My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Rajendra dan Elang


__ADS_3

Solo, Jawa Tengah, Indonesia


Abi dan Reana menikmati acara liburan di Solo apalagi selain Iwan dan Danisha, mereka juga berkunjung ke Savitri dan Jaehyun yang tinggal di daerah Manahan. Sayangnya sepupu mereka, Safira, ikut dengan kedua orangtuanya di Singapura. Nathan Pratomo dan Haura adalah sepasang dokter jantung dan syaraf yang bekerja di rumah sakit Singapura.


Kini mereka semua berada di makam bonoloyo Solo untuk menyekar eyang buyut Haryono, ayah dan ibu Adara Utari, Necan buyut Abi dan Reana. Disana juga ada pakdhe Andra dan budhe Marissa yang dimakamkan bersebalahan dengan dua makam eyang Haryono. Pakdhe Andra dan budhe Marissa tidak dikaruniai anak.


Ogan Abi dan Necan Dara sendiri dimakamkan di TPU Taman Kusir satu komplek dengan Stephen Blair dan Diana Blair, sedangkan Opa Edward dan Oma Yuna dimakamkan di pemakaman keluarga di Inggris bersebelahan dengan Opa Duncan McGregor, Mike Cahill dan Nabila Pratomo.


Usai melakukan nyekar, Abi dan Reana pun pergi bersama dengan Jaehyun dan Savitri berjalan-jalan keliling kota Solo bahkan mereka pun mampir ke pasar Gedhe untuk membeli dawet selasih, bandeng presto, cabuk rambak dan beberapa jajanan disana.


Dua saudara kembar itu sangat menikmati acara liburan di Solo.


***


London, Inggris


Rajendra sedang bersiap-siap untuk kembali ke New York ketika sang Opa, Elang, masuk ke kamarnya.


"Jendra" panggil Opanya.


"Ya opa." Rajendra tersenyum melihat Opanya yang tampan.


"Boleh Opa duduk?"


Rajendra tertawa kecil. "Ya ampun Opa. Duduk saja lah, kok pakai minta ijin sama Jendra?"


"Itu namanya sopan santun, Jendra. Tidak peduli kamu lebih tua atau lebih muda, segala sesuatu harus meminta ijin sebelum melakukannya." Elang menatap cucu sulungnya.


"Iya Opa." Rajendra mengehentikan memasukkan baju ke dalam kopernya lalu duduk bersama Elang di sudut jendela. "Ada apa Opa?"


"Kamu kurang berapa lama lagi kuliahnya?"


"Kalau Jendra ngebut, ya paling tiga tahun lagi selesai, Opa."


"Apa rencana kamu selanjutnya?"


"Nikahi Aruna" cengirnya.


"Kamu sekarang 17 jalan 18 tahun, masih terlalu muda untuk menikah disaat usia 20 tahun."


"Iya sih Opa, Aruna juga bilang begitu. Maunya Aruna, kita nikah pada saat usia 22 atau 23 tahun jadi kami sudah cukup matang sedikit padahal aku bingung, matang apanya? Memangnya kita buah pakai acara matang?" seloroh Rajendra yang membuat Elang tersenyum.


"Aruna benar, Jendra. Kalian kalau usia 20 tahun langsung menikah itu masih terlalu muda. Kalau Opa boleh kasih saran nih, bagaimana kalian menikahnya setelah kamu mengambil alih RR's Meal New York?"

__ADS_1


Rajendra melongo. "RR's Meal Hell's Kitchen kan dipegang sama Oom Larry Mitchell?"


"Iya, kemarin Opa kan ngobrol sama Oom Aidanmu, kalau Larry ingin pensiun tiga empat tahun lagi karena ingin keliling dunia. Sudah mendapatkan tawaran dari National Geographic untuk acara kuliner. Hanya saja karena Larry masih memiliki tanggung jawab di RR's Meal, makanya dia masih pending untuk pergi bersama NG."


"Oom Larry memang bagus untuk marketing dan menjadi aktor acara kuliner."


"Maka dari itu, Opa merasa kamu itu pasti mampu bekerja seperti Oom Aidanmu atau Larry. Dan Aidan sudah mempersiapkan jika kamu lulus nanti, kamu akan digojlok oleh Larry dulu sampai benar-benar bisa memegang RR's Meal Hell's Kitchen baru dia bisa melepaskan ke kamu." Elang menatap Rajendra. "Apa kamu sanggup?"


