
"Direndra" gumam Rajendra. Entah kenapa sepupu satunya ini yang namanya hampir sama sering membuat dirinya kesal. Beda usia yang tidak terlalu jauh dengan Rama membuat mereka mirip. Hanya saja bedanya Rama kalem, Dinendra... biang kerok.
"Beneran mas Jendra pergi ke Amerika? Jadi mbak Aruna sendirian dong! Aseeekkk, mbak Aruna jadi kakak aku seutuhnya" cengir bocah SD itu.
"Heh! Enak saja! Aruna itu punya aku! Nggak ada jadi kakak kamu, Rendra!" Rajendra menatap judes ke adik sepupunya.
"Rendra, besok kalau Jendra pergi, mau kan nemenin mbak Aruna kalau kemana-mana?" senyum Aruna.
"Maulah! Siapa suruh milih ke Amerika. Ya nggak mbak?" seringai Direndra.
"Yoi!" Aruna dan Direndra saling bertos ria.
"Oom Aiiii" keluh Rajendra ke papa Direndra.
"Ya anggap saja Direndra jagain Aruna" kekeh Aidan. Direndra lahir di saat kandungan Thara baru berusia 8,5 bulan atau baru 36 Minggu. Akibat kelahiran yang termasuk prematur itu mengakibatkan Direndra memiliki kelemahan fisik dibandingkan sepupunya namun semuanya selalu mensupport bocah tampan itu. Sang Daddy malah menempa Rendra menjadi bocah laki-laki yang tidak minder dan lemah. Bahkan Rendra masuk ke Dojo yang sama dengan Rama dan Rajendra untuk menempa fisiknya.
Direndra memiliki seorang adik laki-laki beda usia dua tahun dengannya bernama Alaric. Mengetahui Direndra memiliki fisik lemah, Alaric terbiasa menjadi pembela kakaknya namun sang kakak bertekad untuk tetap bisa kuat.
"Tenang saja mas. Aku nggak nikung mbak Aruna, tapi aku akan menjaganya selama mas sekolah di New York." Direndra menatap serius ke kakaknya.
"Awas kalau kamu main tikang tikung!" ancam Rajendra.
"Nggak bakalan. Mbak Runa itu seperti kakakku sendiri, mas" cengir Direndra.
"Lagian kamu tuh ya aneh. Masih SD malah dikira tikang tikung" kekeh Aidan.
"Aku sama Aruna dari TK Oom!"
"Kamunya saja yang semangat" gelak Aidan. "Apa kamu yakin bakalan sama Aruna?"
"Insyaallah yakin Oom."
***
Rajendra tiba di New York dengan diantar oleh Arjuna. Meskipun merasa putranya sangat-sangat mandiri, tapi entah kenapa ayah dua anak itu ingin mengatarkan putra sulungnya.
__ADS_1
Putra yang hobinya ngajak gelut dirinya dan adiknya. Menjelang remaja memang Rajendra lebih banyak berdebat dengan Arjuna jika ada sesuatu yang dia rasa tidak pas untuk dirinya. Dan Arjuna mengakui bahwa putranya sangat cerdas dan logis. Benar-benar khas keluarga Pratomo.
Rajendra pun manyun melihat wajah menyebalkan sepupu-sepupunya Abi dan Reana yang menyambut dirinya saat datang ke penthouse milik Rhett O'Grady dan Kaia Blair.
"Akhirnya elu pisah juga sama Aruna" ledek Abi ke sepupunya itu.
"Pisah sementara, liburan aku pasti pulang ke London" jawab Rajendra yakin.
"I don't think so, Ndra. Soalnya setahu aku, kuliah masak itu pasti akan full apalagi kalau kamu langsung bisa magang di resto ternama selain RR's Meal dan aku yakin kamu nggak bakalan diterima di RR's" cengir Reana, gadis cantik berambut pirang itu.
"HAAAAHH?" Rajendra menatap memelas ke Arjuna yang sedang asyik mengobrol dengan Kaia dan Rhett.
"Coba kamu tanya Oom Aidan. Dia kan juga kuliah di Culinary dulu" ucap Reana.
"Lagian elu juga dodol! Main masuk ujian masuk doang tanpa tahu kudu ngapain! Ampun deh cumi satu ini" gelak Abi durjana.
"Masa siiiihhh??? Duh, bisa-bisa Aruna aku ditikung Direndra!" teriak Rajendra dramatis.
"Aku kok nggak yakin dia masih ada hubungan darah sama kita, Rey. Lagian dia terlalu bodoh!" sarkasme Abi ke kembarannya. Reana hanya tertawa terbahak-bahak.
"Sel boleh mirip, tapi sel otakmu memang payah kok Ndra" kekeh Abi. "Sudah ah, aku mau bersiap-siap terbang ke Massachusetts. MIT! I'm coming!" Remaja berambut pirang kecoklatan dengan mata bewarna coklta itu pun ngeloyor masuk ke dalam kamarnya.
"Jangan dengarkan preman itu. Aku yakin kok kalau Aruna tetap sama kamu, apalagi kan kalian sudah bersama sejak TK." Reana memberikan senyum manis ke sepupunya.
***
"Jadi Aruna manyun ditinggal Rajendra kemari?" tanya Rhett O'Grady ke Arjuna.
"Lha salah siapa, tuh bocah kesiangan bangun buat ujian masuk ke Le Cordon Bleu di London. Telat satu jam! Sampai-sampai Sekar harus mengguyur anak itu dengan air sebaskom!"
Kaia tergelak karena dia juga pernah melakukannya ke Abi saat hendak ujian SAT.
"Ternyata dimana-mana sama ya Jun" kekeh Kaia. "Abi juga pernah seperti itu."
"Kalau memang begitu, mereka benar-benar sepupuan!"
__ADS_1
Rhett menggelengkan kepalanya. "Keluarga kalian itu memang bar-bar. Kamu tahu Jun, sepulang Abi ujian, masih dihukum Z jemur kasur padahal yang guyur mommnya."
"Oh sama itu! Sekar juga menyuruh hal yang sama!" kekeh Arjuna.
"Rajendra kabarnya habis lebaran kemarin minta ke Solo ya?" tanya Kaia.
"Iya, katanya ingin nyekar ke Lily. Sekar memang tidak pernah menutupi kenyatannya bahwa Lily adalah ibu kandungnya."
"Bagus didikan kalian, bagaimana pun Lily adalah bagian dari Rajendra." Rhett menyalakan rokoknya. "Tanpa Lily dan kamu, tidak bakalan ada Rajendra."
"Benar. Meskipun awalnya karena kecelakaan tapi aku bersyukur Lily tidak menggugurkan Rajendra. Entah apa ceritanya kalau tidak ada anak itu."
"Kamu tidak akan bertemu Sekar dan mungkin menikah dengan orang lain" ucap Kaia.
"Kalian tidak bilang Levi kalau aku kemari kan?" Arjuna memicingkan matanya.
"Tentu saja kami bilang!" ucap Rhett sambil menyeringai.
"Lagian Jun, kita nggak bilang pun pasti anak itu tahu" kekeh Kaia.
Arjuna hanya bisa manyun mendengar sepupu lucknut nya tahu kalau dia datang. Bakalan rusuh dah!
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Maaf terlambat, aku teler habis ngelaut kemarin 😁😁😁
Kisah Abiyasa dan Reana - Pandu, aku masukkan disini saja ya sekalian biar nyambung dengan kisah Rajendra - Aruna.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1