
Thara turun bersama Rahma dan ketiga pengawal nya. Aidan sendiri hanya menunggu setelah semua tas bawaan mereka turun dari mobil dan selanjutnya pria itu pergi meninggalkan komplek apartemen tanpa berkata apapun.
Rahma yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mr Blair benar-benar tidak bisa diprediksi moodnya. Gadis itu pun menoleh ke arah princess nya yang hanya menatap kepergian Aidan dengan sendu.
"Princess?" panggil Rahma.
"Mungkin salahku juga ya Rahma. Tidak bilang langsung ke Aidan." Thara kemudian berbalik menuju apartemen.
Rahma pun berjalan menjajari princessnya. "Kalau bilang ke Mr Blair, malah princess tidak diijinkan kerja disini."
Thara mengangguk. Biarlah, aku kesini kan untuk bekerja, bukan karena pria kulkas itu!
***
Mood Aidan langsung berantakan ketika tahu Thara nekad kembali ke London demi menjadi chef pastry di restaurannya dan yang bikin dirinya jengkel, dia minta ijin ke Xander, bukan ke dirinya. Dirinya head chef dan owner! Bisa-bisanya dia melangkahi tanpa meminta ijin!
"Dasar! Mentang-mentang dia sekarang princess jadi seenaknya sendiri!" umpat Aidan kesal. "Apa dia tidak punya tata Krama?"
Mobil Ranger Rovernya sampai di restauran RR's Meal cabang kedua yang dekat dengan Downing Street, tempat Perdana Menteri Inggris George Major bertugas. Aidan melihat Range Rover milik Arjuna sudah sampai di sana.
Para pelayan yang melihat Bossnya datang langsung memberikan hormat. Terry Hawkins yang menjadi head chef di restauran ini segera menghampiri Aidan.
"Chef Blair, sudah ditunggu di dalam."
"Thanks Terry." Aidan mengangguk ke pria yang mirip pemain Chelsea John Terry itu lalu menuju ruang VIP. Tampak dua orang pengawal George Major berjaga di depan pintu VIP.
"Mr Blair" sapa dua pengawal itu. "Silahkan."
Aidan pun masuk dan tampak George Major, Elang dan Arjuna sudah duduk disana. Semua menu favorit masing-masing orang sudah tersaji.
"Aidan" senyum George.
"Uncle." Aidan tersenyum. Arjuna melirik ke sepupunya. Wajah Aidan memang seperti biasanya tapi matanya tidak bisa dicolong ( dicuri ). Mata Ai tampak kesal.
Arjuna merasa pasti ada sangkut-pautnya dengan kedatangan si sniper dan Princess Thara. Apa dia tidak nyaman dengan kehadiran Thara?
"Aku bersyukur Rajendra bisa pulang dengan selamat. Kalian tahu, Sissy sampai bilang padaku untuk mengirimkan semua tentar Inggris kalau Rajendra tidak bisa kalian bebaskan" kekeh George.
"Tidak usah berlebihan George. Kami bisa urus sendiri. Apakah kamu lupa, kami juga punya keluarga di Dubai?" senyum Elang.
"Ah iya, keluarga Al Jordan. Salah satu Emir yang paling disegani banyak orang. Hamid dan anak-anaknya memang salah cari lawan." George terkekeh. "Aku kenal dengan Senna Al Jordan. Dia kepala keluarga Al Jordan kan sekarang? Bukannya harusnya Mamoru Al Jordan, bukan Senna."
"Moru lebih suka menjadi dokter sedangkan Yuki, adik Moru lebih suka tinggal di New York atau Tokyo dibandingkan Dubai. Lagipula, Senna dan Kai kan memang tinggal disana." Elang menyesap teh jahenya.
"Aku tidak mau tahu berapa korban kalian tapi yang jelas aku harus laporan kepada Raja Inggris atas ulah kalian." George menatap tajam ke Elang, Aidan dan Arjuna. "Jika Baginda Raja memanggil kalian, dan kalian diberi hukuman, terimalah."
"Tampaknya kecil kemungkinannya" seringai Arjuna.
"Bagaimana bisa kamu yakin Jun?"
__ADS_1
"Pangeran Henry adalah sahabatku sewaktu di Eton College. Dia masih punya hutang padaku dan sudah saatnya aku menagihnya" seringai Arjuna.
Elang dan George hanya menggelengkan kepalanya.
Sekarang aku tahu darimana Rajendra belajar.
Sekilas tentang Eton College
Eton College, biasa disebut dengan Eton, adalah sebuah sekolah asrama independen di Britania Raya untuk siswa yang berusia antara 13 hingga 18 tahun. Sekolah ini adalah salah satu sekolah khusus pria terbesar di Britania Raya, dengan jumlah siswanya mencapai 1.300 orang. Eton didirikan oleh Raja Henry VI pada tahun 1440 dengan nama "The King's College of Our Lady of Eton besides Wyndsor".
