
Pandu tampak tegang duduk menunggu panggilan wawancara kerja di Giandra Otomotif Co. Sudah sebulan lalu dirinya diwisuda tapi pada saat acara wisuda itu, dirinya tidak ditemani oleh Reana yang harus pergi ke Jakarta untuk acara keluarga. Di satu sisi dia bersyukur Reana tidak hadir karena tahu ayahnya akan menunjukkan keberatannya, tapi disisi lain dia ingin gadisnya datang.
Ya, Pandu dan Reana sepakat untuk pacaran backstreet dari Shailendra Juwono karena Reana tahu ayah Pandu itu tidak setuju hubungan dirinya dengan anaknya. Shailendra merasa Pandu tidak pantas untuk cucu Duncan Blair tersebut.
Namun tidak di keluarga O'Grady. Semua orang disana tahu hubungan Reana dengan Pandu dan membiarkan keduanya berpacaran karena Rhett dan Kaia tidak bisa melarang putrinya menjalani fase dewasa.
Dan kini Pandu harus menghadapi wawancara terakhir, wawancara yang menentukan dirinya diterima atau tidak. Bagi Pandu, keinginannya masuk ke Giandra Otomotif Co sudah menjadi impiannya sejak ayahnya bekerja ke PRC group. Awalnya dia ingin mengikuti jejak ayahnya masuk PRC group namun setelah mengetahui Giandra Otomotif Co memiliki bisnis yang lebih luas, Pandu ingin mengembangkan potensi dirinya disana.
Giandra Otomotif Co New York membutuhkan seorang marketing yang fresh graduate dan Pandu merasa dirinya pantas masuk sana terlepas dia kekasih Reana. Pandu tahu, Kaia Blair dan Levi Reeves adalah tipe boss yang profesional dan bisa melepaskan urusan pribadi dan bisnis. Dan Pandu tahu, jika memang hasil wawancara nanti tidak bagus, dia pun tidak akan diterima.
Pandu melihat orang yang dipanggil wawancara sebelumnya keluar dengan wajah murung. Jantung Pandu makin berdebar karena dia tidak tahu siapa yang akan menjadi pewawancaranya. Apakah Kaia atau Levi.
Duh, kalau dapat tuan Levi... Siap-siap kena pertanyaan detail.
"Mr Dewanata." Suara sekretaris Levi membuat Pandu terkejut.
"Iya."
"Silahkan masuk."
Pandu pun berjalan mengikuti wanita itu.
"Sir, Mr Dewanata sudah hadir."
"Thanks Hilda."
"Silahkan Mr Dewanata" ucap Hilda yang langsung menutup pintu setelah Pandu masuk.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat ada tiga orang pria dengan usia berbeda disana. Pandu hanya mengenali Levi Reeves yang dudui di tengah tapi dia tidak mengenal dua orang di sisi kiri dan kanan Levi.
"Mr Reeves" sapa Pandu sopan.
"Ini anaknya Vi?" tanya pria berbadan tegap itu.
"Iya Oom" jawab Levi Reeves.
"Kok sepertinya kurang meyakinkan" kekeh seorang lagi yang memiliki wajah seperti orang Korea.
Pandu hanya menatap bingung.
"Duduk Ndu" perintah Levi.
"Yes sir." Pandu pun duduk di kursi yang sudah disiapkan dan berada di hadapan ketiga pria itu.
"Kamu sudah mengenal saya kan Ndu?" tanya Levi.
__ADS_1
"Sudah, Sir."
"Baik, saya perkenalkan. Sebelah kanan saya adalah Joshua Akandra, salah satu dosen matematika di Tokyo University, alumni MIT dan anggota dewan kehormatan almamaternya."
Pandu mengangguk hormat ke arah pria yang memakai kacamata itu.
"Lalu yang sebelah kiri saya, adalah Javier Arata, CEO PRC group global dan kini berada di Giandra Otomotif Co karena penasaran denganmu."
Pandu terkejut. Siapa yang tidak mengenal Javier Arata? Meskipun ayahnya dulu bekerja di PRC group Jakarta, tapi boleh dibilang jarang bertemu dengan Javier Arata karena pria tegap itu banyak keliling dunia memeriksa semua cabang PRC group.
"Maaf tuan Arata. Saya tidak mengenali anda" jawab Pandu sopan.
"Wajar kalau dia tidak tahu kamu Javi. Kamu jarang go public sih" kekeh Joshua.
