My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Di Jakarta


__ADS_3

Dua hari kemudian, Abi dan Reana tiba di Jakarta masih menggunakan transportasi kereta api. Bagi si kembar, perjalanan dengan kereta api jauh lebih menyenangkan dan bisa menikmati pemandangan. Sore ini mereka tiba di stasiun Gambir dan dijemput oleh Arum dan Anarghya yang tampak senang melihat keponakannya pada main ke Jakarta.


"Kalian beneran liburan ke Indonesia nih?" goda Arum.


"Iya Tante... Aku sih bosan di New York kalau dia mah nengok pacarnya" ucap Abi sambil menuding ke Reana.


"Masih sama Pandu kamu?" tanya Arum.


"Masih lah Tante." Wajah Reana tampak memerah. "Rimbi kemana Tan?"


"Masih di sanggar tari sama Rina Kareem" jawab Arum.


"Masih nari Jawa dia?" tanya Abi.


"Masih lah" sahut Anarghya.


"Tapi hebat lho Rimbi. Disaat anak lain lebih memilih menari modern, dia memilih menari slow motion" kekeh Abi.


"Kok slow motion?" tanya Arum. Kini mereka berempat sudah berada di Mercedes milik Arum.


"Lho iya kan. Nari gambyong, nari merak itu tidak bisa grusah grusuh. Beda kalau tari modern model-model kpop atau American dance" jawab Abi.


"Ih bisa saja kamu Bi" kekeh Arum yang kemudian menstater mobilnya dan menuju mansion Giandra.


***


Rajendra berada di Heathrow Airport bersama dengan Aruna dan Sekar. Remaja itu tampak asyik menggoda kekasihnya yang cemberut harus berpisah dengannya lagi.


"Jangan manyun-manyun Runa, nanti malah ada keriput lho" goda Rajendra.


"Habis, kamu latihan nembak nggak ajak aku!" sungut Aruna sambil memajukan bibirnya.


"Lha, aku bisa diomeli Tante Ghania nanti kalau bawa kamu ke arena belajar menembak."


"Ya bilang saja. Toh ada Opa Elang dan Oom Arjuna juga" sahut Aruna yang masih dalam mode ngambek.


"Runa, nanti kita sendiri saja gimana? Katanya Tante Thara juga mau latihnan menembak bareng Oma Rain." Sekar menatap calon menantunya yang masih judes ke putranya.


Wajah Aruna langsung sumringah. "Beneran Tante?"


"Beneran. Nanti Tante ta bilang sama mamamu."


"Yes!"


Rajendra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat antusiasme kekasihnya.


"Ma, jangan diajarin aneh-aneh lho" pinta Rajendra.

__ADS_1


"Diajarin apa tho? Kan cuma latihan menembak." Sekar tersenyum ke putranya.


Rajendra mendengus karena tahu pasti mamanya bakalan cerita macam-macam.


***


Abi dan Reana tiba di mansion Giandra dan melihat Hoshi ribut dengan seorang gadis remaja yang sebaya dengan Arimbi.


"Kamu pergi sana ke Tokyo! Disini bikin sepet mata, tahu nggak!" omel remaja putri itu.


"Heh cewek Arab! Biarpun elu sahabatan sama Rimbi, tapi bukan berarti elu bisa seenaknya disini!" balas Hoshi.


"Lha elu memangnya bisa seenaknya disini?" balas remaja yang dipanggil 'Cewek Arab' itu dan Abi serta Reana bisa melihat bagaimana keduanya sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


"Hoshi! Rina ! Apa-apaan sih kalian berdua itu? Ribut saja setiap hari!" hardik Arum yang gemas melihat keponakannya selalu bikin orang lain emosi. Sudah kemarin Bara dan Ghani ribut dengan Hoshi, sekarang giliran sahabat putrinya.


"Tante Gendhis, tolong bilangin benalu bin amoeba bin muka pucat nggak ada darahnya macam zombie itu jangan seenaknya ngusir orang dong!" rengek si cewek Arab yang bernama Rina.


"Oh jadi ini yang namanya Rina Kareem, sahabatnya Arimbi" ucap Abi yang melirik judes ke Hoshi. "Elu tuh nggak di New York, nggak di Jakarta, hobinya bikin rusuh!"


