My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Dua Wanita Berbeda


__ADS_3

Ketiga remaja itu akhirnya pulang dengan ditemani Kaia, Rhett dan Amir sedangkan Aksara dan Ghania masih menyelesaikan semua administrasi bersama James Blair dengan didampingi oleh Raymond Ruiz.


"Ghania, kok Aruna bisa judo?" tanya Raymond ke ibu Aruna itu.


"Salahkan Rajendra, Oom. Anak itu yang mengajak Aruna ke Dojo dan sejak kecil mereka sudah latihan bareng. Dan Aruna menikmatinya bahkan sekarang sedang merayu aku dan Daddynya untuk diijinkan belajar menembak" keluh Ghania.


Raymond terbahak. "Well, Rajendra mau Aruna kuat dan bisa membela diri."


"Tapi hal itu kan membuat putriku menjadi brutal, Oom. Di kampus, Aruna tuh nggak ada takut-takutnya bahkan teman-temannya agak takut sama dia." Ghania sampai harus berbicara pelan kepada putrinya agar mengurangi Kebar-barannya.


"Dinikmati saja, Ghania, karena tidak selamanya kita melindungi anak kita terus. Dan ada kalanya mereka harus bisa membela dirinya sendiri selama itu masih di koridor yang benar." Raymond menatap lembut wanita berhijab itu.


"Iya Oom. Aku selalu bilang sama Aruna, jangan terlalu songong mentang-mentang kamu bisa bela diri. Jika kamu tidak disenggol, jangan cari perkara."


Raymond mengangguk. "You're right Ghania. Seperti motto di keluarga kami, selama elu nggak nyenggol, kami cuek saja."


"Aku kira Oom Raymond sudah pensiun seperti Oom Ghani" celetuk Ghania.


"Dua bulan lagi aku pensiun. Valora sudah tidak sabar ingin jalan-jalan berdua keliling dunia" senyum Raymond.


"Kristal anaknya berapa?"


"Dua, perempuan semua. Freya dan Fayza. Dan aku yakin, Ashley akan pusing dengan dua anak gadisnya nanti" kekeh Raymond. "Karena keduanya mirip dengan Valora, keras kepalanya."


"Saya mau bertemu dengan cucu saya!" Sebuah suara wanita terdengar di meja resepsionis divisi pembunuhan, perampokan dan violence.


Ghania dan Raymond melihat seorang wanita paruh baya dengan dandanan seperti halnya nenek-nenek normal meminta untuk bertemu dengan cucunya.


"Siapa nama cucu anda, ma'am?" tanya officer yang bertugas disana.


"Anna Rudd. Saya adalah neneknya."


Raymond dan Ghania saling berpandangan.


***


Luisa Rudd duduk saling berhadapan dengan Ghania Lewis yang meminta Raymond mengijinkan dirinya untuk berbicara secara pribadi.


"Apakah kamu ibu dari anak yang membanting cucuku?" tanya Luisa judes.

__ADS_1


"Iya, aku Ghania Lewis, ibu dari Aruna Lewis."


"Jadi memang begini ya, kalian memang keluarga brutal!" sarkasme Luisa.


"Putriku hanya membela dirinya dari serangan cucumu" ucap Ghania dingin.


"Tapi kalian memang keterlaluan. Membanting cucuku!" jerit Luisa.


Ghania hanya menunjukkan video rekaman CCTV yang menunjukkan Anna lah yang menyerang Aruna sedangkan Aruna hanya membela dirinya. Dia bisa saja menghajar lebih lanjut tapi Aruna hanya membanting Anna.


"Siapa yang menyerang siapa, lady" ucap Ghania dengan nada sinis.


"Aku tetap menuntut pertanggungjawaban kalian! Kasihan cucuku pasti patah tulang itu. Dasar ibu tidak tahu diri!"


"Oh kami tetap bertanggung jawab atas cedera yang disebabkan oleh putriku..."


"Dan aku juga akan menuntut uang kompensasi!" balas Luisa.


Ghania tertawa. "Anda mengatakan saya ibu tidak tahu diri tapi anda juga tidak tahu diri melakukan pemerasan."


"Anakmu yang menghajar cucuku!"


Mulut Luisa menganga. "Prostitusi?"


