
Manhattan New York
Tak terasa seminggu lagi Abi dan Gandari akan melangsungkan pernikahan membuat para keluarga besarnya sudah mulai hadir ke hutan beton yang memiliki Central Park itu.
Keluarga dari Indonesia pun tampak hadir lengkap, Ghani - Alexandra, Bara - Arum dan kedua anak mereka Arimbi - Anarghya. Selain itu Gozali - Maira, Arya - Amberly tapi kedua anak kembar mereka Adrian - Anandhita akan menyusul dari Swiss karena selama ini mereka berdua sekolah asrama disana.
Danisha dan Iwan bersama anak mereka, Pandega beserta Jaehyun - Savitri pun ikut bergabung. Putra mereka Nathan, akan menyusul dari Singapura bersama dengan istrinya Haura dan putri mereka Safira.
Dari Tokyo, Luca dan Emi pun datang bersama dua anak kembar mereka Leia dan Luke plus ayah Joshua - Miki, Marco - Marissa, Mario - Josephine dan mertua Luca, Takeshi Takara dan asistennya Shiki Matsumoto.
Dubai pun datang lengkap minus Enzo Al Jordan yang jadwalnya bentrok dengan jadwal latihan balapan sedangkan London Elang - Rain, Arjuna - Sekar dan besan mereka Aksara - Ghania pun datang. Aidan dan Thara berangkat dari Dubai bersama dengan keluarga Al Jordan.
Keberangkatan keluarga Giandra sempat mengalami keributan yang haqiqi. Bima, pacar Arimbi tetap mengeyel ingin ikut karena dirinya tidak ada teman di Jakarta. Tentu saja Hoshi yang sedang berada di rumah keluarga Giandra ribut dengan pria sebayanya.
***
Mansion Giandra Jakarta Indonesia
"Kalian tega ih baru saja pulang dari Amrik, udah balik lagi kesono demi mas Abi nikah. Mbok aku diajak sisan. Janji Wis, aku nggak bakalan neko-neko, mung ngabisin makanan doang kok. Nggak kompeni Arimbi. Suer!" rengek Bima yang membuat Ghani dan Bara emosi.
Semua keluarga dari Solo sudah datang dan berkumpul semuanya di mansion milik Abimanyu Giandra dan berencana berangkat keesokan harinya ke New York menggunakan pesawat Gulfstream yang mampu membawa 20 orang penumpang milik Bara.
Kini semua keluarga besar Giandra hanya menggelengkan kepalanya melihat keributan di ruang tamu antara Bima dengan calon mertua dan iparnya.
"Kamu kan udah dari sana! Ini acaranya beda Werkudara!" hardik Hoshi kesal.
Siapa kangen Hoshi?
"Tapi kan aku calon menantunya Oom Bara, calon suaminya Arimbi. Semua keluarga elu kan juga sudah tahu muka cewek!" balas Bima.
"Baru calon! Bisa jadi batal calon lho..." seringai Hoshi durjana.
"Dasar muka cewek!" Bima langsung menerjang Hoshi dan keduanya pun terlibat perkelahian... lagi.
"Eh! Sudah ! Sudah!" Ega menarik Hoshi sedangkan Bima ditarik oleh Bara dan Anarghya.
"Fix! Bima! Kamu tidak boleh ikut ke New York! Titik!" bentak Bara kesal melihat kedua pria muda itu tidak pernah akur.
"Tapi Oom..." rengek Bima yang tampak memar bibirnya kena jotos Hoshi.
"Oom bilang tidak ya TIDAK, Bima!" Bara menatap judes ke arah pacar Arimbi itu.
__ADS_1
Bima pun manyun sedangkan Hoshi hanya tersenyum smirk dan bibirnya mengucapkan 'Kapok' membuat pria yang hanya beda setahun itu melirik judes.
"Jeng Arimbi..." Bima menatap dengan wajah memelas ke arah Arimbi yang datang membawa kotak P3K.
"Makanya tho mas. Jangan ngeyel kalau dibilang... Babak bunyak lagi kan? Lagian mas Hoshi itu sudah siap kalau kalian gelut lagi" senyum Arimbi sambil tersenyum manis. Jari lentiknya dengan telaten mengobati Bima dengan memberikan antiseptik.
"Tapi kan mas manyun disini. Liburan, kamunya malah ke New York" ucap Bima sok melow.
"Aku kan cuma semingguan di New York mas. Nanti balik lagi kemari. Kan summer holiday ku masih ada seminggu. Nanti kita jalan-jalan berdua deh kalau aku sudah pulang" balas Arimbi.
Wajah Bima langsung sumringah.
