My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Gandari Marah


__ADS_3

Semarang Jawa Tengah


Mobil Alphard yang dikemudikan oleh Rahman menuju jalan Mohamad Suyudi, tempat rumah makan ayam goreng kampung pak Supar berada. Begitu tiba disana, mereka semua pun harus mengantri karena banyaknya pengunjung yang ingin makan juga.



Beberapa orang berbisik-bisik melihat keenam orang di sana yang dianggap sebagai turis karena fisik Abi, Travis dan suami istri Frank yang bule. Akhirnya setelah menunggu cukup lama, ke-enam nya mendapatkan tempat duduk dan Abi sudah tidak tahan sumuk, langsung memesan es teh tiga gelas sendiri.


"Buset panasnya! Perasaan Dubai nggak sepanas gini deh!" omel Abi sambil mengibaskan kemejanya yang mulai lembab kena keringat.


"Pesan apa nih?" tanya Travis. "Ayam goreng enam, sop buntut enam, nasi enam, es teh sepuluh gitu ya, Bi?"


"Yoi! Bilang, nggak pakai lama! Gue laper!" ucap Abi yang mendapatkan senyuman Gandari.


"Laper ya mas?" goda Gandari.


"Laper tahu!" jawab Abi manyun. Suami istri Frank dan Travis terbahak.


"Susah punya bodi gedhe ya Bi" kekeh Travis.


"Reseh lu, Vis" sungutnya.


Tak lama pesanan mereka pun datang dan Abi langsung makan dengan lahap. Dia benar-benar kelaparan.



"Sambalnya masih tetap enak" ucap Jennifer.


"Iya, dulu waktu kami ada pekerjaan di Semarang, kadang kemari. Jadi nostalgia ya, sayang" sambung Jason Frank.


"Ayam goreng ini memang terkenal mom" sahut Gandari.


"Iya enak banget. Duh alamat tambah nasi deh!" keluh Abi.


"Lu dua Minggu disini bakalan gendut deh Bi" ejek Travis.


"Oh jangan! Gue nge-gym tar malam."


Semua orang disana tertawa.


***


Setelah mengisi amunisi, Abi dan Travis mengajak pak Rahman menuju money changer untuk menukarkan ke rupiah karena mereka ingin mengajak kulineran nanti malam di area dekat hotel.

__ADS_1


Usai menukarkan uang, rombongan menuju ke daerah Semarang atas yang masuk wilayah Semarang Selatan tepatnya daerah Gajah Mungkur ke jalan Guntur.


Gandari dan kedua orang tua angkatnya bingung ketika mobil berhenti di sebuah rumah yang tampak tidak terawat disana. Bahkan dekat kuburan. Di Gajah Mungkur terdapat dua pemakaman yang berdekatan, makam Belanda bernama Ereveld Candi yang merupakan makam kehormatan Belanda untuk militer dan makam Guntur yang lebih umum.


Mereka pun masuk dan ada beberapa orang berpakaian hitam-hitam yang merupakan anak buah Travis yang ditugaskan disana.


"Dimana?" tanya Travis dingin dan Gandari merasakan aura kedua sepupu itu berubah.


"Disini pak Travis" ucap salah satu orang disana.


"Mr dan Mrs Frank, anda bisa melihat dari bilik kaca sebelah" ucap Pak Rahman. "Biar pak Travis, Pak Abi dan Bu Gandari yang masuk."


"Baik pak Rahman" ucap Jason dan Jennifer bersamaan. Mereka bahkan melihat seperti ruang interogasi di kepolisian.


"Ndari, aku minta kamu yang maju nanti karena kamu yang berhak mengetahui apa sebenarnya" bisik Abi sebelum mereka masuk.


"Tapi mas?" Gandari menatap pria tinggi besar itu.


"Ada aku dan Travis di belakangmu. Don't worry."


Travis, Abi dan Gandari pun masuk ke dalam ruangan itu. Tampak pengacara keluarga Gandari tampak lemas seperti kena hajar berhari-hari padahal wajahnya tidak ada bekas pukulan atau apapun.


"Si...siapa kalian..." Matanya lalu melihat Gandari. "Gan... Gandari? Itu...benar kamu...nak?"


