My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Ke Jakarta


__ADS_3

Kediaman Frank, Connecticut


Mulut Gandari tampak menganga ketika Abi membuat kesimpulan seperti itu. Apakah benar kedua orangtuanya meninggal bukan karena kecelakaan?!


"Ndari, coba kamu ingat-ingat apa yang pernah kedua orangtuamu terutama mamamu pernah berpesan" desak Abi.


"Mama hanya minta tas ini harus aku jaga dan... waktu itu aku melihat mommy Jen yang tampak panik ... " Gandari menatap Jennifer.


"Aku melihat Gandari tampak lemas tapi masih bisa bilang titip tas ini dan setelahnya pingsan. Aku masukkan saja ke dalam tas ku dan segera mengurus Gandari ke rumah sakit" sambung Jennifer. "Dan aku lupa akan tas ini sampai akhirnya kami berusaha mencari Gandari karena kami mendengar dia dimasukkan ke panti asuhan dari polisi sebab keluarga nya tidak bisa mengasuhnya..."


Wajah Abi tampak mengeras dan rasanya dia ingin ke gym untuk menghajar samsak disana.


"Kita ke Semarang secepatnya!" desis Abi geram.


"Kalian mau ke Semarang?" tanya Jason.


"Iya Dad. Mas Abi mau bantu aku mengambil alih rumah mama dan papa" jawab Gandari.


"Kami ikut!" seru Jason dan Jennifer Frank. "Sebab, kami ingin melihat orang jahat itu mendapatkan hukumannya!"


"Maksudnya apa Mr Frank?" tanya Abi.


"Karena pada saat kami mengatakan pada Lukman tentang kondisi Gandari, pria itu hanya mengedikkan bahunya dan bilang tidak akan mengasuhnya karena hidupnya pas-pasan. Bahkan dia tidak mau keluar uang sepeser pun untuk mengurus pemakaman kedua kakaknya" ucap Jason.


"Kami yang mengurus semuanya dengan bantuan polisi karena keluarga kedua orangtuanya Gandari lepas tangan" sambung Jennifer.


"Padahal kami hanya saksi di saat mobil Gandari mengalami selip dan pecah ban di tol Semarang" lanjut Jason.


"Memangnya keluarga kamu hanya pamanmu saja?" tanya Abi.


"Papaku yatim piatu saat bertemu dengan mama. Mama punya adik Oom Lukman dan waktu itu dia sudah menikah sama janda anak tiga. Dan aku tidak tahu kenapa mama dan Oom Lukman tidak akur."


"Papamu kerjanya apa?"


"Papa meneruskan kantor arsitektur milik eyang karena papa seorang arsitek sedangkan mama mengurus properti keluarga yang disewakan. Seingat aku, kami punya beberapa properti di Semarang tapi dimana aku tidak tahu."


"Mr dan Mrs Frank. Anda mau ikut ke Semarang?"


"Iya Abi. Kami ingin melindungi Gandari meskipun kami tahu kamu bisa, tapi Gandari adalah anak kami" ucap Jason.


"Silahkan anda berkemas karena pesawat saya akan terbang malam ini."


***


JFK International Airport New York

__ADS_1


Malam ini Abi, Gandari dan kedua orangtua angkatnya terbang menuju Jakarta terlebih dahulu. Abi ingin bertemu dengan sepupunya yang pengacara, Travis Blair, yang sudah dikabari sebelumnya.


Rombongan Abi berangkat menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Blair yang memang menganggur sedangkan Kaia dan Rhett masih memiliki pesawat milik O'Grady.


Travis sendiri sudah mengirimkan anak buahnya untuk menyelidiki berbagai nomor safe deposit box yang dimiliki oleh orang tua Gandari dan mencari tahu siapa pengacaranya.


"Blair ? Kamu mau membawa pengacara kondang itu?" tanya Jason terkejut ketika Abi bercerita akan ke Jakarta dulu untuk menjemput Travis.


"Tentu saja, dia kan sepupu aku. Dan bagaimana dengan anda berdua yang langsung pergi tanpa memberitahukan ke pihak Yale?" tanya Abi yang tahu kedua dosen di Yale itu main pergi tanpa ijin.


"Tenang saja Abi, kami akan mengirimkan surat ijin cuti ke kampus" kekeh Jennifer.


Abi mengangguk.


***


Halim Perdanakusuma Jakarta


Travis menunggu pesawat milik Abi mendarat dengan sempurna di pinggir hangar. Pengacara handal itu tampak santai sambil memainkan ponselnya.


