
"I've been raped by my step brother" ucap Thara saat Aidan meminta menceritakan semuanya. Wajah cantik itu tampak sendu dan terluka. "Aku... bahkan sempat hamil."
Aidan menatap Thara tanpa berkedip dan memasang wajah datar meskipun dalam hatinya dia merutuki kebejatan keluarga Thara. Kalau baji*Ngan itu ada di hadapanku, sudah aku hancurkan kepalanya.
"Aku adalah anak yang hanya dijadikan obyek nafsu ayah dan kedua kakak tiriku bahkan aku hendak dijual ke beberapa sekutu Hamid bahkan sejak aku usia enam tahun. Beruntung selama itu Rahma, ibunya dan ibuku berusaha menjagaku meskipun Rahma menjadi korban siraman air keras." Thara menatap Aidan dengan tatapan datar.
"Semua itu terjadi saat aku berusia 18 tahun saat pulang untuk merayakan idul Fitri dan kejadian itu ... " Thara menghela nafas panjang. "Usai dia selesai dan tidur, aku langsung kabur kembali ke asrama. Dan... Sebulan kemudian aku mengalami kecelakaan di dapur tapi mengalami pendarahan. Oleh Sabine, aku dibawa ke rumah sakit dan..." Thara tertawa miris. "Mungkin Allah tidak rela aku memiliki anak dari pria yang sedarah denganku... Aku keguguran."
Aidan terkesiap. Gadis cantik di hadapannya tampak begitu rapuh dan... terpuruk meskipun selama ini dia selalu menutupinya dengan sikap dingin dan kaku. Ternyata hidupmu benar-benar...
Aidan tidak habis pikir kenapa ada keluarga bisa berpikiran bejat seperti itu? Rasa-rasanya kedua orangtuanya, Ogan, necan, opa dan omanya tidak pernah mendidiknya menjadi manusia brengsek. Bahkan keluarga besarnya bisa dikatakan mampu untuk berbuat bejat diluaran tapi semua berpulang kembali dari pola didik dan asuh orangtua dan keluarga.
"Sabine meminta aku untuk beristirahat hampir dua Minggu agar dia bisa membuat rencana melindungi aku. Kalau bukan karena bantuannya, aku sudah dijual ke pria-pria teman Hamid." Thara mengusap air matanya.
"Sabine bersama anak buahnya yang melindungi ku hingga aku berhasil melarikan diri dibantu Rahma dan pengawal Sabine saat Hamid datang untuk menjodohkan aku. Apa anda tahu Mr Blair, selama ini Hamid menganggap bahwa aku masih perawan padahal anaknya sendiri yang merenggut milik saya paling berharga."
"Hamid juga ingin mengambilnya, Thara" ucap Aidan penuh penekanan. Thara terkejut mendengarnya dan membayangkan ayah kandungnya pun ingin melecehkan sama dengan Ja'far.
"Astaghfirullah Al Adzim" bisik Thara berulang. Apakah tidak cukup dirinya mengalami kejadian yang buruk ini? "Darimana anda tahu?"
Aidan menatap Thara serius. "Dari salah seorang gundik Hamid yang berhasil dikorek keterangannya. Dia mengatakan bahwa saat mabuk, Hamid meracau ingin mencicipi tubuhmu."
Thara menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Astaghfirullah... Astaghfirullah. Apa salahku? Apa salahku?"
Aidan membiarkan Thara meluapkan emosinya dan berdiri membuatkan teh herbal untuk gadis itu.
"Minumlah" ucap Aidan pelan. Pria itu lalu duduk di sebelah Thara. "Bukan salahmu Thara. Semua itu salah mereka. Maaf jika aku tadi membuatmu kesal karena kejadian ini bertubi-tubi membuat emosiku berantakan."
"Mr Blair. Bagaimana jika mereka menemukan aku?" tanya Thara.
"Hadapi!" ucap Aidan dingin. "Dan jika kamu ada kesempatan membalasnya, jangan ragu-ragu untuk membalasnya sejuta kali lipat dari apa yang mereka lakukan padamu."
Thara melongo.
"Kakakku melakukan hal yang sama, bahkan lebih kejam dari apa yang orang itu lakukan dan itu dilakukan dengan tangannya sendiri."
