
Hari-hari kuliah Rajendra diisi dengan 30% teori, 70% praktek dan remaja itu mengakui bahwa kuliah di Culinary Institute of America benar-benar brutal. Ego sebagai chef terasa sangat disini bahkan Rajendra menjadi pria independen yang tidak percaya kepada siapapun berdasarkan dari pengalaman.
Disaat dia harus bekerja kelompok, seorang anggota kelompoknya yang iri kepadanya, menyabotase pastry buatannya dan membuat Rajendra harus mendapatkan nilai C yang berarti dia harus ujian ulang sendirian. Namun bukan Rajendra yang tidak membalas temannya itu. Disaat ujian praktek masakan Asia, Rajendra gantian menyabotase temannya. itu.
Ujian praktek masakan Asia, Rajendra mengganti gojuchang milik temannya yang berencana memasak makanan Korea dengan kotak berisikan gojuchang yang sudah ia campur dengan terasi. Walhasil, rasanya nggak karu-karuan membuat temannya itu mendapatkan nilai C- yang harus mengulang ujiannya kembali.
Rasakan kau! Jangan macam-macam denganku! Rajendra tersenyum smirk. Temannya yang menyabotase dirinya hanya menatap tajam ke Rajendra.
Usai ujian, Rajendra langsung dihadang temannya itu yang bernama Harry Weasley dan dia mengaku sebagai anak dari Gary Weasley, seorang chef terkenal di New York.
"Brengsek kau McCloud! Kau yang menyabotase masakanku!" bentak Harry.
"Aku hanya membalas apa yang kamu lakukan sebelumnya kepadaku! Jangan dikira aku tidak tahu apa yang kamu perbuat, Weasley!" balas Rajendra dingin bahkan mata coklatnya seperti ice cream magnum saking dinginnya.
"Kamu lihat saja! Tidak akan ada orang yang akan menghiremu sebagai chef! Karena ayahku adalah penguasa semua restauran di New York!"
"Silahkan! Toh aku tidak akan tinggal disini setelah lulus! New York terlalu sempit untukku!" Rajendra tersenyum smirk. Aku harus cari tahu siapa itu Gary Weasley!
***
"Gary Weasley?" tanya Aidan Blair saat Rajendra melakukan panggilan video ke Oomnya.
"Anaknya pengen aku cincang lalu aku buat meatballs dan aku kasih ke semua binatang karnivora di New York Zoo!" omel Rajendra kesal.
Aidan terbahak. "Kamu tuh benar-benar cucu Oom Jeremy. Parah benar darah mafiamu."
"Jadi Oom, siapa itu Gary Weasley? Aku hanya tahu Ron Weasley" ucap Rajendra.
"He's not Harry Potter character, Jendra" kekeh Aidan. "Gary itu saingan Oom dulu jaman kuliah. Oom kan sama ma kamu, mahasiswa termuda dan Gary adalah senior Oom. Dan memang dari dulu biang kerok dia dan ternyata anaknya benar-benar fotokopi dirinya."
"Buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya" gumam Rajendra.
"Dia juga sempat memfitnah RR's Meal New York sampai Oom Rhett membantu membersihkan nama RR's. Yang aku heran, kok bisa dia menjadi penguasa kuliner di New York padahal bakatnya dibandingkan sama mamamu, masih pintar mamamu."
__ADS_1
"Padahal mama cuma chef rumahan lho Oom" senyum Rajendra yang rindu dengan Sekar meskipun bukan ibu kandungnya tapi cintanya melebihi dari anak kandung. Mungkin karena sejak kecil sudah ditinggal oleh Lily, ibu kandungnya dan selama ini Sekar lah yang merawatnya.
"Justru chef rumahan itu tastenya lebih enak, Jendra. Oom selalu suka masakan mamamu dan Oma Rain. Tante Thara juga jago masak masakan rumahan meskipun dia pintar di pastry."
"Iya sih Oom. Eh beneran, kuliah di Culinary jauh lebih brutal daripada kuliah kampus biasa. Aku bandingkan dengan Reana yang jauh lebih santai daripada aku" keluh Rajendra.
"Apa kamu mau pindah ke Le Cordon Bleu?" goda Aidan. "Setidaknya lebih dekat dengan Aruna?"
"Nggak Oom! Rajendra bukan tipe yang menyerah cuma soal begini. Setidaknya aku sudah ada bayangan seperti apa orang-orang yang akan aku hadapi."
"Chef itu adalah orang yang egois, Jendra. Mereka merasa orang lain tidak akan bisa memasak seenak dirinya. Oom dukung kamu jadi egois selama di Culinary dan jangan mudah percaya kepada siapapun karena mereka semua punya niat terselubung. Kamu tahu sendiri kan kehidupan chef itu keras? Hanya yang kuat mental lah yang bertahan."
