
"HIIIYYAAAHHH!!!" Rajendra membanting tubuh Ian, pengawalnya diatas ring tinju. Sore ini remaja tampan itu meminta pengawalnya untuk bertanding martial art dengannya. Menggunakan helmet tinju karena Ian dan Amir tidak mau tuan mudanya lebam, akhirnya Rajendra pun menurut memakai itu meskipun tidak nyaman.
Ian sendiri yang berbadan besar dengan tinhhi 187cm berat hampir 88kg hanya bisa melongo setelah dibanting oleh tuan mudanya yang bertinggi 178cm dengan berat 60kg.
"Ya ampun tuan Rajendra" ucap Ian yang terkapar diatas ring.
"Ian, kamu sengaja mengalah atau gimana sih?" hardik Rajendra.
"Nggak tuan. Beneran saya lengah" Ian pun berdiri dengan dibantu Rajendra.
"Gila! Itu bantingan judo, tuan Rajendra" puji Amir.
"Aku memang suka judo meskipun lebih mencintai krav maga dan eskrima" cengir Rajendra.
"Pantaaasss" gumam para pengawal yang sedang latihan disana melihat pertandingan antara Rajendra dan Ian.
"Tuan Rhett dan Nyonya Kaia juga suka berlatih disini. Tuan Abi apalagi. Sudah berapa pengawal kalah sama dia" kekeh Ian.
"Bah! Mas Abi kan memang jiwa preman" cebik Rajendra sambil melepaskan helmet nya.
"Sudah agak lega, tuan?" tanya Ian.
"Alhamdulillah. Kapan-kapan aku tanding dengan kalian ya" senyum Rajendra kepada pengawal yang menonton.
"Siap tuan muda."
***
"Sebenarnya tuan Rajendra kenapa kok tiba-tiba ingin banting orang?" tanya Ian saat mengantarkan Rajendra pulang.
"Aku kesal ada pengganggu!"
"Siapa tuan?" tanya Amir. Berdasarkan dari pengalaman keduanya yang sudah tujuh tahun ikut keluarga O'Grady, rata-rata para anggota keluarga kalau jengkel larinya pasti ke Dojo. Makanya mereka tidaklah heran ketika mendengar Rajendra ingin banting orang karena Kaia, Rhett, Abi dan Reana pun sama.
"Ada cewek belagu. Kepo sama keluarga aku! What the hell! Keluarga aku bukan untuk konsumsi publik bahkan aku sendiri tidak bilang kalau bagian dari keluarga McCloud yang itu. Nama McCloud kan pasaran di Inggris bahkan Amerika sekalipun."
"Apakah dia tahu anda keponakannya tuan Aidan Blair?" tanya Amir.
"Of course NOT! Aku menutup semua akses keluarga besar aku bahkan Papa meminta direktur CIA tidak memberitahukan siapa dirinya karena papa yang menandatangani ijin orang tua."
"Saya rasa anda harus berhati-hati dengan orang-orang seperti itu tuan" ucap Ian.
"Tentu saja aku harus tetap waspada bukan?" Rajendra merasakan getar pada ponselnya dan mengambilnya dari tas nya. Wajahnya langsung sumringah saat mengetahui siapa yang menelpon.
"Assalamualaikum Arunaku" sapa remaja pria itu yang membuat dua pengawal di depannya tersenyum.
Akhirnya nona Aruna menelpon. Biasanya mood tuan Rajendra langsung bagus. - batin Ian dan Amir.
"Wa'alaikum salam, tukang molor" balas Aruna.
__ADS_1
"Eh semenjak disini, aku tidak pernah kesiangan sayang."
"Kok bisa?"
"Aku takut kena hajar Tante Kaia" gelak Rajendra. "Tante Kaia kan lebih bar-bar dari mama."
"Bagus lah! Ada cerita apa Jendra?" Aruna selalu membuat mood Rajendra menjadi bagus.
"Aku habis hajar Ian" kekeh Rajendra.
"Astaghfirullah, kok Oom Ian kamu hajar?"
"Aku lagi kesal sayang" jawab Rajendra yang kemudian menceritakan soal Anna Rudd. Sejak mereka harus LDR, Rajendra dan Aruna melakukan perjanjian untuk selalu bercerita apapun, apalagi jadwal kuliah Rajendra yang padat, membuat remaja itu tidak bisa seenaknya pulang ke London.
"Siapa itu uget-uget yang berani mengusik?" nada suara Aruna terdengar dingin.
"Uget-uget? Kok aku kebayang bintang kecil dalam air yang temenan sama kecebong di got?" Rajendra tertawa.
"Semacam itulah! Anna Rudd ya? Tapi kamu tidak bergeming kan, Jendra?"