"Halo Oom Jerome. Apa kabar?" sahut Gandari dingin. Travis sendiri memilih berdiri di pojok ruangan yang tidak terlihat wajahnya.


"Save it Oom. Tahu kan kenapa Oom dibawa kemari?" Gandari mengambil sebuah kursi dan duduk di hadapan pria yang diborgol diatas meja besi. Travis dan Abi tidak ikut campur, membiarkan Gandari menghadapinya sendiri. Gadis itu menyilangkan kakinya dan bersedekap dengan memasang wajah dingin.


"Gandari... Sungguh! Oom hanya disuruh Lukman."


"Hah! Segitu saja langsung ngaku?" kekeh Gandari.


"Kamu tidak tahu saja kalau pengacara brengseeekkk itu sudah diteror dua hari berturut-turut non stop" bisik Abi dengan wajah durjana di sisi telinga Gandari.


Meskipun sempat terkejut sedikit namun Gandari bisa menguasai emosinya.


"Katakan. Apakah kecelakaan yang menimpa aku bersama mama papa adalah disengaja?" tanya Gandari sambil menatap tajam ke pria yang selama ini dikenal sebagai bagian dari keluarga.


Jerome hanya terdiam.


"Jawab Oom!" ucap Gandari namun pria itu masih bungkam.


Gandari pun berdiri dan menggebrak meja besi itu dengan keras membuat Jerome terlonjak.

__ADS_1


"JAWAB, B@NGS@T!" bentak Gandari dengan penuh kemarahan.


Travis dan Abi saling melirik satu sama lain.


Another savage lady yang bakalan masuk ke keluarga bar-bar batin Abi.


Jerome hanya menunduk. "I..iya Gan...dari..." bisiknya.


"Tega ya Oom! B@jing@n kamu! Apa salah aku! Apa salah kedua orangtuaku! Apa karena harta? Astaghfirullah! B@ngs@t kamu Oom! Aku sumpahi keluarga Oom tidak akan ada yang bahagia tujuh turunan karena makan uang haram!" maki Gandari emosional.


"Maafkan Oom... Oom khilaf..."


"Bullshlt! Memang elu doyan saja!" sindir Abi. "Kamu butuh uang banyak buat gendak@n kamu kan?"


Jerome menatap ke arah pria bule berbadan besar yang berdiri sambil bersedekap. Wajahnya tampak dingin dan terasa aura ingin menghajar dirinya. Siapa orang ini?


"Sekarang katakan! Aset eyang mana lagi yang sudah dibalik nama selain rumah Kawi?" Mata Gandari menyorot tajam ke arah pria yang tidak berdaya itu.


"Dua tanah sewa di jalan pemuda..." bisik Jerome.


"Apakah kalian menemukan sertifikat asli?" tanya Gandari.


Jerome menggelengkan kepalanya.


"Berarti pidana memalsukan surat berharga!" ucap Abi geram.


"Berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang dimaksud dengan sertifikat adalah surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Pemalsuan Sertifikat merupakan salah satu tindak pidana yang di atur dalam Pasal 263 ayat


KUHP Membuat surat palsu adalah membuat surat yang seluruh atau sebagian isinya palsu. Palsu artinya tidak benar atau bertentangan dengan yang sebenarnya. Palsunya surat atau tidak benar surat terletak pada asal atau si pembuat. Pelaku Pemalsuan Sertifikat dapat juga dijerat Pasal 264 ayat (1) karena dapat merugikan, Untuk mencegah pemalsuan sertifikat tanah atau bangunan, maka pemilik tanah harus lebih waspada dan lebih hati- hati. Pemilik tanah tidak diperbolehkan, memberikan sertifikat asli atau fotocopy sertifikat kepada pihak lain dengan alasan apa pun, kecuali kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris


Membuat surat atau dokumen palsu, memalsukan surat atau dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling sedikit Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar )." sebuah suara membuat Jerome melongo.


"Siapa kamu?"


Travis pun menampakkan dirinya. "Travis Blair, pengacara Gandari Pramudhita" seringainya.


Wajah Jerome pun memucat. Siapa yang tidak mengenal keluarga pengacara terkenal Blair and Blair Advocate. Dan untuk kali ini, Jerome merasa nyawanya di ujung tanduk.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2