
Polsek Gajah Mungkur Semarang Jawa Tengah
Rombongan Travis tiba di Polsek Gajah Mungkur yang terletak di jalan Sultan Agung dan setibanya disana seorang anak buah Kapten Rasyad menghampiri ketiganya.
"Silahkan pak Abi, pak Travis dan Bu Gandari. Sebelah sini" ucap petugas itu sembari mengantarkan ketiganya ke sebuah ruangan interogasi. Di dalam sana sudah ada Joko Triyadi dengan wajah menahan marah.
Kapten Rasyad tersenyum melihat ketiga orang yang datang itu dan mempersilahkan Travis untuk duduk di hadapan Joko.
"Selamat siang menjelang sore pak Joko. Perkenalkan saya Travis Blair, pengacara nona Gandari Pramudhita. Mungkin anda pernah mendengar nama itu ?" tanya Travis ramah.
"Siapa itu? Saya tidak kenal!" ucap Joko sinis.
"Mungkin anda tidak kenal tapi anda kenal Lukman Kristiawan dan Anggita kan? Lukman adalah suami dari mantan istri anda dan dia paman Gandari Pramudhita yang kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan yang disengaja. Apakah anda ingat kejadian 12 tahun lalu? Tentu saja anda ingat karena lima bulan setelah kecelakaan, anda yang mengurus sertifikat rumah Kawi dan dua tanah di jalan pemuda." Mata biru Travis menatap dingin pria bertubuh lebih kecil darinya.
Joko menganga mendengar paparan Travis.
"Saya lanjutkan ya. So, 12 tahun lalu, anda dan mantan istri anda berencana untuk mengambil semua kekayaan yang dimiliki oleh Lahita Kristiawan yang boleh dibilang nilainya wow Dimata anda - anda yang serakah tapi kecil di mata saya. Anda tidak benar-benar berpisah dengan Anggita bukan?" sindir Travis.
"Bodohnya Lukman, anak bau kencur baru usia 18 tahun dirayu janda dan mau saja menikahi Anggita dengan alasan klise, hamil. Benar?" Travis tersenyum smirk. "Saya bacakan timeline kronologis yang mengakibatkan Gavin dan Lahita meninggal akibat keserakahan sindikat kalian."
"Tunggu sebentar! Apa maksud anda menuduh saya sedemikian rupa? Saya tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu!" sanggah Joko. "Lagipula, itu haknya Lukman karena keponakannya hilang entah kemana!"
"Keponakannya ada disini, Bodoh!" umpat Gandari kesal yang membuat Joko melongo. "Jika saja aku tidak ingat berada di kantor polisi, sudah aku hajar kamu!"
Kapten Rasyad melirik ke arah Abi lalu berbisik dan membuat Abi tersenyum lebar.
"Anda bilang tidak terlibat? Oke, sebelum kita ke pengadilan, ada baiknya Anda melihat ini." Travis menoleh ke arah Kapten Rasyad. "Kap, tv nya berfungsi kan?"
"Berfungsi."
Travis pun mengangguk dan berjalan menuju tv led yang menempel di dinding lalu memasangkan bluetooth connector disana.
Semua orang melihat video rekaman CCTV di rest area km 429. Travis membuka MacBook nya dan mulai menayangkan video yang dikirim oleh Benji.
__ADS_1
"Ini adalah rekaman CCTV 12 tahun lalu yang berhasil dilacak dan dikumpulkan oleh adik saya, Benjiro Smith, seorang white hat hacker. Disini kita bisa lihat mobil Innova putih berplat nomor H 1234 GD masuk ke rest area dan parkir di area dekat pujaser dalam. Lihat ketiga orang turun dan mereka adalah Gavin, Lahita dan Gandari." Travis menunjukkan posisi ketiganya.
"Kami hendak makan siang di restauran Padang Sederhana disana" ucap Gandari.
"Sepuluh menit kemudian, kalian bisa melihat jamnya disini dan ini diambil dari CCTV pujasera, datang dua orang mengenakan masker ke mobil Innova milik Gavin. Bisa dilihat mereka mengutak-atik mobil itu dan tak sampai beberapa menit mereka pergi. Saya sudah tahu siapa-siapa saja keduanya dan sekarang sedang dalam proses penangkapan oleh anak buah kapten Rasyad." Travis tersenyum ke arah Joko yang tampak memucat.
"Tapi tidak ada hubungannya dengan saya!" bantah Joko.
"Really? Lalu siapa ini yang duduk di kursi pengemudi mobil Pajero hitam?" Travis menunjukkan sebuah video CCTV dari arah pujasera depannya. "Saya zoom dan freeze ya."