"Sorry ya Runa, sejak awal aku lihat kamu di TK, aku sudah klaim kamu jadi milik aku!" jawab Rajendra tegas.
"Kalau begitu, jika waktunya liburan semester, aku yang ke New York!" balas Aruna. "Aku ingin lihat seperti apa si uget-uget itu!"
"Sayang, kalau ketemu, jangan kamu hajar ya" pinta Rajendra. "Aku sudah berjanji sama Oom Aksara untuk menjauhkan kamu dari acara jotos menjotos."
"Aku tidak janji Jendra. Kalau si uget-uget masih belum sadar, kepalanya harus aku hajar!"
"Memang kenapa kalau aku ambil kedokteran?" tanya Aruna polos.
"Pasiennya kabur semua! Dokternya bar-bar!" gelak Rajendra.
"Jendraaaa! Kamu nyebelin!" protes Aruna.
"Gimana kuliah kamu?" tanya Rajendra yang wajahnya semakin relaks setelah ditelpon Aruna.
"Seru dan menyenangkan tapi teman satu kelompok aku minta aku getok kepalanya."
"Lho kenapa sayang?"
"Begoknya nggak ketulungan! Heran aku kok bisa masuk Cambridge ya? Apa dia menyogok?" omel Aruna.
"Begoknya dimana sayang?"
"Susah membedakan vertikal dan horizontal coba! Gemes aku!"
Rajendra tertawa terbahak-bahak.
***
__ADS_1
Weekend ini adalah jadwal membuat makanan khas suatu negara dan yang dipilih adalah negara-negara di timur tengah. Kuliah ini juga akan menambah nilai kredit semester satu. Rajendra yang sering diajari oleh Thara Azalea, istri Aidan Blair yang berdarah Arab Indonesia, langsung semangat.
Remaja itu langsung menyiapkan semua bahan-bahan untuk membuat maqluba, yaitu makanan khas Palestina, Iran, Libanon, Suriah dan Yordania. Maqluba berarti terbalik jadi disini secara harafiah dibilang nasi terbaik.
Bahan-bahan lauk untuk Maqluba dimasak bersama. Ayam dan bahan-bahan lain yang telah dimasak kemudian diletakkan di lapisan paling bawah. Kemudian diletakkan lapisan nasi di atasnya. Ketika sudah matang, tumpukan bahan makanan yang dimasak itu dipindah ke piring. Cara memindahnya adalah dengan menaruh permukaan piring di atas panci, lalu membalik pancinya.
Di atas piring, kita akan melihat tumpukan terbalik dari ayam dan nasi. Nasi akan berada di lapisan paling bawah, sedangkan ayamnya ada di lapisan paling atas. Dari jauh, bentuknya seperti kue yang terbuat dari nasi dengan topping potongan ayam.
Rajendra mengganti ayam dengan daging sapi dan bersiap membuatnya. Remaja itu sangat bersemangat apalagi semua bahan masakannya ada semua termasuk beras basmati dan beras short grain yang menurut rencana akan dia campur dan dimasak bersama dengan bubuk kunyit seperti nasi kuning.
Rajendra sangat serius dalam membuat maqluba membuat dosennya Hans Mehigan, penasaran dengan apa yang dibuat remaja tampan itu.
Setelah waktu lima jam yang diberikan usai, Maqluba karya Rajendra pun siap. Para mahasiswa lainnya pun sudah selesai dan memberikan kesempatan untuk para dosen mencicipi hasil karya mereka.
Hans Mehigan bahkan memanggil salah seorang dosen culinary yang berasal dari Mesir untuk mencoba mencicipi maqluba buatan Rajendra.
"McCloud, kamu buat apa?" tanya Hans meskipun tahu dia membuat apa tapi dia tetap harus menanyakan.
"Maqluba atau nasi terbalik."
"Kamu tahu itu makanan khas mana?"
"Palestina, tapi juga biasa dimakan di Iran, Jordania, Suriah dan Libanon."
"Bagus! Kamu tahu sejarah dan asal makanan. Itu nilai plus."
Gimana aku nggak tahu, wong aku belajar dari Tante Thara dan eyang Aisyah. - batin Rajendra.
Hans dan Martin, dosen asal Mesir itu pun mencicipi maqluba buatan Rajendra.
"This is so delicious!" seru Hans yang dibenarkan Martin.
"Saya suka! Semuanya pas!" puji Martin. "Rasanya seperti pulang ke timur tengah."
"Rajendra, A untuk kamu."
Rajendra pun tersenyum lebar.
Ternyata kamu itu jago masak juga ya? Anna melirik penuh arti ke Rajendra.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️