
Ritz Carlton Hotel Manhattan New York
Abi sedang memikirkan taktik bagaimana bisa kabur dari sepupu durjananya. Memang yang sebaya dengan dirinya adalah keenam orang itu. Ayo, Bi. Percuma kamu cumlaude kalau cuma kabur dari orang-orang reseh itu nggak bisa!
Gandari yang melihat suaminya tampak terdiam seperti memikirkan sesuatu lalu menghampiri. "Mas Abi kenapa?"
"Lagi mikir."
"Mikir gimana bisa kabur kan?" senyum Gandari.
"Iyaa. Susah kalau punya sepupu durjana!"
Gandari membisikkan sesuatu yang membuat wajah Abi sumringah. "Bagaimana kamu bisa memikirkan hal itu?"
"Alea yang memberitahukan padaku kemarin. Makanya aku langsung persiapan sama mommy."
"Bagaimana Alea tahu?" Abi menatap remaja imut yang sedang makan bersama dengan Benji.
"Alea tidak sengaja mendengar rencana Joey dan Travis saat dirinya mau ke dapur. Lalu dia menelpon diriku dan aku langsung membuat rencana dengan mommy."
Abi langsung memeluk dan mencium pipi dan kening Gandari. "Aku suka wanita cerdas!"
Gandari hanya cekikikan mendapatkan perlakuan yang mesra dari suaminya.
***
Travis, Joey dan Luca pun bergegas menuju honeymoon Suite yang dipakai oleh Abi dan Gandari. Ketiga sepupu itu berniat menggagalkan acara malam pertama Abi karena bagi mereka, suatu kesenangan tersendiri bisa membuat orang gagal unboxing.
Dengan pedenya, Travis memencet bel kamar dan menunggu Abi membuka pintunya. Tak lama pintu pun terbuka dan betapa terkejutnya ketiga pria tampan itu melihat siapa yang membukakan pintu.
"Mrs Frank? Tante Jennifer? Tapi... Kemana Abi?" tanya Travis bingung
"Abi? Pulang sama Gandari."
"Pulang kemana Tante?" tanya Joey.
"Nggak tahu, cuma bilang pulang gitu. Daripada honeymoon suite nya nggak kepakai, ya dipakai Tante sama Oom saja lah" gelak Jennifer.
Ketiga pria tampan itu mengumpat dalam hati.
Abi brengseeekkk!
***
Pondok Milik Yuna Pratomo Blair
Abi memarkirkan mobilnya di depan sebuah pondok di pinggiran up State New York. Abi dan Reana pernah berlibur disini bersama Kaia dan Rhett jadi dia yakin tidak ada yang tahu letak pondok ini kecuali keluarga intinya.
Tadi usai kabur dengan alasan ganti baju, keduanya langsung mengambil mobil Jeep milik Jason Frank dan pergi ke penthouse O'Grady untuk mengambil kunci pondok.
Dan kini mereka berdua berada di pondok milik Yuna Pratomo Blair. ( Ada yang ingat dipakai siapa dulu ? )
"Ini pondok siapa mas?" tanya Gandari sambil membawa kopernya.
__ADS_1
"Pondoknya Oma buyut Yuna. Biasanya Oma kalau bosan di kota, suka menyepi disini sambil melukis.
Abi pun membuka pintu pondok itu dan harum kayu dari bangunan pondok itu tercium di hidung mereka berdua. Abi pun menyalakan lampu dan tampak banyak lukisan dipasang disana. Gandari menatap sebuah lukisan seorang pria berambut pirang dan bermata biru.
"Siapa ini mas?" tunjuk Gandari ke arah lukisan yang dekat dengan perapian.
"Itu Opa buyut Edward. Oma Yuna yang melukisnya."
Gandari menatap kagum dengan bakat Yuna Pratomo. "Mas, kalau Oma mu masih ada..."
"Kalian bakalan berdua terus ngobrol dan aku sama Opa dicuekin!" sahut Abi manyun sambil membuka kulkas mengambil susu dan kotak choco powder untuk membuat hot choco.
Gandari berkeliling dalam pondok yang tertutup kain putih di kursi-kursinya. "Kapan terakhir mas kemari?"
"Dua Minggu lalu kayaknya... Aku lagi butuh menyepi makanya kemari pas weekend."
"Kainnya aku buka ya mas" ucap Gandari.
"Buka saja."
Gandari membuka kain penutup kursi dan meja lalu melipatnya dengan rapi. Tak lupa dirinya menyalakan perapian yang sudah ada kayu disana.
Abi pun datang membawakan dua cangkir hot choco.
"Aku yakin, trio durjana pasti terbengong-bengong di depan pintu honeymoon suite" kekeh Abi.