Tak lama pria itu melihat sepupunya turun dari pesawat dengan seorang gadis cantik dan sepasang pria dan wanita yang berusia seumuran dengan ayahnya James.


"Hai" sapa Travis yang malam itu memakai baju biru.


"Travis!" senyum Abi merekah dan langsung memeluk sepupunya.



"Siapa ini Bi?" tanya Travis.


"Perkenalkan ini calon klien mu, Gandari Pramudhita dan ini dua orang tua angkatnya, Mr Jason dan Mrs Jennifer Frank."


Travis menyalami mereka satu persatu.


"Suatu kehormatan bagi kami bertemu dengan pengacara terkenal dari keluarga terkenal juga" ucap Jason Frank.


"Mari kita ke rumah Blair untuk beristirahat" ajak Travis. Kelimanya lalu menuju mobil Range Rover milik Travis.


"Pacar lu sekarang siapa bro?" tanya Abi setelah duduk di dalam mobil dengan Travis yang menyetir.


"Ada di Aussie. Anak Indonesia juga, namanya sangat Jawa pula sama dengan Gandari" jawab Travis sambil tersenyum.


"Ohya? Siapa namanya?"


"Rahajeng."

__ADS_1


***


Mobil Range Rover Travis tiba di rumah mewah yang dulunya milik Stephen Blair yang kini ditinggali oleh keluarga Blair.


"Malam ini kalian semua istirahat dulu disini. Tenang saja, kamar kami banyak jadi sudah dipersiapkan semua" ucap Travis.


Seorang pelayan mengantarkan suami istri Frank kamar tamu yang sudah disiapkan, begitu juga dengan Gandari. Abi meminta mereka semuanya beristirahat dulu dalam kamar mereka masing-masing.


Abi sendiri memilih masuk ke dalam ruang kerja James dan Travis.


"Opa Neil dan Oom James kemana bro?" tanya Abi.


"Opa ada klien di Texas sedangkan Daddy urus klien di Hongkong. Jadi aku yang urus masalah kalian" ucap Travis sambil mengambil minuman dari dalam kulkas dan diberikan ke Abi.


"Bagaimana penyelidikan mu bro?" Abi membuka kaleng rootbeernya.



Serius amat mas...


"Lukman Kristiawan adalah adik dari Lahita Kristiawan. Lahita menikah dengan Gavin Pramudana dan memiliki seorang anak perempuan Gandari Pramudhita. Ayah Lahita dan Lukman adalah seorang arsitek yang memiliki banyak aset di daerah mahal Semarang. Entah kenapa, semua aset itu diatas namakan ke Lahita semua sedangkan Lukman hanya mendapatkan beberapa sawah di Pengging Boyolali."


"Alasannya?"


Travis membaca laporan anak buahnya. "Karena Lukman menikah dengan seorang janda beranak tiga di saat dia lulus SMA. Ayahnya pun menghukumnya dengan tidak memberikan bagian yang di Semarang."


"Sebenarnya tidak masalah kan nikah dengan janda..." gumam Abi.


"Tidak masalah jika jandanya baik tapi ini Lukman diminta untuk meminta warisannya duluan padahal ayahnya belum meninggal dan setelah ayahnya meninggal, tetap Lukman tidak mendapatkan apapun dari aset yang ada di Semarang satu pun. Semuanya untuk Lahita yang memang selama ini mengurus semua pendapatan."


"Apa Lahita serakah?"


"No Bi, bahkan Lahita masih mengirimkan uang hasil bagi hasil sewa ke Lukman karena adiknya hanya kerja serabutan setelah dipecat oleh Gavin karena menilep uang kantor arsitektur peninggalan mertuanya."


"Berarti dia seorang bad seed, bro. Lalu setelah kedua orangtuanya Gandari meninggal?"


"Dia tidak mau mengurus pemakaman mereka dan kedua orang tadi, suami istri Frank yang membiayai semuanya. Aku bahkan mendapatkan informasi ini langsung dari polisi yang dulu mengurusi meskipun sudah pensiun." Travis menenggak rootbeernya. "Semua uang asuransi Lahita dan Gavin diambil oleh Lukman dengan alasan Gandari masih di bawah umur. Rumah di jalan Kawi juga diambil oleh Lukman, istri dan tiga anaknya itu."


Abi menghabiskan rootbeernya dan mere*mas kalengnya hingga tidak berbentuk.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2