"Gue heran, kok bisa sih mbakku suka sama elu mas? Pria paling annoying brat setelah mas Hoshi..." cebik Anarghya kesal.
"Mau gimana dik Arga, mbakyumu maunya sama aku tuh!" cengir Bima durjana namun setelahnya meringis karena terasa perih.
"Mbak, tinggal saja cowok lebay macam ini! Bikin pening tahu nggak!" Anarghya menatap judes ke calon kakak iparnya.
"Lha kan memang bakalan mbak tinggal" sahut Arimbi kalem.
"Jeng Arimbiiii..." rengek Bima.
Anarghya, Hoshi dan Ega tertawa terbahak-bahak. "Ya bener elu bakalan ditinggal Werkudara! Wong besok Arimbi ke New York ! Begok ih!" ledek Hoshi sinis.
***
Koreatown New York
Benji mendatangi sebuah restauran Korea di area koreatown dekat jantung Manhattan. Dia sudah janjian Jang Geun-moon untuk membuat tugas musim panas sebelum dirinya sibuk membantu untuk mensetting semua keamanan acara pesta pernikahan Abi dan Gandari.
Mumpung ada waktu dua hari sebelum hari Rabu, bisa nih buat tugas.
Si bontot itu pun masuk ke dalam restauran barbeque dan melihat Geun-moon sedang mengobrol dengan seorang pria berbadan besar. Benji mengenali bahwa pria itu adalah Big Jang, ayah Geun-moon.
"Benji!" panggil Geun-moon saat melihat teman sekelasnya datang.
"Annyeong" sapa Benji sopan.
"Annyeong Benji. Perkenalkan, ini Appa aku, Jang Geun-yong. Appa ini Benji yang aku ceritakan itu." Geun-moon memperkenalkan keduanya.
"Jadi kamu anaknya Bryan Smith?" tanya pria berbadan besar itu. "Keponakannya Ashley Sky dan Levi Reeves?"
__ADS_1
"Betul, Sir" jawab Benji.
"Kamu yang membantu putriku saat dibully?" tanya Big Jang alias Jang Geun-yong.
"Yes, Sir."
Tiba-tiba Benji dipeluk oleh pria besar itu hingga kesulitan bernapas.
"Mr Jang... aku tidak.. bisa bernafas" ucap Benji dengan suara tercekik.
"Eh maaf-maaf. Aku bersyukur putriku berteman dengan mu Benji. Ayah kamu dan keluarga besar kamu adalah orang-orang baik jadi aku yakin kamu pun anak baik. Terima kasih sudah melindungi Moon-moon ku." Jang Geun-yong menepuk bahu Benji. "Ayo duduk!"
"G eh... Geun-moon adalah sahabat saya dan saya akan melindungi sahabat saya dari apapun" jawab Benji tegas setelah mereka semua duduk di depan meja makan yang sudah terpasang alat grilled.
"Good. Kamu benar-benar anaknya Bryan Smith."
"Maaf Mr Jang, bagaimana bisa anda mengenal Daddy saya?" tanya Benji penasaran karena Bryan tidak mau mengatakan apapun.
"Well, sebenarnya saya bersahabat dengan Ashley Sky dan Javier Arata. Dan saat ada yang berani macam-macam dengan perusahaan saya, Ashley menawarkan bantuan sepupunya Bryan Smith untuk mencari tahu siapa yang mengutak-atik. Sejak itu kami berteman baik. Tentu saja dengan kode etik khas mafia" sering Big Jang.
"Saya malah bersyukur anda tidak membuat ulah di sekolah saat mengetahui Geun-moon menjadi korban bullying" senyum Benji.
"Tadinya aku sudah mau ke sekolah Moon-moon tapi gadisku bilang tidak usah karena sudah diurus oleh Benji. Tentu saja aku mencari tahu siapa dirimu dan begitu tahu kamu anak siapa, aku jadi tenang. Bukan kah kamu sama dengan ayahmu yang hobinya mencari aib orang?" kerling big Jang membuat Geun-moon cekikikan.
Benji melongo. "Wah, ketahuan ya saya menyebarkan aib pelaku pembullyan Geun-moon."
"Hei, aku bertanya pada ayahmu tahu! Jangan dikira ayahmu tidak tahu apa yang kamu lakukan Ben!" gelak Big Jang.
Benji hanya menepuk jidatnya. Mati aku!
Note
Benji dan Geun-moon tidak langsung pacaran ya, mereka bersahabat sampai kuliah. Keduanya memutuskan pacaran setelah kasus Benji dikeroyok. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia chapter Benji )
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1