
Dua hari dihabiskan oleh Abi dan Gandari di pondok dengan menikmati kehidupan sebagai pengantin baru. Gandari bersyukur bahan makanan disana termasuk yang baru meskipun kalengan.
Wanita itu sedang membuat spaghetti untuk makan siang mereka hari ini ketika Abi masuk setelah selesai memotong kayu. Badan Abi yang berotot tampak mengkilat akibat berkeringat. Dan dengan cueknya, pria itu memeluk istrinya dari belakang membuat Gandari memprotes bajunya basah karena keringat Abi.
"Mandi sana mas!" hardik Gandari.
"Masih keringetan ini! Masuk angin nanti." Abi tidak perduli Gandari terkena keringat nya.
"Iiissshhh, suamiku jadi Velcro!" kekeh Gandari sambil menyiapkan spaghetti di piring. "Makan dulu, nanti baru mandi."
Abi pun langsung duduk di kursi dan Gandari meletakkan dua piring spaghetti plus coke dan air putih.
"Kita pulang kan mas nanti jam tigaan?" tanya Gandari. "Nggak enak sama mommy dan mami. Kita main kabur begini."
"Santai saja. Soal kabur mengabur malam pertama itu sudah tradisi Ndari. Dari jaman Oma Yuna malahan."
"Really?"
"Kamu ingat Opa Ghani kan? Nah, dulu dia diungsikan Oma Yuna kemari."
Gandari melongo. "Lha memang siapa lagi yang sudah dikirimkan kemari?"
"Selain kita dan Opa Ghani? Kayaknya nggak ada. Soalnya yang tahu pondok ini memang hanya keluarga Blair dan opa Ghani."
"Kalian itu ya memang hobinya bikin heboh!" kekeh Gandari.
"Nggak heboh, bukan kita sayang. Habiskan makanannya, nanti kita mandi bareng."
Gandari memicingkan matanya. "Modus pak?"
"Modus tapi yang bikin kamu menjerit keenakan, why not?" gelak Abi.
***
Apartemen Abi dan Gandari
Pasangan suami-istri itu memilih pulang ke apartemen yang menjadi mas kawin Abi ke Istrinya. Gandari tampak terkesima melihat penataan apartemen miliknya. Ada terdapat lukisan dan patung yang wanita itu tahu nilai seninya sangat tinggi.
"Duh suamiku... Yakin mas kamu tuna seni?" goda Gandari.
"Dih, menghina! Gini-gini aku juga tahu barang seni bernilai tinggi Ndari" cebik Abi kesal.
"Kalau begitu, ini lukisan siapa?" tanya Gandari yang memang belum pernah melihat lukisan itu.
"Ini lukisan yang tidak ternilai harganya karena yang melukis adalah seorang wanita yang dikenal sebagai singa betina klan Pratomo, menantu kesayangan Opa Duncan McGregor, istri kesayangan Opa Edward Blair dan Oma kesayangan mami Kaia."
Gandari tanpa sadar menitikkan air mata melihat lukisan itu. "Ini Oma Yuna? Dan Opa Duncan?"
__ADS_1
"Iya. Itu lukisan dibuat berdasarkan foto yang diambil Opa Edward dan Oma Yuna menyalurkan diatas canvas. Aku sengaja meminta pada Opa Duncan agar aku punya satu lukisan karya Oma Yuna. Dan inilah yang aku dapatkan dan kamu tahu..." Abi memeluk Gandari dari belakang. "Entah kenapa aku terbayang hal yang sama saat kita punya anak nanti. Bayi berambut blonde dengan ibunya yang berambut hitam, macam Oma Yuna, Oma Rhea. Aku tidak bilang mami Kaia karena mamiku blonde dan papi Rhett rambutnya coklat."
Gandari tampak terharu melihat tulisan di pojok kanan bawah.
Duncan and mommy. YPB
"Yuna Pratomo Blair" bisik Gandari. "Jujur mas Abi, aku ingin bisa bertemu dengan Oma Yuna."
"Tidak hanya kamu, sayang. Kami semua yang mengenal langsung dan aku sebagai cicitnya yang notabene belum pernah bertemu, ingin bertemu dengan wanita kuat itu. Semua Opa dan Oma ku mengakui bahwa Oma Yuna itu yang paling segalanya. Kamu tahu, semua klan mafia di New York dan London, hormat dengan Omaku satu itu."
"She's so special."
"Ohya, She's the most special woman and I'm so proud to be her grandkids."
