
Semarang Jawa Tengah
Gandari menatap Abi dengan wajah terkejut.
"Mas Abi...serius?" tanya Gandari yang sebenarnya agak dongkol Abi bilang mau melamar dirinya seperti hendak mengajak ke mall. Tapi mengingat Andrew Abiyasa Blair O'Grady adalah orang yang kaku, aku harus tabah menghadapi pria yang romantisnya beda level.
Abi menatap judes ke Gandari. "Aku tahu aku tidak romantis tapi aku tipikal selalu serius untuk melakukan sesuatu. Dan aku serius untuk melamar kamu dan menikah denganmu."
Gandari menganga lalu setelahnya dia tertawa cekikikan membuat Abi bingung. "Mas Abi oh mas Abi. I'm so happy you know. Aku tahu mas Abi bukan tipe romantis tapi mendengar mas berkata seperti itu, aku bisa merasakan bagaimana perasaanmu."
"Jadi?" tanya Abi bodoh.
"Jadi, aku tunggu mas datang ke rumah mommy dan Daddy untuk melamar diriku" ucap Gandari sambil memegang wajah tampan Abi yang langsung tersenyum lebar.
"Kalau aku tidak ingat ini di warung tenda, aku bakalan cium kamu Ndari" bisik Abi seduktif.
"Ingat tempat ya pak. Sudah cukup anda mengatakan hendak melamar saya di warung tenda dan tidak perlu ditambahkan dengan adegan ciuman yang bisa menjadi viral." Gandari memberikan senyum manis.
Mas, mas... Kowe kok kayak Edward Blair, opa buyutmu tho Yaaa
Sabar ya mbak. Memang ngunu kok turunannya Edward Blair
***
Sidang Kedua
Abi menemani Gandari di pengadilan negeri dengan perasaan campur aduk. Dia hanya ingin Gandari tidak perlu datang lagi ke Semarang bolak balik karena pasti menguras energi gadis itu meskipun Gandari itu tidak memperlihatkan tapi Abi tahu gadis itu sebenarnya ingin semuanya segera selesai.
Ketika hakim ketua meminta Gandari maju menjadi saksi, Abi menggenggam tangan Gandari seolah memberikan kekuatan. Gadis itu memberikan senyum manis sebelum maju memberikan kesaksian.
Sidang hari ini berjalan lebih lama dari sidang sebelumnya karena hakim ketua banyak bertanya kepada Gandari sebagai putri Gavin dan Lahita Pramudana.
Gadis itu menjawab semua pertanyaan dari hakim ketua sedangkan jaksa penuntut umum Bramantya hanya menanyakan seperlunya sedangkan Jerome memberikan pertanyaan yang maksudnya hendak menjebak Gandari namun gadis itu dengan cerdasnya bisa membalikkan semuanya ke pengacara itu hingga Jerome kemakan pertanyaannya sendiri.
Sidang itu akhirnya berakhir di jam setengah tiga sore dengan dipotong istirahat makan siang. Hakim ketua tahu jika Gandari tinggal di New York dan tidak mau harus bolak balik ke Semarang jadi dia mau hari ini kesaksian Gandari didapatkan semua.
__ADS_1
Bagi Gandari, tidak masalah hari ini dia mengatakan semuanya supaya dirinya hanya tinggal menunggu keputusan di New York. Meskipun tadi Abi sempat khawatir gadis itu kelelahan tapi Gandari tetap memberikan senyum manis.
Jaksa Bramantya dan Kapten Rasyad mengucapkan terima kasih kepada Gandari yang bersedia menjadi saksi seharian ini. Travis pun berterima kasih kepada kedua aparat itu dan mengatakan bahwa mereka akan kembali ke New York pada hari Sabtu besok.
"Mas Travis juga ke New York?" tanya Kapten Rasyad.
"Iya Kap. Saya Senin harus bertemu dengan klien di wall street mengurus kejahatan white collar seperti biasa" senyum Travis.
"Mas, kalau kamu sibuk terus, kapan nikahnya?" goda jaksa Bramantya.
"Oh tenang, ini nunggu calon istri menyelesaikan S2 nya di Aussie baru nanti kita menikah. Tahun depan semoga kami sudah terikat janji suci" senyum Travis.
