My Cold Chef

My Cold Chef
Duo Cumi Durjana


__ADS_3

Suara getar ponsel membuat Aidan terbangun dan sejenak merasakan pusing di kepalanya. Beruntung ponselnya dia mode silent getar jadi dirinya tidak terkejut.


Pelan dengan tangan kiri, dia mengambil ponselnya diatas nakas dan mengerenyitkan dahinya melihat siapa yang menelponnya.


"Ha..lo" sapanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Bangun cumiii! Elu mau molor mpe jam berapa? Sana bangun, bikin adegan pemersatu bangsa, upaya memberikan cucu buat Oom Duncan dan Tante Rhea! Masa punya bini dianggurin? Bini lu tuh bohay tahu!"


Aidan melotot tidak percaya mendengar Omelan seseorang di seberangnya.


"Apa urusanmu, kampret!"


"Urusan gue? Ngomporin elu lah! Yakin tuh si birdy cuma dipakai pipis doang? Ga dikeluarkan tuh 3 juta sel yang bakalan jadi anak elu?" suara seseorang yang lain terdengar di telinga Aidan.


"Eh buset? Kalian telpon rombongan?" Aidan melihat ponselnya dan tampak dua orang durjana menelpon dirinya bersamaan.


"Iyalah! Lagian ya Ai, elu itu udah semingguan nikah, belum diapa-apain pula bini lu! Gue tuh begitu masuk kamar, begitu langsung jebol gawang!"


"Eh cumiiii, beda cerita lah! Elu sama bini lu kan memang saling cinta dan niat menikah. Lha gue?" Aidan tiba-tiba merasakan gerakan Thara yang berpindah posisi menjadi tidur terlentang setelah sebelumnya miring membelakanginya.


Sial! Kenapa harus pakai lingerie sih? Mana dadanya kelihatan membusung gitu? Aidan melihat istrinya terpejam dengan nafas teratur.


"Bro, namanya bercin*ta itu enak lho! Gue sampai harus menahan hor*ny setiap lihat bini gue. Dan tahu sendiri kan waktu gue kecelakaan seperti apa? Bini gue itu benar-benar bikin otak gue kagak waras. Akhirnya gue unboxing lah dengan nekad meskipun besoknya gue kudu opname lagi tapi puas bro! Enak banget dan nagih! Mana bini gue itu seksihnya minta ampun!"


"Elu mah emang dah ga waras cumi! Akhirnya opname kan, pakai acara diomeli?"


"Eh itu bukan pertama kalinya gue berhubungan tapi pas sama kembarannya kan gue posisi mabok kena obat jadi rasanya ya kurang, keluar tapi kosong. Tapi begitu sama bini gue ini, hohoho uenak!" gelaknya durjana.


"Kayaknya elu kudu stock Kon*Dom yang banyak atau bini lu KB soalnya kasihan anak lu nanti kesundul!"


"Pakai kon*dom nggak enak sih tapi mau gimana?" kekehnya.


Aidan merasa pusing mendengar ucapan unfilter dari dua durjana yang menelponnya.


"Kalian nggak jetlag kah pas pulang kemarin?" tanya Aidan ke kedua orang itu.


"Nggak tuh Ai. Apa mungkin elu kena turbulence?"


"Bisa jadi soalnya tadi cuaca agak gak bagus."


"Ngomong-ngomong, bini lu kemana Ai? Jangan bilang elu pisah kamar!"


"Nggak lah! Ini di sebelah gue lagi tidur. Kayaknya sama ma gue, jetlag.


"Udah, elu garap saja. Kalau mau tutorial nya, buka tuh di situs dewasa" kekeh salah satu sepupunya.

__ADS_1


"Kalian berdua itu memang spesies menyebalkan! Harusnya dulu elu kagak minta ASI dari Tante Ayame deh!"


"Lha salahkan kondisi bodi gue yang kagak bisa minum susu formula. Memang gue suka yang alami kok, seperti dadanya bini gue. Gara-gara masih kasih ASI buat si bontot, dadanya besar banget beuuddd!"


"Lha kan semua makanannya si bontot mu disitu semua, cumiii!" hardik si jenius yang sekarang tinggal di New York.


Aidan semakin pusing. "Sudah, sudah! Kalian mengganggu! Gue mau molor!"


"Ai, kalau elu kagak bisa hubungan sama bini lu, gue coret dari daftar orang yang dapat warisan! Dan gue bakalan sebarin kalau elu gagal jadi laki!"


