My Cold Chef

My Cold Chef
Opa dan Eyang?


__ADS_3

Thara dan Aidan menunggu dengan gelisah di ruang praktek dokter obgyn. Sebulan setelah kepergian mereka ke Dubai untuk menghadiri pernikahan Sabine dan Karl, Thara mengalami keram perut yang segera dilarikan ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit, dokter yang menangani memintanya untuk diperiksa karena kemungkinan dirinya hamil. Aidan dan Thara terkejut ketika dokter IGD menyuruh keduanya ke dokter obgyn.


Dan kini keduanya berada di Portland Hospital untuk menunggu hasil test darah dan urine Thara. Suara pintu dibuka membuat pasangan suami istri ini menoleh. Tampak dokter obgyn Thara masuk sembari membawa map biru.


"Selamat siang Mr Blair, Mrs Blair. Apakah masih terasa kencang perutnya?" tanya dokter obgyn paruh baya itu ke Thara.


"Sudah tidak, dok" jawab Thara.


"Ini saya sudah mendapatkan hasil tes anda, ma'am. Selamat buat kalian berdua, Mrs Blair sedang mengandung empat Minggu."


Aidan dan Thara melongo.


"Ha...hamil dok?" tanya Aidan tidak percaya. Apalagi istrinya baru sembuh dari kista dan dia tidak percaya langsung diberikan kesempatan mendapatkan anak secepat ini.


"Iya Mr Blair. Mrs Blair hamil. Wah, pasti Mr Blair Senior bahagia akan mendapatkan cucu lagi" senyum dokter tersebut.


Aidan menoleh ke arah Thara yang masih terpaku. "Sayang, kamu hamil sama siapa?"


Wajah Thara yang semula takjub berubah menjadi judes menatap suaminya. "Hamil sama kamu lah! Memang siapa yang hampir tiap malam minta jatah!" bentaknya sambil memukul bahu suaminya.


Dokter obgyn itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia sudah tidak heran menghadapi para pria klan Pratomo karena sebelumnya dia juga yang menangani Arjuna dan Sekar saat hamil Rama.


"Aduh! Iya, iya. Ya ampun galaknya" ucap Aidan sambil mengusap-usap bahunya.


"Selamat ya tuan dan nyonya. Mau lihat seperti apa anak anda?" tawar dokter obgyn itu.


"Of course!" seru Thara semangat.


"Paling masih seperti kacang polong" gumam Aidan.


"Kacang polong itu anakmu juga Ai!" hardik Thara sebal. Entah kenapa suaminya jadi ikutan receh macam Arjuna dan Levi.


Tampaknya selama hamil, aku harus menjauhkan Aidan dari duo Cumi itu!


***


Aidan dan Thara langsung melakukan panggilan video ke Duncan dan Rhea, Kaia dan Rhett serta Hasyim dan Aisyah. Semua anggota keluarga Blair dan Al Azzam sangat antusias mendengar kehamilan Thara.


"Alhamdulillah, anak made in Dubai ya Ai" ejek Rhea dengan wajah jahil.


"Maaaaa" rengek Aidan sambil manyun.

__ADS_1


"Pak Duncan, mumpung kita bertemu disini. Apakah boleh saya meminta ijin sama anda besan?" tanya Hasyim Al Azzam.


"Meminta ijin apa pak Hasyim kira-kira?" balas Duncan tenang.


"Cucu kita ini, yang insyaallah laki-laki, apakah boleh jika sudah selesai kuliah, saya minta ke Dubai untuk menjadi pengganti saya?"


Duncan menatap Rhea, Aidan dan Thara bergantian. "Yang berhak memberikan ijin anak Aidan dan Thara untuk ke Dubai ya mereka berdua ini. Kalau saya pribadi, biarkan calon cucu saya nantinya maunya gimana. Kita tidak bisa memaksa anak, biarkan anak itu yang memilih jalannya. Kita sebagai orang tua hanya bisa membimbing, mengawasi dan mengarahkan jika mereka mulai Meleng dari jalurny" ucap Duncan bijak.


Hasyim tersenyum kikuk. "Maaf pak Duncan, saya terlalu excited mendengar Thara hamil jadi saya sudah terbayang abcd."


"Tidak apa-apa pak Hasyim. Namanya calon opa dan Oma pasti wajar memiliki keinginan yang terbaik bagi cucunya" timpal Rhea.


