya berkacamata itu.


"Levi memang bukan perokok tapi mulutnya jauh lebih pedas dari perokok" kekeh Aidan. "Apa kabar Oom Abian, Bryan."


"Tuuuhhhh bocahnya!" Aidan mengedikkan dagunya ke arah Bryan yang asyik melihat suasan pub di Inggris.


"Mumpung aku sudah cukup umur masuk kesini, biar nggak udik gitu" cengir Bryan Smith, putra semata wayang Abian yang lulusan MIT jurusan komputer.



Introducing Bryan Smith


"Bocil satu ini memang udik" ledek Aidan.


"Untung cuma bang Ai disini. Coba kalau ada kak Levi, bang Juna sama kak Fuji... habis aku!" keluh si bontot dari para pria generasi keempat.

__ADS_1


"Oke Oom. Ada kabar apa dari hasil penyelidikan Oom dan Bryan?" wajah Aidan mulai serius.


"Soal Bara, hasil foto satelit tidak menemukan posisi atau apapun keberadaan dia, Ai. Meskipun Rajendra ngotot Bara masih hidup tapi fakta di lapangan mengatakan sebaliknya." Abian membeberkan foto-foto satelit yang dicetaknya. Aidan pun melihat secara teliti semua foto-foto itu.


"Dan soal Thara Azalea. Apa kamu tahu kalau sebenarnya dia bukan anak Hamid Al Azzam?"


Aidan melongo hingga rokoknya jatuh. "AAAPPAA?"


***


Thara dan Stacy menatap puas dengan hasil kreasi mereka membuat camilan untuk acara minum teh nanti sore di restauran. Stacy sendiri sampai mencicipi dua buah dango yang ada dengan alasan tes rasa. Gadis belia itu mengakui bahwa Thara memang jago membuat camilan.



"Nona Thara, besok kita buat kreasi lainnya dari wagashi ya" pinta Stacy.


"Kita cari model lainnya." Thara pun tersenyum manis ikut semangat membuat camilan itu.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf pendek. Ini aja ngetik sebelum nonton Fantastic Beast Dumbledore Secrets. Nonton dulu ( udah masuk bioskop )


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2