Eton memiliki daftar panjang alumni-alumninya yang terkemuka. David Cameron adalah Perdana Menteri Britania Raya kesembilan belas yang lulus dari Eton. Selain itu, Eton juga merupakan sekolah "langganan" bagi keluarga Kerajaan Britania Raya. Oleh sebab itu, Eton secara tradisional dijuluki sebagai "kepala perawat negarawan Inggris", dan dianggap sebagai sekolah publik yang paling terkenal di Inggris
Sumber Wikipedia.
***
Arjuna mendekati sepupunya ketika mereka sudah selesai makan siang dan George sedang mengobrol dengan Elang.
"Kamu kenapa Ai? Matamu semakin biru kalau kesal" kekeh Arjuna.
"Aku memang sedang kesal!"
"Sabine bikin ulah?" tanya Arjuna.
"Sabine asyik pacaran dengan Karl!"
"Biarin saja! Mereka sudah dewasa, kalau Karl macam-macam, pasti mukanya sudah remuk!"
"Thara?" tembak Arjuna. Aidan menoleh ke arah sepupunya.
"Siapa lagi!" cebik Aidan.
Arjuna tertawa kecil. "Awas, jatuh cinta lu tar!"
Aidan menatap tajam ke Arjuna. "Bukan tipe aku!"
"Lho, Thara cantik, jago masak, cerdas dan Rajendra suka sama dia. Kamu tahu kan kalau anakku itu paling susah dekat dengan orang asing." Arjuna berbisik. "Apa karena Thara seorang Princess? Jadi seorang Aidan Richard Giandra Blair minder? Atau karena Thara sudah tidak virgin?"
Aidan melotot. "Apa maksudmu?"
"Ya siapa tahu kamu minder sama Emir Al Azzam" ucap Arjuna sambil mengedikkan bahunya.
"Ngapain aku minder? Aku kaya, kaya sekali malah! Aku tidak urus soal kekayaan Abah Hasyim!"
Arjuna terbahak. "Malah panggil Abah. Harusnya Emir, Ai bukan Abah. Berarti ada perasaan tersendiri ke Emir sampai memanggilnya dengan panggilan spesifik."
"Levi juga panggil Emir Al Azzam, Abah. Yang lain juga manggilnya Abah."
"Harusnya panggilannya diganti resmi karena Hasyim Al Azzam sudah resmi bergelar Emir Al Azzam."
__ADS_1
"Terserah kamu, Jun!" Aidan pun cemberut.
Arjuna terbahak. Bocah satu ini nurun kakunya siapa sih? Perasaan Oom Duncan dan Tante Rhea nggak kaku deh orangnya. Sekakunya Kaia, nggak separah adiknya deh. Eh tapi Ai cuma kaku dengan Thara, dengan chef cewek lainnya masih bisa ramah. Atau jangan-jangan... Arjuna sibuk dengan pikirannya sendiri tanpa sadar Aidan sudah pergi menemui Terry.
***
"Rajendra!" Bocah Lima tahun itu pun menoleh ke arah suara yang sangat dikenalnya.
"Tante Tharaaaaa!" teriaknya sambil berlari menghampiri Thara yang berjongkok sambil membuka kedua tangannya lebar-lebar dan Rajendra langsung menghambur memeluk Thara erat-erat. Begitu juga Thara yang langsung memeluk bocah itu.
"Ya ampun Tante kangen banget!" ucap Thara di sisi wajah bocah tampan itu.
"Jendra juga kangen!" ucap Rajendra di ceruk leher Thara yang harum lavender.
"Rajendra!" suara anak perempuan membuat Rajendra menoleh begitu juga Thara.
"Aruna" Rajendra melepaskan pelukannya ke Thara dan berbalik. Tampak anak perempuan cantik dan imut berhijab berdiri di belakang Rajendra. "Apa judes?"
"Botol minum kamu ketinggalan! Dasar ceroboh!" Aruna memberikan botol minum bergambar Rilakkuma itu.
"Siapa yang ceroboh?" sanggah Rajendra sambil menerima botol minum itu.
"Kamu!" ucap Aruna ketus.
"Aku sengaja!"
"Kenapa?"
"Biar kamu kasih ke aku!" seringai Rajendra yang membuat Thara terbahak. Astaga! Modusnya mirip Arjuna.
Aruna cemberut. "Modus!"
"Nah tuh tahu!" cengir Rajendra.
Aruna menghentakkan kakinya. "Kamu nyebelin!" Gadis cilik itu pun berbalik berjalan menuju ke nannynya yang sudah menunggu.
"Wa'alaikum salam Judes!" kekeh Rajendra.
Thara tertawa geli melihat polah Rajendra. Apa Aruna memang bakalan jadi jodoh Rajendra?
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1