"Jeng Rhea, jika nanti cucu kita lahir, dipanggil apa?" tanya Aisyah.


"Sama seperti Abi dan Reana, dipanggil Opa dan Oma" jawab Rhea.


"Saya minta nanti anak Aidan dan Thara memanggil kami eyang. Entah kenapa saya ingin dipanggil seperti itu" ucap Aisyah malu-malu.


Kaia, Rhett, Aidan dan Thara tersenyum geli. Sebab baru sekarang setelah dulu eyang buyut Pratomo dipanggil seperti itu, setelahnya semua dipanggil Opa dan Oma. Panggilan pakdhe dan budhe saja terakhir ke Mike dan Nabila Cahill. Setelahnya semua memanggil Oom dan Tante tidak peduli jika dilihat hirarki garis lahir harusnya pakdhe dan budhe.


"Monggo kerso mbak Aisyah asal nggak pakdhe budhe saja" kekeh Rhea yang membuat semua orang tertawa.


"Wah ya saru ( tidak pantas ) dipanggil pakdhe budhe" gelak Aisyah.


***


Weekend di Rumah Arjuna McCloud


"Akhirnya tekdung juga Thara? Alhamdulillah" cengir Arjuna yang mendapatkan pelototan dari Sekar.


"Hamil mas Juna, bukan tekdung! Duh daddynya Jendra dan Rama tuh Yaaaa" omel Sekar kesal.


"Alhamdulillah, Rama nanti ada temannya" senyum Aidan sambil bermain dengan bayi yang sekarang berusia tujuh bulan.


"Eh serius tuh si Bara dapat cewek namanya Arum lagi?" tanya Arjuna mengingat kemarin mendapatkan kabar dari Arya Ramadhan kalau Bara kepergok jalan bareng sama cewek bernama Arum.


"Tapi kata Arya, yang ini namanya Gendhis Arum Pradipta dan bocahnya super gesrek."


"Baguslah! Biar si zombie itu nggak kaku banget! Dia butuh pasangan yang lebih hidup..."


"Memangnya Gendhis nggak hidup, Jun?" ledek Aidan.


"Bukan hidup dalam arti harafiah, Aidan. Maksud aku hidup dalam arti yang sifatnya ceria, cuek dan fun gitu. Kamu tahu sendiri kan kalau Bara itu payah banget!"

__ADS_1


"Memang kenapa mas Bara ditinggal nikah?" tanya Thara bingung.


"Biasa, silau harta juga sih sayang" ucap Aidan sebal.


"Mas Bara kan kaya banget! Biarpun dia tidak memperlihatkan sih" gumam Thara.


"Itulah Bara. Mobil yang dipakai cuma Rubicon padahal dia punya Range Rover keluaran terbaru tapi lebih suka si Rubi."


"Menurutmu apakah dia jodoh Bara, Jun?" tanya Aidan.


"Entah lah tapi semoga i..." suara ponsel Aidan dan Arjuna berbunyi bersamaan. Sekar dan Thara tahu pasti itu dari grup chat para pria generasi suami masing-masing. Thara dan Sekar sendiri juga memiliki grup chat para kaum wanita klan Pratomo.


Kedua pria itu melihat ponsel mereka berdua lalu tertawa terbahak-bahak yang membuat para istri kepo melihat ponsel suami masing-masing.


"Ngapain kak Fuji di Monas?" Sekar mengerenyitkan dahinya.


"Dasar Londo Jepang ora Cetho! ( dasar bule Jepang tidak jelas )" kekeh Arjuna.


Aidan dan Arjuna langsung heboh tanya kenapa Fuji main foto di Monas.


📩 Arya : Biasa bule udik ndeso belum pernah ke Monas ya gini nih!


📩 Junjun : Norak deh! Bara gimana?


📩 Arya : Tuh masih ribut sama Fuji, aku jalan sama Davina dan Arum.


Arya pun mengirimkan foto di grup chat yang membuat semua pria-pria tampan itu heboh.


Sekar dan Thara melihat foto Arum yang diambil oleh Arya hanya berkomentar tiga kata.


Cantik dan Menggemaskan.


( Bisa baca kisah Bara di Bara dan Arum untuk lebih jelasnya ).


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Sorry ngeprank malam-malam 😁😁😁


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2