
Thara merasakan tubuhnya terasa berat dan hembusan nafas terasa di lehernya. Harum sabun maskulin dan shampoo tercium di hidungnya yang mancung.
Tunggu. Aku meluk apa ini? Kok liat banget dan hangat? Tunggu... tunggu... tunggu. Baunya kok cowok banget? Wait, aku nggak sedang memeluk Rajendra kan?
Perlahan mata hijaunya terbuka dan betapa terkejutnya kepala Aidan sudah berada diceruk lehernya dan tanpa malu, dirinya pun memeluk beruang kutub itu.
Gambarannya kira-kira begini.
What the fluff?!
Thara berusaha menarik tangannya yang memeluk Aidan namun pria itu semakin erat memeluknya.
"Ai...Aidan. Bangun" bisiknya.
"Hhmmm..." gumam Aidan semakin mepet ke arah dada Thara yang semalam hanya mengenakan lingerie hitam yang biasa.
Waduh! Bagaimana ini? Kenapa juga nggak pakai baju sih!
"Aidan... Aaaiiii!" panggilnya dengan sedikit berteriak.
"Hhmmm..." Mata biru Aidan pun akhirnya terbuka dan pemandangan didepannya adalah belahan dada yang membuat dirinya terpana. Gundukan yang bulat dan sempurna. Wait! Ini dada siapa?!
Aidan langsung bangun dan duduk di tempat tidur. Matanya menatap nyalang ke arah Thara yang menutup tubuhnya dengan selimut tebal.
"Kamu memeluk aku?" tuduh Aidan dengan wajah jutek.
"Enak saja! Kamu yang main peluk aku!" balas Thara judes.
Kepala Aidan rasanya pusing. Sudah kurang tidur, kaget pula! Perlahan pria itu kembali merebahkan tubuhnya sembari memegang kepalanya.
Thara yang melihat perubahan wajah pria itu pun bangun memegang dahi Aidan dengan tangannya.
"Badanmu agak hangat. Sudah, tiduran saja dulu, aku buatkan teh panas." Aidan menatap Thara dengan tatapan datar. Apa kamu tidak tahu princess, belahan dadamu terpampang jelas di wajahku? Meskipun aku tidak ada perasaan padamu, aku pria normal Thara.
Kamar Thara dilengkapi dengan mini tea and coffee bar. Gadis itu pun bangun, lupa kalau dia hanya mengenakan lingerie hitam yang pendek dan menampilkan kakinya yang jenjang dan mulus.
Damn it! Umpat Aidan yang harus melihat pemandangan indah di hadapannya. Bahaya bener!
***
Thara mulai menjerang air di termos elektrik nya dan menyiapkan dua cangkir yang sudah dia berikan teh celup.
"Thara" panggil Aidan.
"Iya?" Thara menoleh ke arah suaminya.
"Kamu bisa nggak pakai baju yang benar?"
Thara menunduk dan wajahnya pun memerah. "Oh, astagaaa!"
"Ya, oh astaga. Sana, pakai baju dulu!" perintah Aidan dan Thara pun melesat masuk ke dalam walk in closetnya lalu mengganti lingerie nya dengan kaus hitam dan celana pendek, tidak lupa dia memakai br@.
Thara pun menyiapkan teh chamomile dan segelas air putih untuk Aidan dan meletakkannya di nakas sebelah tempat tidur.
"Masih pusing, Ai? Bangun dulu pelan-pelan. Minum air putih dulu baru tehnya." Thara menatap Aidan perhatian. "Aku akan buatkan roti panggang." Gadis itu pun kembali ke sudut barnya dan mulai menyiapkan roti tawar yang kemarin memang dimintanya harus ada karena tahu pasti mereka akan keluar siangan.
__ADS_1
"Semalam pulang jam berapa, Ai?" tanya Thara sambil mengoles roti panggangnya dengan mentega.
"Jam tiga subuh" jawab Aidan.
"Kemana saja?"
"Balapan."
Thara menoleh. "Pakai mobil siapa?"
"Semua yang ada di garasi Oom Senna, Oom Kai, Reyhan dan Sabine."
"Sabine ikut?"
"Nggak, acara kaum pria saja" Aidan menyesap teh chamomile nya.
Thara pun datang dengan piring berisikan toast bread with butter.
"Sementara sarapan ini dulu ya" ucapnya.
"Hhmmm. Terimakasih."
