
Karl Schumacher menatap gadis yang berjalan dengan langkah tegas di depannya sambil menggandeng Aidan. Pada saat Aidan ke Dubai, dia pergi bersama dengan James Blair bukan dengan dirinya jadi dia tidak tahu wajah Sabine.
Cewek yang menarik. Masih lajang nggak ya? Duh, harus jadi mualaf dulu nih! Tar ijin sama Aidan dulu deh, boleh nggak deketin sepupunya.
"Kamu kenapa?" tanya Arjuna yang berjalan di sebelah Karl yang matanya tetap memandang lurus ke depan arah Sabine. "Oooohhh Sabine" kekeh Arjuna.
"Apaan sih Jun" cebik Karl.
"Kamu suka Sabine? Love at first sight? Selamat jadi korban bar-barnya anak itu" kekeh Arjuna.
"Masa?"
"Coba saja nggak percaya" cengir Arjuna. Pria itu lalu membuka ipadnya dan melihat sinyal milik Rajendra yang sudah berada di istana Al Azzam. Sabar ya boy! Papa akan menjemput kamu!
***
Thara dan Rajendra menolak dipisahkan oleh para pengawal dan dayang disana apalagi Rajendra berteriak-teriak sambil menangis drama membuat Ja'far pusing mendengar suara bocah Lima tahun itu.
Akhirnya keduanya dimasukkan ke dalam kamar tidur yang dulunya adalah bekas kamar Thara. Rajendra terkesima melihat kamar Tante Tharanya yang super mewah bahkan lebih mewah dari kamar orangtuanya.
"Whoah Tante. Kamarnya bagus" puji Rajendra.
"Bagus tapi Tante tidak suka disini, Jendra. Tante lebih suka di rumah kamu atau di apartemen, lebih nyaman." Thara mengusap kepala rambut Rajendra.
"Kalau kita bebas nanti, Tante tinggal di apartemen saja atau tinggal di rumahnya Oom Ai" ucap Rajendra cuek.
Thara melongo. "Kok rumah Oom Ai?"
"Iya lah! Di rumah Oom Ai, Tante aman kok!"
"Rajendra, Tante nggak mungkin lah tinggal bareng sama Oom Aidan. Kami kan bukan suami istri jadi tidak boleh serumah" senyum Thara.
"Ya Tante nikah saja sama Oom Aidan" sahut Rajendra santai.
Thara menganga. "Rajendra, orang menikah itu karena saling mencintai. Oom Ai dan Tante tidak saling mencintai."
"Dulu papa dan mama juga nggak cinta tapi lama-lama bucin tuh!" ujar Rajendra kalem.
Thara makin melongo. Astaga Rajendra.
***
__ADS_1
Rombongan New York datang pada saat menjelang subuh dan dijemput oleh Kai Al Jordan. Semuanya diantar ke mansion Al Jordan untuk beristirahat. Sesampainya disana, tampak Aidan dan Arjuna sudah bangun.
Kaia langsung memeluk Arjuna dan Aidan bergantian.
"Rajendra baik-baik saja. Dia anak yang pintar seperti Abi dan Reana" ucap Kaia. "Kita akan menyelamatkan mereka."
Rhett, Levi, Fuji, Nathan dan Ezra pun bergantian memeluk sepupunya sedangkan Duncan memeluk Elang yang terbangun mendengar rombongan datang. Tidak terbayang jika Abi atau Reana mengalami apa yang Rajendra alami.
"Mansion Opa Akira berubah ya sekarang?" komentar Duncan ke Senna dan Kai.
"Lebih besar kan?" cengir Senna. "Udah rombongan New York tidur dulu, istirahat. Hari ini nanti rombongan Tokyo dan Jakarta datang. Kita istirahat semalam, besok baru atur strategi."
"Kamar disini ada berapa Oom Kai?" tanya Ezra Hamilton yang kagum dengan interior mewah mansion yang dipakai Senna dan Kai tinggal.
"Dua puluh."
***
Fatimah, istri Senna dan Tamara, istri Kai menyambut semua sepupu suaminya dengan hangat. Kaia dan Sabine membantu menyiapkan sarapan sedangkan Duncan dan Elang beristirahat di kamar yang disediakan.
Arjuna masih menatap layar laptopnya yang menunjukkan sinyal milik Rajendra yang terdapat di sebuah kamar yang diyakini milik Thara sesuai dengan blueprint yang dicetak oleh Aidan berdasarkan hasil penyelidikan Bryan.
"Rombongan Jakarta sudah mendarat bersamaan dengan rombongan Tokyo." Senna membaca pesan di ponselnya. "Aku jemput mereka dulu."
"Hati-hati" bisik Fatimah sambil mencium pipi suaminya.
"Aku ikut pa" ucap Sabine. Karl yang mendengar gadis itu hendak pergi menjemput saudara-saudaranya terbangun.
"Aku temani" ucap Karl dengan nada serak khas bangun tidur.
Arjuna yang mendengar hanya menaikkan sebelah alisnya. "Mandi dulu Karl. Tuh ilermu kemana-mana."
Karl reflek mengelap bibirnya. "Mana? Aku nggak ileran!" Karl menatap judes ke Arjuna yang nyengir tanpa dosa. Sabine terkikik mendengar ucapan Karl.
"Brengsek kau Junjun!" umpat Karl sebal.
"Sudah, ayo jemput rombongan Jakarta dan Tokyo" ajak Sabine.
***
Joshua dan Masayuki memeluk Senna hangat, begitu juga Arya, Marco dan Mario ke Sabine. Mereka terakhir bertemu saat idul Adha setahun lalu di Tokyo saat keluarga Al Jordan dan Bianchi mengadakan acara disana.
__ADS_1
Iwan yang baru mengenal Sabine tersenyum sopan kepada gadis itu.
"Whoah! Siapa ini cakep?" goda Sabine.
"Dia sudah di HM sama Danisha" kekeh Arya.
"Yaaaaaa sayang. Aku kok nggak tahu ya kalian ada acara di Solo waktu itu" gumam Sabine.
"Kamu sibuk dengan sekolah mu, Bine" ucap Senna.
"Sayang sudah di HM Danisha. Kalau belum, boleh lah" kerling Sabine genit yang membuat Karl cemberut.
"B saja Karl. Nggak usah jutek" kekeh Marco Bianchi.
***
"Hasyim Al Azzam, akhirnya kita bertemu" sapa Senna ramah. "Aisyah."
"Senna Al Jordan. Terima kasih" Hasyim menjabat tangan Senna.
"Nanti saja jika aku dan keluargaku bisa membebaskan cucuku dan Thara" ucap Senna.
***
Duncan dan Elang menyambut Hasyim dan Aisyah Al Azzam dengan hangat, begitu juga Fathimah dan Tamara yang langsung membawa ibu Thara itu ke dalam kamar yang disediakan untuk beristirahat.
"Juna, gimana Rajendra?" tanya Joshua sambil melihat layar laptop.
"Masih di kamar Thara tapi ponsel Thara ada di kamar Ja'far dan langsung terkunci karena dia mencoba membuka tapi gagal password" jawab Arjuna. "Senagaja diblokir sama Oom Abian."
"Kita sebaiknya istirahat dulu beberapa jam lalu mulai membuat strategi" ucap Joshua.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Maaf tadi sibuk di dunia nyata
Lanjut besok
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1