
New York USA
Rajendra menemui Opanya yang masih menjabat ketua Chief di kantor polisi Hell's Kitchen yang merupakan satu area antara RR's Meal dan restauran Giancarlo Bouloud.
"Eh cucu opa yang paling ganteng" goda Raymond Ruiz, mantan partner Ghani Giandra.
"Dih, opa tuh semua cucu laki dibilang paling ganteng" sungut Rajendra setelah diantarkan oleh seorang officer. Raymond memang sudah pensiun tapi kemudian komisaris NYPD meminta dirinya menjadi chief sementara di kantor NYPD Hell's Kitchen selama enam bulan.
"Lho tapi kan memang cucu opa ganteng semua jadi kan wajar kalau opa bilang begitu." Raymond memberikan pelukan pada putra Arjuna itu.
"Opa sehat?" tanya Rajendra.
"Alhamdulillah. Apalagi lima bulan lagi Opa pensiun, jadi Omamu bisa tenang nggak mikir opa sibuk dengan kasus." Raymond memang terus berkarier di NYPD berbeda dengan Ghani yang memutuskan pensiun dini saat putranya Bara hilang. ( Baca Bara dan Arum ).
"Alhamdulillah nanti kan bakalan seperti Opa Ghani di rumah menikmati jadi boss showroom."
Raymond terbahak. "Opa mau menikmati di ranch saja Jendra. Jadi koboi, pelihara sapi, kambing dan breeding kuda. Kemarin Opa Senna menawarkan untuk mengirimkan kuda Arab nya untuk di breeding disini."
"Aseekk, bisa ke ranch nanti aku" senyum Rajendra.
"Opamu Jeremy kan juga punya dari hasil si Flynn dan Maximus kan?" Raymond tahu dua kuda pejantan kelas premium itu adalah mas kawin Elang ke Rain yang kemudian diternakkan menjadi kuda Champion. Meskipun kedua kuda itu sudah mati karena faktor usia, turunannya dikenal premium dan Elang pun tidak segan berbisnis jual beli kuda.
"Iya, Opa Jeremy hobinya sekarang itu."
"Rajendra ada apa kemari?" tanya Raymond. "Apa kamu terlibat perkelahian lagi?"
Rajendra menggeleng. "Bukan Jendra tapi semua chef pemimpin restauran Opa."
"Kasus daging chinchilla? Bukannya sedang diurus dengan NYPD Manhattan pusat dan FDA? Opa tidak ikut disana. Lagipula Opa baru sebulan ini menjabat menjadi chief lagi."
"Kok opa bisa masuk lagi jadi chief? Kan opa sudah pensiun?"
"Ada masalah disini dan Opa diminta membereskan oleh komisaris NYPD. Masa opa nolak?" senyum Raymond.
"Opa, kemarin aku menemukan daging chinchilla masuk ke dalam restauran Giancarlo Bouloud."
Raymond terkejut. "Bouloud kan spesialis seafood. Kenapa sampai nyasar disana?"
"Rupanya salah satu sous chef ingin menyelundupkan daging itu dan membuat nama baik semua restauran high end dan kelas Michelin jelek."
"Kalau gerakan sporadis seperti itu berarti memang ada yang jadi dedengkotnya, Jendra."
"Itu dia opa. Aku curiganya begitu."
"Coba nanti opa kerjasama dengan opa Abian dan Oom Bryan kamu."
Rajendra tersenyum senang. "Soalnya kemarin RR's Meal juga hampir kecolongan untung Oom Larry tanggap tapi Oom Ai dan Oom Karl sampai dipanggil ke FDA juga."
__ADS_1
"Di Inggris nggak ada kasus ya?"
"Nggak Opa. Ketat disana soalnya."
Raymond mengangguk sambil membuka ponselnya. "Hewan lucu gini kok ya dimakan tho ya."
Yang penasaran bentuknya Chinchilla
***
Surabaya, Jawa Timur Indonesia
Sebulan kemudian...
Pandu tampil rapi dan bersiap-siap bertemu dengan para kliennya yang hendak memeriksa semua mobil mewah mereka yang sudah di custom perusahaan yang dipimpin Pandu.
