My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Ramah Tamah


__ADS_3

Kediaman Keluarga Frank Connecticut


Abi menatap tidak percaya cincin emas yang dipesan khusus itu bisa gelinding masuk di bawah kolong lemari jati yang berat. Ini apa-apaan sih? Masa nggak boleh pasang cincin?


"Abiiii! Ayo dicari cincinnya!" bentak Kaia kesal lalu menoleh ke arah rombongan sirkus aka keponakan durjananya. "Kalian! Bantu Abi!"


Travis dan Hoshi lalu menuju bawah lemari menggunakan senter dari hp. Abi pun melongok di bawah lemari dan melihat cincin itu berada di pojok kanan.


"Alea, tangan kamu kan kecil, bisa ambil cincinnya mas Abi nggak?" pinta Hoshi ke adik sepupunya yang masih SMP.


"Alea coba ya mas." Gadis imut itu pun tengkurap di depan lemari dan tangan mungilnya ternyata tidak bisa masuk. "Mas Hoshi, tangan Alea nggak bisa masuk."


"Coba pakai ini" ucap Jennifer sambil mengambil kuas untuk mengoles kue.


Alea menerima kuas itu dan berusaha meraih cincin. Setelah dua kali percobaan, akhirnya gadis remaja itu bisa mendapatkan cincin tunangan Abi.


"Alhamdulillah!" ucap semua orang.


"Owalaahhh Bi, Ono-ono wae tho yooo. Lamaran malah gawe gegeran. Alamat kejadian ini aib elu seumur hidup dah!" gelak Eiji tanpa beban.


Abi pun hanya tersenyum kecut.


Hoshi lalu membantu adiknya berdiri apalagi gadis remaja itu memakai kebaya dan jarik. "Kamu kok malah pakai kebaya sih, Lea."


"Lha janjian sama mbak Fay, mbak Freya dan mbak Reana" senyum Alea yang kemudian dapat rangkulan dari Hoshi.


"Cantik kok!" puji Hoshi sambil mencium kening adiknya.


Para sepupu Abi pun kembali ke tempat duduk dan mereka bersyukur tidak perlu menggeser lemari jati yang berat itu.


Acara pemasangan cincin itu pun dimulai kembali dan kali ini Abi memasangkan dengan benar membuat semua orang tersenyum bahagia. Abi pun memberikan ciuman di kening Gandari.


***


"Gara-gara kalian, cumiii! Dasar pasukan sirkus!" umpat Abi.


"Ah elunya aja yang memang ndredeg ( gemetaran )!" gelak Hoshi yang mendapatkan tatapan tajam dari Abi.


"Lagian ya Bi. Koplak banget elu bisa gelindingin cincin tunangan. Untung Alea bisa ambil tanpa kita-kita harus memamerkan otot untuk menggeser lemari jati yang super berat itu" kekeh Rajendra.


"Yang penting sudah sah kamu tunangan sama Gandari. Rencana kapan nikahnya?" tanya Travis.


"Insyaallah sih bulan depan karena kita tidak mau lama-lama juga."


"Eh mas. Itu kasusnya gimana? Rumah sama tanah milik keluarga mbak Gandari gimana?" tanya Benji.

__ADS_1


"Kalau rumah Kawi, sudah dikontrak jadi restauran high end apalagi lokasinya mendukung. Tanah yang disewa di jalan pemuda juga masih jalan dan itu diatur sama pak Rahman yang merupakan tangan kanan aku Ben" jawab Travis.


"Syukurlah. Soalnya kan itu warisannya mbak Gandari. Eh iya hukumannya? Mas Abi sama bang Travis belum bilang" ucap Benji lagi.


"Hukuman seumur hidup buat Lukman, Anggita dan Joko. Jerome 30 tahun penjara, Iin 25 tahun penjara dengan pencabutan lisensi pengacara dan notaris" jawab Abi.


"Kayak gitu apa ya worth it? 12 tahun hidup mewah yang harus dibayar dengan menghabiskan hidup di balik penjara, ga bebas, ditambah kumpul dengan para penjahat. Hadduuuhhh, ga kebayang aku" ucap Pandu.


"Nggak usah dibayangin mas. Pening!" celetuk Benji.


***


"Kok bisa sih kanebo kering itu jatuh cintrong sama kamu, Gan?" kekeh Freya.


"Kanebo kering?" beo Gandari.


"Kakak kembar aku kan kaku orangnya, Gandari. Apalagi adik-adiknya sudah pada hapal makanya dipanggil kanebo kering" kekeh Reana.


