My Cold Chef

My Cold Chef
Two Months of Marriage


__ADS_3

Setelah mendapatkan diagnosis dirinya memiliki kista di ovariumnya, wajah Thara tampak begitu mendung. Aidan yang melihat istrinya sedih, langsung memeluknya.


"Sayang, kistamu kecil sekali kok dan bisa sembuh dengan obat-obatan, pola makan dan terapi. Jangan kamu pikirkan malah tambah stress nanti" bujuk Aidan.


"Aku masih bisa hamil kan, Ai?"


Aidan tersenyum. "Bukannya tadi dokter sudah bilang, kita bagus semua hasilnya dan kamu bisa hamil lagi."


"Oh."


"Iya Mrs Blair, anda bisa hamil lagi karena semua hasil pemeriksaan bagus semua" ucap dokter obgyn itu.


Thara diberikan berbagai macam obat dan pantangan makanan untuk menghilangkan kistanya serta terapi panas yang harus rutin dia lakukan. Wanita itu pun berjanji akan memeriksakan dirinya jika terasa sesuatu yang tidak nyaman.


***


Aidan dan Thara tiba di RR's Meal West End dan langsung disambut para pegawainya dengan heboh terutama Stacy yang semangat kepo pernikahan rekan satu dapurnya. Gadis itu penasaran bagaimana Thara bisa membuat Aidan melepaskan status the most eligible bachelor nya. Yakin pasti akan banyak wanita patah hati mendengar chef tampan itu sudah sold out.


Aidan mengumumkan bahwa Thara tetap menjadi chef pastry seperti biasa dan sistem kerja seperti biasanya karena meskipun statusnya sekarang menjadi istri head chef, Thara tetap akan bekerja biasa.


Thara sendiri tidak keberatan karena dia harus menyelesaikan sesuai kontrak yang dibuatnya dulu.


***


"Gimana rasanya menikah dengan chef paling dingin di London?" tanya Stacy antusias.


"Well, biasa saja sih. Layaknya pasangan biasa sebenarnya."


"Apakah chef Blair masih dingin?"


Wajah Thara memerah. Tiga hari ini apa bisa dibilang dingin? Yang ada bikin badanku ketagihan dengan Aidan.


"Whoah! Princess... wajahmu memerah. Jangan bilang... Oh my God!" bisiknya tertahan. "Is he so hot?"


Thara semakin menundukkan kepalanya untuk menghilangkan rasa malunya.


"You're so lucky, T. Aku harap kalian selalu berbahagia. Oh ngomong-ngomong, pengawalmu sudah tidak mengikuti mu lagi?" Stacy mengalihkan pembicaraan.


"Iffa dan Rahma? Mereka sudah kembali ke Dubai, bekerja disana lagi. Menurut Aidan, karena sudah menikah dengannya, aku tidak membutuhkan pengawal lagi karena kami sudah ada pengawal sendiri."


Stacy pun mengangguk dan hari ini mereka berdua bekerja seperti biasanya membuat berbagai macam model pastry yang terbuat dari bahan coklat.


***


"Jadi Thara ada kistanya, Ai?" tanya Duncan saat Aidan melakukan panggilan video di ruang kerjanya di RR's Meal.


"Iya Pi, ada kecil sekali hanya 2 milimeter sekitar itu."

__ADS_1


"Dokter bilang apa Ai?" tanya Rhea.


"Bisa hilang dengan obat-obatan, pola makan, olahraga dan terapi panas mami."


"Alhamdulillah, tidak perlu operasi" ucap Rhea.


"Apa kedua mertuamu sudah tahu Ai?" tanya Duncan.


"Rencananya nanti sepulang kerja atau tidak besok pagi kami memberitahukan."


"Thara gimana sekarang Ai?" tanya Rhea.


"Sempet syok sih tapi aku dan dokter bilang bisa sembuh, dia agak lega."


"Semoga apa yang diucapkan dokter, terbukti. Kistanya bisa hilang tanpa harus operasi."


"Aamiin."


***


Tak terasa usia pernikahan Aidan dan Thara sudah berjalan dua bulan dan kini keduanya sudah tiba di mansion Al Jordan untuk menghadiri pernikahan Sabine Al Jordan dengan Karl Schumacher.