"Ah aku kan sok misterius" senyum Javier. "Jadi kamu pacaran dengan keponakan ku, Reana?" Javier menatap Pandu tajam.
Cepat sekali tuan Javier berubah raut wajahnya. Pandu menelan salivanya susah payah.
"I..iya tuan Arata. Saya memang berpacaran dengan nona O'Grady."
Joshua tersenyum tipis sembari membaca berkas milik Pandu.
"Setidaknya dia sopan saat menyebut nama Reana" kekeh Javier.
Pandu menatap bingung ke ketiga orang yang dikenal memiliki kecerdasan diatas rata-rata.
"Motif? Saya tidak ada motif apapun tuan Akandra. Saya bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta tapi saat saya bertemu pertama kali dengan nona O'Grady, saya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Jika yang anda maksud saya memacari nona O'Grady demi bisa masuk ke Giandra Otomotif Co, anda salah. Karena jauh sebelum saya bertemu dengan nona O'Grady, saya sudah ingin masuk ke perusahaan ini" jawab Pandu panjang lebar.
"Apakah kamu jatuh cinta kepada Reana itu serius atau hanya karena dia cucu Duncan Blair?" Javier kali ini yang bertanya.
"Saya benar-benar jatuh cinta karena Andreana Anindita. Bukan nama Blair, Giandra ataupun O'Grady."
"Tapi jika dia bukan cucu Duncan, kamu juga tidak bisa bertemu kan?" ledek Joshua.
"Saya percaya bahwa jodoh tidak lari kemana. Jika saya tidak berjodoh dengan nona O'Grady, saya tidak akan bertemu dengannya."
"Aku kok belum yakin ya?" gumam Levi dengan wajah serius.
"Maaf tuan-tuan, jika wawancara ini hanya ingin mengetahui kehidupan pribadi saya dengan nona O'Grady, sepertinya tidak etis karena saya datang kemari untuk wawancara kerja bukan perasaan saya bagaimana" jawab Pandu tegas.
Tanpa diduga Javier tertawa terbahak-bahak, begitu juga dengan Joshua yang tersenyum smirk.
"Vi, anak ini tahan banting. Dia nggak ada takut - takutnya menghadapi kita meskipun dia tahu siapa kita" ucap Javier. "Sudah lama aku tidak melihat anak seperti ini setelah Ashley dan Kareem."
Pandu kembali menatap ketiga pria itu dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Oke kita serius Pandu. Kita mulai wawancaranya." Levi pun mulai menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan dan tak jarang Javier dan Joshua pun bertanya. Pandu sendiri lebih suka menjawab sesi wawancara yang berhubungan dengan pekerjaan daripada soal hubungannya dengan Reana.
***
"Bagaimana menurut Oom berdua?" tanya Levi.
"Bocah yang menarik" komentar Joshua setelah Pandu keluar dari ruangan wawancara. Pandu memang kandidat terakhir yang dipanggil dan Kaia sengaja tidak hadir, membiarkan Levi beserta kedua Oomnya untuk mengambil alih.
"Sayang ayahnya tidak setuju Pandu berpacaran dengan Reana" sahut Levi.
"Bagaimana kau tahu Vi?" tanya Javier.
"Kaia yang bercerita padaku kalau mereka backstreet dari Shailendra."
Joshua terkekeh. "Dimana-mana yang namanya orangtua, pasti langsung setuju ketika mengetahui anaknya pacaran dengan salah satu anggota keluarga kita tapi ini malah melarang."
"Shailendra merasa dirinya dan keluarganya tidak pantas bersanding dengan keluarga Blair dan O'Grady."
"Nonsense Vi. Buktinya, Daddymu malah besanan sama pak Heri yang jualan sate!" cebik Javier.
"Kan tidak semua orang tahu akan hal itu Oom. Daddy kan orangnya santai. Tahu sendiri kan seniman" cengir Levi.
"Iya saking senimannya, otaknya jadi kreatif bikin darting sepupu-sepupunya!" sungut Javier.
"Jadi gimana ini?" tanya Joshua. "Kalau aku sih terlepas Pandu pacaran dengan Reana, aku melihat dia punya potensi bagus. Dan di samping itu dia juga tegas dan mampu mempertahankan argumennya. Itu yang dibutuhkan Vi ditambah dia juga cerdas."
"Aku sih yes" sahut Javier.
"Oke. Jadi diterima nih?" tanya Levi.
"Iyalah!" sahut kedua Oomnya.
***
Yang kangen Joshua
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Insyaallah babang Dapid tar malam tambah chapter lagi
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️