"Aamiin. Ngomong - ngomong, mas Abi dan mbak Gandari kapan?" goda Kapten Rasyad ke kedua orang yang berdiri berdampingan dengan Travis.
"Insyaallah secepatnya pak. Kasus ini selesai, saya akan melamar Gandari" jawab Abi sambil tersenyum.
"Jangan lupa undangannya" kekeh jaksa Bramantya.
"Oh tenang saja, nanti kalian tinggal bawa koper. Tidak usah memikirkan akomodasi" gelak Abi.
"Sultan mah bebas" timpal Kapten Rasyad.
***
Sudah sebulan ini Abi dan Gandari kembali ke New York usai mereka menghadiri sidang kasus pidana dan perdata yang dilakukan Lukman cs. Keputusan pengadilan perdata adalah masing-masing dihukum empat tahun penjara atau denda sebesar 500jt.
Abi mendengar dari Travis kalau para tersangka tidak mampu membayar denda hingga pihak pengadilan memutuskan mereka dihukum penjara empat tahun.
Dan hari ini adalah keputusan hukuman kasus pidana percobaan pembunuhan, penipuan asuransi dan pemalsuan dokumen. Abi sengaja datang ke apartemen Gandari malam hari karena Kapten Rasyad hendak melakukan panggilan video live untuk pembacaan keputusan hakim.
Gandari tersenyum ketika melihat Abi datang ke apartemennya malam-malam.
"Maaf aku malam-malam ke apartemen kamu karena kita berdua juga tidak bisa ke Semarang karena aku sibuk banget sama Oom Levi" ucap Abi setelah dipersilahkan masuk oleh Gandari.
"Nggak papa mas. Aku juga mau ada pameran jadi kapten Rasyad mengambil inisiatif begitu hanya saja perbedaan waktu membuat kacau ya?" senyum Gandari.
"Iya jam sepuluh pagi di Semarang, jam 9 malam di New York." Abi pun mensetting smart tv milik Gandari agar mereka bisa menonton dari sana.
Kapten Rasyad sudah meminta ijin kepada pihak pengadilan untuk melakukan live streaming ke New York dan pihak pengadilan mengijinkan.
__ADS_1
Dan kini Abi dan Gandari duduk di sofa berdua menyaksikan jalannya persidangan untuk pembacaan keputusan. Tanpa sadar, Gandari beringsut mendekat ke tubuh kekar Abi dan tangannya memeluk lengan pria itu. Abi hanya melirik melihat sikap Gandari yang tampak tegang.
"It will be fine, Ndari" bisik Abi sambil mencium kening gadis itu.
"Semoga hukumannya maksimal ya mas" bisik Gandari.
"Maksimal kan berarti... hukuman mati dong?" ucap Abi bingung.
"Mauku sih dilempar ke Empang piranha nya Joey."
Abi terbahak. "Tunggu aku mutilasi dulu mereka ya. Berat di ongkos sayang."
Keduanya lalu tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun, kita tuh psycho ya mas."
"Kalau kata Oma Rhea, kita itu seperti panci ketemu tutup. Klop!" Abi tersenyum manis.
"Sssttt... kalian berdua itu bisa tenang tidak?" bisik kapten Rasyad dari airpods nya.
"Sorry" bisik mereka berdua.
Abi dan Gandari lalu konsentrasi kembali ke jalanannya persidangan.
"Mengingat kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka yang sangat-sangat kejam, sadis, terstruktur dan terencana, maka dengan ini pihak pengadilan menimbang dan memutuskan bahwa hukuman bagi terdakwa Lukman Kristiawan adalah hukuman seumur hidup tanpa ada remisi. Hukuman bagi terdakwa Anggita, seumur hidup juga tanpa ada remisi. Hukuman bagi terdakwa Joko Triyadi, seumur hidup tanpa remisi. Hukuman bagi terdakwa Jerome, 30 tahun penjara dan lisensi pengacara dicabut. Hukuman bagi terdakwa Iin 25 tahun penjara dan lisensi kenotariatan dicabut.
Demikian pembacaan keputusan dari kami para hakim. Dan jika para terdakwa keberatan, silahkan mengajukan banding paling lambat dua Minggu sejak keputusan ini dibacakan."
Abi dan Gandari saling berpandangan dengan wajah lega.
"Alhamdulillah" bisik Gandari.
Abi lalu meraih wajah Gandari dan mencium bibirnya mesra.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️