
Richard Stanton tidak menyangka jika rahasianya bisa diketahui gadis cantik itu. Bagaimana dia bisa tahu rahasia yang ditutup rapat-rapat oleh keluarganya? Siapa gadis ini.
"Nona Reana." Sarah memanggil gadis yang masih mode bertarung itu.
"Ingat ucapanku. Don't ever showing up in front of me, or your little dirty secret will blow up to all giant screen at Times Square. ( Jangan pernah muncul di hadapanku atau rahasia kecil kotormu akan aku sebarkan di semua layar besar di Times Square )" bisik Reana sambil menyeringai.
Reana lalu melepaskan pitingannya dan mengambil tasnya lalu berjalan dengan anggun meninggalkan cafe itu didampingi oleh Sarah yang hanya tersenyum simpul melihat ulah nonanya. Tidak nyonya Kaia, tidak nona Reana, sama-sama brutal kalau sudah marah.
Richard Stanton lalu terduduk dengan nafas memburu. Bukan pitingannya yang membuatnya sakit, tapi harga diri dan egonya kalah telak dengan gadis berumur 17 tahun itu. Siapa sih sebenarnya dia.
"Sir, aku sarankan kamu jangan macam-macam dengan Reana." Seorang pelayan mendatangi meja bekas Reana sambil membereskan gelas disana dan mengambil tips $10 yang selalu ditinggalkan oleh Reana.
"Memang siapa sih gadis itu?" tanya Richard sembari mengatur nafasnya.
"Kamu tidak tahu? Dia adalah Andreana Blair O'Grady. Putri Kaia Blair dan Rhett O'Grady, cucu Duncan Blair."
Richard melongo. Pantas dia tahu rahasia hitamku.
***
"Sayang, tadi tidak aku tendang bijinya" gerutu Reana.
Sarah terbahak. "Oh come on nona. Apa yang sudah dia lakukan sampai wajahnya pucat pasi begitu?"
"Aku bertanya ke Oom Bryan dan ternyata dia punya rahasia yang bakalan terjadi skandal besar."
"Tuan Smith memang jago mencari aib orang" kekeh Sarah.
***
Pandu terkejut ketika dirinya dipanggil ke ruangan Kaia Blair O'Grady. Pria itu pun naik lift untuk menuju ruang kerja ibu Reana dan Abi itu dengan wajah bingung.
Ada apa ya? Apa aku melakukan kesalahan di pekerjaan? Tapi so far supervisor ku tidak ada komplain selama aku bekerja.
Suara lift terbuka dan Pandu merasakan langkahnya semakin berat menuju ruang CEO Giandra Otomotif Co New York.
"Mr Dewanata, silahkan masuk."
Pandu mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruang kerja Kaia yang sangat feminim.
"Anda memanggil saya, Mrs O'Grady?" tanya Pandu sopan ke Kaia yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Duduk Ndu" perintah Kaia sambil masih memeriksa banyak berkas.
Pandu pun duduk di kursi hadapan meja kerja Kaia dan menunggu.
"Kamu sudah berapa lama bekerja disini, Ndu?"
"Tiga bulan Ma'am."
__ADS_1
"Berarti sudah lewat masa percobaan." Kaia menatap Pandu. "Bagaimana jika kamu saya kirim ke Jakarta buat belajar disana? Dibawah kepemimpinan pak Bara Giandra?"
Pandu terkejut. "Berapa lama, Mrs O'Grady?"
"Dua tahun."
Mata Pandu tampak sendu. Dua tahun meninggalkan Reana tapi namanya tugas.
"Baik Mrs O'Grady. Kapan saya harus ke Jakarta?" Pandu menatap Kaia serius.
"Minggu depan."
***
"Minggu depan? Minggu depan?" seru Reana ke Pandu saat keduanya sedang makan di sebuah restauran cepat saji.
"Iya princess. Aku dikirim oleh Mrs O'Grady untuk belajar di Perusahaan Jakarta." Pandu mengaduk-aduk milkshake nya.
"Mama kok tega sih!" gerutu Reana.
"Bagi aku sih itu tantangan untuk aku, princess dan aku sudah menyanggupi."
