My Cold Chef

My Cold Chef
Love You


__ADS_3

Para pria paripurna itu menatap pasangan masing-masing dan dengan cueknya menghampiri mereka dan hendak memberikan ciuman tapi...


"Mas! Mandi dulu sana! Bau keringat!"


"Abang mandi!"


"Nggak mau, sayang. Kena keringat! Aku sudah mandi!"


Karl dan Sabine tertawa terbahak-bahak melihat papa dan sepupu prianya gagal modus ala film mighty Mike.


"Gagal son" umpat Ryoma.


***


Usai acara bersih-bersih yang begitulah, akhirnya para anggota klan Pratomo makan siang sambil duduk lesehan dan duduk di sofa atau kursi makan. Pokoknya suka-suka. Javier sangat menikmati keguyuban keluarganya meskipun sering mendapatkan gegeran tapi mereka dapat mengatasi dengan baik.


"Lihat apa, sayang?" tanya Agatha sambil membawakan puding coklat untuk suaminya.


"Acara kumpul-kumpul gini nih yang seru, sayang." Javier menerima piring berisi puding.


"Kalian itu kalau begini, nggak ada yang nyangka kalau kalian itu pengusaha dingin, dokter yang dihormati, dosen killer. Yang ada adalah para suami takut istri dan anak takut durhakim sama ibunya" kekeh Agatha.


Javier mencium pipi istrinya. "Terimakasih sayang menerima kekurangan kami."


Agatha melotot. "Kekurangan apa! Aku merasakan banyak kelebihan termasuk uang."


Javier memegang dadanya dramatis. "Astaga sayang, ternyata kamu matre ya?"


Agatha mendekatkan wajahnya ke suaminya. "Perempuan kalau tidak matre itu tidak afdol." Bibir wanita yang menikah dengan Javier lebih dari seperempat abad itu mencium lembut bibir suaminya.


"Tapi kalian itu memang setipe, sayang" ucap Javier setelah menikmati ciuman istrinya.


"Apa itu sayang?" tanya Agatha.


"Dikasih black card tetap saja nggak dipakai."


"Lha buat apa? Wong kamu suka membelikan barang-barang yang aku suka. Ngapain dobel-dobel? Boros!"


Javier terbahak. "Matre tapi ogah boros."


***


Aidan dan Thara menikmati acara makan di gazebo halaman belakang mansion Al Jordan bersama Levi dan Yanti. Arjuna yang tadinya mau bergabung, harus mundur karena Rama maunya sama dirinya.


"Kamu nggak kaget kan Thara. dengan keluarganya mas Aidan?" tanya Yanti sambil menerima suapan buah jeruk dari tangan Levi. Semenjak hamil, Yanti maunya makan buah dari tangan suaminya.


"Yaaaa awal kaget. Apalagi melihat Ai itu kalau di restauran dingin banget, kaya hokkyokuguma gitu. Tapi di sini aku bisa melihat sisi yang berbeda dari Ai" senyum Thara ke suaminya.

__ADS_1


"Kita itu, T, biasa dikenal diluaran tuh dingin, pengusaha judes, tapi kalau sudah kumpul seperti ini, hilang semua karisma nya" ucap Levi.


"Tapi waktu kita kecil juga biasa ya Vi, lihat papamu, papiku dan daddynya Junjun ribut tidak jelas. Apalagi kalau Ogan Abi dan Opa Edward ikutan. Ramai" kekeh Aidan.


"Iya tuh! Ogan mu dan Opamu itu payah! Teman julid seumur hidup! Gue penasaran, apa di alam sana masih lanjut julidnya nggak ya?" Levi memegang dagunya seperti tampak berpikir.


"Paling juga lanjut ke alam sana soalnya meskipun mereka seperti itu, Ogan dan Opa sayang satu sama lain. Apalagi waktu Ogan meninggal, Opa yang paling terpukul setelah Necan Dara" ucap Aidan sambil memeluk Thara.


"Eh iya, kistamu gimana? Sudah hilang benar?" tanya Yanti perhatian.


"Alhamdulillah sudah. Sebelum kesini kan aku kontrol lagi dan ternyata sudah hilang. Berkat obat dan terapi juga" senyum Thara.