Acara lamaran keduanya batal dan menjadi acara pernikahan meskipun harus mundur dari jadwal lamaran. Semua itu terjadi karena Karl mengalami insiden patah pergelangan tangan akibat semangat bermain hockey bersama Aidan, Arjuna dan Bryan.


Akibatnya tangan Karl harus di gips dan tidak bisa digunakan untuk menandatangani berkas pernikahan.



Dan kini setelah sembuh, akhirnya acara pernikahan dua anak manusia gesrek itu pun dilaksanakan.


Aidan yang sedang mengobrol dengan para sepupu-sepupunya menanti kehadiran istrinya. Arjuna, Levi dan Fuji meledek putra Duncan Blair itu sekarang menjadi bucin.


"Akhirnya kan, Ai. Dibilang menikah itu enak!" kekeh Arjuna.


"Eh gimana kistanya?" tanya Levi yang mengetahui kondisi iparnya dari Yanti, istrinya.


"Alhamdulillah setelah pengobatan rutin, mematuhi semua perintah dokter, hasil pemeriksaan Minggu lalu sudah hilang." Aidan menatap para sepupunya.


"Bar, kamu gimana? Sudah move on belum dari Arum pengkhianat itu?" tanya Fuji ke Bara.


"Aku sudah nggak mikir, Ji. Anggap saja memang kami tidak berjodoh!" jawab Bara.


"Gue doain, elu dapat jodoh yang jauh lebih baik dari yang kemarin. Kita tidak tahu rencana Tuhan kenapa kalian tidak berjodoh tapi aku yakin, elu udah disiapkan Tuhan pasangan hidup yang mungkin bikin elu keluar dari zona zombiemu sekarang." Levi menatap Bara serius.


Semua pria paripurna itu melongo mendengar ucapan Levi bahkan Arjuna meletakkan punggung tangannya ke dahi sepupu gesreknya.


"Hangat. Elu belum dikasih jatah sama Yanti? Kok jadi waras begini?" ledek Arjuna yang membuat Levi berdecih kesal.

__ADS_1


"Brengsek lu Jun! Sekalianya gue bener kenapa pada syok sih?" sungutnya yang membuat semuanya tertawa.


"Ji, elu kapan nyusul duo Cumi ini?" tanya Arya.


"Sabar lah, gue masih cari cewek yang tepat. Gue nggak suka cewek menyek-menyek soalnya" cengir Fuji.


"Ya salam kalau kiblatnya ke Oma Shanum" ucap Marco Bianchi.


"Tapi Oma Shanum memang cantik lho. Cuma bar-barnya sama parahnya sama Oma Yuna" gelak Bryan.


"Paling parah ya kakak lu itu, Ai. Bisa-bisanya bikin gosong orang coba! Kalau ditanya paling savage, cuma Kaia Blair!" kekeh Nathan Pratomo.


"Eh acara sudah mau mulai tuh!" ajak Reyhan Al Jordan.


"Rey, lu kapan merit?" tanya Mario Bianchi.


"Kalau Sabine dah kasih gue keponakan" ucap Reyhan cuek.


Para pria itu pun mencari pasangan masing-masing bagi yang sudah memiliki pasangan. Acara pernikahan Karl dan Sabine memang dilakukan malam hari, benar-benar nyeleneh seperti khas Sabine yang suka out of the box.


Aidan mencari istrinya dan tersenyum ketika melihatnya datang dengan gaun terusan hitam.



"Sayangku" sapa Aidan menyambut istrinya.


Thara pun menghampiri suaminya sambil tersenyum manis.


"Sayang, apa kamu tidak merasa kalau dadamu tampak penuh?" bisik Aidan yang membuat wajah Thara memerah.


Istrinya itu pun langsung memukul bahu Aidan. "Ini model bajunya! Jadi tampaknya saja dadaku agak besar!"


"Lain kali, jangan pakai baju model begini! Bikin pria lain lihatin kamu terus!" protes Aidan posesif.


"Yang lihatin aku tuh siapa? Cuma kamu doang, Ai! Lihat, semua sepupumu asyik sendiri dengan pasangan masing-masing, yang jomblo malah asyik ngobrol satu sama lain" ucap Thara sambil berjalan menuju lokasi ijab.


Aidan pun melihat semua keluarganya tampak fokus dengan pasangan masing-masing termasuk para orangtuanya. Aura bucin tampak terlihat di keluarga besar itu.


Keluarga besarku benar-benar bucin dengan pasangannya masing-masing!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2