"Lagian ngapain lu kesini mas? Jakarta jadi sesak sama bodi besar lu!" balas Hoshi tak kalah judesnya.


"Heh! Malah elu body shaming!" balas Abi.


Reana menghampiri Rina. "Rina Kareem ya? Reana O'Grady."


"Udah, udah ayo masuk! Nggak patut Maghrib-maghrib ribut di depan rumah. Arga, bantu bawain ya!" perintah Arum berusaha menengahi gegeran menjelang Maghrib.


Arga membantu membawakan dus berisikan oleh-oleh yang dibelikan oleh Danisha dan Savitri.


"Mas Hoshi, elu kalau ribut terus sama siapa saja, susah dapat jodoh lho!" ledek Anarghya.


"Dih nih bocah malah doain!" sungut Hoshi.


"Udah! Masuk kalian semua!" suara bariton Ghani membuat semua orang disana pun terdiam.


***


Acara makan malam di meja makan keluarga Giandra pun semakin ramai apalagi Abi, Reana dan Rina ikut makan malam. Hoshi tampak cemberut harus duduk di sebelah Rina yang masih mengacuhkan dirinya.


"Bi, kabarnya kamu bikin heboh MIT ya pas Joshua jadi dosen tamu disana ?" tanya Ghani.


"Iya Opa. Waktu itu aku reflek menjawab pertanyaan Opa Joshua dengan bilang 'ya Opa' soalnya aku lupa kalau masih di ruang kelas." Abi memanyunkan bibirnya.


"Terus teman-teman kamu gimana?" tanya Alexandra.


"Pada tanya 'Eh Mr Akandra killer nggak sih?' atau 'Bi, kamu dapat kisi-kisi ujian nggak besok'. Lha gue yang cucunya saja kagak tahu apa yang ada di otak Opa Joshua kok malah ditanyain macam-macam" gelak Abi.

__ADS_1


"Kalian masih lama liburannya?" tanya Bara Giandra, putra Ghani Giandra.


"Kami akan di Jakarta seminggu Oom habis itu baru balik ke New York" jawab Reana.


"Habis ini kalian istirahat semua. Rina, nanti pak Dudung jemput jam berapa?" tanya Arum.


"Jam delapan Tante, masih ada waktu satu jam lagi" jawab Rina.


Hoshi hanya melirik ke arah gadis Arab yang sama sekali tidak mau melihat ke arah dirinya.


***


Reana menghubungi Pandu dengan melakukan video call namun hingga dering ke tujuh, tidak diangkat. Reana mencoba menghubungi lagi namun hasilnya sama saja, tidak dijawab.


Kemana ya mas Pandu?


Berbagai macam pikiran memenuhi otak Reana karena nyaris tidak pernah Pandu tidak bisa dihubungi.


Sepuluh menit kemudian, ponsel Reana pun berbunyi dan nama 'Mas Pandu' di layar.


"Assalamualaikum, princess" sapa Pandu.


"Wa'alaikum salam. Mas Pandu tadi kemana? Kok aku telpon tidak diangkat?" tanya Reana dengan nada kesal.


"Maaf sayang, tadi mas Pandu di kamar mandi. Kayaknya aku salah makan deh jadi perutnya sakit. Kan nggak mungkin aku terima telpon disaat lagi proses mengeluarkan..."


"Hoo! Stop ya mas! Tidak usah diperjelas!" Reana menampakan wajah jijik mendengar ucapan vulgar tanpa filter dari kekasihnya.


Pandu terbahak. "Sudah makan malam princess?"


"Sudah dan tadi juga sudah mengobrol dengan Oma Alexandra dan Tante Gendhis."


"Nikmati saja liburannya, princess." Pandu berjalan ke arah balkon apartemennya. "Miss you so much."


"Miss you too mas."


***


Yuuuhhuuu Up Pagi Yaaaaaa


Maaf hari ini agak slow up coz aku harus periksa ke klinik karena sejak pagi perutku nggak beres dan kemungkin salah makan. Diatabs pun nggak mempan.


Jadi sabar ya...


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2