
Setelah hampir seminggu di Dubai, Aidan dan Thara pulang ke London bersama dengan Karl Schumacher yang berencana akan melamar dan menikahi Sabine Al Jordan bulan depan.
Senna Al Jordan akhirnya memberikan restu ke pria dengan full tattoo di tangan dan punggungnya setelah melihat keduanya seperti tidak bisa dipisahkan meskipun sempat ribut tentang rumor yang dibuat oleh Karl.
Para anggota keluarga pun menyepakati akan datang acara lamaran Karl dan Sabine yang langsung ke acara pernikahan bulan depan.
Kini Thara pun masuk ke dalam mansion milik keluarga Blair dan gadis itu mulai melihat-lihat foto-foto keluarga yang belum sempat dia lihat keseluruhan.
"Masuk kamar dulu, istirahat, bukannya lihat-lihat foto. Besok-besok kan bisa!" ucap Aidan sambil naik membawa kopernya.
Thara yang terkejut pun mengangguk dan ditemani pelayan yang membantu membawakan koper gadis itu pun naik ke kamar utama. Thara sempat melihat dua pintu kamar di lantai dua yang masing-masing bertuliskan 'Kaia' dan 'Aidan'.
"Itu kamar ku waktu kecil kalau menginap disini saat liburan sekolah" ucap Aidan melihat istrinya terpaku dengan dua pintu berbeda warna, ungu dan biru.
"Baru tahu mbak Kaia suka warna ungu" ucap Thara.
"Dia sih suka semua warna tapi favorit memang ungu" Aidan pun membuka pintu kamar utama setelah memencet password. "Sinikan tanganmu."
"Kenapa?"
"Mau aku program buat sidik jarimu di pintu kamar ini." Aidan menarik tangan Thara dan menempelkan jempolnya ke scanner sidik jari.
"Jadi kamu nggak usah repot menghapal angka password untuk membuka pintu kamar, tinggal tempelkan jempolmu" ucap Aidan setelah sidik jari Thara tersimpan di program pengaman pintu kamar utama.
"Ayo, ke kamar lainnya." Hari itu Aidan memasukkan sidik jari Thara di semua pintu mansion.
***
__ADS_1
Thara melihat kamar utama yang desainnya sangat-sangat maskulin. Di meja Konsul terdapat foto-foto lagi dan kali ini adalah keluarga inti Aidan dimulai dari Ogan Abi dan Necan Dara, Opa Edward dan Oma Yuna, Duncan dan Rhea, Kaia dan Rhett serta Aidan bersama dua keponakannya.
"Necan mu cantik sekali" puji Thara melihat foto Abi dan Dara saat masih muda.
"Yup, nggak heran kalau Ogan bucinnya minta ampun. Sampai-sampai kata Papi sudah julid dari papi batita gara-gara papi maunya sama Necan" kekeh Aidan. "Eh malah jadi menantu."
"Apa dartingnya sama seperti Oom Senna dan Karl?" tanya Thara.
"Seperti itulah tapi kalau Ogan dan papi parah gegerannya." Aidan membuka pintu dan memperlihatkan walk in closetnya yang luas. "Sebelah sini adalah baju-baju dan aksesoris milikku, sebelah sana adalah areamu."
Thara melihat walk in closet yang luas dan heran adanya banyak baju perempuan yang masih memiliki tag harga.
"Ini baju siapa Ai?" tanya Thara melihat baju-baju mahal dan bermerk.
"Oh itu punya Oma Yuna. Keluarga kami punya kebiasaan menimbun baju-baju baru termasuk baju dalam berbagai ukuran jadi kalau ada yang menginap, nggak usah bingung cari baju."
"Kalau kamu bingung nggak ada baju, pakai saja. Masih baru kok" ucap Aidan. "Tas juga ada."
Thara merasakan pusing melihat banyak barang branded disana. "Tahu gitu aku nggak usah bawa barang banyak ya Ai."
"Oh ada daster batik kalau mau pakai" sahut Aidan cuek.
Thara melongo. Setelah barang branded, ada daster batik?
"Kenapa? Kakakku maniak daster batik lho. Katanya lebih adem bahannya daripada lingerie dan kata Rhett, lebih seksih pakai daster karena yang dipilih mbak Kaia yang memang modelnya mirip lingerie.
__ADS_1
Thara hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kalian itu keluarga Sultan..."
"Hei, Ogan Wong Jowo, Necan wong solo, jadi wajar lah kalau jadi pecinta batik dan daster." Aidan melepaskan jam mahalnya dan memasukkan ke dalam kotak di laci. "Danisha dan Iwan memegang AJ Corp yang bergerak di bidang batik tulis di Solo."
Thara mengangguk dan membuka sebuah lemari yang berisikan daster batik masih baru disana.
"Wah kalian itu ya" ucapnya.
"Enjoy the closet, aku mau mandi. Gerah dan jetlag juga." Aidan meninggalkan Thara yang masih melihat-lihat kamarnya.
***
Aidan sudah selesai mandi dan membersihkan diri lalu segera naik ke atas kasurnya. Entah kenapa dirinya merasa teler dan jetlag. Tak lama kemudian pria itu pun terlelap.
Thara yang baru saja memasukkan beberapa baju dari dua kopernya memutuskan untuk mandi juga. Gadis itu masuk ke dalam kamar mandi yang besar dan bernuansa broken white. Setengah jam dirinya menyelesaikan acara mandinya, lalu mengeringkan rambutnya.
Thara pun mengambil lingerie hitam dan menunjuk ke tempat tidur. Tubuhnya benar-benar lelah dan tak lama kemudian dirinya ikut terlelap menyusul suaminya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Lanjut lagi sebab Eike masih ada kerjaan di Dunia nyata
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️