***
__ADS_1
Kini Aidan masih mencari jalan untuk membantu Thara membalas dendam meskipun dia tahu tanpa diucapkan, gadis itu tampak menyimpan kemarahan yang terdalam.
Pria itu menoleh ketika ponselnya berbunyi dan tersenyum smirk melihat siapa yang menelpon.
"What's up Karl?"
"Ai, Thara sudah bertemu dengan Rahma?" tanya Karl di seberang sana.
"Sudah dan Johnny pun disana."
"Bagus karena aku mendapatkan laporan ada dua mobil yang mondar mandir di depan komplek apartemen dan salah seorang anak buahku berpura-pura sebagai penghuni menelpon polisi dan berhasil mengusirnya sementara."
Brengseeeekkkk! Sudah berani ternyata.
"Sementara buat laporan kepolisian dulu Karl. Kita main pelan saja dulu selama tidak menyentuhnya dan Rahma." Mata biru Aidan berkilat marah.
"Iya Ai. Apakah kamu sudah mendapatkan cerita dari sisi Thara? Sama dengan Rahma?"
"Tidak ada wanita yang bisa bersikap seperti Thara kecuali dia aktris jempolan. Bahasa tubuhnya menunjukkan bahwa dirinya benar-benar dilecehkan hingga hamil, Karl." Aidan mengusap wajahnya kasar. "Pria yang berani melakukan itu bukanlah seorang pria tapi seorang baji*Ngan!"
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"
"Aidan Richard Giandra Blair. Apa yang kamu doktrin ke Thara?"
"Aku bilang kalau ingin membalas, harus sejuta kali lipat dari apa yang diperbuat padanya" seringai Aidan.
"Oh Astaga."
"Karl..."
"Apa Ai?"
"Apakah aku boleh membuat gosong istana Al Azzam?! Apa kamu ada rudal Scud gitu?" gumam Aidan asal.
"Astaga! Kamu mau ikutan Kaia?" seru Karl di seberang sana. "Kalau pun aku punya rudal atau bahkan senjata ala Iron Man, tidak akan aku berikan padamu! Bisa menjadi konflik internasional, Ai! Kita pakai cara biasa saja!" omel Karl gemas.
Ada apa sih dengan kakak beradik Blair ini? Hobinya kok bikin gosong orang?
__ADS_1
***
Thara dan Rahma menikmati acara memasak bersama di dapur sembari bercanda dan bercerita berbagai macam hal termasuk saat Rahma disembunyikan oleh orang-orang kepercayaan Sabine Al Jordan.
"Jadi setelah aku pergi, kamu menghubungi Abraham?" tanya Thara.
"Iya princess, saya mengatakan bahwa saya berhasil membuat princess pergi ke London. Dan setelahnya nona Sabine menelpon saya untuk bersiap dijemput oleh pengawalnya dengan catatan ponsel saya ditinggal agar jika dilacak, saya masih di rumah."
"Baguslah! Aku berhutang banyak dengan Sabine dan Abraham" ucap Thara.
"Princess, apakah tuan Blair sudah tahu kondisi anda?" tanya Rahma takut-takut.
"Sudah."
"Tapi dia belum tahu kan kalau ibu princess dibunuh?" bisik Rahma, takut jika kamar apartemen ini disadap.
Thara menggeleng dan rahangnya mengeras. "Belum semuanya aku ceritakan, Rahma. Aku hanya bercerita yang perlu dia dengarkan dan ketahui."
"Saya tidak berani membayangkan jika anda masih di Dubai, princess."
"Mungkin aku akan menjadi piala bergilir di kalangan sekutu Hamid atau malah menjadi salah satu gundiknya" ucap Thara penuh amarah. "Kamu tahu apa yang diucapkan Aidan Blair kepadaku?"
"Apa itu princess?"
"Jika kamu ingin membalasnya, harus sejuta kali lipat dari apa yang mereka lakukan padaku!"
Rahma melongo.
"Dan aku akan melakukannya lebih kejam dengan tanganku sendiri!" Mata hijau Thara menggelap dan Rahma dapat melihat bagaimana mata itu penuh dengan dendam.
"Saya akan membantu mu Princess."
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️