
London Inggris
Acara resepsi Rajendra dan Aruna berlangsung meriah bahkan semua keluarga hadir karena memang bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak mereka. Para anak-anak generasi kelima saling bertemu dan mulai membaur satu sama lain karena semua orang tuanya membuat mereka harus mengenali keluarga sendiri.
Meskipun tampak sok eksklusif, tapi itu cara mereka bisa berkumpul karena mereka yang jauh-jauh bertemu saat lebaran dan idul Adha saja. Makanya tak heran jika ada acara pernikahan, mereka semua dikumpulkan menjadi satu untuk saling mengenal dan menghapalkan nama semua anggota keluarga.
Rajendra dan Aruna tampak sumringah melihat bagaimana kedua keluarga tampak akur dan tidak ada drama yang membuat mereka kesal.
"Rajendra!" panggil Rain.
"Ya Oma?" Rajendra lalu menghampiri Omanya dan wajahnya sumringah mendengar ucapan Rain. Lalu pria itu memeluk Omanya.
Aruna yang bingung melihat kenapa suaminya tampak sumringah lalu menatap Rain yang hanya mengedipkan sebelah matanya. Ada apakah?
Melihat suaminya sudah kembali ke pelaminan, Aruna menatap Rajendra dengan tatapan bertanya. Rajendra pun berbisik di telinga Aruna yang membuat pengantin cantik itu memerah wajahnya.
"Serius Jendra?" tanya Aruna yang dijawab anggukan Rajendra. "Malam ini?"
"Sudah disiapkan mommy dan mama Ghania. Semua baju-baju kita."
Aruna menatap tidak percaya bagaimana kedua ibu mereka sudah mempersiapkan semuanya.
"Soalnya kata Oma, Opa Eiji lagi cari relawan buat ngacoin malam pertama kita, Runa. Jadi Opa Jeremy langsung ambil inisiatif sama Daddy" ucap Rajendra dengan nada pelan.
"Ya ampun, Opamu satu itu" gelak Aruna.
"Kamu tahu, kalau nggak diungsikan oleh Oma buyut Yuna Blair, Opa Jeremy dan Oma Rain bakalan Gatot malam pertamanya" kekeh Rajendra.
"Ohya? Apa gara-gara Opa Eiji?" tanya Aruna.
"Gara-gara Semua Opa!"
Aruna melongo.
***
Hoshi menatap Luca dengan tatapan judes. Dirinya tidak menyangka kakak sepupunya yang maniak Star Wars memberikan nama kedua anak kembarnya sama dengan nama anak Darth Vader.
"Mentang-mentang lu dipanggil Darth Vader, anak lu dikasih nama sama ya, Luke dan Leia. Mana nama tengahnya pakai Skywalker pula! Apa kata Oom Marco dan Oom Takeshi?" Hoshi menatap tajam ke abangnya yang nyengir tanpa dosa.
"Lho Luke itu kan nama Inggris dari Luca. Salah dimananya coba?"
"Hhhmmm..." Hoshi hanya melengos sebal.
"Oh come on Hoshi, anak-anak gue juga."
"Asal tidak Abang ajarin pakai lightsaber!"
Luca terbahak. "Tentu tidak, kan bisa pakai pedang Kendo."
Hoshi hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
***
Menjelang acara resepsi selesai, Rajendra dan Aruna berpamitan karena hendak mengobati kaki Aruna yang lecet. Tentu saja mereka diijinkan oleh semua orang karena berjanji akan kembali lagi.
Namun ditunggu tunggu, kedua pengantin itu tidak kembali dan Eiji menatap tajam ke Elang.
"Heh Jeremy!! Cucumu kamu ungsikan kemana?" tanya Eiji ke Elang.
"None of your business, Eiji." Elang menatap tenang ke Eiji Reeves.
"Kamu ikutan Tante Yuna ya?" Eiji memicingkan matanya.
"Hei, I'm learning from the master. Al Fatihah buat Tante Yuna" sahut Elang kalem.
"Bryaaannn!" panggil Eiji ke keponakannya.
"Nggak Oom Eiji. Bry tidak mau ikutan!" Bryan pun langsung menjauh dari Eiji yang gemas.
"Ponakan durhakim lu Bry!"
"Lha, Oom itu Opa durjana ke Jendra" balas Bryan cuek.
Duncan hanya menepuk bahu Eiji. "Kamu tuh mbok ingat umur tho Ji!"
"D, ini adalah salah satu cara untuk tetap awet muda" alibi Eiji.