"Eh kampret! Siapa yang bilang gue gagal jadi laki?" Emosi Aidan tersulut akibat ledekan saudaranya.


"Gue!" seru keduanya di telinga Aidan.


Untung si Jepang kagak ikutan! Bisa naik tensi gue!


"Brengsek lu pada! Sudah! Gue mau lanjut tidur!" bentak Aidan tertahan agar tidak membangunkan Thara.


"Bobokin bini lu Ai! Apa perlu gue kirimin videonya? Mau yang versi apa? Halus, sedang atau hardcore?"


Aidan memandang ponselnya. Lama-lama gue gila sama duo setan ini!


"Sudah! Gue cari sendiri! Assalamualaikum!"


Aidan mematikan panggilannya tapi tak lama ponselnya berbunyi dan mata birunya menatap tidak percaya. Akun pesannya dikirimi banyak video pemersatu bangsa dari sepupunya.


***


"Kira-kira si Ai berani nggak ya ambil langkah buat unboxing Thara?" tanya ayah dua anak itu ke sepupunya yang sekarang mereka melakukan panggilan video.


"Harusnya sih berani! Patut diragukan gen Opa Edward, Ogan Abi dan Oom Duncan kalau sampai dia tidak berani" kekeh pria berwajah Asia itu durjana.


"Elu kirim berapa video, Vi?" tanya sepupunya.


"100 kayaknya Jun" gelaknya.


"Mampus!"


Kedua saudara sepupu yang sepersusuan itu tertawa terbahak-bahak.


***


Aidan menatap Thara yang sedang terlelap dan dirinya memiringkan tubuhnya untuk menghadap istrinya.


Bener kata si cumi, bodinya Thara bohay. Tapi masa iya gara-gara bodi bohay gue kudu lakuin?

__ADS_1


Tak disangka-sangka, mata hijau Thara terbuka dan menatap Aidan yang tampak gugup seperti kepergok sedang memperhatikannya.


"Ada apa Ai? Masih pusing?" tanya Thara bingung.


"Nggak papa."


Thara memiringkan tubuhnya dan keduanya saling berhadapan.


"Kamu kenapa?"


"Thara, bukankah kita sudah membahas untuk tetap bertahan dan memperjuangkan pernikahan ini?"


"Iya. Kenapa, Ai? Apa kamu berubah pikiran?"


"Nggak, hanya saja. Jika ... aku meminta hakku, apakah boleh?"


Mata Thara mengerjap-ngerjap tidak percaya. "Aku malah berpikir kamu tidak mau menyentuh aku karena ma..."


Bibir Thara langsung ditutup dengan bibir Aidan. Pria itu memegang wajah Thara dan segera menindih tubuh istrinya. Thara sendiri tidak menyangka akan mendapatkan serangan dari suaminya hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Aidan.


Entah siapa yang mengajari karena Aidan sendiri belum sempat membuka video ihik-ihik yang dikirimkan oleh sepupunya karena keburu dia matikan ponselnya.


Thara membuka kaos Aidan dan tangannya gemetar meraba tubuh liat suaminya dan kemudian dia mengelus perut kotak-kotak yang selalu membuatnya ngiler selama di Dubai.


Keduanya saling menyentuh, meraba, mengelus hingga sama-sama polos dan Aidan tersentak ketika tangan ramping istrinya memegang si birdy.


"You're so naughty, princess" bisiknya di sela-sela gerilya di dada yang membusung kencang itu. "Pijat yang enak."


Entah mendapatkan keberanian dari mana Thara melakukan lebih dari sekedar memijat dan membuat Aidan nikmat.


Sebodo dengan video pemersatu bangsa! Melakukannya sendiri jauh lebih nikmat!


Sore itu Aidan dan Thara melakukan hubungan suami-istri yang awalnya tidak ingin dilakukan oleh Aidan tapi karena hasil kompor tidak berakhlak dari dua durjana itu membuatnya tertantang.


Bener kata si dua cumi, ini enak banget! Aidan pun ambruk diatas Thara setelah melepaskan kecebong ke dalam rahim istrinya. Aidan tahu istrinya sudah tidak perawan bahkan pernah hamil tapi dia merasa terkejut merasakan punya Thara masih sempit saat dia masuk. Bisa-bisa aku bakalan ketagihan tubuh istriku sendiri.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1



Bonus Babang Ai habis unboxing


__ADS_2