***
Penthouse O'Grady Manhattan
Kaia dan Rhett menatap tajam ke arah putra dan menantunya yang malam ini datang untuk makan malam.
"Asyik ya kabur?" sindir Kaia yang membuat Reana dan Pandu cekikikan.
"Asyik lah mami. Bisa bebas tanpa gangguan nyamuk-nyamuk Durjana berujud sepupu reseh!" balas Abi sambil menyendok sup krimnya.
"Kok tahu kalian mau diusili?" tanya Rhett.
"Owalaahhh Alea tho yang bikin trio durjana itu manyun?" gelak Reana.
"Memangnya trio Durjana gimana dik?" tanya Abi.
"Marah-marah mas, ngumpatin mas Abi" gelak Reana. "Akhirnya malah minum-minum bareng pria-pria lainnya tapi minus Benji karena masih di bawah umur."
"Kalian kemana jadinya?" tanya Pandu.
"Ke pondok."
"Pondok Oma?" tanya Kaia.
"Iya mami. Jadi ingat Opa Ghani kan?" kerling Abi.
Kaia dan Rhett tertawa terbahak-bahak. "Ya wassalam mereka tidak bisa melacak kamu, wong sinyal disana susah! Harus pakai telepon satelit" kekeh Kaia.
"Makanya, cerdas kan aku?" ujar Abi.
"Cerdasan Mbak Gandari lah! Bisa bikin kalian kabur!" cebik Reana.
"Nah bener Reana tuh! Kamu nggak kepikiran bakalan seperti itu menukar honeymoon Suite ke Jennifer dan Jason kan?" timpal Kaia.
"Yang penting kan kami sudah menikmati honeymoon mami" sahut Gandari dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Eh? Kanebo kering bisa hot tho?" goda Reana.
"Shut up, dik! Bisa lah! Gue doain si Freya dapat laki yang lebih kanebo dari aku, biar nyahok!" sungut Abi yang membuat semua orang tertawa.
***
Atas permintaan Kaia, semua anak-anaknya diminta menginap di penthouse. Ibu savage itu ternyata merasakan ditinggal kedua anaknya menikah itu membuat sepi penthouse. Makanya saat ada kesempatan anak dan menantunya datang ke rumah, pasti diminta untuk menginap seperti jaman mereka masih kecil hingga remaja.
Malam ini Gandari dan Abi menikmati pemandangan kota New York dari balkon kamar Abi. Keduanya menatap gedung-gedung bertingkat disana seperti Empire State Building, Chrysler Building dan hutan beton lainnya.
"Senang Ndari?" bisik Abi sambil memeluk istrinya. Cuaca musim panas di New York masih terasa sejuk, sangat berbeda dengan di California.
"Senang mas. Terimakasih ya selama ini sudah membantu aku dalam mengambil kembali semua hak milik papa dan mamaku."
"Hei, aku hanya membuka jalan agar kamu bisa membalaskan kejahatan orang itu dengan caramu jadi kamu merasa lega tanpa ada penyakit hati." Abi mencium rahang Gandari.
"Mau punya anak berapa mas?"
"Sedikasihnya."
"Kalau anak pertama laki-laki, mau dikasih nama siapa?"
"Bayu."
"Kenapa?"
"Entah kenapa aku suka nama Bayu. Kamu tahu nama Bayu diambil dari bahasa sansekerta yaitu Vāyu dan dalam Hindu, Vāyu adalah dewa yang agung dan memiliki gelar dewa angin."
Gandari menatap kagum ke Abi. "Suamiku ternyata pengetahuannya luas sekali."
"Hei kalau aku tidak cerdas, tidak mungkin cumlaude dari MIT!"
Gandari tertawa. "Cumlaude dari MIT tapi pasang cincin iso gelinding plus salah masukin pula."
"Mulai deh!" Abi pun manyun sedangkan Gandari masih tertawa terbahak-bahak. "Wis, gawe anak wae!"
Gandari menghentikan tawanya. "Hayuk! Siapa takut!"
*** END ***
Yuhuuuu Abi dan Gandari End ya saudara-saudara yang menjadikan cerita dari Aidan hingga Abiyasa pun end. Terimakasih yang sudah mengikuti cerita mereka.
Don't worry masih ada Zee, four Emirs dan The Bianchis. Oh, nanti kita balik ke generasi ketiga ya, giliran Savitri Pratomo dan Kim Jaehyun yang merupakan orangtuanya Nathan Pratomo, Oma Opanya si clumsy Safira Pratomo.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1