"Mas Abi nggak kanebo kering kok" bela Gandari dengan wajah memerah.


Sontak para saudara perempuannya Abi langsung memasang posisi kepo ke arah gadis cantik itu.


"Is he a good kisser?" kerling Freya. "Yakin nggak salah ci*pok?"


"Apa kalian selalu begini jika berkumpul?" tanya Gandari.


"Selalu begini gimana mbak?" Alea menatap calon kakak iparnya.


"Ramai, heboh dan apa kata mas Abi... durjana?"


Sontak para wanita cantik-cantik itu tertawa terbahak-bahak. "Aku kasih tahu ya Gandari, aku tuh sudah kenal keluarga mereka dari kecil jadi sudah tahu mereka itu internal nya bobrok" gelak Aruna. "Keluarganya mas Jendra itu fisiknya aja yang bagus tapi aslinya..."


"Durjana!" seru sepupunya yang lain.


"Mau cowok mau cewek, kalau sudah kumpul, amburadul mbak" ucap Fayza.


"Tapi itu cuma berlaku kalau kumpul keluarga. Kalau soal pekerjaan, kami semua profesional tidak ada main-main" timpal Faranisa.


***


"Pak Jason, maaf ya acara tunangannya malah jadi drama kekacauan" ucap Rhett O'Grady kepada calon besannya.


"Oh nggak papa pak Rhett, saya tahu Abi pasti gugup apalagi saudara-saudaranya juga heboh semakin membuat Tremor" kekeh Jason.


"Iya nih, tadinya saya tidak mau membawa pasukan sirkus tapi mereka langsung antusias mendengar Abi mau lamaran jadinya pada ikut semua deh!"

__ADS_1


"Saya tidak menyangka anda bersaudara ipar dengan Ezra Hamilton dan Levi Reeves."


"Apakah anda mengenal kedua ipar saya?"


"Mereka berdua terkadang memberikan kuliah umum tentang bisnis dan science di Yale. Dan saya suka bagaimana mereka memberikan materi yang mudah dimengerti meskipun saya sendiri orang awam soal bisnis dan science."


"Mereka memang pintar di bidangnya kalau saya tidak ada waktu untuk itu, pak Jason. Apalagi kesibukan saya yang harus sering ke Boston dan Dublin, membuat saya lebih memilih istirahat kalau ada waktu day off."


Jason tersenyum. "Benar pak Rhett, usia kita sekarang, kalau bisa istirahat, digunakan sebaik-baiknya."


***


"Jadi sudah dihukum semua tuh D? Orang-orang yang jahat sama Gandari?" tanya Eiji ke Duncan.


Kedua Opa ini sedang duduk di halaman belakang rumah keluarga Frank.


"Alhamdulillah sudah Ji. Lukman, Anggita dan Joko dihukum seumur hidup sedangkan Jerome 30 tahun dan Iin 25 tahun. Tetangga yang mengutak Atik mobil Gavin dihukum lima tahun penjara."


Eiji menghela nafas panjang. "Lha iya lho D. Apa hasilnya? Tidak ada kejahatan yang tidak terungkap. Mau bagaimana pun, entah kapan, pasti bangkai pun kecium bau busuknya."


"Terkadang aku bersyukur lho Ji, kita terlahir di keluarga yang meskipun minus akhlak dan durjana ke keluarga sendiri tapi kita semua tidak ada rasa iri dengki... hanya dongkol dan sebal saja kalau sudah kumat durjananya macam elu itu."


"Lha kok gue lagi D? Aku tuh orangnya paling apa adanya D, lagipula nggak ada aku, kalian pasti pada kangen! Hayooo ngaku!" gelak Eiji.


"Malah Bancakan kalau kamu nggak ada" goda Duncan.


"Oh dear Duncan" Eiji memegang dadanya dramatis. "Teganya, teganya, teganya kau padaku. Apa salah Dan dosaku D? Paling cuma jahilin Diajeng Aya-aya."


Duncan tertawa kecil. "Ji, terkadang aku bingung kamu tuh beneran anaknya Oom Alex atau bukan. Soalnya Oom Alex kan kaku banget orangnya."


"Daddy yang membuat aku begini. Daripada harus kaku dan serius, mending njelehi dan usil biar tetap awet muda. Lihat saja, jumlah kerutan di wajah aku lebih sedikit dari wajahmu" gelak Eiji durjana.


"Sialan lu!" sungut Duncan.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa Gaeesss


Alhamdulillah doa semua pendukung keluarga gesrek durjana durjaksa durhakim dan durpengacara, Eike dan much better. Mamaciihh.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2