"Iya Oom, makanya aku bersyukur diterima disini yang brutal karena bakalan menempa mental aku. Selama ini kan aku selalu dilindungi Oom, Tante Thara dan Tante Stacy. Sudah waktunya aku membuktikan bahwa aku juga mampu seperti Oom dan Opa buyut Ryu."
"Rajendra, gen kamu itu kuat di culinary. Opa Ryu adalah pionir berdirinya RR's Meal di seluruh dunia dan Oom ingin kamu mewarisinya. karena itu milik Opa buyut kamu. Oom melihat Direndra dan Alaric tidak berminat di culinary jadi Oom senang ketika kamu ingin meneruskan warisan Opa kamu."
"Iya Oom. Tapi rasanya aku puas membuat si Weasley harus ujian ulang sama dengan aku kemarin."
"Memangnya kamu sabotase apa?" tanya Aidan penasaran.
Aidan terbahak. "Astaghfirullah!"
***
Tak terasa enam bulan sudah Rajendra kuliah di New York dan selama itu pula, remaja berusia 16 tahun itu harus menjaga emosinya akibat banyaknya drama selama kuliah. Bahkan drama paling menyebalkan adalah Anna Rudd yang selalu berusaha menarik perhatiannya bahkan dia saat tahu Rajendra berulang tahun yang ke 16, gadis itu memberikan satu set pisau yang mahal untuknya.
Rajendra memang menerima tapi dia tidak akan menggunakannya karena dirinya lebih memilih kado yang dikirimkan oleh Aruna yang juga satu set pisau Musashi yang hanya dibuat di Jepang.
"Kok kamu nggak pakai pisau pemberian aku? Malah pakai pisau seperti ini?" protes Anna ketika mereka praktek masakan Jepang.
"Suka-suka aku lah!" sahut Rajendra cuek.
__ADS_1
Anna hanya cemberut menatap Rajendra yang asyik memotong ikan untuk sashimi.
Pisauku kan lebih mahal dari pisau Musashi itu! Kenapa dia memilih memakai pisau itu sih? Siapa yang kasih?
Anna menatap tajam ke arah remaja tampan itu. Hatinya kesal karena enam bulan ini, Rajendra seolah tidak pernah menganggap dia ada.
Brengsek! Apa kamu menyimpang? Jadi tidak tertarik dengan wanita?
Selama ini Rajendra memang dikenal mahasiswa dingin tapi jangan sekali-kali membuatnya marah, bahkan Harry Weasley pun sampai harus menerima bantingan judo Rajendra ketika dirinya ketahuan hendak mencuri peralatan masak putra Arjuna McCloud itu.
Keduanya mendapatkan teguran dan ancaman akan dikeluarkan jika bertengkar lagi meskipun direktur tahu siapa yang salah. Setelahnya Harry pun memilih menghindari Rajendra karena remaja itu mengancamnya dengan tidak main-main.
"Jangan memancing kesabaran ku, Weasley! Kamu tidak tahu siapa aku! Jika kamu masih mengusik aku, jangan salahkan kalau aku bisa berbuat lebih kejam dari kamu! Dan jika kamu berpikir aku tidak berani melakukannya, kamu salah besar!" ancam Rajendra saat keluar dari ruang direktur. "Kalau hanya kecoak atau ulat yang kamu letakkan di makananku, aku bilang itu receh. Tunggu saja jika aku memasukkan sianida ke makanan mu!" seringai Rajendra dengan wajah mengerikan.
Harry Weasley merasakan hawa dingin yang membuatnya merinding. Entah kenapa remaja yang dikenal pendiam dan dingin itu memiliki aura pembunuh yang kental. Harry akhirnya mengetahui siapa Rajendra setelah dia mencari tahu dan sejak saat itu, dia tidak pernah membullynya lagi.
Aku lebih sayang nyawaku daripada harus berhadapan dengan keluarga mafia McCloud.
Dan kini usai ujian semester yang harus mempraktekkan masakan Jepang, Rajendra pun bersiap-siap untuk pulang. Ian dan Amir sudah tahu jadwal pulang remaja itu dan Rajendra yakin mereka sudah berada di parkiran.
Sambil berjalan santai, Rajendra menuju mobil Range Rover yang sudah dipakainya enam bulan ini. Ketika hampir mendekati mobil, pintu belakang Rover itu terbuka dan Rajendra terkejut melihat siapa yang turun.
"Aruna?"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
Bonus Duo Savage