Wajah Joko memucat melihat betapa jelasnya wajah dirinya disana.
"Dan ini, kedua orang yang masuk ke dalam mobil anda, apa tidak ada kaitannya dengan anda?" Travis menatap tajam ke Joko.
"Selanjutnya kalian semua tahu akhirnya mobil Innova mengalami kecelakaan dan mengakibatkan Gavin dan Lahita meninggal dunia. Tapi Lahita tidak bodoh!" Travis membuka tas kopernya. "Sebelum kejadian naas itu, dia menyimpan semua sertifikat asli semua aset yang dimiliki di safe deposit box dan kuncinya disimpan oleh kedua orang tua angkat Gandari."
Travis mengeluarkan semua sertifikat diatas meja membuat Joko semakin panik melihat berkas - berkas asli disana.
"Tenang saja, Jerome sudah menceritakan semuanya. Begitu juga dengan notaris Iin yang diinterogasi di kamar sebelah. Dan anda, akan saya tuntut pasal berlapis, pemalsuan dokumen, penipuan dan pelaku pembunuhan berencana. Tampaknya hukuman mati masih kurang afdol tapi untuk kali ini..." Travis melirik ke arah Kapten Rasyad.
"Apakah boleh kapten?" tanya Gandari.
"Sersan Kamil, jaga di depan dan pindahkan ke suhu AC lebih dingin. Dan jika orang-orang diluar mendengar jeritan, bilang saja interogasi berjalan alot!" Kapten Rasyad mengedipkan sebelah matanya ke anak buahnya.
"Baik Ndan." Sersan Kamil pun keluar dari ruang interogasi meninggalkan semua orang di dalam.
"Sebelum terjadi peristiwa, aku bereskan dulu barang-barang disini" kekeh Travis sambil memasukkan semua sertifikat dan menyimpan MacBooknya.
Joko tampak semakin memucat ketika Abi menyingkirkan meja disana membuat space menjadi luas.
"Monggo jeng Gandari, kalau mau ngamuk. Waktu dan tempat disediakan" cengir Abi.
"Eh bule! Kamu itu siapa?" teriak Joko yang berusaha menekan rasa takutnya.
__ADS_1
Abi menatap tajam ke Joko. "Abiyasa Blair O'Grady, CEO MB Enterprise dan Giandra Otomotif Co."
Joko semakin terkejut. Siapa yang tidak kenal perusahaan Giandra Otomotif Co yang dikenal di berbagai bandara di seluruh dunia. Astagaaa! Anakku magang di bandara Ahmad Yani pasti tahu perusahaan itu. Dia pernah bilang ingin bekerja di Giandra.
"Kamu itu punya anak perempuan dan kasihannya lahir dari orang tua yang serakah dan licik macam kalian. Semoga hukum tabur tuai tidak menimpa anak perempuan kalian" ucap Abi dingin. "Karena kalian sudah merenggut nyawa orangtuanya anak perempuan lain yang tidak tahu apa-apa."
Gandari mendatangi Joko dengan wajah penuh kemarahan. "Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa kalian begitu serakah hanya uang yang bakalan habis dan itu bukan hak milik kalian!"
"Mbak Gandari, tolong, anak-anak saya masih membutuhkan ayahnya..."
"Lalu? Apa kabar saya? Memangnya saya tidak butuh papa dan mama saya?" bentak Gandari.
BUGH! BUGH! BUGH!
Gandari memukul Joko membabi buta tanpa ampun.
"12 TAHUN SAYA MENUNGGU! 12 TAHUN SAYA KEHILANGAN KEDUA ORANGTUA SAYA KARENA ULAH MANUSIA - MANUSIA B@NGS@T MACAM KALIAN!" teriak Gandari yang trance menghajar Joko hingga tidak berdaya sampai akhirnya Abi memeluk gadis itu.
"Cukup Ndari! Nanti dia bisa mati!" bisik Abi.
"Aku ga ridho dunia akhirat mas! Mereka mengambil papa mamaku hanya karena harta! Aku nggak ikhlas!" Gandari pun menangis keras di pelukan Abi.
Travis berjongkok melihat kondisi Joko yang babak belur. "Ini baru hukuman kecil, bung! Hukuman selanjutnya nanti di penjara dan di akhirat. Dan aku pastikan, kamu tidak akan menghirup udara bebas selamanya dan anak-anak mu tidak akan mendapatkan pensiun darimu! Akibat ulah bapak ibunya, anakmu yang jadi korban! Welcome karma!" seringai pria bermata biru itu.
Joko hanya menatap nanar ke arah Travis sebelum pingsan.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Maaf kalau isinya perngamukkan dimana-mana
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️