My Cold Chef

My Cold Chef
Ketika Kulkas Kasih Pujian


__ADS_3

Johnny memberikan helm full face kepada Thara yang hari itu memakai jaket hitam yang agak kebesaran karena milik Bryan dipakai olehnya sedangkan Rahma terpaksa melepas kerudungnya dan merubah dandanannya mirip dengan Thara, tak lupa masker di wajahnya.


"Sudah siap?" tanya Abian bersama dengan sopir yang akan membawa mereka pergi. Bryan memilih untuk tinggal apartemen dengan alasan ada hal yang hendak dia kerjakan.


"Sudah tuan Abian" jawab Rahma.


"Yuk berangkat!" ajak Abian sambil menghela Rahma menuju Range Rover Aidan yang memang dipakai oleh Johnny.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan pergi keluar halaman apartemen, tidak lama mobil yang mengintai mereka pun mengikuti mobil yang ditumpangi Abian dan Rahma.


Johnny yang sudah berada diatas motor bersama Thara hanya bisa menahan nafas melihatnya.


"Nona Thara, pegangan karena saya agak mengebut" ucap Johnny.


"Baik Johnny" ucap Thara sambil memegang jaket pengawalnya.


Tak lama, motor Ducati hitam itu pun keluar dari apartemen menuju RR's Meal.


***


And the motherf- benchin' a lot


Punchin' the bag while he listenin' to, "The Box"


Uh-uh, I'm 'bout to get my s- rocked


Uh-uh, I need to call up my pops


I'm killin' the pain, I'm feelin' the change


I'm a villain to ones that wanna s- on my name


You better think twice about the moves that you make


When your heart is closed, man, the truth is erased


Bryan bersenandung lagu milik Rich Brian sambil mengutak-atik laptop nya mencari tahu semua yang harus dia cari tahu jika ingin menuruti permintaan kakak sepupunya yang ingin membantu Thara balas dendam.


"Gotcha!" Bryan pun mengambil ponselnya. "Bang Ai, aku kirim folder ke Abang. Bisa Abang cek ya."


Setelah menelpon Aidan, Bryan pun menelpon seseorang.


"Halo kakakku yang bar-barnya sejagat Pratomo..." cengir Bryan.


***


Thara sudah sampai di restauran berbarengan dengan Stacy yang datang dengan scooternya.

__ADS_1


"Lho tumben nona Thara naik motor dengan Johnny" sapa Stacy ramah.


"Iya sekali-kali" jawab Thara sambil tersenyum.


"Hari ini kita buat wagashinya karakter binatang lucu-lucu gimana? Seperti ini." Stacy menunjukkan beberapa contoh di ponselnya.


"Ih gemes deh!" ucap Thara sambil menyapa para chef yang baru datang, begitu pula dengan Stacy yang menyapa para seniornya.


"Thara, Stacy, bikin wagashi yang lucu-lucu ya soalnya banyak yang suka" ucap salah satu chef.


"Oke!" jawab Stacy semangat.


***


Aidan membuka folder yang dikirimkan oleh Bryan dan tersenyum smirk. Tidak percuma dia kuliah di MIT dan jadi anaknya Oom Abian. Pria bermata biru itu pun langsung menelpon adik sepupu angkatnya.


"Bry, kamu bawa Seagate hard disk berapa?" tanya Aidan.


"Aku kan anak Pramuka bang Ai. Banyak lah! Aku bawa dari 1TB sampai 5TB. Monggo dipilih, dipilih..."


"Lu kira jualan di tanah Abang?" sungut Aidan sebal.


"Lha kapan Abang gue yang cakep tralala ini sempat ke tanah Abang ya?" gumam Bryan yang tidak percaya Aidan sempat kesana sebab Bryan yakin abangnya mana mau ke pasar besar di Jakarta itu.


"Pernah sekali nemenin Tante Maira gara-gara Arya sakit perut batal antar emaknya pas aku di Jakarta" ucap Aidan.


"Tanya Tante Maira kalau tidak percaya" kekeh Aidan. "So, back to topic. Jadi ini Daddy-mu dan Rahma pergi pakai Range Rover buat mancing orang-orang yang menguntit?"