"Jangan pura-pura anda tidak tahu, nyonya. Apakah anda pernah bertanya dari mana cucu anda mendapatkan barang-barang branded? Coba lihat paper bag yang dibawa cucu anda!"


Luisa mengzoom rekaman CCTV dan melihat paper bag dari Louis Vuitton, Gucci, Prada. Darimana cucunya mendapatkan ini semua? Kuliah saja setahunya beasiswa.


"Nyonya, sebelum kamu menasehati kami, urus dulu cucumu itu." Ghania pun berdiri. "Awalnya aku ingin berhubungan baik dengan anda untuk bisa mencari jalan tengah karena tahu cucumu salah jalan tapi anda sudah membuat mood saya drop jadi urus sendiri."


Ghania memegang kenop pintu ruang interogasi dan membukanya.


"Wait." Suara Luisa membuat Ghania berhenti.


"Apakah benar cucu saya bekerja sebagai prostitusi? Saya tahu saya tidak bisa memberikan banyak uang tapi... saya tidak menyangka kalau..."


"Cucu anda sudah mela*cur sejak empat tahun lalu dan menurut saya aneh saja jika tidak mengetahui kegiatan cucu anda. Saya dan putri saya selalu bercerita apapun sejak kecil. Dan kunci keluarga yang baik adalah komunikasi."


"Darimana anda tahu kalau cucu saya sudah terjun di dunia prostitusi?"

__ADS_1


Ghania berbalik. "Di amplop ini ada semua data dan berkas termasuk daftar pelanggan cucu anda. Saya tidak berbohong nyonya, saya malah prihatin melihat anak seumur cucu anda sudah bermain di dunia orang dewasa."


Luisa membuka amplop dan wajahnya tampak terkejut melihat berkas kepolisian, foto-foto Anna di berbagai hotel di New York bersama dengan pria berbeda.


"Astaga..." bisik wanita paruh baya. "Aku tidak menyangka... aku tidak menyangka sama sekali..."


"Giliran anda untuk merengkuh cucu anda agar kembali ke jalur yang benar meskipun usianya sudah dewasa dan berhak menentukan hidupnya sendiri tapi tidak ada salahnya anda memberikan perhatian dan kasih sayang agar cucu anda merasa berharga." Ghania menatap kasihan ke wanita itu. Gurat-gurat kerasnya kehidupan membuatnya seperti itu. Ghania tidak tahu kehidupan seperti apa yang dialami Luisa dan Anna hingga seperti itu.


"Saya mau bertemu dengan Anna" ucap Luisa lirih. Awalnya dirinya terkejut cucunya dibanting oleh seorang remaja yang masih ada kekerabatan dengan keluarga Blair dan dirinya berharap bisa mendapatkan sedikit uang kompensasi tapi apa yang didapatnya adalah sesuatu yang mengejutkan.


Aku tidak tahu kalau kamu seperti itu kehidupannya, Anna. Grandma merasa bersalah padamu tidak bisa memenuhi semua keinginan kamu.


"Anda bisa menemuinya." Ghania melihat seorang officer polisi perempuan yang masuk untuk menemani Luisa. menjenguk Anna.


"Janganlah anda merasa bersalah tidak bisa memenuhi semua kebutuhan cucu anda karena dia sendiri yang sudah memilih jalannya seperti itu." Ghania memandang Luisa dengan wajah perhatian dan prihatin.


"Apakah Anna akan dibawa ke pengadilan dan dipenjara?"


Ghania menggelengkan kepalanya. "Meskipun saya orangnya keras, tapi saya tidak akan sampai sejauh itu. Cukup semalam di sel dan besok boleh pulang. Semua sudah diurus pengacara kami."


Luisa mengangguk lalu pergi mengikuti officer itu menuju sel tempat Anna ditahan.


Raymond dan Aksara yang melihat interaksi Ghania dan Luisa hanya tersenyum.


"Kamu memang tidak menghajar orang lewat fisik, Ghania tapi kamu menghajar orang lewat ucapan. Jadi kamu sama bar-barnya dengan putrimu" kekeh Raymond.


"Eh? Iyakah?" Ghania tersenyum kikuk.


"Istriku, kamu itu bar-bar lho" senyum Aksara sambil mencium pelipis Ghania.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2