Rajendra tersenyum. "Opa, aku adalah cicit Opa buyut Ryu Reeves dan bisnis kuliner sudah mendarah daging di aku. Insyaallah Jendra bisa mengambil alih RR's Meal Hell's Kitchen dan kalau Jendra bisa menghandle sana, berarti bisa menghandle di semua cabang di Amerika Serikat."


Elang tersenyum bangga kepada cucu sulungnya. Dalam hati dirinya sangat bersyukur diberikan istri cantik dan baik seperti Rain Reeves, putra pintar namun gesrek yaitu Arjuna dan memiliki dua cucu yang meskipun berbeda sifat dan karakter, namun keduanya perpaduan antara keturunan Pratomo dan McCloud yang memiliki sifat gigih dan pemberani.


"Opa bangga sama kamu Jendra. Opa harap, kamu jangan pernah berubah dengan semua sikap dan sifat kamu yang selalu terbuka dengan keluarga dan berjalan di jalan yang lurus. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa lima waktu karena dengan rajin dan rutin berdoa, insyallah jalan yang akan kamu lewati diberikan banyak kemudahan dan barokah." Elang mengusap kepala Rajendra.


"Opa nggak bangga sama Dik Rama?" cengir Rajendra.


"Opa bangga sama otaknya yang cerdas tapi tidak bangga dengan sifat malas mandi dan membersihkan serta membereskan kamarnya" sungut Elang yang membuat Rajendra terbahak.


"Aku dan Papa juga heran kenapa dia bisa beda sendiri padahal sepupu kita yang lain yang cowok, nggak ada seperti dik Rama."


"Sepertinya waktu Allah membuat Rama, tanpa sengaja sifat malas tertetes disana" ucap Elang asal.


"Oh astaga Opa! Memangnya film the boss baby? Bikin bayi seperti mesin cetak" gelak Rajendra



Rajendra semakin terbahak mendengar opanya berbahasa Jawa padahal sebelumnya mereka menggunakan bahasa Inggris.


"Wis, keluarga kita memang parah bahasanya" kekeh Rajendra.


"Lho memang kenapa Jendra?" Mata abu-abu Elang menatap cucu tampannya.


"Hoshi itu Opa, bisa lho dalam satu kalimat ada empat bahasa disana tapi kita paham maksudnya."


"Kamu jangan heran kenapa Hoshi bisa seperti itu? Apa kamu lupa dia cucu siapa?" Erlang tersenyum ke Rajendra.


"Opa Eiji..."


"Nah tuh tahu! Paham kan maksud Opa?"


"Tapi Hoshi tidak seperti Opa Eiji yang hangat dan nyeleneh."


"Lho memang Hoshi kenapa?"

__ADS_1


"Mulutnya itu lho Opa, pedes tapi benar. Ini saja lagi kabur ke Jakarta, tidak mau liburan ke Tokyo tempat Opa Eiji tinggal."


"Lho kenapa nggak nengok Eiji di Tokyo?" tanya Elang. "Memang ada apa Antara Hoshi dan Eiji?"


"Kata Arimbi, kalah debat sama Opa Eiji jadinya ngambek."


Elang terbahak. "Opa bisa terbayang wajah manyunnya Eiji."


"Opa. Apakah kalian, maksud Jendra, kalian memang generasi kacau? Sebab kata Papa, generasi Opa lebih rusuh dari generasi papa."


Elang tersenyum. "Mau Opa ceritakan bagaimana Opa bisa masuk ke keluarga Oma?"


Rajendra mengambil dua botol minuman teh dan beberapa chips. "Jendra selalu suka cerita itu Opa." Elang tersenyum dan memulai ceritanya.


***


"Hoshi di Jakarta?" tanya Abi ke Arimbi ketika dirinya dan Reana melakukan panggilan video ke sepupu mereka di Jakarta.


"Iya mas Abi. Hoshi disini" jawab Arimbi, putri Bara Giandra dan Gendhis Arum. Arimbi berbeda enam tahun di bawah si kembar dan memiliki seorang adik bernama Anarghya yang tiga tahun di bawahnya.


"Memang Hoshi ngapain ke Jakarta?" tanya Reana.


"Katanya malas ke Tokyo padahal aku tahu dari Opa kalau Hoshi kalah debat sama Opa Eiji jadinya ngambek dan mutung nggak mau liburan ke Tokyo jadinya kesini deh!" gelak Arimbi.


Abi hanya menepuk jidatnya. "Oh astaga anak itu!"


***



Yang penasaran dengan visual Bu Guru bar-bar yang hobinya naik Kawasaki Ninja dan pengusaha asal Korea 👆👆👆


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf kemarin nggak bisa crazy up karena digondeli keponakan yang liburan


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2