Thara mengangguk lalu menuju walk in closetnya lagi sembari membawa baju. "Aku mandi dulu Ai" ucapnya sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"Ya." Aidan menatap toast bread itu sambil tersenyum tipis.
***
Thara memegang dadanya yang terasa jantungnya bertalu-talu. Hari pertama menjadi istri yang karena pernikahan terpaksa itu tidak mudah. Meskipun Aidan masih tampak belum menerima pernikahan ini tapi setidaknya pria itu tidak menolak dilayani oleh Thara.
Semoga pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang sebenarnya karena aku tidak mau adanya perceraian, perpisahan apapun itu. Jika Aidan masih mode hokkyokuguma, berarti aku yang harus bisa membuatnya menjadi Teddy bear.
***
Aidan melihat Thara keluar dari kamar mandi dengan penampilan segar dan harum. Gadis itu memilih memakai bajunya yang semalam, blus putih model Sabrina dan celana jeans.
Dirinya sendiri masih memilih duduk sambil bersandar di head tempat tidur dan masih memilih tidak memakai bajunya.
"Aku keluar dulu. Kamu menyusul saja nanti." Thara hendak membuka pintu ketika Aidan memanggilnya.
"Aku tidur sebentar Thara, kepalaku masih pusing."
"Oke. Akan aku katakan ke mami dan umi jika pada bertanya."
***
Thara tiba di ruang makan yang luas di istana Al Azzam dan melihat banyak anggota keluarga Aidan dan keluarganya disana. Hasyim Al Azzam sengaja membuat buffet karena banyaknya anggota keluarga yang ada di istana dan para chef pun sudah bekerja keras.
"Lha pengantinnya kok nongol sendiri? Aidan mana?" tanya Keia Al Jordan celingukan mencari sepupunya.
"Aidan masih tidur" jawab Thara.
"Oh iya semalam cowok-cowok pada kabur balapan" sahut Kaia santai.
"Balapan?" Duncan, Elang dan Ghani pun melotot.
"Eh?" cengir Kaia.
__ADS_1
***
Sore harinya semua pria tampan dan paripurna itu disidang oleh ayah masing-masing di halaman belakang istana yang luas.
Thara yang terbengong-bengong melihat suaminya kena omel Duncan itu merasa geli karena mereka semua sudah dewasa bahkan sudah menikah dan memiliki anak tapi masih saja dimarahi macam anak remaja.
"Nggak usah heran Thara, kami biasa kok seperti itu" kekeh Josephine.
"Tapi mbak Jo, mereka itu sudah dewasa lho" ucap Thara.
"Mau dewasa seperti apapun, Dimata para orangtua kita, tetap saja kita anak remaja" kekeh Marissa yang geli melihat suaminya dimarahi oleh Joshua, sang Daddy.
"Ya ampun! Itu pada ngapain?" seru Rhea melihat para suami dan anak Lanang dimarahi layaknya anak SMA.
"Gara-gara Kaia keceplosan itu Tante, jadi semua dimarahi deh" gelak Kristal.
"Emang mereka pada ngapain? Bukannya semalam cuma keliling Dubai ya?" tanya Rain.
"Mereka semalam balapan Tante" sahut Davina.
"AAPPAAA?!" seru para kaum mommy.
Hasyim dan Aisyah Al Azzam yang melihat kehebohan keluarga Sultan itu hanya bisa melongo.
"Aidan Richard Giandra Blair! Karl Daniel Schumacher! Rhett James O'Grady!"
"Arya Putra Ramadhan!"
"Arjuna Samudera Reeves McCloud!"
"Mario dan Marco Bianchi!"
"Fuji Al Jordan!"
"Sambara Ganendra Giandra! Iwan Aradhana Yustiono!"
"Nathan Kim Pratomo!"
"Reyhan Al Jordan!"
"Levi Anthony Reeves!"
Semua para mommy mendatangi putra dan menantunya masing-masing lalu memberikan jeweran di telinga.
"Horeee! Aku lolos!" teriak Bryan Smith yang memang tidak memiliki ibu dan hanya dimarahi oleh sang Daddy, Abian Smith.
"Siapa bilang kamu lolos, Bryan?" ucap Miki galak.
Bryan pun manyun.
Semua pria yang dimarahi habis-habisan itu menatap tajam ke Kaia dan Rhett.
Gara-gara kamu, Kaia!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️