Reana melotot. "Serius?"
"Serius. Dan aku ingin membuktikan bahwa aku layak masuk ke Giandra Otomotif Co dengan otakku sendiri bukan karena aku kekasihmu, princess." Pandu memegang tangan Reana. "Aku tahu kenapa Mrs O'Grady mengirimku ke Jakarta."
"Kenapa?"
Reana menatap Pandu. "Aku seorang Blair dan bagi seorang Blair, jika kamu jatuh cinta dengan seseorang berarti itu serius.
Pandu tersenyum lebar. "So do I princess."
***
Rajendra akhirnya mendapatkan penempatan magang di sebuah restauran milik chef sahabat Opa buyut Ryu dulu yang kini dikelola oleh cucunya yang seusia Arjuna.
Giancarlo Bouloud adalah seorang chef yang terkenal dengan spesialisasi masakan laut seperti halnya Opanya. Rajendra sangat antusias bisa berada di restauran yang berbeda dengan RR's Meal dan berharap mendapatkan ilmu yang banyak disana.
***
Abi melongo ketika tahu siapa dosen tamu yang datang untuk memberikan kuliah matematika yang membuatnya sebal. Abi bukannya tidak suka matematika tapi dia lebih suka berhitung fisika dan kimia yang rumusnya lebih asyik menurutnya daripada matematika.
"Selamat pagi. Perkenalkan saya Joshua Akandra, alumni MIT fakultas matematika. Dan hari ini hingga satu Minggu ke depan, saya yang akan menjadi dosen tamu anda sekalian." Joshua tersenyum melihat keponakannya langsung meletakkan kepalanya diatas meja kuliah.
"Abiyasa O'Grady? Kamu pusing?" goda Joshua.
"Iya Opa" jawab Abi reflek dan langsung membuat riuh ruang kelas.
__ADS_1
Keceplosan ya Bi?
Abi pun bangun dan terkejut. "Eh?!" Duh mati aku!
Joshua tersenyum melihat wajah pucat keponakannya yang ketahuan kalau dia cucu sang dosen tamu.
Nggak di Tokyo, nggak di Massachusetts... semua cucuku sama saja. Kacau! Joshua terkekeh. "Ayo kita mulai kuliah hari ini."
Semua mahasiswa pun akhirnya kembali serius sedangkan Abi hanya manyun mengikuti kuliah Opanya.
***
Rajendra antusias mendengarkan semua instruksi head chef Giancarlo Bouloud dan remaja itu tidak canggung untuk bertanya hal-hal yang tidak mengerti.
"Kamu benar-benar mirip Opa Ryu Reeves" kekeh Giancarlo.
"Mr Boulud tahu Opa buyut saya?" tanya Rajendra.
"Aku suka nonton video keluarga kami. Opaku Daniel, memang bersahabat baik dengan Opa Ryu. Bahkan ada video dimana keduanya memasak bersama dan bagaimana Opamu yang sudah chef profesional saja masih mau bertanya banyak hal ke Opaku."
Giancarlo memang mengetahui siapa Rajendra setelah membaca resume milik remaja tampan itu.
"Sayang Omamu, Rain tidak mau mengambil alih kerajaan bisnis restauran milik Opa Ryu."
"Oma memang lebih suka menjadi ibu rumah tangga soalnya" senyum Rajendra.
"Untung Oom mu Aidan mau ambil alih semuanya ya Jendra. Apakah kamu berencana mengambil alih RR's Meal?"
"Someday, Mr Boulud. Sekarang saya lebih memilih menyelesaikan pendidikan formal saya."
Giancarlo tersenyum. "Aku suka dengan semangat mu. Semoga betah magang disini."
"Jangan karena saya cicit siapa keponakannya siapa jadi ada perlakuan istimewa dan khusus kepada saya. Perlakukan saya seperti anak magang pada umumnya."
"Oke. Rahasiamu aman, Rajendra."
"Thank you Sir." Rajendra berdiri dan menyalami Giancarlo Bouloud.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Insyaallah semua up satu chapter hari ini
Terima kasih atas semua atensinya
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️