
"Jadi Rahma naksir Oom Abian tapi Oom Abian menolak?" tanya Rhett.
"Hu um. Oom Abian terlalu mencintai Tante Titania jadi baginya tidak ada yang bisa menggantikan almarhum istrinya itu" ucap Aidan.
"Bryan gimana? Secara kan dia juga kenal Rahma?" tanya Karl.
"Aku belum menghubungi bocah itu. Kan dia masih berkutat menjadi detektif dengan Josephine." Aidan menyalakan rokoknya. Ruang kerja Karl memang bebas merokok karena Karl sendiri perokok meskipun membatasi satu hari tiga batang.
Melihat Aidan menyalakan rokoknya, membuat ketiga pria tampan disana pun menyalakan rokok masing-masing.
"Mumpung bisa merokok. Di rumah Sekar bisa ngomel-ngomel karena bau asap rokok bikin rumah pengap. Padahal kan cuma seberapa sih asap nya dibandingkan dengan rumahku yang segedhe gaban? Lagian aku merokok ya di halaman belakang yang open space" gerutu Arjuna.
"Kalau Z sudah pasti ngomel, kan aku tinggal di penthouse jadinya susah lah!" timpal Rhett.
"Ohya, papi titip pesan apa Rhett?" tanya Aidan penasaran.
Rhett menatap Aidan dan Karl yang duduk di hadapannya.
"Papi minta kalian segera menikah" jawab Rhett tenang.
Aidan melongo sedangkan Karl tertawa.
"Tanpa disuruh Mr Blair, aku sudah niat menikahi Sabine. Entah kalau si beruang kutub satu ini" ucap Karl sambil melirik ke arah Aidan.
"Aku belum mau menikah! Dikira menikah gampang apa?" sungut Aidan.
"Nikahnya gampang Ai, cuma baca ijab Qabul, saya terima nikahnya bla bla bla... Tapi yang berat adalah after ijab. Jangan dikira aku sama Sekar adem ayem seperti restauran di Solo yang jual gudeg itu. Lika liku kehidupan kami berdua yang kalian tahu sendiri lah gimana. Butuh usaha keras mendapatkan Sekar sampai dia bucin sama aku sekarang." Arjuna menatap sepupunya.
"Aku mau tanya ke Karl dulu yang jelas-jelas sudah memantapkan hati ke Sabine. Bagaimana tanggapan Oom Senna soal tattoo mu yang aduhai itu Karl?" tanya Rhett. Pria Irlandia itu hanya bisa meringis membayangkan tattoo yang berada di dua tangan Karl dan itu penuh, belum punggung dan pinggang. Rhett sudah pernah melihat karena Karl biasa main dan berenang di mansion Blair.
"Tidak mungkin kan tattoo ku segini banyak aku hapus semua? Oom Senna hanya berpesan setidaknya tidak menambah lagi." Karl menghembuskan asap rokoknya.
"Aku juga tidak boleh tambah tattoo lagi sama Sekar" sambung Arjuna. Ayah dua anak itu memiliki dua tattoo di lengan kanan dan punggung kanannya.
"Yang tanya ke elu siapa, Junjun" kekeh Aidan.
"Gue laporan cumiii" balas Arjuna.
"Kapan kamu akan melamar Sabine?" tanya Rhett ke Karl mengacuhkan keributan Aidan dan Arjuna.
"Secepatnya sebab aku sudah tidak sabar menghalalkan gadis bar-bar itu" seringai Karl.
"Kamu sendiri gimana Ai? Setelah Ghania, aku tidak pernah mendengar kamu kencan dengan siapapun." Arjuna tersenyum smirk ke sepupunya. Semua keluarganya di London tahu kalau satu-satunya gadis yang disebut Aidan selain keluarganya adalah Ghania. "Apalagi dia calon besan aku nantinya."
Rhett melirik ke Arjuna. "Calon besan? Jun, siapa yang bakalan nikah? Anak lu masih kecil."
__ADS_1
"Rajendra lah! Diam-diam dia sudah naksir Aruna anak Aksara Lewis dan Ghania" kekeh Arjuna.
"Ya ampun! Rajendra masih TK baru mau enam tahun!" Rhett menggelengkan kepalanya.
"Tandanya anak gue normal" gelak Arjuna. "Dan bukan tipikal playboy."
"Oh astaga" bisik Rhett yang tidak habis pikir iparnya santai saja.
"So, Aidan. Apa kamu tidak ada perasaan khusus gitu ke cewek siapa gitu? Thara? Stacy?" tanya Arjuna kembali ke topik.
"Stacy? Dia seperti adik bagiku" jawab Aidan santai.