"Tinggal progam buat kasih cucu ke Oom Duncan dan Tante Rhea. Masa cucunya cuma Abi dan Reana doang?" ujar Levi.


"Masih on the way cumiii" cebik Aidan kesal.


"Eh Bara beneran itu masih betah menjomblo?" tanya Levi mengganti topik pembicaraan.


"Memang mas Bara patah hati beneran ya mas?" Yanti menatap ke suaminya.


"Nggak tahu. Yang tahu kan cuma Bara, sayang."


"Tapi semoga mas Bara dapat jodoh yang jauh berbeda dari yang kemarin" ucap Aidan.


"Aamiin."


***


"Kita jadinya pulang kapan Ai?" tanya Thara.


"Lusa kita sudah pulang. Besok kan kita ke RR's Meal tempat Abraham dulu sayang. Sekalian memeriksa semuanya."


"Eh Ai..."


"Hhmmm."


"Abraham pacaran sama Rahma."


Aidan yang sedang membalas email dari Xander laporan restauran Manchester, menoleh ke arah istrinya yang sedang mengoleskan body lotion ke kaki jenjangnya.


"Abraham sama Rahma? Baguslah, soalnya biar si duda satu itu move on. Eh tapi Rahma seleranya apa duda ya? Soalnya dulu dia juga naksir Oom Abian yang juga duda."


Thara hanya mengedikkan bahunya. "Namanya juga jodoh, Ai. Kita nggak ada yang tahu, macam kita ini. Dipasangkan oleh Cupid menggemaskan, dari terpaksa malah jadi nyaman."


"Kamu nyaman denganku, Thara?" Aidan menutup laptopnya dan berjalan menuju istrinya dari meja kerja yang tersedia di kamar mansion.


"Hah? Aku kira malah yang tidak nyaman Ai" gumam Thara melihat wajah tampan suaminya.

__ADS_1


"Awalnya tapi lama-lama aku merasa nyaman padamu, apalagi kamu bisa membaur dengan keluargaku yah yang bisa dikatakan amburadul kalau sudah berkumpul."


Thara tersenyum. "Mungkin klise Ai, tapi aku sangat suka dengan kehangatan keluarga mu apalagi aku mendapatkan mertua seperti papi dan mami, ipar seperti mbak Kaia dan Rhett. Aku sudah sangat bahagia dengan hidupku."


"Oh kenapa kemarin kamu tidak belanja banyak?" tanya Aidan sambil memeluk Thara dari belakang diatas tempat tidur, sedangkan istrinya masih melakukan ritual perawatan malam.


"Buat apa Ai. Baju-baju milik Oma Yuna masih banyak yang belum dipakai dan aku juga bukan seorang sosialita kemana-mana. Kita hanya suka berkumpul dengan teman-teman chef di London atau saudara sendiri. Mau belanja apa lagi? Lupa kalau kekayaan Al Azzam juga tidak kurang dari MB Enterprise."


Aidan tersenyum lalu membalikkan tubuh istrinya.


"Thanks, honey" ucapnya tulus.


"For what?" tanya Thara bingung.


"For stay with me and berjuang di rumah tangga kita."


Thara mengelus wajah Aidan. "Terimakasih sudah menerima aku yang tidak sempurna ini."


"B.S, sayang. Tidak sempurna dari mana? Menurut ku, kamu sudah sempurna. Mau menerima hokkyokuguma ini saja buatku bersyukur."


"Sabine memang cocok mencarikan nama itu untukmu" gelak Thara.


"Anak nakal itu pasti lagi digarap sama Karl. Dasar sama-sama meshum!" omel Aidan.


"Namanya juga pengantin baru Ai."


Aidan menatap intens istrinya. "I love you Thara Azalea. Maafkan semua perilaku jelek ku."


Thara melongo karena ini kali pertama Aidan menyatakan cinta setelah dua bulan lebih menikah.


"Ai, are you serious?"


"Astaga! Pernyataan cinta pun diragukan?" sungut Aidan.


Thara tertawa. "I love you too Aidan Richard" ucapnya lalu wanita berambut coklat itu pun mencium bibir suaminya.



*** END *** ???


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


End kah? Entah, hanya jempol dan otak Eike yang tahu... Wkwkwkwkwk


Eniwai, Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2