"Kebayang wajah mereka mas" kekeh Gandari.
Abi meletakkan cangkirnya dan menatap istrinya. "Terima kasih Ndari."
"Untuk apa mas?" Gandari pun meletakkan cangkirnya diatas meja.
Gandari terbahak. "Mas Abi, aku mencintaimu dengan segala kelucuanmu dan uangmu juga..."
"Heeeeiii!"
"Iiissshhh mas Abi nih digodain kok serius jawabnya. Aku juga punya uang mas jadi don't worry. Aset aku juga banyak jadi kalau aku mau menikah denganmu karena harta, salah besar. Aku mau menikah denganmu karena kamu itu pria yang dapat aku andalkan, pria yang mampu bertanggung jawab, pria yang aku bisa berbagi hidup bersama dalam suka dan duka. Selain itu, kamu bukanlah pria yang suka tebar pesona dan mungkin benar kata Freya, kamu itu kanebo kering."
"Yang bilang aku kanebo kering kan Freya tapi selama kamu dengan aku, apakah aku seperti itu?"
"Entah. Aku kan baru merasakan ciuman doang tapi yang lebih dari itu, mana aku tahu."
Abi tersenyum smirk. "Mau di kursi atau di tempat tidur?"
"Apanya?" tanya Gandari polos.
"Unboxing nya?"
"Masa di kursi mas! Nggak syahdu!" kekeh Gandari.
Abi pun berdiri lalu menarik tangan Gandari menuju kamar tidur yang di lantai dua.
***
"Faster mas... Oh... Aku mau... Maaass!" racau Gandari yang posisinya sekarang duduk berhadapan dengan Abi. Setelah tadi melakukan pembukaan dan beristirahat sebentar, Abi pun ingin melakukan lagi, begitu juga Gandari.
__ADS_1
"Ndari...Damn! Enak banget!" balas Abi. Tiba-tiba pria itu menidurkan tubuh istrinya dan membaliknya membuat Gandari menjerit nikmat.
"Don't stop mas..." Gandari sudah hilang rasa malunya, yang ada. dia membutuhkan pelepasan yang ke sekian kalinya, yang membuat tubuhnya merasakan ekstasi yang luar biasa, yang selama ini dia tahan untuk diberikan kepada suaminya, kekasih halalnya.
"Ndari... aku mau keluar..." Dan Abi pun ambruk diatas punggung Gandari. Tubuh keduanya tampak berkilat akibat peluh hasil berolahraga. Jangan ditanya keadaan tempat tidur yang berantakan sebagai bukti hasil percintaan yang panas.
"Ya ampun... That was so awesome..." ucap Abi di sela-sela engahan nafasnya.
"Mas..."
"Yaaaa?"
"Berat!" rengek Gandari.
"Oh maap...maap." Abi pun menggulingkan tubuhnya dan posisinya pun terlentang. Gandari pun beringsut memeluk suaminya. "So? Masih jadi kanebo kering aku?"
Gandari cekikikan. "Mana ada kanebo kering hot begini."
"Ternyata bercinta setelah menikah itu enak juga. Tahu gitu kita nikah dari dulu ya?" gumam Abi.
"Haaaiissshhh! Kan memang baru ketemu jodohnya mas." Gandari memainkan jemarinya yang lentik diatas dada Abi lalu menurun ke perutnya yang kotak-kotak dan keras.
"Tahu nggak mas, aku dulu takut dengan pria berbadan besar. Tapi entah kenapa, dengan mu aku tidak takut."
"Kenapa memangnya kalau pria berbadan besar?" Abi menatap wajah cantik Gandari yang menurutnya semakin glowing setelah bercin*ta dengan panas.
"Kebayang kalau lagi berhubungan begini, aku bakalan jadi burger kena plenyet."
"Haaaaahhh? Ya nggak dong Ndari. Pria itu kalau ber*cinta tahu posisi agar wanitanya tidak keplenyet macam burger" gelak Abi.
"Ngomong-ngomong katanya ada 99 pose kama sutra ya?" Gandari menatap Abi. "Kita baru lima posisi lho mas."
Abi makin terbahak. "Ya ampun, ternyata kamu tuh hot juga ya.."
"Nggak suka?"
"Suka banget sayang. Bukankah kalau ranjang selalu hangat, pernikahan juga bisa awet" ucap Abi sambil menowel hidung Gandari.
"Kata siapa?"
"Kata Oma Rhea. Makanya Oma dan Opa awet sampai sekarang karena selalu saling menghangatkan."
Gandari pun naik ke atas tubuh Abi. "Masih capek?"
"Kukira malah kamu yang capek?"
"Sekali lagi ya?"
Abi tersenyum lebar. "Siapa takut?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️