"Dasar nggak ingat umur" sungut Ghani.
***
Pasangan pengantin baru itu dikirimkan oleh Elang dan Rain, acara honeymoon ke Bali dan New Zealand yang tentu membuat bahagia keduanya karena Aruna belum sempat ke Bali lagi setelah SMA.
"Jendra, ini Opa Omamu dan kedua orang tua kita benar - benar niat ya?" ucap Aruna setelah berganti pakaian di kamar yang terdapat di pesawat pribadi itu.
"Mengingat ada opa Eiji yang pola pikirnya beyond the expectations and nalar, makanya keluarga ku langsung membuat rencana." Rajendra duduk di sebelah istrinya. Pria itu sudah berganti pakaian dengan sweater dan jaket serta jeans hitam.
"Keluarga kalian itu yaaa..." kekeh Aruna sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Rajendra.
"Tidurlah, Runa. Masih lama perjalanan ke Bali."
Aruna mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
***
London Inggris
Pandu dan Reana menikmati acara jalan-jalan berdua keliling kota London usai acara resepsi Rajendra dan Aruna. Pasangan itu menikmati semuanya dari makan fish and chips, kembang kapas dan berbagai makanan lainnya yang dijual pada saat pasar malam musim panas ini.
"Senang princess?" tanya Pandu sambil menggandeng tangan istrinya.
"Senang bisa liburan tanpa memikirkan kantor."
__ADS_1
"Anaknya bang Luca menggemaskan ya?"
"Dua L?"
Pandu mengangguk.
"Mas Pandu ingin punya anak ya?" tanya Reana hati-hati.
"Ingin tapi aku tidak boleh egois, princess. Kondisi kamu kan bukan kamu yang pingin jadi bukan kesalahan kamu. Tapi aku yakin princess, suatu hari nanti kita akan diberikan anak oleh Allah SWT. Kapan? Pasti di saat yang tepat." Pandu memeluk istrinya. "Kita masih muda, Reana, jam biologis kamu juga masih lama."
"Iya mas. Kata Tante Gendhis, masih ada banyak cara kok. Kalau memang kita sudah hands up, bayi tabung itu alternatif terakhir."
"Aku rasa kita masih disuruh pacaran legal sama Allah. Bukannya kita lama long distance relationship nya? Dan benar-benar menikmati hubungan sebagai pasangan suami istri tanpa takut dimarahin oleh mamimu?" senyum Pandu.
Reana menepuk bahu Pandu gemas. "Dinikmati saja mas."
Pandu mengangguk.
***
Kastil McCloud
"Kalian bawa kemana Rajendra dan Aruna pergi?" tanya Duncan ke Elang dan Rain setelah Eiji dan Ayame mereka tinggal di hotel.
Duncan dan Rhea sangat ingin main dan menginap di kastil yang menjadi mas kawin Rain saat menikah dengan Elang. Ditemani dua ekor anjing kesayangan Rain, mereka berempat duduk di ruang tengah.
"Aku kirim mereka ke Bali dan New Zealand. Waktu itu Jendra aku tanya mau honeymoon kemana, dia bilang Aruna sudah lama tidak ke Bali dan Rajendra belum pernah ke New Zealand. Jadi aku dan Rain bersama Junjun, Yanti, Aksara dan Ghania menyiapkan semuanya" senyum Elang.
"You're really learn from my mom ya J?" gelak Duncan.
"Your mom was the most awesome woman, D" senyum Elang.
"Aku kangen mama, bang" Wajah Rhea tampak sendu.
"Kita semua Rhea" timpal Rain.
"Kalian jangan melow lah, paling di alam sana Mom dan mama asyik makan cake sambil melihat Daddy dan Papa ribut tidak jelas seperti biasanya" kekeh Duncan.
"Oom Abi itu julidnya puol ya bang" senyum Rain. "Aku ingat Oom Edward dan Oom Abi itu ribut terus."
"Eh iya bang, waktu kalian beli martabak itu, kan sama Daddy dan papa. Kalian pulang langsung kusut mukanya. Sebenarnya ada apa sih? Sampai sekarang kok gadha yang cerita ke aku sama Rain?" Rhea menatap Duncan dan Elang bergantian. ( Baca Elang Untuk Rain chapter Menekan Ego ).
Duncan dan Elang saling berpandangan lalu dengan kompak berkata "Don't ask!"
"Iiissshhh kalian nggak asyik!" cebik Rhea.
"Yakin mau dengar?" tanya Duncan yang dijawab anggukan Rhea dan Rain. "J, perlu diceritain ga?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️