"Thara?" Mata coklat Arjuna menatap sepupunya.
Aidan hanya menatap tajam ke Arjuna dan Rhett bergantian.
"Tidak tertarik!" Arjuna dan Rhett melongo.
"Seriously?" seru Arjuna dan Rhett berbarengan.
"Ai, jangan kaku lah jadi orang! Tar gue doain elu bucin sama Thara, nyahok lu!" kekeh Arjuna.
"Tidak semudah itu mengembalikan kepercayaan, Juna. Bagi kalian mungkin something simple tapi bagi aku fatal. Aku tidak suka orang seenaknya disrespect ke orang lain." Aidan menatap Arjuna serius.
"Tapi aku rasa Thara sudah mendapatkan hukumannya. Dia benar-benar merasa bersalah padamu. Sekar sering jadi teman curhatnya karena dia tidak tahu lagi harus bagaimana membuat mu kembali seperti dulu" ucap Arjuna.
"Aku ikuti saja lah kemana takdir berjalan. Dan satu yang aku pinta, jangan paksa aku untuk segera menikah! Aku tidak mau seperti mengambil kucing dalam karung."
"Thara bukan kucing dalam karung, dia jelas kok asal usul nya" ucap Arjuna.
"Apa karena dia sudah tidak perawan dan sudah pernah hamil?" tanya Rhett.
Aidan melongo. "Astaghfirullah! Rhett, secara pribadi aku tidak memikirkan hal itu! Kalian berdua mungkin beruntung mendapatkan wanita yang masih virgin tapi aku juga realistis, kita tinggal di negara dimana have se*ks sangat bebas."
"Just give a chance, Ai." Rhett tersenyum.
"Aku tidak bisa berjanji tapi soal menikah, aku tidak mau terburu-buru" ucap Aidan final.
***
Rajendra menjadi pusat perhatian para pengunjung restauran ketika dengan gaya santainya membawakan pastry bagi para pengunjung. Mengetahui bocah tampan itu adalah keponakan sang pemilik, membuat ramai dan banyak yang membuat para pengunjung terutama wanita minta foto bareng.
Tentu saja sosial media menjadi ramai dan Arjuna yang melihat di beberapa akun Instagram membuatnya kesal.
"Ya ampun anakku!" seru Arjuna sembari bergegas keluar dari ruang kerja Karl.
__ADS_1
"Jun! Aku ikut!" Aidan pun berjalan bersama Arjuna menuju parkiran.
Rhett dan Karl yang membuka ponsel masing-masing hanya bisa melongo melihat keponakannya dengan santainya berpose dengan beberapa pengunjung dan tampak beberapa pelayan menjaga Rajendra.
"Dasar Rajendra" kekeh Rhett yang berdiri. "Ikut Karl? Melihat drama bocah nakal itu?"
"Absolutely" seringai Karl.
***
Arjuna benar-benar memacu Shelby Cobra nya menuju RR's Meal West End. Setibanya disana, tampak putranya menjelaskan tentang pastry of the day bersama dengan Thara dan Stacy.
Arjuna dan Aidan melongo. "Ai, yang punya restauran elu apa anak gue?" Aidan hanya mengangkat bahunya.
"Jadi cara membuatnya seperti ini" terang Rajendra. "Chef Thara akan mengajarkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian."
Thara lalu memperlihatkan bagaimana cara membuat dan menghias wagashi yang menjadi favorit para pengunjung restauran.
"Maafkan saya chef Blair tapi tuan Rajendra ingin menghidupkan suasana" ucap Christina Palomo takut-takut.
"It's okay Christina. Aku melihat para pengunjung antusias" ucap Aidan yang tidak lepas melihat bagaimana Thara dan Rajendra berinteraksi dengan baik bahkan bekerjasama membuat pastry.
"Look Ai, bahkan Rajendra bisa kompak dengan Thara. Padahal kita semua tahu Rajendra bukan bocah yang mudah dekat orang asing tapi dia dari awal bertemu dia sudah berani mendatangi Thara." Arjuna berbisik ke Aidan.
"Oh, Oom Aidan. Lihat apa yang Jendra buat!" seru Rajendra ketika melihat Oom dan papanya datang.
"Ladies and gentlemen, the owner of the restaurant, Mr Aidan Blair" ucap Thara memperkenalkan ke para pengunjung.
Aidan yang terkejut dia diperkenalkan Thara akhirnya mau tidak mau maju ke depan.
"What are you doing?" bisik Aidan di sisi telinga Thara.
"Do the right thing" senyum Thara.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
Bonus Bokap nya Rajendra