
New York Dua Tahun Kemudian...
Abi hanya menatap undangan pameran benda seni dengan malas karena dia tidak paham hal-hal seperti itu. Meskipun Abiyasa Blair O'Grady adalah cicit Yuna Pratomo Blair yang dikenal sebagai seorang kurator mumpuni, bukan berarti minat seni dan artistik menurun ke dirinya.
Abi adalah orang yang tidak punya sense of art at all kecuali desain mesin dan peralatan elektronik lainnya. Kalau seni di museum atau galeri, hanya empat kata yang bakalan keluar dari mulutnya. Bagus, Jelek dan Jelek Sekali. Tak heran Kaia dan Rhett paling malas membawa Abi ke acara ramah tamah di galeri karena pasti bakal komentar menyebalkan.
"Ini Abi harus datang?" tanya pria yang memiliki perawakan mirip Duncan Blair, sang Opa.
"Iyalah Bi. Mami sama Papi ada undangan di Broadway yang memang tidak bisa ditinggal. Jadi kamu ya yang datang?" senyum Kaia merayu putra sulungnya.
"Kenapa nggak dik Re sama Pandu yang pergi?" ucap Abi yang memang ogah datang.
"Reana kan ada undangan juga di Empire State Building sama Pandu. Sudah, kamu yang datang ya? Jangan suruh Oom Levi karena sedang ke Massachusetts." Kaia menepuk bahu kekar putranya.
"Mi, kalau nanti ada berita cucu Duncan Blair kasih komentar pedas nggak nyambung, jangan marah ya. Salah siapa kirim orang buta seni macam aku ini!"
Kaia memegang wajah Abi. "Mami tuh heran, kamu tuh cicitnya Oma Yuna tapi kok macam Opa Edward ya? Buta seni."
"Lha kan pas tho aku cicitnya Opa Edward. Makanya yang harus dikirim itu Reana, bukan aku! Setidaknya dik Re lebih paham seni."
"Sudah! Kamu saja yang berangkat! Siapa tahu ketemu jodoh disana?" goda Kaia.
"Ya Allah mamiii! Aku masih suka menjomblo! Masih suka kumpul sama adik - adik aku yang kuliah disini." Abi memang sering pergi ke Boston setiap weekend atau terkadang adik-adiknya yang datang. Rama McCloud, Ega Yustiono, Hoshi Reeves dan Arimbi Giandra mengambil kuliah di Harvard dan MIT. Keempatnya tinggal dalam satu rumah milik Rama membuat semua orang tua mereka ayem.
"Kamu tuh sudah umur berapa? Mbok ya cari pacar gitu Bi. Mami kok nggak pernah lihat kamu bawa cewek ke rumah. Kan teman - teman kuliah kamu dulu juga cantik dan pintar - pintar."
Abi mendengus. "Gak ada yang sreg Mi. Rata-rata lihatnya Abiyasa Blair O'Grady, bukan Andrew Abiyasa."
"Lha kan memang kamu anaknya Kaia Blair dan Rhett O'Grady. Mau diapain? Perempuan itu pasti menilai pria dari bibit bebet bobot nya."
"Kan sama dengan pria? Kita juga menilai dari bibit bebet bobot Mi. Sayangnya teman-teman aku tidak ada yang sesuai. Udah ah Mi, capek kalau ngomongin cewek!"
Kaia tertawa.
***
The Museum of Modern Art Manhattan New York
__ADS_1
Malam ini Abi akhirnya datang ke gedung Museum of Modern Art di Manhattan New York dengan suit warna biru tapi tanpa dasi meskipun dia membawanya di dalam saku jasnya.
Pria itu mendapatkan banyak jepretan lampu Blitz para wartawan dan paparazi yang datang untuk meliput dan mencari bahan gosip karena acara ini melibatkan banyak pesohor dan selebritis.
Abi sendiri sempat diwawancarai oleh beberapa wartawan tentang mesin baru yang dikembangkan Giandra Otomotif Co untuk menggantikan mesin lama yang selama ini dipakai banyak pesawat Boeing dari hasil kerjasama dengan perusahaan penerbangan itu.