"Hu um. Rencananya Dad akan muter-muter kota London mpe mabok!" gelak Bryan.


"Kalian tuh Yaaaaaa" kekeh Aidan.


"Aku sudah mendapatkan semuanya bang. Tinggal kita simpan aib mereka sebagai bukti kejahatan. Jika kepolisian Dubai tidak mau menangkap, ya aku bom lah!" ucap Bryan tanpa beban.


"Astaga! Bry, kamu kelamaan kumpul sama mbak Kaia !" Aidan memegang pelipisnya.


***


Thara dan Stacy berkutat di dapur pastry dan mulai membuat adonan beserta isi wagashi. Tema Jepang yang diusung Minggu ini semakin membuat keduanya semangat membuat penganan yang kawaii atau lucu-lucu khas negara Sakura itu.


Xander yang mengawasi kedua gadis itu hanya tersenyum saat keduanya mencoba berbagai macam desain wagashi yang ada di internet. Setelah kemarin temanya bunga, kaki ini temanya adalah tokoh binatang lucu-lucu.


Beberapa jam kemudian, desain awal milik Thara dan Stacy pun jadi. Xander yang melihat kreativitas keduanya tampak kagum.



"Kalian tahu? Aku jadi tidak tega memakannya" kekeh Xander.

__ADS_1


Para chef yang melihat hasil karya Thara dan Stacy pun memuji dengan keahlian keduanya. Aidan yang turun dari ruangannya untuk memeriksa dapur, mengernyitkan dahinya saat para chef wanitanya berseru heboh.


"Ada apa ini?" tanya Aidan yang membuat kerumunan di dapur pastry bubar.


"Ai, lihat ini" jawab Xander sembari memperlihatkan wagashi yang lucu-lucu itu.


"Keren" ucap Aidan jujur. Bahkan aku sendiri belum tentu bisa membuatnya.


"Kerean kan Ai. Aku jamin, para tamu pasti akan heboh dan tidak tega memakannya" cengir Xander.


Aidan tidak menjawab namun mengambil satu. "Bentuk boleh lucu tapi apa rasa juga menjamin?" Pria itu langsung memakannya.


"Yaaaaaa chef Blair. Kok yang diambil yang bentuk rilakkuma sih?" celetuk seorang demi chef membuat Stacy dan Thara tersenyum.


Aidan merasakan rasa manis tapi tidak terlalu manis dan adonannya juga tidak liat tapi enak. Sial! Mereka jago juga!


"Bagaimana chef?" tanya Thara ingin tahu.


"Enak. Bikin yang banyak dan rasa jangan sampai kurang dari ini!" Aidan pun berbalik meninggalkan dapur pastry.


"Ya ampun! Kulkas nya masih awet!" bisik salah seorang chef yang membuat semua orang hanya tersenyum tipis. Aidan memang dikenal chef dingin tapi sekalinya dia marah, tidak ada ampun apalagi soal hidangan yang tidak sesuai dengan standar dirinya.


Thara hanya menatap kepergian Aidan dengan tatapan datar.


"Aidan ya Aidan. Dia bilang enak ya enak, nggak dibuang!" senyum Xander. "Dan itu pujian tertinggi dari seorang Aidan."


Stacy mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya. Hasil kerja kerasnya dipuji oleh salah satu chef terbaik di London.


"Terimakasih chef Xander. Aku jadi semangat meskipun chef Blair ngomongnya gitu doang!" kekeh Stacy.


Setelahnya Xander kembali ke dapur utama namun beberapa chef meminta agar Thara dan Stacy boleh mencicipi. Mereka semua menyukai rasa yang tidak terlalu manis tapi membuat hati senang.


Setelahnya semua chef disana pun kembali ke rutinitas seperti biasa, begitu pula dengan Thara dan Stacy yang semakin semangat membuat wagashi dengan berbagai bentuk lucu-lucu.


Aidan yang mengawasi dari kamera CCTV hanya menatap datar kesibukan di dapur pastry. Wajah Thara tampak bahagia saat membuatnya sembari sesekali bercanda dengan Stacy.


Setidaknya kamu bisa melupakan traumamu dengan membuat camilan enak-enak. Tidak heran Rajendra sampai nempel denganmu.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2