Dengan ramah, Pandu menghampiri setiap kliennya dan tak sedikit klien wanita yang menggoda dirinya namun dengan luwes Pandu menanggapi dengan elegan.
"Mas Pandu sudah punya pacar?" tanya seorang klien yang terang-terangan mencoba menggodanya.
"Saya sudah punya calon istri, bukan pacar lagi" ucap Pandu sambil tersenyum sopan.
"Kok tidak diajak?"
"Sayang ya, mas Pandunya di anggurin."
"Ini kan acara perusahaan, calon istri saya tidaklah perlu ikut menghadiri karena memang bukan ranahnya."
Rini, sang sekretaris, menatap tidak suka ke ulat keket yang celakanya adalah klien potensial perusahaannya. Duh, nona Reana kok ya pakai acara tinggal jauh di New York sih?
"Harusnya diajak dong biar kita semua tahu."
"Apakah anda ingin tahu calon istri saya seperti anda agar anda bisa bandingkan?" senyum Pandu dengan nada menyindir.
Wanita itu tertawa yang terdengar meremehkan. "Boleh juga pemikiran anda, mas Pandu. Lagipula, semua orang di kalangan kita-kita ini sudah tahu anda itu masih lajang, masih muda tapi sudah memegang perusahaan sebesar ini. Bahkan lebih bagus daripada sebelum anda disini."
"Terimakasih atas pujian anda soal kemajuan perusahaan kami" ucap Pandu sopan. Rini hanya tersenyum tipis di sebelah bossnya.
"Bagiamana kalau mas Pandu... " wanita itu mendekati Pandu dengan gaya menggoda. "Kita makan malam bersama nanti malam? Mumpung malam Minggu."
"Maaf saya tidak bisa. Karena saya sudah ada janji dengan kekasih saya" jawab Pandu yang sebal karena Reana masih di New York.
"Ah, paling anda berbohong. Kekasih anda pasti sibuk dengan urusannya."
Pandu menatap dingin ke wanita itu. "Tahu apa anda tentang kekasih saya?"
__ADS_1
"Jangan dikira saya tidak tahu, mas Pandu. Kekasih anda sedang di Amerika kan? Ayolah mas Pandu, jangan seperti biksu. Sekali-kali have fun lah!"
Suara riuh terdengar di pintu dan tampak seorang gadis berambut pirang dengan gaun hitam berjalan dengan anggun. Wajahnya yang cantik hanya memakai make up flawless yang menonjolkan mata birunya.
Wanita itu hanya menatap satu orang saja yang juga menatap balik dengan penuh cinta.
"Halo mas. Lama menunggu?" senyum Reana.
Pandu langsung memeluk gadis itu dan mencium pipinya. "Lumayan" bisiknya.
Rini menghela nafas lega melihat nonanya tiba-tiba datang.
"Kapan kamu datang?" tanya Pandu sambil memeluk pinggang Reana posesif.
"Semalam. Aku mau kasih surprise kamu." Mata biru Reana tampak memuja Pandu.
"Dalam rangka?" tanya Pandu bodoh. Aku ulang tahun masih lima bulan lagi, Reana masih tujuh bulan lagi. Acara apaan princessku datang jauh-jauh? Tidak mungkin acara ini kan?
"Anniversary mas. Kita kan dua tahun sudah bersama." Reana memberikan senyumnya.
Pandu tersenyum lebar. "Maaf aku lupa."
"Tak apa. Pria kan biasa lupa tanggal penting."
Pandu lalu menoleh ke arah wanita yang mencoba merayunya tadi. "Anda tadi bertanya dimana calon istri saya. Inilah calon istri saya, Andreana Blair O'Grady."
Semua orang disana terkejut dan wanita itu hanya menatap tajam ke Reana yang hanya tersenyum smirk.
Kamu ingin merebut mas Pandu? Jangan harap! Dasar ular beludak! Reana memeluk lengan Pandu penuh kepemilikan.
Yang datang buat menghajar ular beludak
Yang senang princess nya datang
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1