Setelahnya Abi pun masuk dan mendapatkan pamflet dan berbagai keterangan disana termasuk aplikasi sementara acara berlangsung. Museum ini terkenal dengan adanya lukisan karya pelukis Belanda bernama Vincent Van Gogh yang diberi judul 'The Starry Night.
The Starry Night
Acara malam ini selain memamerkan lukisan dari para artis yang sedang naik daun, juga mengumumkan bahwa lukisan karya Van Gogh yang lain dengan judul Café Terrace At Night akan dipamerkan selama sebulan di museum ini.
Abiyasa pun berbaur dengan beberapa kolega dan rekan bisnis maminya yang datang dan mengenali dirinya. Pria itu pun mulai menikmati acara karena tidak hanya membicarakan bisnis tapi dari situ dia bisa mendapatkan klien - klien baru.
Tidak jelek mami menyuruh aku kemari. Lumayan dapat banyak klien dan rekan kerja baru.
Abi pun mengikuti acara saat semua tamu undangan berdiri untuk melihat lukisan karya Van Gogh yang hendak dipajang.
Kalau Oma Yuna masih hidup, bakalan heboh sendiri melihat semua karya seni disini. Abi membantin sambil melihat sekelilingnya yang penuh dengan karya seni lukisan.
Abi menoleh ke arah suara dan mata coklatnya melihat seorang gadis cantik bergaun pink tua berdiri di hadapan semua orang.
"Perkenalkan nama saya Gandari Pramudhita. Saya adalah direktur Museum Of Modern Art saat ini. Dan malam ini, saya beserta para staff dengan bangga mempersembahkan karya klasik milik Vincent Van Gogh yang dipinjamkan kepada kami untuk dapat anda semua nikmati. Inilah Café Terrace At Night."
Café Terrace At Night by Van Gogh
Gadis cantik itu membuka tirai dan menampilkan lukisan klasik Van Gogh lainnya dan applaus pun terdengar di ruang luas di museum. Abi sendiri tidak peduli dengan lukisan disana tapi wajah dan nama gadis itu sangat... Indonesia dan membuat Abi penasaran.
***
Abi berdiri di hadapan lukisan yang sedang dipamerkan dengan wajah datar. Dirinya benar - benar tidak paham dengan selera Van Gogh selain dominan warna biru disana. Sepertinya si Van Gogh penggemar warna biru deh! Duh harusnya tanya sama Oma Yuna ya tapi masa iya harus manggil? Kan horor!
"Apa anda tertarik dengan lukisan ini, Mister?" sebuah suara feminin membuat Abi menoleh dan tampak wajah cantik yang tadi membuatnya terkesima berdiri di sebelahnya.
"Oh...eh tidak. Hanya suka warna birunya karena...saya suka warna biru" jawab Abi asal.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum. "Anda bukan penggemar karya seni ya?"
"Bukan. Saya hanya memenuhi undangan saja" jawab Abi dengan bahasa Indonesia yang membuat gadis itu terkejut.
"Anda bisa bahasa Indonesia?"
"Tentu saja saya bisa. Oma saya orang Jawa Solo tapi karena saya lebih kuat gen bulenya, jadi begini deh" kekeh Abi. "Andrew Abiyasa O'Grady" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Gandari Pramudhita. Wah, anda dari Giandra Otomotif Co ya?" senyum Gandari sambil menyambut uluran tangan Abi dan keduanya berjabat tangan.
"Harusnya mami saya yang datang tapi biasa, weekend banyak jadwal undangan jadi bentrok. Dan saya yang mewakili mami dan Giandra Otomotif Co." Abi tersenyum lalu menarik tangannya.
"Mr O'Grady..."
"Panggil Abi saja, Mr O'Grady itu papi saya" potong Abi.
"Mas Abi, apakah anda mau berkeliling museum? Supaya anda bisa menilai karya seni?" ajak Gandari.
Mas?
***
Abiyasa 'Abi' O'Grady
Gandari Pramudhita
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1