
Rajendra kembali ke kampusnya dan menemui dosen walinya setelah melakukan daftar ulang. Putra Arjuna McCloud itu sedang berdiskusi tentang proses agar dirinya bisa lulus cepat dari kampus culinary nya.
"Bisa sih McCloud asalkan kamu menyelesaikan jam kerja magang dalam kurun waktu dua tahun. Dan kamu baru menyelesaikan satu tahun jadi masih ada satu tahun lagi. Asalkan kamu menyelesaikan sesuai dengan aturan, dan semua ujian praktek lulus, kamu bisa lulus dengan cepat."
Rajendra tersenyum. "Baik, terima kasih chef."
"Apa kamu hendak mengambil alih RR's Meal Hell's Kitchen, McCloud?"
"No chef. Saya hendak menikah dengan kekasih saya" cengir Rajendra.
"Hah? Are you sure?"
"Positive chef karena saya sudah pacaran sejak TK dan menurut saya usia 20 sudah boleh berumah tangga apalagi usia kami sama meskipun dia lebih tua sebulan."
Dosen wali Rajendra tersenyum respek. "Good luck, McCloud. Semoga langgeng hingga maut memisahkan kalian."
"Aamiin."
***
Reana tampak manyun melihat isi emailnya yang berisikan banyak tugas kuliah semester pendeknya. Memang Reana meminta tugas untuk mempercepat kuliahnya ke para dosennya tapi ternyata sifat serakah ingin segera lulus sangat menguras energinya.
"Tugas apa itu mbak?" tanya Arimbi sambil membawakan sepiring gembus goreng tepung. Danisha, adik Bara, mengirimkan banyak makanan mentah yang dititipkan ke sopir AJ Corp yang hendak membawa bahan sampel ke Jakarta.
Tak lama seorang pelayan membawakan seteko teh wasgitel dan dua cangkir untuk dua gadis yang sedang berada di gazebo halaman belakang mansion Giandra.
"Terimakasih" ucap kedua gadis itu kepada pelayan.
__ADS_1
"Sama-sama nona." Pelayan itu pun undur diri.
"Tugas apa itu mbak?" tanya gadis remaja yang duduk di bangku SMP itu.
"Tugas kuliah. Mbak kan minta ke beberapa dosen untuk bisa Summer class online. Eh tapi memang karena tidak boleh rakus, jadi banyak deh seperti ini." Reana pun manyun. Beruntung Ogan Abi memiliki perpustakaan yang cukup lengkap jadi gadis itu bisa mendapatkan buku-buku yang dibutuhkan apalagi Ghani, Alexandra, Bara dan Arum suka membaca, makin bertambah koleksinya.
Arimbi pun ikut penasaran apa yang dipelajari kakak sepupunya, bergegas mengambil laptopnya dan bareng-bareng membantu Reana dengan beberapa tugasnya yang dia sedikit paham.
"Kalian pada ngapain?" tanya Hoshi.
"Aku bantuin tugas mbak Re. Biar cepat lulus, biar segera nikah sama mas Pandu" ucap Arimbi sambil mengetikkan beberapa paper dengan laptopnya sendiri.
"Boleh lihat?" Hoshi pun ikut duduk bersama dengan Reana dan mulai mempelajari mata kuliah milik kakaknya itu. "Aku bantu mbak. Sebentar, aku ambil laptopku."
***
"Kamu nggak gabung di belakang, Bi. Pada kumpul disana tuh!" ujar Bara ke keponakannya yang merupakan perpaduan body Duncan Blair tapi sifat lebih mirip Ogan Abi.
"Biarin saja Reana dibantu adik-adiknya sekalian belajar" sahut Abi santai.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Arum. "Kalau belum, Tante kenalin ke anak teman tante."
Abi menoleh ke arah Arum. "Ya ampun Tante, aku saja umur 20 belum kok sudah mau dijodohin" gelak Abi.
"Lho kenalan kan nggak papa tho? Cocok lanjut nggak ya sudah. Ngapain dibikin susah?" kekeh Arum.
"Haaaiissshhh! Tante nih! Aku masih mikir kuliah sama mau magang di perusahaan mami jadi ga mau mikir soal cewek, bikin tambah pusing ajah!" manyun Abi.
__ADS_1
"Ih kamu tuh dengerin dulu. Dicoba dulu lah!" bujuk Arum.
"Tan, gini ajah. Kalau memang jodoh, mau ketemu sekarang atau nanti pasti bakalan ketemu. Hanya aku lagi ga mau pikirin cewek soalnya cewek tuh bikin ribet!" eyel Abi.
"Udahlah Dis. Abi kan masih muda, biarin saja dia menikmati masa mudanya. Jangan kamu ributin soal jodoh. Mbok lihat kita, nikah umur berapa coba? Biar matang dulu lah secara emosi, ya nggak?" senyum Bara. "Wong kamu udah usia matang menikah juga masih gesrek."
"Iih mas Bara... tumben bener?" gelak Arum.
"Kalian tuh sok unyu - unyu deh!" goda Abi.
"Resep nikah awet. Tetap unyu!" sahut Bara.
***
Yuhuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***
Visualnya Gandari
__ADS_1